Strategi Investasi ETF

Strategi investasi ETF yang memiliki karakteristik yang fleksibel sehingga memungkinkan Anda untuk menerapkannya.

Melihat strategi investasi ETF

Dalam artikel ini, kami akan membahas strategi yang sangat berguna ketika pemula akan berinvestasi ETF.

Strategi Investasi ETF: Apa itu ETF?

Suatu ETF merupakan reksa dana yang memiliki banyak aset apabila kita bandingkan dengan satu saham saja. Aset tersebut dapat berupa saham, obligasi, maupun komoditas. Dengan kata lain, oleh karena ETF memiliki berbagai jenis aset, dapat menjadi cara yang baik bagi investor untuk mendiversifikasi portolio investasinya.

Berikut merupakan 5 strategi investasi yang sangat berguna bagi pemula:

5 Strategi Investasi ETF untuk Pemula

Strategi Beli dan Jual

Strategi ini kita kenal sebagai strategi “Buy and Hold“, merupakan cara yang paling sederhana berdasarkan pada pemeliharaan investasi Anda sepanjang waktu untuk melalui berbagai keadaan pasar. Cara ini merupakan rekomendasi dari Warren Buffet dan John Bogle

👉 Reksa Dana dan ETF Berkelanjutan Terbaik

Strategi Core-Satellite

Hal ini berdasarkan pada diversifikasi inti saham dan obligasi memungkinkan Anda untuk masuk ke kondisi pasar khusus (satelit). Sehingga hal tersebut dapat memfasilitasi pengembalian investasi yang lebih tinggi. Hal ini merupakan salah satu cara terbaik yang terdiri dari saham dan obligasi inti yang kuat. Menjadi sebuah elemen yang terbentuk dengan cara yang sama seperti strategi buy and hold serta mewakili 80% dari portofolio.

Di sisi lain, strategi ini berfokus pada peluang yang tersedia pada kondisi pasar yang paling menarik.

Cara ini ideal bagi Anda yang tertarik untuk berperan aktif dalam manajemen portofolio, namun tidak ingin menyimpang dari basis utama.

Mengikuti Tren

Cara ini menggunakan sinyal beli atau aturan berbasis data untuk menentukan aktivitas jual atau beli pada pasar selama periode tertentu. Strategi ini memungkinkan Anda untuk mengguli pasar sepanjang waktu, karena menggunakan sinyal perdagangan untuk memprediksi apakah harus beli atau jual.

Misalnya, beberapa tanda tren pada moving average 200 pada harga indeks. Jika tingkat harga indeksnya lebih tinggi dari MA 200, maka rekomendasi yang harus Anda lakukan adalah membeli. Namun, jika harga indeksnya berada di bawah MA 200, maka rekomendasi yang harus Anda lakukan adalah menjual dan membeli aset yang lebih aman seperti uang tunai.

Strategi Kombinasi Portofolio

Banyak investor suka untuk menggabungkan beberapa cara untuk menciptakan strategi khusu bagi diri mereka sendiri. Berikut merupakan contoh dari penggabungan beberapa strategi:

  • Mengembangkan portofolio core-satellite yang merupakan perluasan dari portofolio buy and hold
  • Perubahan antar satellite dengan menggunakan tren pilihan
  • Memiliki model sinyal atas buy and hold untuk dapat mengkonversi saham tertentu menjadi uang tunai pada kondisi yang ekstrem

👉 Bagaimana Cara Memilih ETF untuk Mengoptimalkan Investasi?

Strategi ETF Lainnya untuk Pemula

Di atas merupakan strategi yang sering investor gunakan. Namun, terdapat beberapa cara lain yang merupakan rekomendasi dari para ahli. Berikut merupakan rekomendasi dari para ahli:

Melakukan Manajemen Pasif pada Indeks S&P500

Anda harus menginvestasikan 100% modal pada indeks. Jika mengikuti saran Warren Buffet maka Anda bisa berinvestasi pada Indeks S&P 500. Di Indonesia Anda bisa mencoba ETF yang menggunakan indeks LQ45 atau IDX30 sebagai aset dasarnya. Berikut merupakan langkah-langkahnya:

  • Replikasi portofolio dari investor terkemuka
  • Untuk menguraikan sektor bisnis yang bersifat siklikal atau berdasarkan siklus, Anda perlu mempelajari dan memahami topik seperti siklus bisnis, siklus pasar saham, kebijakan moneter dan kebijakan fiskal, serta hubungan antar sektor. Untuk itu, kami merekomendasikan Anda untuk membagi investasi ke dalam dua sektor, yaitu:
    • Investasi pada sektor teknologi karena memiliki kinerja yang baik dengan suku bunga yang rendah. Selain itu, keadaan ekonomi yang stabil dan bertumbuh (bagiannya 60%).
    • Investasi pada sektor yang melengkapi sektor pertama, seperti kesehatan, pelayana publik, dan barang konsumsi dikresioner (bagiannya 40%).

👉 ETF Terbaik pada Indeks Dow Jones

👉 ETF Terbaik untuk Berinvestasi dari Indonesia

Kriteria yang harus Anda perhatikan

Untuk menggunakan cara ini, ada beberapa kriteria yang harus Anda perhatikan. Berikut merupakan kriterianya:

  • Perhatikan periode dari tahun ke tahun (lakukan analisis saat krisis keuangan terjadi dalam periode tersebut)
  • Annual rebalancing
  • Reinvestasi dividen
  • Tidak ada kontribusi dan penarikan
  • Data riwayat 22 tahun

Strategi Berinvestasi pada Indeks NASDAQ

Misalnya, Anda memilih QQQQ ETF dengan imbal hasil tahunan sebesar 6,75% dalam 21 tahun terakhir yang mengacu pada indeks NASDAQ. Berikut kriteria yang harus Anda pertimbangkan:

  • Perhatikan periode dari tahun ke tahun (lakukan analisis saat krisis keuangan terjadi dalam periode tersebut)
  • Annual rebalancing
  • Reinvestai dividen
  • Tidak ada kontribusi dan penarikan
  • Data riwayat 21 tahun (misalnya pada tahun 2000 untuk ETF ini)

Dinamika Situasional (Strategi untuk Ahli Investasi)

Strategi ini, berdasarkan pada piramida yang memiliki beberapa tingkatan, yaitu:

  • Berita yang memunculkan ekspektasi yang menggerakkan pasar
  • Fundamental
  • Ekonomi (data makro) dengan analisis siklus ekonomi, teknologi informasi, inflasi, Produk Domestik Bruto, pekerjaan, dan lain sebagainya.

Terakhir, Anda harus paham bahwa teradpat strategi lain, namun kami tidak merekomendasikannya bagi investor yang tidak memiliki komitmen tinggi, data keuangan berkualitas tinggi, dan alat kalkulasi yang baik. Sebagai contohnya adalah metoda “Value at Risk” (VAR) yang menjadi strategi investasi yang kompleks untuk Anda terapkan.

Pertanyaan yang sering diajukan (FAQ)

Apa perbedaan ETF dengan reksa dana?

Reksa dana memiliki struktur yang lebih kompleks dibandingkan dengan ETF, mencakup berbagai kelas saham dan biaya yang beragam. ETF biasanya menarik investor karena mereka mengikuti indeks pasar. Di sisi lain, reksa dana menarik karena menawarkan berbagai pilihan dana yang dikelola secara aktif. ETF diperdagangkan secara aktif sepanjang hari bursa.

Bagaimana cara kerja ETF?

ETF tidak melibatkan kepemilikan langsung atas sekuritas. Sebaliknya, reksa dana memiliki sekuritas dalam portofolionya. Saham berarti kepemilikan fisik atas sekuritas. ETF mengurangi risiko dengan menciptakan portofolio yang dapat meliputi berbagai kelas aset, sektor, industri, dan instrumen keuangan

Artikel Terkait