Strategi Perdagangan

Investasi 10 ribu profit harian besar rasanya tidak realistis, meski tetap bisa Anda lakukan. Ini karena modal investasi memengaruhi hasil investasi Anda. Semakin besar modalnya, maka semakin besar keuntungan yang bisa Anda peroleh. Selain itu, pasar keuangan juga selalu bergerak fluktuatif, sehingga profitnya pun tidak bisa stabil.
Namun, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana jika kita tidak punya modal besar untuk berinvestasi? Misalnya memiliki uang Rp 100 juta sekarang, Anda pasti juga belum tentu akan menginvestasikan seluruhnya.
Banyak orang yang melakukan cara lain untuk mendapatkan keuntungan besar dalam sehari dengan modal investasi kecil di pasar crypto atau saham. Namun, cara ini memiliki risiko uang Anda bisa hilang seluruhnya. Sehingga, penting untuk tetap realistis dalam menilai risiko dan imbal hasil investasi.
Tenang, jangan kecewa jika sampai saat ini Anda belum bisa menghasilkan keuntungan investasi 10 ribu per hari. Hal yang jauh lebih penting daripada hanya mengejar keuntungan adalah membangun kebiasaan investasi sedini mungkin.
Dalam artikel ini, kami ingin mengajak Anda, khususnya pemula untuk lebih realistis dalam memiliki instrumen investasi. Tentunya dengan mempertimbangkan investasi 10 ribu profit harian yang akan kami bahas di bawah ini. Mari kita mulai pembahasannya!
Investasi 10 ribu profit harian adalah istilah untuk investasi dengan modal kecil dari investor dan harapannya bisa menghasilkan keuntungan harian dari modal tersebut. Nah, investasi ini merujuk pada harapan mendapatkan keuntungan harian pada aset saham, kripto, trading emas, maupun forex. Di sisi lain, ada juga beberapa reksa dana yang cocok bagi investor pemula modal kecil.
Namun, dari semua instrumen yang telah kami sebutkan, tidak ada satu pun yang bisa memberikan keuntungan harian secara pasti. Ini karena ada beberapa faktor risiko dalam investasi dan fluktuasi harga yang memengaruhi keuntungan investasi Anda. Jika ada investasi 10 ribu profit harian, maka nilai keuntungannya pun sangat kecil dan akan tergerus oleh biaya transaksi.
Dalam memilih investasi profit harian yang paling sesuai, Anda harus memahami risiko dari masing-masing jenis instrumen investasi. Kami akan membaginya ke dalam dua jenis, yaitu risiko tinggi dan risiko rendah. Berikut penjelasannya:
👉🏻 👉🏻 Sebelum melanjutkan membaca, kami punya informasi menarik. Rankia mengadakan Rankia Challenge, kompetisi investasi dengan aset global tanpa modal. DAFTAR SEKARANG, portofolio dengan return terbaik bisa dapat hadiah uang nyata 100 Euro tiap bulan: Rankia Challenge 2026: Buktikan Anda Investor Terbaik Tahun Ini!
Ada banyak instrumen Investasi yang memberikan profit harian, namun modalnya cukup besar yakni mulai dari Rp 5 juta. Modal minimal investasi profit harian tersebut mempertimbangkan strategi diversifikasi dan volatilitas pasar. Berikut beberapa instrumen investasi profit harian yang memiliki tingkat risiko tinggi:
👉 Mulai investasi kripto modal kecil dengan strategi DCA Crypto
Potensi imbal hasil yang tinggi dari ketiga instrumen tersebut juga sebanding dengan risikonya sehingga lebih cocok untuk jenis investor agresif. Melakukan trading di saham, kripto, dan trading emas bukan sekadar spekulasi karena membutuhkan pengetahuan dan pemahaman kondisi pasar.
Anda juga harus mengendalikan emosi karena sebagai seorang trader pasti menginginkan profit yang sebesar-besarnya. Oleh karena itu, tetapkan batas profit harian investasi Anda secara realistis. Misalnya, dengan menetapkan batas profit 1%-3% per hari, itu sudah cukup agresif.
👉 Bagaimana Cara Investasi di Reksa Dana (Untuk Pemula)?
Ketika melakukan investasi saham, crypto, dan emas digital, Anda perlu mengenali beberapa risiko berikut ini:
Untuk investasi 10 ribu profit harian dengan risiko rendah, Anda bisa mempertimbangkan reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap. Walaupun kedua jenis reksa dana tersebut tidak bisa memberikan profit yang pasti, namun return harian reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap bisa mencapai 0,01%-0,02%.
Berikut penjelasannya:
👉 Ini Perbedaan Reksa Dana Pendapatan Tetap vs Obligasi
Walaupun tergolong sebagai investasi yang aman bagi investor, namun reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap juga tetap memiliki risiko bagi investor selama investasi. Berikut risiko-risiko yang terkait keduanya:
Micro investing atau investasi modal kecil memiliki daya tarik tersendiri bagi para investor. Berikut beberapa alasan mengapa investasi ini menarik:
| Biaya investasi sangat terjangkau | Rasa enggan seseorang untuk mulai investasi bisa disebabkan oleh besarnya modal investasi. Namun, ada instrumen investasi modal kecil mulai dari Rp 10 ribu seperti reksa dana yang memungkinkan semua jenis investor untuk berinvestasi dengan lebih terjangkau. | ||
| Media pembelajaran | Menginvestasikan uang dalam jumlah besar tanpa pengalaman dan pengetahuan tentang pasar tentunya sangat berisiko. Investasi modal kecil memungkinkan pemula memanfaatkannya sebagai media pembelajaran sebelum benar-benar terjun ke dunia investasi. | ||
| Membangun kebiasaan investasi | Bagi pemula yang baru belajar investasi di instrumen investasi modal kecil, mengejar profit bukanlah hal yang utama. Tujuan utamanya adalah membantu Anda dalam membangun kebiasaan investasi. | ||
| Mengurangi belanja impulsif | Alangkah lebih bijak jika Anda menyisihkan uang Rp 10 ribu setiap hari untuk investasi daripada menggunakannya untuk belanja impulsif. | ||
| Menjaga daya beli uang | Dengan mengalokasikan setidaknya Rp10 ribu untuk berinvestasi secara rutin, Anda sebenarnya sudah menjaga nilai uang Anda dari penurunan nilai akibat inflasi. | ||
| Mempersiapkan tujuan keuangan | Ingat, jangan pernah meremehkan uang Rp 10 ribu. Meskipun nominalnya tidak besar, tetapi jika Anda menginvestasikannya secara terus-menerus, nilainya akan semakin besar. Ini karena adanya pertambahan modal investasi dan bunga investasi yang Anda dapatkan. Dari hasil tersebut, Anda bisa menggunakannya untuk mempersiapkan dana darurat maupun tujuan keuangan lainnya. |
| Alasan Menarik | Penjelasan |
|---|---|
| Biaya investasi sangat terjangkau | Rasa enggan seseorang untuk mulai investasi bisa disebabkan oleh besarnya modal investasi. Namun, ada instrumen investasi modal kecil mulai dari Rp 10 ribu seperti reksa dana yang memungkinkan semua jenis investor untuk berinvestasi dengan lebih terjangkau. |
| Media pembelajaran | Menginvestasikan uang dalam jumlah besar tanpa pengalaman dan pengetahuan tentang pasar tentunya sangat berisiko. Investasi modal kecil memungkinkan pemula memanfaatkannya sebagai media pembelajaran sebelum benar-benar terjun ke dunia investasi. |
| Membangun kebiasaan investasi | Bagi pemula yang baru belajar investasi di instrumen investasi modal kecil, mengejar profit bukanlah hal yang utama. Tujuan utamanya adalah membantu Anda dalam membangun kebiasaan investasi. |
| Mengurangi belanja impulsif | Alangkah lebih bijak jika Anda menyisihkan uang Rp 10 ribu setiap hari untuk investasi daripada menggunakannya untuk belanja impulsif. |
| Menjaga daya beli uang | Dengan mengalokasikan setidaknya Rp10 ribu untuk berinvestasi secara rutin, Anda sebenarnya sudah menjaga nilai uang Anda dari penurunan nilai akibat inflasi. |
| Mempersiapkan tujuan keuangan | Ingat, jangan pernah meremehkan uang Rp 10 ribu. Meskipun nominalnya tidak besar, tetapi jika Anda menginvestasikannya secara terus-menerus, nilainya akan semakin besar. Ini karena adanya pertambahan modal investasi dan bunga investasi yang Anda dapatkan. Dari hasil tersebut, Anda bisa menggunakannya untuk mempersiapkan dana darurat maupun tujuan keuangan lainnya. |
Untuk mengubah uang Rp 10 ribu menjadi Rp 1 juta, mungkin Anda bisa menabung sebanyak 100 kali. Jika ANda menabung setiap bulan, maka butuh waktu 100 bulan atau lebih dari 8 tahun untuk mengubahnya menjadi Rp 1 juta.
Namun, ada cara yang lebih cepat dan realistis untuk mengubahnya menjadi Rp 1 juta lewat aplikasi investasi mulai 10 ribu dalam reksa dana pasar uang. Mari kita lihat simulasi perhitungannya:

Dengan strategi investasi tersebut, Anda membutuhkan waktu selama 7 tahun untuk mengubah Rp10 ribu menjadi Rp1 juta jika melakukan investasi rutin setiap bulan di reksa dana pasar uang. Cara ini lebih cepat sekitar 1 tahun dibandingkan Anda hanya menabung Rp10 ribu setiap bulan di rekening bank. Pada tahun ke-7, nilai investasi Anda menjadi Rp 1.040.739.
👉 Rekomendasi Wealth Management Terbaik
Cara yang lebih cepat dan realistis lagi, tambahkan jumlah uang yang akan Anda investasikan setiap bulannya, misalnya Rp4 0 ribu setiap bulan atau Rp 10 ribu per minggu. Uang yang Anda kumpulkan dalam satu bulan, bisa Anda investasikan ke reksa dana pasar uang di setiap akhir bulan. Berikut simulasi perhitungannya:

Dengan asumsi return reksa dana pasar uang per tahun sebesar 6%, Anda bisa lebih cepat mengubah uang Rp 10 ribu menjadi Rp 1 juta. Setidaknya Anda hanya membutuhkan waktu 2 tahun untuk mencapainya.
Dari kedua simulasi tersebut, kita bisa belajar bahwa investasi 10 ribu profit harian melalui RDPU merupakan cara yang paling realistis untuk mengubahnya menjadi Rp 1 juta.
👉 Temukan rekomendasi reksa dana pasar uang terbaik selengkapnya: Kinerja Reksa Dana Pasar Uang Terbaik Indonesia
Dalam mencapai target investasi, setiap investor perlu memahami bahwa ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi seberapa cepat target investasi bisa terealisasikan. Berikut penjelasannya:
Modal investasi adalah faktor yang memengaruhi keuntungan dan seberapa cepat target Anda tercapai. Jika memiliki "uang dingin" dalam jumlah yang lebih besar, Anda akan lebih mudah mencapai target investasi. Lain halnya jika Anda hanya memiliki modal investasi kecil atau tidak memiliki modal sama sekali.
Anda sangat beruntung jika saat ini memiliki penghasilan di atas rata-rata orang pada umumnya. Ini karena penghasilan yang relatif lebih besar, memungkinkan Anda untuk memiliki kemampuan finansial yang lebih besar dan bisa Anda alokasikan untuk investasi.
Misalnya, Anda memiliki penghasilan per bulan Rp 20 juta dan teman Anda memiliki penghasilan Rp 5 juta. Dengan alokasi yang sama (10% dari gaji untuk investasi), maka per bulan Anda akan menginvestasikan Rp 2 juta sedangkan teman Anda akan menginvestasikan Rp 500 ribu per bulan.
Jika berinvestasi di instrumen yang sama dengan target yang sama, Anda akan lebih cepat mencapai target investasi tersebut daripada teman Anda.
Faktor lainnya adalah potensi tingkat pengembalian atau return investasi yang dapat diperoleh investor. Semakin besar modal investasi Anda dan ditambah return yang tinggi. Ini adalah dua kombinasi yang dapat membuat Anda mencapai target investasi lebih cepat.
Ini karena adanya keajaiban dunia ke-8 yang bersumber dari efek compounding interest, di mana investor bisa menginvestasi kembali keuntungan investasi yang sudah diperoleh untuk mendapatkan keuntungan tambahan di periode berikutnya.
👉Untuk mengukur profitabilitas investasi, Anda bisa menggunakan ROI, berikut adalah Cara Menghitung ROI – Return on Investment
Inflasi adalah musuh terbesar bagi nilai portofolio investasi Anda dan faktor ini seringkali membuat suatu instrumen investasi sama sekali tidak menghasilkan keuntungan karena nilainya tergerus inflasi. Ketika inflasi yang sedang tinggi, return investasi semakin kecil dan diperparah dengan berkurangnya daya beli uang, sehingga membuat investor perlu memperbanyak investasi untuk mencapai target investasi.
Di usia yang masih tergolong produktif, kita lebih disarankan untuk berfokus pada pertumbuhan nilai uang melalui investasi agresif. Kenapa? Investasi agresif menawarkan return yang tinggi dan juga dapat mempercepat Anda mencapai target investasi.
Kemudian, ketika Anda sudah memasuki usia pensiun sebaiknya investasi agresif dikurangi porsinya dan mulai beralih ke investasi yang lebih konservatif.
Agar Anda terhindar dari investasi bodong dengan iming-iming "profit harian pasti". Pastikan, Anda sudah memahami bagaimana cara kerja investasi Rp 10 ribu profit harian legal berikut ini.
Tidak realistis rasanya jika ada suatu investasi yang menjanjikan keuntungan besar dengan modal investasi yang kecil. Melalui investasi Rp10 ribu profit harian yang sudah kami jelaskan di artikel ini, investor pemula bisa menjadikan instrumen investasi seperti reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap sebagai media belajar untuk mendalami seluk beluk investasi. Tanpa takut rugi saat berinvestasi karena modal investasi yang digunakan tergolong kecil.
👉Baca juga: Buku Finansial Terbaik Bahasa Indonesia: Tips Melek Keuangan
Perlu diingat! jika Anda menjadikan investasi untuk cepat kaya raya. Itu adalah minset yang keliru, karena di dalam perjalanan investasi seseorang mencapai kekayaan. Ada faktor seperti kedisplinan, kesabaran, konsistensi, dan penerapan strategi investasi yang tepat dan bukan hanya sekadar mengharapkan cuan besar dari investasi yang dilakukan.
👉🏻 Cara Investasi Rutin Setiap Bulan dengan Modal Kecil