Reksa Dana Pendapatan Tetap Terbaik 2024

Reksa dana pendapatan tetap adalah reksa dana yang portofolionya sebagian besar diinvestasikan dalam instrumen pendapatan tetap, seperti surat berharga dan obligasi. Kekonstanan ini dalam skenario ekonomi membuka berbagai peluang bagi investor reksa dana pendapatan tetap (RDPT), menjadikan tahun 2024 sebagai tahun yang menjanjikan untuk mengkapitalisasi jenis investasi ini.

reksa dana pendapatan tetap terbaik
sumber: Finansialku

Dengan berbagai pilihan yang tersedia, mulai dari obligasi pemerintah hingga korporasi, melalui strategi pendapatan tetap yang lebih beragam, tahun ini menjanjikan untuk mengungkapkan peluang unik bagi investor yang cerdas.

RDPT memiliki tingkat risiko menengah, lebih tinggi dari reksa dana pasar uang namun lebih rendah dari reksa dana saham.

Reksa dana ini cocok bagi investor dengan profil risiko konservatif yang mencari keamanan. Investasi ini direkomendasikan untuk jangka waktu 1 hingga 3 tahun, dan bisa menjadi pilihan untuk diversifikasi portofolio saat kondisi ekonomi belum stabil.

Potensi keuntungan dari investasi di RDPT sekitar 7%-9% per tahun. Ini lebih tinggi dibandingkan reksa dana pasar uang yang memiliki potensi keuntungan sekitar 4%-7% per tahun.

Reksa Dana Pendapatan Tetap Terbaik Tahun 2024

Dalam dunia investasi, mereka yang memilih RDPT dianggap sebagai pelaut yang mencari perairan tenang dan cakrawala yang menjanjikan.

Mereka menghargai stabilitas dan pertumbuhan yang berkelanjutan, melihat jangka panjang dengan kesabaran dan antisipasi.

Dalam skenario ini, memilih RDPT yang paling menonjol menjadi misi yang sangat penting, dipandu oleh dua faktor utama: volatilitas dan keuntungannya.

Salah satu indikator utama adalah Sharpe Ratio. Dalam perjalanan kami, kami mencari reksa dana yang sharpe ratio-nya lebih tinggi dari rata-rata yang diasumsikan, menandakan perjalanan yang lebih menguntungkan melalui risiko yang diambil.

Dalam artikel ini, kita akan mencari RDPT terbaik berdasarkan parameter-parameter berikut ini:

  1. Kinerja historis: Performansi masa lalu dalam berbagai kondisi pasar dapat memberikan gambaran tentang seberapa baik reksa dana ini dikelola.
  2. Manajer investasi: Pengalaman dan track record manajer investasi yang mengelola dana pendapatan tetap tersebut adalah faktor penting yang perlu dipertimbangkan.
  3. Biaya: Terdapat biaya yang terkait dengan investasi, seperti biaya manajemen tahunan (expense ratio), biaya penjualan (sales load), dan biaya lainnya, karena biaya yang lebih rendah dapat meningkatkan pengembalian investasi.
  4. Kualitas portofolio: Komposisi portofolio dana, termasuk jenis instrumen pendapatan tetap yang dimiliki, durasi rata-rata, dan kualitas kredit dari obligasi yang dimilikinya.
  5. Rating dan penilaian: Mengacu pada penilaian lembaga independen, seperti Morningstar atau peringkat oleh lembaga rating kredit dapat memberikan wawasan tambahan tentang kualitas reksa dana.
  6. Tujuan investasi dan risiko: Sesuaikan pilihan reksa dana dengan tujuan investasi pribadi serta toleransi risiko . Ada produk yang lebih konservatif dengan risiko yang lebih rendah, dan ada juga produk yang lebih agresif dengan potensi imbal hasil yang lebih tinggi tetapi juga risiko yang lebih besar.
  7. Regulasi dan kepatuhan: Pastikan produk reksa dana diatur dan mematuhi peraturan yang berlaku di Indonesia sehingga investor dapat merasa lebih aman dan dilindungi.

Kelebihan dan Kekurangan RDPT

Meskipun memiliki kelebihan, RDPT juga memiliki risiko yang perlu diperhatikan.

KelebihanKekurangan
Modal investasi terjangkau, bisa dimulai dari Rp 10 ribu untuk pembelian reksa dana secara onlineRisiko penurunan nilai unit penyertaan karena dipengaruhi turunnya harga surat utang
Peluang untung cukup tinggi seiring perkembangan NAB reksa danaRisiko likuiditas yang menyangkut kesulitan dari Manajer Investasi untuk menyediakan uang tunai bila investor ramai-ramai mencairkan reksa dananya
Keuntungan reksa dana bebas pajak, tidak seperti bunga deposito yang kena pajak PPh sebesar 20%Risiko wanprestasi adalah ketika perusahaan asuransi tidak membayar ganti rugi dengan sepenuhnya atau membayar kurang dari yang diharapkan saat terjadi masalah, yang bisa membuat nilai investasi reksa dana turun
Dapat dicairkan atau ditarik sewaktu-waktu pada hari bursaDana investor tidak dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) karena bukan produk perbankan
Dana dikelola oleh Manajer Investasi, pilih yang profesional dan mengantongi izin dari OJK 
Pengelolaan RDPT diawasi dan diatur OJK 

Berikut ini simulasi reksa dana pendapatan tetap. Jika Anda menginvestasikan Rp 1 juta dengan harga per unit Rp 1.000 dan harga NAB dua tahun kemudian menjadi Rp 1.200 per unit, maka keuntungan Anda adalah Rp 200 ribu atau 20% selama 2 tahun.

Jika Anda berencana untuk berinvestasi dalam RDPT, pastikan untuk membeli melalui Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), seperti manajer investasi, bank, atau perusahaan efek yang berwenang.

Berikutnya, kami akan mengeksplorasi apa saja reksa dana pendapatan tetap dengan kinerja terbaik.

Reksa Dana Pendapatan Tetap Terbaik Selama 3 Tahun

Berikut ini adalah beberapa pilihan produk RDPT yang disarikan dari Bareksa dan beberapa situs lainnya

1. Capital Fixed Income Fund

Produk ini dimiliki oleh Capital Asset Management yang bertujuan untuk memperoleh pendapatan investasi dalam jangka waktu menengah melalui investasi terutama pada efek bersifat utang dengan tetap memperhatikan resiko investasi. Di dalam portofolionya terdapat Deposito Bank Capital, Obligasi Pemerintah seri PBS036, Obligasi Subordinasi Bank Capital III Tahun 2017, dan produk keuangan lainnya.

  • Return 3 tahun: 18,25%
  • Sharpe ratio: 10,08
  • Barometer Bareksa: 4,5 dari 5

2. I-Hajj Syariah Fund

Ini merupakan produk dari Insight Investments Management dengan kebijakan investasi: efek hutang syariah/obligasi syariah: 40%-100% dan instrumen pasar uang syariah: 0%-60%. Beberapa instrumen yang bisa ditemukan di dalam portofolionya adalah SWMEDP01BCN3 Medco Power Indonesia, SISGRO01BCN2 Sampoerna Agro, SMINKP03ACN1 Indah Kiat Pulp & Paper, dan instrumen lainnya.

  • Return 3 tahun: 21,98%
  • Sharpe ratio: 6,28
  • Barometer Bareksa: 4 dari 5

3. Foster Fixed Income

Foster Asset Management memiliki Foster Fixed Income dengan kebijakan investasi setidaknya 80% hingga maksimal 100% dari Nilai Aktiva Bersih diinvestasikan dalam Efek Bersifat Utang, sementara 0%-20% diinvestasikan dalam Efek Bersifat Ekuitas atau instrumen pasar uang dalam negeri dengan jatuh tempo kurang dari 1 tahun. Portofolio investasinya, antara lain Deposito Bank Danamon, Deposito Bank BPD Sulut, Deposito Bank Sampoerna, dan lainnya.

  • Return 3 tahun: 15,37%
  • Sharpe ratio: 5,85
  • Barometer Bareksa: belum ada rating

4. Mega Dana Pendapatan Tetap

Kebijakan investasi Mega Asset Management untuk produk ini adalah setidaknya 2% dan paling banyak 20% diinvestasikan dalam Instrumen Pasar Uang, 80%-98% dialokasikan untuk Efek Pendapatan Tetap. Komposisi portofolionya adalah FR0077, Obligasi Bank Panin, TD Bank Jtrust, dan yang lainnya.

  • Return 3 tahun: 22,11%
  • Sharpe ratio: 8,92
  • Barometer Bareksa: belum ada rating

5. STAR Stable Income Fund

Kebijakan investasinya adalah 80-100% akan diinvestasikan dalam obligasi pemerintah atau perusahaan Indonesia yang diperdagangkan di pasar umum dan maksimal 20% akan dialokasikan untuk instrumen pasar uang atau deposito dalam negeri. Komposisi portofolionya adalah Deposito Bank Sinarmas, OBL BKLJT I Oki Pulp & Paper Mills Thp I Thn 2023 Seri B, OBL BKLJT IV Chandra Asri Petrochemical Thp I Thn 2022 Seri A, dan yang lainnya.

  • Return 3 tahun: 31,64%
  • Sharpe ratio: 5,47
  • Barometer Bareksa: 4 dari 5

Reksa Dana Pendapatan Tetap Dengan Return Tertinggi 2024

Return yang tinggi menjadi salah satu kategori paling populer bagi investor dan tahun 2024 tidak akan menjadi pengecualian.

1. Trimegah Dana Tetap Syariah

Kebijakan investasinya adalah 80%-100% dari total aset dalam Efek Syariah Berpendapatan Tetap, termasuk Sukuk, sementara 0%-20% untuk Efek Syariah saham dan/atau instrumen pasar uang syariah domestik dengan jatuh tempo kurang dari 1 tahun, serta deposito syariah. Komposisi portofolionya adalah Sukuk Mudharabah II Pindo Deli Pulp And Paper Mills Tahun 2023 Seri B, SBSN Seri PBS022, Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Sampoerna Agro Tahap III Tahun 2022 Seri A, dan yang lainnya.

  • Return YTD: 2,16%
  • Sharpe ratio: 1,42
  • Barometer Bareksa: 5 dari 5

2. Capital Fixed Income Fund

Di dalam portofolio reksa dana ini terdapat Deposito Bank Capital, Obligasi Pemerintah seri PBS036, Obligasi Subordinasi Bank Capital III Tahun 2017, dan yang lainnya.

  • Return YTD: 1,74%
  • Sharpe ratio: 10,08
  • Barometer Bareksa: 4,5 dari 5

3. I-Hajj Syariah Fund

Produk ini memiliki kebijakan investasi berupa efek hutang syariah/obligasi syariah sebesar 40%-100% dan instrumen pasar uang syariah sebesar 0%-60%. Beberapa instrumen yang bisa ditemukan di dalam portofolionya adalah SWMEDP01BCN3 Medco Power Indonesia, SISGRO01BCN2 Sampoerna Agro, SMINKP03ACN1 Indah Kiat Pulp & Paper, dan yang lainnya.

  • Return YTD: 1,60%
  • Sharpe ratio: 6,28
  • Barometer Bareksa: 4 dari 5

4. STAR Stable Income Fund

Kebijakan investasinya adalah 80-100% diinvestasikan dalam obligasi pemerintah atau perusahaan Indonesia yang diperdagangkan di pasar umum dan maksimal 20% dialokasikan untuk instrumen pasar uang atau deposito dalam negeri. Komposisi portofolionya adalah Deposito Bank Sinarmas, OBL BKLJT I Oki Pulp & Paper Mills Thp I Thn 2023 Seri B, OBL BKLJT IV Chandra Asri Petrochemical Thp I Thn 2022 Seri A, dan yang lainnya.

  • Return YTD: 1,54%
  • Sharpe ratio: 5,47
  • Barometer Bareksa: 4 dari 5

5. MNC Dana Likuid

Kebijakan investasinya adalah 0%-20% pada Instrumen Pasar Uang dan 80%-100% pada Efek Pendapatan Tetap. Komposisi portofolionya adalah OBL BKLJT V Federal International Finance Thp V Thn 2023 Seri B, OBL TBS Energi Utama Thn 2023 Seri A, SUK IJ BKLJT IV Global Mediacom Thp I Thn 2023 B, dan yang lainnya.

  • Return YTD: 1,41%
  • Sharpe ratio: 1,29
  • Barometer Bareksa: 4 dari 5

Reksa Dana Pendapatan Tetap Return Jangka Pendek Terbaik 2024

RDPT jangka pendek (6 bulan) berfokus pada investasi dalam instrumen utang dengan jatuh tempo yang relatif pendek. Reksa danda ini bertujuan untuk memberikan investor kombinasi pendapatan yang stabil dan pelestarian modal, dengan tingkat risiko dan volatilitas yang lebih rendah dibandingkan RDPT jangka panjang atau reksa dana saham.

1. Reksa Dana Allianz Fixed Income Fund 2

Kebijakan investasinya adalah 80%-100% dari dana akan dialokasikan ke dalam surat utang pemerintah atau BUMN yang telah mendapat peringkat investasi, serta ditawarkan secara umum atau diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Sedangkan, 0%-20% akan dialokasikan ke dalam instrumen pasar uang dalam negeri atau deposito dengan jatuh tempo <1 tahun. Komposisi portofolionya adalah FR0054, FR0058, FR0071, dan yang lainnya.

  • Return 6 bulan: 3,89%
  • Sharpe ratio: -1,05
  • Barometer Bareksa: 3,5 dari 5

2. Syailendra Fixed Income Fund

Kebijakan investasinya adalah 80%-100% dari dana akan diinvestasikan dalam efek utang, seperti Surat Utang Negara, SUKUK, dan obligasi korporasi yang memiliki peringkat setidaknya sama dengan A dari lembaga pemeringkat. 0%-15% pada Efek Bersifat Ekuitas yang diterbitkan, ditawarkan dan/atau diperdagangkan di Indonesia berdasarkan peraturan perundang-undangan di Indonesia dan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Tidak lebih dari 20% akan diinvestasikan dalam instrumen pasar uang dalam negeri yang jatuh temponya kurang dari satu tahun, termasuk Sertifikat Bank Indonesia, Surat Berharga Pasar Uang, Surat Pengakuan Hutang, Deposito, dan setara kas lainnya.

Komposisi portofolionya adalah FR0072, FR0078, FR0080, dan yang lainnya.

  • Return 6 bulan: 3,61%
  • Sharpe ratio: -1,66
  • Barometer Bareksa: 3 dari 5

3. BRI Melati Pendapatan Utama

Kebijakan investasinya adalah 80%-100% dari obligasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia atau perusahaan yang sudah dijual secara publik atau diperdagangkan di bursa efek, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Dan 0%-20% untuk investasi dalam instrumen pasar uang domestik yang berjangka waktu kurang dari 1 tahun atau deposito. Komposisi portofolionya adalah BEXI04DCN4, FR0047, SRAJ01A, SWMEDP01ACN3, dan yang lainnya.

  • Return 6 bulan: 3,58%
  • Sharpe ratio: -2,03
  • Barometer Bareksa: 3 dari 5

4. Manulife Obligasi Negara Indonesia II Kelas A

Kebijakan investasinya adalah 80%-100% dari obligasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia, di dalam maupun di luar negeri dan 0%-20% untuk investasi dalam instrumen pasar uang yang berjangka waktu kurang dari 1 tahun. Komposisi portofolionya adalah INDOGB 8 3/8 03/15/34, INDOGB 7 1/2 08/15/32, INDOGB 10 1/2 07/15/38, dan yang lainnya.

  • Return 6 bulan: 3,50%
  • Sharpe ratio: -1,72
  • Barometer Bareksa: 3 dari 5

5. Capital Fixed Income Fund

Kebijakan investasinya adalah setidaknya 80%-100% akan diinvestasikan dalam obligasi pemerintah atau korporasi yang telah dijual secara publik dan diperdagangkan di bursa efek. Sedangkan, antara 0%-20% akan dialokasikan untuk saham perusahaan yang juga telah dijual secara publik dan diperdagangkan di bursa efek, serta instrumen pasar uang domestik dan deposito.. Komposisi portofolionya adalah Deposito Bank Capital, Obligasi Pemerintah seri PBS036, Obligasi Subordinasi Bank Capital III Tahun 2017, dan yang lainnya.

  • Return 6 bulan: 3,58%
  • Sharpe ratio: 10,08
  • Barometer Bareksa: 4,5 dari 5

Reksa Dana Pendapatan Tetap Dengan Return Tertinggi Selama 5 Tahun

Berikut ini adalah daftar RDPT yang memberikan keuntungan tertinggi selama 5 tahun terakhir

1. STAR Stable Income Fund

Kebijakan investasinya adalah 80-100% diinvestasikan dalam obligasi pemerintah atau perusahaan Indonesia yang diperdagangkan di pasar umum dan maksimal 20% dialokasikan untuk instrumen pasar uang atau deposito dalam negeri. Komposisi portofolionya adalah Deposito Bank Sinarmas, OBL BKLJT I Oki Pulp & Paper Mills Thp I Thn 2023 Seri B, OBL BKLJT IV Chandra Asri Petrochemical Thp I Thn 2022 Seri A, dan yang lainnya.

  • Return 5 tahun: 59,85%
  • Sharpe ratio: 5,47
  • Barometer Bareksa: 4 dari 5

2. Syailendra Pendapatan Tetap Premium

Kebijakan investasinya adalah 80%-100% dari total nilai aset pada obligasi dan/atau Sukuk yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia dan/atau perusahaan yang diperdagangkan baik di dalam maupun luar negeri. Paling sedikit 0%-15% dari total nilai aset pada saham yang diterbitkan oleh perusahaan yang ditawarkan melalui Penawaran Umum dan/atau diperdagangkan di Bursa Efek baik di dalam maupun luar negeri.

Selain itu, 0%-20% dari total nilai aset pada instrumen pasar uang dalam negeri yang memiliki jangka waktu kurang dari 1 tahun dan/atau deposito, sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Komposisi portofolionya adalah BAFI02BCN3, FR0068, INKP04BCN1, WOMF04BCN3, dan yang lainnya.

  • Return 5 tahun: 48,81%
  • Sharpe ratio: -1,34
  • Barometer Bareksa: 4 dari 5

3. Capital Fixed Income Fund

Kebijakan investasinya adalah setidaknya 80%-100% akan diinvestasikan dalam obligasi pemerintah atau korporasi yang telah dijual secara publik dan diperdagangkan di bursa efek. Sedangkan, antara 0%-20% akan dialokasikan untuk saham perusahaan yang juga telah dijual secara publik dan diperdagangkan di bursa efek, serta instrumen pasar uang domestik dan deposito.. Komposisi portofolionya adalah Deposito Bank Capital, Obligasi Pemerintah seri PBS036, Obligasi Subordinasi Bank Capital III Tahun 2017, dan yang lainnya.

  • Return 5 tahun: 43,02%
  • Sharpe ratio: 10,08
  • Barometer Bareksa: 4,5 dari 5

4. I-Hajj Syariah Fund

Produk ini memiliki kebijakan investasi berupa efek hutang syariah/obligasi syariah sebesar 40%-100% dan instrumen pasar uang syariah sebesar 0%-60%. Beberapa instrumen yang bisa ditemukan di dalam portofolionya adalah SWMEDP01BCN3 Medco Power Indonesia, SISGRO01BCN2 Sampoerna Agro, SMINKP03ACN1 Indah Kiat Pulp & Paper, dan yang lainnya.

  • Return 5 tahun: 40,55%
  • Sharpe ratio: 6,28
  • Barometer Bareksa: 4 dari 5

5. Reksa Dana Allianz Fixed Income Fund 2

Kebijakan investasinya adalah 80%-100% dari dana akan dialokasikan ke dalam surat utang pemerintah atau BUMN yang telah mendapat peringkat investasi, serta ditawarkan secara umum atau diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Sedangkan, 0%-20% akan dialokasikan ke dalam instrumen pasar uang dalam negeri atau deposito dengan jatuh tempo <1 tahun. Komposisi portofolionya adalah FR0054, FR0058, FR0071, dan yang lainnya.

  • Return 5 tahun: 37,14%
  • Sharpe ratio: -1,05
  • Barometer Bareksa: 3,5 dari 5

FAQs – Pertanyaan Yang Sering Diajukan

Apa saja risiko reksadana pendapatan tetap?

Sementara itu risiko berinvestasi di reksadana pendapatan tetap antara lain: – Risiko penurunan nilai unit penyertaan antara lain karena turunnya harga efek portofolio, wanprestasi dari penerbit surat berharga, serta force majeur. -Risiko ekonomi dan politik.- Risiko likuiditas. – Risiko perubahan peraturan

Apa perbedaan reksa dana pendapatan tetap dan pasar uang?

RDPT akan menempatkan 80% dana investor pada produk obligasi dan efek utang, di mana obligasi yang dijadikan investasi punya jatuh tempo lebih dari 1 tahun. Sedangkan, reksa dana pasar uang menempatkan seluruh dana investor di pasar uang.

Berapa lama proses pencairan reksadana pendapatan tetap?

Jangka waktu penebusan reksadana tersebut berkisar antara T+3 hingga T+7. Sementara reksadana pasar uang hanya membutuhkan waktu 1-2 hari kerja atau T+2 (Sabtu, Minggu, dan tanggal merah tidak dihitung).

Jika Anda adalah seorang investor dengan profil risiko yang agresif, Anda bisa menyimak artikel kami yang membahas tentang investasi di bitcoin.

Artikel Terkait