25 Tahun ETF Pertama: sejarah dan pengenalannya di Indonesia

Kemunculan ETF sebagai instrumen investasi di pasar saham global telah mengalami pertumbuhan yang sangat tinggi selama dua dekade terakhir. Dalam artikel berikut, kami meninjau langkah awal bursa mulai memperdagangkan ETF dan perkembangannya hingga hari ini, dan kami membahas mana yang paling lama tersedia di Indonesia.

Sejarah ETF - Rankia

ETF pertama (Exchange-traded fund) muncul di bursa New York (NYSE) pada Januari 1993, 25 tahun yang lalu. Instrumen pertama ini terkenal dengan nama the Spider, laba-laba, berdasarkan singkatannya (Standard and Poor’s depositary receipt; SPDR S&P 500 ETF, $SPY,. Pihak yang mengelola dana ini adalah State Street Global Advisors.

Peristiwa ini menandai perubahan besar bagi pasar, menjadi inovasi paling signifikan dalam hampir 90 tahun. Cara instrumen ini mengubah pasar sebagian besar positif dan banyak dari perubahan ini akan tetap bersama kita selama beberapa dekade mendatang.

Begitu jelas bahwa investor publik memiliki selera yang meningkat untuk jenis instrumen investasi ini. Kemudian perlombaan dimulai: Barclays memasuki bisnis ini pada tahun 1996 dan Vanguard mulai menawarkan Exchange-traded fund pada tahun 2001. Pada akhir 2017, ada sekitar 105 penerbit.

👉 Reksa Dana Indeks vs ETF: Mana Yang Lebih Baik untuk Investor Pasif?

Bagaimana pasar Exchange-traded fund berkembang?

Exchange-traded fund mewakili persentase yang sangat kecil dari nilai dolar perdagangan harian di AS. Saat ini, 17% dari total kapitalisasi pasar saham AS ada di instrumen investasi ini. Dari satu Exchange-traded fund pertama pada tahun 1993, pasar instrumen ini tumbuh menjadi 102 ETF pada tahun 2002. Pada tahun 2011, dalam basis data ETFdb tercatat lebih dari 1500.

Berikut adalah peristiwa penting dalam sejarah Exchange-traded fund :

  • ETF pertama ( S&P SPDR) lahir pada 23 Januari 1993. Instrumen ini memiliki dana kelolaan lebih dari U$ 292 miliar.
  • ETF terbesar kedua saat ini adalah iShares Core S&P 500 ETF (NYSE:IVV), yang mulai diperdagangkan pada Mei 2000. Mengelola total U$ 152 miliar dan menghasilkan volume perdagangan bulanan rata-rata US$ 4 juta.
  • El PowerShares QQQ (NYSE:QQQ) mereplikasi Nasdaq-100 dan saat ini memiliki volume aset sekitar US$ 62 miliar. Peluncuran instrumen investasi ini pada Maret 1999.
  • El Barclays TIPS (NYSE:TIP) mulai diperdagangkan pada Desember 2003 dan telah tumbuh hingga US$ 24 miliar dalam aset yang dikelola

Dampak kemunculan ETF

Kemunculan Exchange-traded fund sebagai instrumen investasi adalah manifestasi paling jelas dari perubahan investasi aktif ke investasi pasif. Manajemen aktif akan selalu ada, tetapi akan menarik bagaimana total aset investasi di pasar dibagi antara keduanya.

Pertumbuhan Exchange-traded fund juga memiliki implikasi pada tingkat korporat dan struktur pasar: Di NYSE, ada 160 IPO selama tahun 2017 sementara 275 ETF baru muncul. Tampaknya, Wall Street lebih tertarik pada munculnya ETF baru dengan strategi dan sektor yang menarik yang dapat menarik investor hampir sama atau lebih dari membawa perusahaan tradisional baru ke pasar.

Karena struktur Exchange-traded fund yang terindeks, perusahaan yang mengelola dana ini menjadi pemegang saham mayoritas dari banyak perusahaan yang menjadi aset dasar instrumen ini.

BlackRock, State Street, dan Vanguard, melalui cabang bisnis Exchange-traded fund mereka sekarang menjadi pemegang saham mayoritas dari banyak perusahaan terbuka dan berpartisipasi dalam keputusan korporat bersama dengan dewan pemegang saham lainnya.

👉 Exchange-traded fund Bitcoin: Apa itu dan Bagaimana Caranya Berinvestasi?

👉 ETF BITO: ProShares Bitcoin Strategy Fund, Apa Itu?

ETF tertua yang diperdagangkan di Indonesia

Berikut ini, kami menunjukkan beberapa Exchange-traded fund tertua yang diperdagangkan di Indonesia. Instrumen ini masih tersedia diperdagangkan.

Exchange-traded fund pertama yang diperkenalkan di Indonesia
NamaTanggal Mulai Manajer Investasi
Reksa Dana KIK ABF IBI Funds18/12/2007Bahana TCW Investment Management
Reksa Dana KIK Premier LQ4518/12/2007Indo Premier Investment Management

Seperti yang bisa kita lihat, Bahana TCW dan Indo Premier sudah menawarkan instrumen ini kepada investor sejak 17 tahun yang lalu. Kedua reksa dana tersebut cukup kompetitif dalam tiga tahun terakhir. Menurut data Bareksa, imbal hasil selama 3 tahun dari KIK ABF IBI Funds mencapai 14,85%. Sedangkan KIK Premier LQ45 8,89% (per 18 Juni 2024).

👉 Investasi di IDX30 & LQ45: Kinerja & Risiko

Di Indonesia belum banyak manajer investasi yang mau menerbitkan ETF. Melansir Kompas.id, dari 49 produk ETF hanya ada 22 manajer investasi yang menerbitkan. Padahal total ada 95 manajer investasi yang terdaftar di OJK. 

Melansir data Bursa Efek Indonesia, ETF paling baru adalah Reksa Dana Indeks KISI IDX30 ETF. Manajer Investasi yang menerbitkan PT KISI Asset Management pada 24 November 2023. Sepanjang tahun 2023 hanya ada 3 ETF yang dicatatkan. Mirisnya lagi pada tahun 2022 hanya ada satu, dan tahun 2021 hanya ada dua.

BEI dalam hal ini ingin terus mendorong para manajer investasi untuk menerbitkan instrumen ini. Alasan utamanya, investor perlu instrumen investasi yang beragam.

👉 ETF Terbaik untuk Berinvestasi dari Indonesia

Pertanyaan yang sering diajukan (FAQ)

Apakah ETF sama dengan saham?

Exchange-traded fund sama seperti saham, diperdagangkan di bursa saham baik pada pasar primer maupun pasar sekunder. Namun jika saham hanya mewakili kepemilikan pada satu perusahaan, maka dengan membeli ETF Anda bisa memiliki banyak saham anggota konstituen indeks. Pasalnya ETF mereplika kinera indeks saham.

Apa perbedaan ETF dengan reksa dana?

Produk Exchange-traded fund kerap disamakan dengan reksa dana. Apalagi banyak produk ini yang memiliki nama reksa dana. Pada dasarnya, exchange-traded fund di Indonesia merupakan bagian dari reksa dana. Bedanya, harga transaksi exchange-traded fund diketahui secara real time seperti perdagangan saham. Sedangkan reksa dana baru diketahui setelah harga penutupan pasar.

Artikel Terkait