logo RankiaIndonesia

Cara Investasi di Nasdaq Index: Panduan Lengkap

Nasdaq Index telah memperkuat posisinya sebagai pusat inovasi global setelah reli sektor teknologi yang didorong oleh AI dan komputasi kuantum. Panduan ini menjelaskan cara berinvestasi di Nasdaq 100 atau Composite dari Indonesia, menggunakan ETF, saham atau CFD.
Cara Investasi di Nasdaq indonesia

Berinvestasi di Nasdaq Index saat ini berarti Anda sedang menempatkan dana pada pusat inovasi global. Setelah sektor teknologi yang melonjak akibat perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan komputasi kuantum sepanjang 2023 hingga 2025, indeks Nasdaq bukan lagi pilihan kedua. Nasdaq Index telah menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan portofolio di tahun 2026.

Jika Anda ingin berinvestasi di Nasdaq dari Indonesia dengan aman, efisien, dan terjangkau, panduan ini akan membahas strategi, pilihan broker, serta instrumen investasi uang tepat. Sehingga, dapat membantu Anda untuk masuk ke pasar yang menjadi pusat perkembangan teknologi dunia.

Apa itu Indeks Nasdaq?

Nasdaq (National Association of Securities Dealers Automated Quotations) adalah bursa saham elektronik pertama di dunia. Sejak meluncur pada 1971, Nasdaq menggantikan sistem perdagangan di lantai bursa fisik dengan jaringan komputer yang lebih cepat serta efisien.

Kinerja Nasdaq | Sumber: Investing.com

Keunggulan ini menjadikannya "rumah" bagi perusahaan-perusahaan teknologi inovatif dunia. Berbeda dengan New York Stock Exchange (NYSE) yang mayoritas berisi perusahaan sektor "ekonomi konvensional" seperti perbankan, perusahaan minyak, serta industri manufaktur berskala besar, Nasdaq index menjadi pusat pertumbuhan bagi perusahaan yang membentuk peradaban modern. Di tahun 2026, Nasdaq bukan hanya indeks saham, tetap juga menjadi indikator utama perkembangan teknologi global di berbagai sektor seperti kesehatan, konsumsi, dan energi.

Perbedaan Nasdaq 100 vs Nasdaq Composite

Sebelum, mulai berinvestasi, penting untuk Anda pahami bahwa Nasdaq Composite Index tidak hanya satu indeks. Ada beberapa pilihan, tergantung profil risiko dan tujuan investasi Anda. Berikut perbedaan utama antara Nasdaq 100 dan Nasdaq Composite:

  • Nasdaq 100 Index (NDX)
    • Nasdaq 100 adalah indeks unggulan untuk melacak sektor teknologi. Indeks Nasdaq berisikan 100 perusahaan non-keuangan terbesar di bursa saham Nasdaq. Penyusunannya indeks ini berdasarkan kapitalisasi pasar dengan bobot terbesar dari perusahaan semikonduktor, software, dan AI. Indeks ini cocok untuk investor yang berfokus pada kualitas dan pertumbuhan.
  • Nasdaq Composite
    • Lebih luas lagi, Nasdaq Composite adalah indeks yang berisikan lebih dari 3.500 perusahaan terdaftar di bursa sahamNasdaq. Ini mencakup perusahaan di sektor keuangan dan banyak perusahaan teknologi berskala kecil hingga menengah (small caps). Indeks ini memberikan gambaran pasar secara lebih menyeluruh, namun memiliki volatilitas yang lebih tinggi.

Bagaimana cara investasi di Nasdaq Index dari Indonesia?

Nasdaq adalah salah satu pasar saham utama di dunia. Berkat teknologi keuangan saat ini, berinvestasi di saham AS semudah berinvestasi di IHSG.

1. Investasi di Nasdaq melalui ETF

Apabila tujuan investasi Anda adalah jangka panjang, maka pilihan yang mungkin paling tepat adalah ETF Nasdaq. ETF adalah aset yang diperdagangkan di bursa sama seperti saham. Namun ETF memiliki keunggulan diversifikasi portofolio yang lebih baik.

Ada dua ETF Nasdaq yang mudah diakses oleh investor Indonesia:

Invesco QQQ Trust (ETF Nasdaq 100) First Trust Nasdaq Cybersecurity ETF
🆔 Kode ISIN: US46090E1038 (QQQ)🆔 Kode ISIN: IE00BF16M727 (CIBR)
🚩 Indeks acuan: Nasdaq 100 TR USD🚩 Indeks acuan: Nasdaq CTA Cybersecurity NTR exclude TR USD
💵 TER (biaya): 0,2%💵 TER (biaya): 0,59%
💼  Nilai aset: US$ 375,9 miliar💼  Nilai aset: US$ 9,74 miliar
📊 Return 5 tahun: +60%📊 Return 5 tahun: +31,55%

2. Beli saham fractional shares Nasdaq 100

Cara investasi Nasdaq ini bisa Anda lakukan dengan membeli saham seperti Nvidia (NVDA), Tesla (TSLA) atau Amazon (AMZN) secara langsung. Ini adalah pendekatan yang bisa Anda pilih jika tidak ingin membeli seluruh isi indeks Nasdaq. Melalui pendekatan ini Anda bisa membeli saham-saham dengan kinerja terbaik.

  • Kontrol penuh: Anda menentukan bobot setiap perusahaan dalam portofolio Anda.
  • Tanpa biaya pengelolaan: Anda tidak membayar manajer investasi untuk mempertahankan posisi.
  • Rekomendasi: pendekatan ini hanya kami sarankan jika Anda memiliki waktu untuk menganalisis laporan keuangan dan memantau berita perusahaan secara cermat.

3. Trading Nasdaq index melalui produk derivatif

Bagi para trader yang lebih agresif dan berpengalaman, tersedia instrumen seperti CFD yang mungkin lebih kita kenal Nasdaq futures. Selain itu juga ada option trading. Instrumen ini memungkinkan trading dengan leverage. Artinya Anda dapat membuka posisi dengan lebih banyak modal dari uang yang sebenarnya Anda setorkan.

Broker Terbaik untuk Trading dan Investasi di Nasdaq tahun 2026

Cara investasi di Nasdaq Composite adalah memilih platform yang tepat. Memilih platform yang tepat sama pentingnya dengan memilih aset yang akan Anda beli. Pada tahun 2026 ini ada beberapa platform yang memberikan kemudahan dalam trading dan regulasi yang kuat.

Berikut adalah beberapa broker terbaik dengan platform online untuk trading dan investasi di saham Nasdaq Index Composite:

BrokerRegulasiKomisi
IUXASIC (Australia), FSCA (Afrika Selatan), FSC (Mauritius) dan SVGFSA (St Vincent and Grenadines)hanya spread sesuai dengan kondisi market
GoTrade IndonesiaOJK & Bapebbti0,3%
MIFXOJK & Bappebtisesuai jenis akun
Interactive BrokersAmerika (SEC)tergantung volume transaksi
PluangOJK & Bappebti0,3% atau 0,2% khusus member Pluang Plus
NanovestOJK & Bappebti0

Komposisi indeks Nasdaq 100: apa saja perusahaan terbesar?

Indeks Nasdaq 100 akan mengalami evaluasi dan penyusunan ulang setiap Desember. Proses ini dilakukan untuk memastikan bahwa hanya 100 perusahaan non-keuangan terbesar yang masuk ke dalam indeks tersebut. Pada awal 2026, indeks tersebut akan mencerminkan dominasi pada semikonduktor dan layanan cloud berbasis AS.

Berikut gambaran terkini, saham kelas berat Nasdaq Index 100:

  • Nvidia (NVDA): Mesin AI generatif terus mempertahankan pangsa terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar.
    • Microsoft (MSFT): pemimpin dalam industri perangkat lunak dan integrasi layanan cerdas
    • Apple (AAPL): pemimpin dalam ekosistem konsumen dan perangkat keras premium
    • Amazon (AMZN): mendominasi industri e-commerce dan layanan AWS.
    • Alphabet (GOOGL): raksasa data dan pencarian canggih
    • Meta Platforms (META): periklanan digital dan pengembangan infrastruktur jejaring sosial.
    • Broadcom (AVGO) / ASML: pemain kunci dalam rantai pasokan mikrochip

    Distribusi sektoral: Nasdaq adalah indeks yang berisi 52% sektor teknologi murni. Namun, indeks ini memiliki kehadiran yang semakin meningkat di sektor barang konsumsi non-esensial (18%) dan kesehatan/bioteknologi (9%).

    Cara investasi di Nasdaq Composite

    Jika Anda sudah menentukan strategi Anda, maka ada baiknya untuk membuka akun pada broker yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Untuk investor jangka panjang Anda bisa melakukan langkah ini:

    1. Buka akun: pilih broker dari daftar yang sudah ada di atas dan lengkapi persyaratan pendaftaran online.
    2. Verifikasi identitas: unggah foto KTP Anda dan selesaikan tes KYC.
    3. Setor dana: top-up saldo Anda untuk bisa melalukan transaksi
    4. Cari aset: masukkan kode saham atau nama perusahaan yang menjadi anggota indeks Nasdaq atau kode ETF.
    5. Lakukan pembelian: tentukan apakah Anda ingin membeli, berapa volume atau lot yang ingin Anda beli dan lakukan konfirmasi.

    Cara trading Nasdaq Index & saham Nasdaq

    Apabila Anda tertarik mencari peluang dari pergerakan naik dan turun indeks Nasdaq maupun saham Nasdaq, CFD adalah instrumen derivatif Nasdaq yang tepat. Namun instrumen ini berisiko tinggi, dengan 76% ritel kehilangan modalnya saat melakukan trading.

    Berikut cara trading saham Nasdaq dan indeks Nasdaq menggunakan IUX:

    tampilan IUX untuk trading CFD indeks Nasdaq 100
    1. Buka akun: download IUX dan lakukan pendaftaran akun.
    2. Verifikasi: lakukan verifikasi data pribadi dan akun bank.
    3. Setor dana: tambah saldo Anda minimal US$ 50
    4. Markets: pilih menu Market kemudian cari nama indeks USTEC atau nama saham anggota Nasdaq. Anda juga bisa mencari pada menu Indices.
    5. Chart: klik chart untuk melihat pergerakan harga sebelum membeli. Kemudian klik Buy untuk posisi long Anda yakin bahwa harga akan naik di masa depan. Klik Sell untuk posisi short jika Anda yakin bahwa harga akan turun di masa depan.
    6. Posisi pembelian: tentukan jenis order, jumlah lot mulai dari 0,01, stop loss dan take profit. Jenis order yang ada di IUX antara lain:
      • Market order: eksekusi instan secara real-time.
      • Buy/ Sell limit: gunakan buy limit untuk bisa membeli di harga yang lebih rendah dari sekarang (long). Gunakan sell limit untuk bisa masuk di harga yang lebih tinggi dari sekarang (short).
      • Buy/Sell Stop: gunakan buy stop untuk membeli di harga yang lebih tinggi dari harga sekarang karena yakin harga akan terus naik. Sell stop Anda gunakan untuk buka posisi di bawah harga sekarang karena yakin harga akan terus turun.
      • Buy/Sell Stop Limit: gunakan buy stop limit untuk buka posisi di atas harga sekarang tetapi dengan kontrol harga tertentu. Gunakan sell stop limit untuk buka posisi di bawah harga sekarang dengan batas tertentu.
    7. Portofolio: periksa bagaimana posisi terbuka Anda, apakah menguntungkan atau justru mengalami kerugian.
    8. Close position: pilih aset yang ingin Anda tutup posisinya kemudian klik tombol kuning untuk menutup posisi sesegera mungkin.

    Indeks Nasdaq

    Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, berinvestasi dalam indeks sama seperti berinvestasi dalam pasar secara keseluruhan. Dalam hal ini, berinvestasi dalam indeks Nasdaq adalah berinvestasi dalam keranjang saham yang terdiri dari serangkaian perusahaan yang paling mewakili Nasdaq: Mengikuti perkembangan pasar secara keseluruhan.

    1. Nasdaq Composite Index

    Nasdaq Composite adalah indeks yang berisikan seluruh perusahaan yang terdaftar di bursa Nasdaq, dengan jumlah lebih dari 3.500 emiten. Sehingga, berbeda dengan Nasdaq 100 yang hanya berisikan 100 perusahaan besar non-keuangan.

    Dalam konteks Indonesia, Nasdaq Composite mirip seperti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) karena sama-sama mencerminkan seluruh pasar. Di sisi lain, Nasdaq 100 lebih mirip LQ45 yang berisi saham-saham berkapitalisasi besar. Pembobotan Nasdaq Composite berdasarkan kapitalisasi pasar, sehingga perusahaan dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar memiliki pengaruh paling besar terhadap pergerakan indeks. Komposisinya juga selalu berubah mengikuti perubahan perusahaan yang terdaftar di Nasdaq.

    Nasdaq Composite (COMP)
    Kinerja Indeks Nasdaq Composite dalam 5 Tahun | Sumber: TradingView

    Adapun berikut ini adalah indeks utama Nasdaq:

    2. Index Nasdaq 100

    Nasdaq 100 adalah indeks yang berisikan 100 perusahaan teknologi terbesar di Nasdaq Stock Market (sebenarnya ada 103, karena 3 perusahaan yang tergabung di dalamnya mengeluarkan dua kelas saham).

    Pemilihan perusahaan berdasarkan kapitalisasi pasar, pendapatan, laba operasional, dan likuiditas. Kita bisa mengatakan bahwa indeks ini mengukur kinerja 100 perusahaan terbesar di Nasdaq setiap hari.

    Kinerja Nasdaq Index 100
    Kinerja Indeks Nasdaq 100 dalam 5 Tahun | Sumber: TradingView

    Apa saja saham yang masuk indeks Nasdaq 100? Berikut 10 perusahaan dengan bobot terbesar dalam indeks:

    Nama PerusahaanTickerBobot dalam Indeks
    NvidiaNVDA13,42%
    Apple IncAAPL11,39%
    MicrosoftMSFT8,56%
    AmazonAMZN7,12%
    Alphabet Inc. (Class A)GOOGL5,96%
    Alphabet Inv. (Class C)GOOG5,53%
    Broadcom Inc. AVGO4,97%
    Meta PlatformsMETA4,56%
    Tesla, Inc.TSLA4,08%
    WalmartWMT2,97%

    3. Nasdaq Biotechnology Index

    Nasdaq Bioteknologi adalah salah satu indeks terpenting dari Nasdaq. Ini terdiri dari nilai-nilai saham utama dari sektor bioteknologi, dan kapitalisasi totalnya melebihi dua triliun dolar. Perusahaan-perusahaan ini mencakup dari perusahaan bioteknologi farmasi, hingga perusahaan bioteknologi makanan.

    Para investor menggunakan indeks ini untuk mengukur kinerja sektor bioteknologi. Ini membantu kita mengidentifikasi tren, menemukan peluang investasi, dan memahami risiko potensial dengan lebih baik.

    Kinerja Nasdaq Biotechnology
    Kinerja Nasdaq Bioteknologi dalam 5 Tahun | Sumber: TradingView

    4. Nasdaq Financial 100 Index

    Tidak ada indeks saham khusus yang disebut "Nasdaq Keuangan". Namun, pasar Nasdaq memiliki beberapa indeks saham yang berfokus pada perusahaan-perusahaan tertentu dalam sektor keuangan.

    Sebagai contoh, Nasdaq Financial-100 Index (NQIXF) adalah indeks yang mencakup 100 perusahaan keuangan terbesar yang terdaftar di pasar Nasdaq. Perusahaan-perusahaan ini dapat berasal dari berbagai subindustri keuangan, seperti bank, perusahaan asuransi, layanan investasi, dana investasi, dan lainnya.

    Kinerja Nasdaq Financial 100
    Kinerja Nasdaq Financial 100 dalam 5 Tahun | Sumber: TradingView

    Ada juga Nasdaq Bank Index (NQBKX), yang mencakup perusahaan yang terutama bergerak di bidang perbankan, dan Nasdaq Insurance Index (NQKIX), yang mencakup perusahaan yang terutama bergerak di sektor asuransi.

    Singkatnya, pasar Nasdaq memiliki berbagai indeks saham yang berfokus pada perusahaan di sektor keuangan.

    Jadwal Libur Nasdaq 2026

    Perdagangan di Nasdaq terkadang tutup karena ada acara khusus. Berikut adalah kalender bursa Nasdaq, atau dengan kata lain, hari-hari ketika Nasdaq ditutup sepanjang 2025:

    • 1 Januari - Tahun Baru
    • 19 Januari - Hari Martin Luther King Jr.
    • 16 Februari - Hari Presiden
    • 3 April - "Good Friday" (Jumat Agung)
    • 25 Mei - "Memorial day" (Hari Peringatan)
    • 19 Juni - "Juneteenth" (Hari berakhirnya perbudakan di AS)
    • 3 Juli - Hari Kemerdekaan
    • 7 September - "Labor Day" (Hari Buruh)
    • 26 November - "Thanksgiving day" (Hari Thanksgiving)
    • 27 November - Tutup lebih cepat (13.00 waktu setempat)
    • 24 Desember - Tutup lebih cepat (13.00 waktu setempat)
    • 25 Desember - Hari Natal

    Kelebihan dan Kekurangan Investasi di Nasdaq Index

    Layaknya instrumen investasi lainnya, investasi di Indeks Nasdaq memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu Anda pahami. Berikut daftarnya:

    Kelebihan Investasi di Indeks Nasdaq

    • ✅ Riwayat kinerja yang lebih unggul dari S&P 500 dalam 15 tahun terakhir
    • ✅ Menawarkan akses ke perusahaan-perusahaan paling likuid di dunia
    • ✅ Mendapatkan eksposur langsung terhadap sektor inovasi disruptif

    Kekurangan Investasi di Indeks Nasdaq

    • Volatilitas tinggi, jika suku bunga naik, Nasdaq cenderung lebih tertekan daripada indeks lainnya
    • ❌ Saat pasar bearish, Nasdaq cenderung mengalami koreksi secara lebih dalam akibat valuasi tinggi dari saham-saham penyusunnya

    Sejarah Singkat Nasdaq

    Mari kita lihat ringkasan singkat tentang evolusi Nasdaq sejak konsepsinya pada pertengahan abad XX hingga saat ini:

    • 1960: Lembaga pengawasan Bursa Efek Amerika Serikat yaitu Securites and Exchange Commission (SEC) meminta National Association of Securities Dealer (NASD) untuk mengatur pasar over the counter (OTC) di Amerika Serikat.
    • 1971: NASD mengotomatisasi pasar dan menciptakan Nasdaq.
    • 1975: Nasdaq mengembangkan standar penawaran dan memisahkan saham perusahaan yang lebih kuat dari OTC.
    • 1982: Perusahaan terkuat di Nasdaq memisahkan diri dan menciptakan Nasdaq National Market.
    • 1991: Saham Nasdaq diakui setara dengan yang diperdagangkan di AMEX atau NYSE.
    • 1995-2000: Bubble dotcom, periode pertumbuhan cepat perusahaan teknologi dan internet di Nasdaq. Selama waktu ini, Nasdaq tumbuh lebih dari 400% dan mencapai puncaknya pada Maret 2000.
    • 2000-2002: Meletusnya bubble dotcom (dotcom crash), yang membuat Nasdaq kehilangan lebih dari 70% nilai hingga Oktober 2002.
    • 2020-2022: Bubble Covid, yang berarti peningkatan dalam penilaian perusahaan teknologi di Nasdaq karena ketergantungan yang lebih besar pada teknologi untuk pekerjaan jarak jauh dan pendidikan online. Selama waktu ini, Nasdaq tumbuh lebih dari 65% dan mencapai puncaknya pada November 2021.
    • 2021-2022: Akhir dari bubble Covid: Nasdaq mengalami penurunan signifikan karena tekanan inflasi dan peningkatan suku bunga. Dari Februari 2021 hingga Oktober 2022, Nasdaq kehilangan 35%.

    Saat ini, Nasdaq dioperasikan oleh perusahaan Nasdaq Stock Market dan merupakan pasar di mana perusahaan teknologi terdepan seperti Microsoft dan Intel diperdagangkan

    Kesimpulan

    Pada akhirnya, investasi di Nasdaq Index menawarkan peluang menarik bagi investor yang ingin mendapatkan eksposur perusahaan global, khususnya di sektor teknologi yang terus berkembang. Dengan potensi imbal hasil yang tinggi, likuiditas yang besar, serta akses yang semakin mudah, indeks ini dapat Anda jadikan pilihan ketika ingin mendiversifikasi portofolio jangka panjang. Namun, tetap ada risiko seperti volatilitas pasar dan sensitivitas terhadap perubahan suku bunga.

    Oleh karena itu, memahami karakteristik, kelebihan, dan risiko dari indeks Nasdaq menjadi kunci utama sebelum Anda mulai berinvestasi di dalamnya. Dengan strategi yang tepat, Nasdaq dapat menjadi instrumen yang tepat untuk membuat aset Anda semakin bertumbuh. Namun, apakah profil risiko dan tujuan keuangan Anda sudah benar-benar selaras dengan dinamika pasar ini?

    FAQ