Panduan Membeli Saham di Bursa: Langkah Mudah untuk Pemula

Untuk membeli saham di bursa, pertama-tama Anda perlu memikirkan di mana Anda bisa menemukan broker serta jumlah uang yang diperlukan untuk memulai investasi di bursa. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan dengan mudah langkah-langkah yang harus Anda ikuti dalam proses pembelian saham di pasar saham.

Teruslah membaca!

Sumber: Stockbit

Pertimbangan Sebelum Membeli Saham

Sebelum melihat broker mana yang harus dipilih dan bagaimana melakukan pembelian saham, Anda perlu pertimbangkan sejumlah hal fundamental jika Anda ingin berhasil dalam investasi saham:

Pelatihan dan Pengetahuan

Seperti halnya dalam segala aktivitas, langkah pertama sebelum berinvestasi adalah memiliki pengetahuan yang diperlukan.

Investasi merupakan sebuah pekerjaan atau profesi, meskipun sebagian besar investor melakukan ini sebagai kegiatan tambahan untuk mencari keuntungan ekonomi. Oleh karena itu, seperti halnya dalam profesi lainnya, penting untuk memulai dengan pembelajaran melalui membaca buku khusus, mengikuti kursus, dan menjelajahi berbagai sumber informasi seperti halaman web dan blog. Kami telah menyiapkan beberapa artikel yang berhubungan dengan investasi di saham yang mungkin menarik bagi Anda:

Profil Risiko dan Tujuan

Sebelum memulai investasi, penting untuk memahami profil Anda sebagai investor dan tingkat risiko yang Anda siapkan. Hal ini akan mempengaruhi keputusan Anda dalam beberapa hal, seperti:

  • Pemilihan jenis saham yang tepat untuk diinvestasikan, apakah itu saham perusahaan besar, menengah, kecil, atau yang lainnya.
  • Penentuan bursa tempat Anda berinvestasi, apakah itu di Indonesia, Amerika Serikat, dan lainnya.
  • Memilih aset investasi yang cocok, seperti saham, kontrak berjangka, atau opsi.

Broker Saham

Sama pentingnya dengan memiliki pengetahuan yang baik adalah memilih broker. Pilihlah broker yang aman, bisa dipercaya, mudah digunakan, biaya transaksi rendah. Selain itu, tersedia juga fitur grafik real time dan alat teknikal yang dibutuhkan untuk investasi atau trading. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan penelusuran menyeluruh di internet dan membaca ulasan pengguna untuk setiap broker.

Mengenai hal ini, kami akan memberikan informasi lebih lanjut di bawah.

Investasi Sesuai Strategi

Dalam investasi saham, penting untuk memilih strategi yang simpel dan jelas. Ini berarti Anda harus mengikuti rencana yang mudah dimengerti dan tidak rumit. Seperti halnya dalam kehidupan, yang simpel seringkali lebih efektif. Dengan begitu, Anda dapat menghindari keputusan impulsif yang kurang terencana.

Kontrol Emosi dan Disiplin

Aspek psikologis dan mental memiliki peran yang lebih besar dibandingkan aspek teknis saat melakukan investasi. Meskipun Anda mungkin memiliki strategi yang bagus, tetapi tanpa kedisiplinan dan ketenangan, Anda bisa saja mengalami kerugian finansial. Penting sekali untuk mengendalikan emosi dan tetap berpegang pada rencana investasi dengan konsisten, sabar, dan disiplin.

Bagaimana cara beli saham Dengan Mudah?

Dan sekarang, mari kita lihat langkah sederhana membeli saham di bursa dengan cara yang aman, murah, dan mudah. Untuk kesempatan ini, kami akan menggunakan broker IPOT.

Untuk berinvestasi dalam saham dengan broker IPOT, Anda harus mengikuti serangkaian langkah yang sederhana:

Langkah 1: Buat akun di halaman awal broker

Pertama-tama Anda harus membuka akun di broker. Cukup pergi ke halaman utama dan klik tombol “Buka Akun IPOT” dan ikuti langkah-langkahnya sesuai petunjuk yang diberikan. Semua prosesnya dilakukan secara online.

Sumber: IPOT

Langkah 2: Melakukan deposit ke akun

Setelah akun disetujui, Anda bisa melakukan deposit atau top up. Anda hanya perlu mentransfer dana ke nomor rekening RDN IPOT yang benar, sesuai dengan bank Anda. Selain transfer melalui bank, Anda juga dapat menggunakan aplikasi dompet digital, seperti DANA, LinkAja, GoPay, OVO, atau yang lainnya. Pastikan Anda memiliki nomor RDN IPOT Anda sebelum melakukan transfer.

beli saham
Sumber: Caramiaw

Langkah 3: Pilih saham yang ingin dibeli

Cari menu “Stock”, lalu pilih “Simple Buy”. Setelah itu, masukkan kode saham di bagian pencarian. Untuk gambar di bawah, digunakan contoh saham BBRI.

Cari saham
Sumber: Caramiaw

Langkah 4: Isi perintah pembelian

Di bagian “Beli Di Harga,” Anda bisa langsung memasukkan harga saat ini, contohnya 3900, atau Anda bisa menunggu hingga harga lebih murah sambil melakukan analisis saham terlebih dahulu. Kemudian, masukkan jumlah lot, misalnya 1 lot. Di bawahnya, harga total beli akan muncul secara otomatis.

Langkah 5: Membeli saham

Pastikan untuk menerapkan prinsip manajemen keuangan dengan menggunakan 2% dari modal Anda untuk membatasi kerugian sebelum menentukan jumlah lot. Setelah itu, klik “Submit.”

👉 Selain IPOT, Anda juga bisa mendapatkan informasi mengenai broker/sekuritas yang lain melalui artikel 10 Sekuritas Terbaik, Pilihan Aman untuk Investasi.

👉 Jika Anda sedang mencari alternatif broker dari luar negeri, Anda bisa melihat beberapa alternatifnya di sini.

Saham Apa Yang Harus Dibeli?

Dari berbagai jenis klasifikasi saham yang ada, kita akan fokus pada tiga jenis saham yang paling umum:

  • Saham Pertumbuhan (Growth Stock): Saham jenis ini memiliki potensi pertumbuhan yang besar dalam waktu singkat. Biasanya terkait dengan perusahaan-perusahaan startup dan teknologi yang sedang berkembang pesat. Perusahaan-perusahaan ini cenderung tidak membagikan dividen atau membeli kembali saham karena mereka lebih memilih untuk menginvestasikan kembali keuntungan mereka untuk pertumbuhan lebih lanjut. Bagi pemula dalam dunia investasi, lebih baik untuk menghindari saham jenis ini pada awalnya, meskipun terlihat menarik.
  • Saham Siklikal (Cyclical Stock): Ini adalah jenis saham yang tumbuh saat ekonomi sedang berkembang, tetapi mengalami penurunan saat ekonomi mengalami kontraksi. Saham-saham ini terkait langsung dengan perusahaan-perusahaan yang kinerjanya bergantung pada perubahan siklus ekonomi. Contoh saham siklikal mencakup produsen mobil atau sektor-sektor yang terkait dengan industri pariwisata seperti hotel.
  • Saham Nilai (Value Stock): Saham ini memiliki harga murah dan dianggap undervalued berdasarkan fundamentalnya. Saham jenis ini dibeli dengan kesabaran sampai pasar menetapkan nilainya seiring waktu. Potensi keuntungannya dikenal dengan margin of safety, yaitu selisih antara nilai sebenarnya dan harga pasar. Penting diingat, perbedaan harganya harus signifikan, minimal 20%-30%. Value stock cocok untuk pemula karena memberi stabilitas dari fluktuasi pasar. Biasanya saham-saham ini berasal dari sektor makanan dan farmasi.

Berapa Banyak Saham Yang Harus Dibeli?

Tidak ada aturan tentang berapa banyak saham yang harus dibeli dan dimiliki dalam portofolio. Namun, karena pentingnya diversifikasi, sebaiknya bukan hanya saham dari satu atau dua perusahaan saja.

Mencoba untuk memiliki portofolio yang seimbang, dengan saham dari berbagai sektor dan negara, adalah hal yang penting. Kabar baiknya, berkat adanya saham pecahan (fractional share), Anda tidak memerlukan banyak uang untuk memiliki portofolio yang beragam dengan saham dari banyak perusahaan.

Dengan cara ini, di broker seperti Gotrade, Anda dapat memilih jumlah uang yang ingin Anda investasikan, mulai dari USD 1, seperti yang tersedia di sebagian besar broker dengan opsi investasi pecahan.

Membeli saham di Gotrade
Sumber: Smart Pinoy Investor

Memang, berkat saham pecahan Anda dapat berinvestasi di perusahaan meskipun harga sahamnya sangat tinggi dan juga dengan sedikit uang. Bagaimana? Jadi bukannya membeli satu saham penuh, kita membeli sebagian darinya, yaitu, kita membeli sebagian dari satu saham.

Bagaimana Cara Menghasilkan Uang Dengan Membeli Saham?

Dengan berinvestasi dalam saham, Anda bisa mendapatkan keuntungan ekonomi dengan dua cara dasar:

1. Peningkatan harga saham

Ini adalah langkah yang umumnya dipahami oleh banyak orang. Ini adalah cara untuk menghargai kenaikan harga dibandingkan harga saat pembelian.

Misalnya, jika Anda membeli saham dari sebuah perusahaan dengan harga 1 juta Rupiah dan kemudian menjualnya ketika harganya naik menjadi 1,2 juta. Dalam hal ini, Anda akan mendapatkan keuntungan sebesar 20%.

2. Pembagian dividen

Dividen adalah bagian dari keuntungan yang berhasil diraih oleh sebuah perusahaan dalam satu tahun, yang kemudian dibagikan kepada para pemegang saham perusahaan tersebut.

Dengan kata lain, sebagai bagian dari pemilik perusahaan, Anda berhak menerima sebagian dari keuntungan yang dibagikan perusahaan tersebut.

Namun, penting untuk diingat bahwa mendapatkan keuntungan dari kedua sumber ini tidak saling mengecualikan. Sebenarnya, strategi terbaik adalah memilih perusahaan yang dianggap memiliki nilai di bawah yang seharusnya (undervalued) dan yang juga membayar dividen secara konsisten setiap tahun.

Bagaimana cara menemukan perusahaan tersebut? Kami meninggalkan artikel di bawah ini:

👉 10 Saham IHSG dengan Proyeksi Dividen Tertinggi Tahun 2024

Di Mana Membeli Saham?

Tiba saatnya Anda akan memutuskan untuk memulai investasi. Jadi, bagaimana caranya? Di mana Anda bisa melakukannya? Mencari broker tidaklah sulit. Anda bisa mencarinya di internet, ada banyak forum atau blog yang merekomendasikan broker yang bagus. Anda juga bisa meminta saran atau melihat pendapat orang lain. Pada dasarnya, Anda memiliki dua opsi.

Broker Online

Cara beli saham paling umum dari sebuah perusahaan di bursa adalah melalui broker online. Sebelum Anda memutuskan, carilah broker yang menawarkan biaya yang bersaing dan pastikan bahwa broker tersebut mematuhi semua regulasi yang berlaku di pasar saham.

Perhatikan juga aspek teknis yang dapat menguntungkan, seperti kemungkinan mengakses berbagai pasar, jenis-jenis order, alat grafis, dan pemberitahuan tentang perubahan pasar.

Broker Perbankan

Mereka adalah bank tradisional sepanjang masa. Untuk membeli saham, Anda hanya perlu memiliki rekening sekuritas di bank tersebut. Ketika ingin membeli, Anda bisa langsung datang ke bank dan menyampaikan berapa banyak saham yang ingin dibeli, dari perusahaan mana, dan dengan harga berapa. Atau, Anda juga bisa melakukannya dengan menelepon bank. Meskipun cara ini lebih sederhana, tetapi biayanya lebih tinggi.

Namun, untuk memulai investasi di bursa saham sebagai pemula, cara yang paling nyaman adalah menggunakan platform online. Kami merekomendasikan Anda untuk terus mencari informasi terbaru tentang perusahaan dan memantau nilai saham secara real time.

Selain itu, berinvestasi melalui platform online memungkinkan Anda untuk melakukan transaksi hampir sepanjang hari selama jam perdagangan berlangsung. Jika Anda melakukan pembelian atau penjualan di luar jam tersebut, pesanan akan ditunda hingga pasar kembali buka.

Bagaimana Cara Menjual Saham di Bursa?

Mekanisme penjualan saham sama seperti pembelian. Jika Anda memiliki saham yang dibeli misalnya dengan harga 93 ribu dan ingin menjualnya ketika naik menjadi 111 ribu, Anda memiliki dua pilihan:

  1. Profesional: Tepat setelah membeli saham, Anda luncurkan perintah penjualan taking profit pada harga 111 ribu sehingga ketika mencapai harga tersebut, broker secara otomatis menjual saham kita dengan harga tersebut. Lihatlah pada screenshot yang diberikan di bawah ini.
  2. Amatir: Anda menunggu dengan sabar sampai mencapai harga tersebut dan ketika itu terjadi, kita menjualnya sendiri.

Tanpa ragu, opsi yang ideal dan paling efektif adalah yang pertama.

Berapa Banyak Uang Yang Harus Disiapkan Untuk Membeli Saham?

Saat memulai investasi di bursa, Anda disarankan untuk mulai dengan modal kecil. Anda dapat meningkatkan jumlah investasi seiring dengan peningkatan kepercayaan diri dalam perdagangan. Para ahli biasanya menyarankan memiliki portofolio sekitar 100 juta Rupiah untuk diversifikasi yang cukup. Akan tetapi, kami menyarankan Anda untuk menambah modal secara bertahap seiring dengan pengetahuan dan pemahaman Anda tentang perdagangan di bursa serta masalah yang umum terjadi.

Ketika nilai saham naik, mungkin bukan keputusan yang menguntungkan untuk langsung menjualnya. Terkadang, setelah mengurangi biaya komisi, Anda mungkin belum mendapatkan keuntungan yang signifikan.

Kesalahan Klasik Pemula Saat Membeli Saham

Daftar kesalahan klasik investor pemula saat berinvestasi di saham cukup panjang, tetapi kita akan fokus pada beberapa poin penting, seperti:

  • Impulsif dan emosional: Seperti yang telah kami ingatkan sebelumnya, rasa tergesa-gesa, kekhawatiran, stres, ketakutan, dan keserakahan merupakan bagian dari emosi kita yang bisa membuat kita merugi. Tetaplah patuh pada metodologi investasi Anda, disiplin, dan konsisten.
  • Menjadi kaya dalam waktu singkat: Mendapatkan keuntungan besar dalam waktu cepat (biasanya beruntung) adalah sesuatu yang sangat sulit dan hampir mustahil bagi pemula. Itu bukanlah sasaran utama yang seharusnya dikejar. Hasil yang baik datang dari tindakan yang bijak, meskipun mungkin memerlukan waktu lebih lama. Jadi, bersabarlah dan tetaplah konsisten dalam langkah-langkah Anda.
  • Kurangnya penelitian: Keinginan untuk segera mulai berinvestasi membuat Anda tidak meluangkan waktu yang cukup untuk belajar atau mencari broker yang tepat. Luangkanlah waktu yang diperlukan untuk langkah-langkah ini. Jika tidak, risiko kegagalan akan makin besar.
  • Tidak berinvestasi sesuai strategi: Jangan sekali-kali mengimprovisasi atau melakukan sesuatu tanpa pemahaman yang cukup dan alasan yang jelas. Penting untuk memiliki sistem perdagangan yang terstruktur (diperoleh melalui pembelajaran) dan disiplin untuk mengikutinya tanpa melanggar prinsip dasarnya.
  • Tidak menggunakan stop loss saat trading: Stop loss merupakan langkah untuk menghentikan kerugian secara cepat, bisa diibaratkan seperti memiliki asuransi. Meskipun membayar premi untuk asuransi mobil tidaklah menyenangkan, namun saat terjadi kecelakaan, kita merasa lega karena tahu bahwa asuransi akan menanggung biayanya. Begitu juga dengan stop loss dalam trading, hal ini membantu Anda mengontrol kerugian dalam trading yang buruk dengan menetapkan batas berapa banyak risiko dan kerugian yang siap ditanggung dalam setiap transaksi.

FAQs – Pertanyaan Yang Sering Diajukan

Apa yang dibutuhkan untuk membeli saham?

Pendidikan dan pengetahuan (melalui buku, kursus, situs web dan blog).
Pengalaman (berlatih dulu dengan akun demo broker dengan uang palsu dan kemudian beroperasi secara real dengan sedikit uang).
Memilih broker yang serius, dapat diandalkan, lengkap dan dengan komisi rendah.
Memahami jelas profil investor kita dan risiko.
Mengikuti sistem atau metodologi investasi.
Menjadi disiplin, konsisten, sabar dan meninggalkan emosi.

Di mana saya bisa menginvestasikan uang saya tanpa risiko?

Jika Anda benar-benar ingin berinvestasi tanpa risiko, opsi yang tersedia adalah menabung di bank atau menempatkan uang Anda dalam deposito bank yang diasuransikan.

Apakah Bisa Menjadi Kaya dari Trading Saham?

Jawabannya, mungkin bisa, tetapi tidaklah mudah. Trading saham bukanlah jalan pintas untuk menjadi kaya dengan cepat, tetapi merupakan sebuah profesi yang memerlukan komitmen, ketekunan, dan pembelajaran yang berkelanjutan.

Artikel Terkait