Penawaran Umum Perdana (IPO): Kupas Tuntas Proses dan Manfaatnya

Penawaran Umum Perdana atau Initial Public Offering (IPO) mengacu pada proses di mana perusahaan swasta menawarkan sahamnya kepada publik untuk pertama kalinya. Hal ini memungkinkan saham tersebut dibeli oleh investor di pasar terbuka. Ini adalah peristiwa penting dalam kehidupan perusahaan karena melibatkan transisi dari entitas swasta menjadi perusahaan yang terdaftar di bursa.

Apa itu IPO?

IPO adalah saat di mana sebuah perusahaan yang dimiliki secara pribadi memutuskan untuk membuka diri kepada investor dari publik umum dan mencatatkan sahamnya di bursa saham. Dengan kata lain, sebuah perusahaan menggunakan IPO untuk menjual sebagian dari dirinya kepada investor dan mengumpulkan dana untuk pertumbuhannya, ekspansi, atau untuk memungkinkan investor yang ada mencairkan sebagian dari investasi mereka.

Bayangkan sebuah perusahaan kue yang hari-hari awalnya hanya dimiliki oleh para pendiri dan investor awal yang biasanya adalah teman, keluarga, atau investor swasta yang dikenal sebagai ‘business angels‘. Seiring pertumbuhan perusahaan, mungkin diperlukan lebih banyak uang untuk berkembang, merekrut lebih banyak staf, atau mengembangkan produk baru. Saat itulah mereka dapat memutuskan untuk ‘menjual’ sepotong kue mereka melalui IPO.

Proses ini tidak mudah atau cepat, tetapi membutuhkan persiapan berbulan-bulan dan memerlukan kolaborasi dari tim besar penasihat, pengacara, akuntan, dan bankir investasi. Perusahaan harus menyiapkan pernyataan pendaftaran untuk regulator keuangan yang mencakup rincian keuangan terperinci dan prospektus untuk calon investor.

Penawaran Umum Perdana (IPO)
Sumber: Paper.id

Harga dari saham dalam IPO ditentukan melalui proses yang kompleks yang melibatkan analisis kesehatan keuangan perusahaan, prospek pertumbuhannya, situasi pasar dan juga negosiasi antara perusahaan dan bank investasi yang menasihatinya.

Setelah saham perusahaan tersedia di bursa saham, setiap investor dapat membelinya. Perusahaan harus mematuhi serangkaian regulasi dan kewajiban seperti menerbitkan laporan keuangan secara teratur.

Satu hal yang menarik dari IPO adalah tidak semua investor memiliki kesempatan yang sama untuk membeli saham dalam IPO. Biasanya, sebagian besar saham dalam IPO dialokasikan kepada investor institusional besar, seperti reksa dana atau dana pensiun.

Karakteristik Penawaran Umum Perdana (IPO)

Penawaran Umum Perdana adalah peristiwa keuangan yang signifikan bagi perusahaan mana pun dan memiliki serangkaian karakteristik khusus:

  • Pembukaan untuk publik: Dalam IPO, perusahaan swasta menjadi publik yang berarti sahamnya mulai diperdagangkan di bursa saham. Ini memungkinkan siapa pun atau entitas mana pun, selama mereka memiliki modal yang diperlukan, dapat membeli saham dan menjadi pemegang saham.
  • Penggalangan dana: Salah satu alasan utama mengapa perusahaan memutuskan untuk melakukan IPO adalah untuk mendapatkan modal. Uang ini dapat digunakan untuk berbagai tujuan, seperti mendanai pertumbuhan dan ekspansi, membayar utang, atau memungkinkan investor saat ini menarik sebagian investasinya.
  • Penetapan harga saham: Sebelum IPO, perusahaan dan penasihat keuangannya menetapkan harga awal untuk saham. Harga ini didasarkan pada evaluasi nilai perusahaan, yang pada gilirannya ditentukan dengan menganalisis faktor-faktor, seperti kesehatan keuangan perusahaan, prospek pertumbuhan, dan kondisi pasar.
  • Regulasi dan transparansi: Dengan menjadi perusahaan publik, perusahaan harus mematuhi serangkaian regulasi dan kewajiban transparansi. Ini termasuk penyampaian laporan keuangan secara teratur dan pengungkapan informasi tertentu kepada pemegang saham dan publik secara umum.
  • Risiko volatilitas pasar: Setelah IPO, harga saham perusahaan tunduk pada fluktuasi pasar. Ini berarti bahwa, meskipun perusahaan dapat memperoleh dorongan finansial besar melalui IPO, perusahaan juga menghadapi risiko bahwa nilai sahamnya akan turun.
  • Partisipasi lembaga keuangan: IPO biasanya dilakukan dengan bantuan bank investasi, yang bertindak sebagai perantara antara perusahaan dan investor. Bank-bank ini memainkan peran penting dalam proses IPO, membantu perusahaan mempersiapkan penawaran, menetapkan harga saham, dan mempromosikan penawaran kepada investor.
  • Eksklusivitas awal: Meskipun secara teoritis IPO terbuka untuk semua investor, dalam praktiknya, seringkali sulit bagi investor individu untuk membeli saham dalam IPO. Alasannya karena sebagian besar saham biasanya disediakan untuk investor institusional.

Mengapa Perusahaan Melakukan Penawaran Umum Perdana (IPO)?

Di antara alasan yang mendorong perusahaan untuk melakukan Penawaran Umum Perdana (IPO), kita dapat menyoroti yang berikut ini:

  • Penggalangan modal: Alasan paling umum untuk melakukan IPO adalah penggalangan dana. Perusahaan membutuhkan modal untuk tumbuh dan berkembang, dan IPO dapat memberikan dorongan finansial besar. Dana yang terkumpul dapat digunakan untuk berinvestasi dalam teknologi baru, mengakuisisi perusahaan lain, merekrut lebih banyak staf, dan kebutuhan pertumbuhan lainnya.
  • Memperluas kepemilikan: Ketika sebuah perusahaan go public, sahamnya ditawarkan kepada masyarakat umum dan bukan hanya kepada sekelompok kecil investor. Ini memperluas basis pemilik dan dapat mengarah pada stabilitas keuangan yang lebih besar bagi perusahaan.
  • Mengembalikan dana kepada investor awal: Dalam banyak kasus, investor awal perusahaan, termasuk kapitalis ventura atau investor malaikat, melihat IPO sebagai cara untuk mendapatkan kembali investasi mereka dan memperoleh keuntungan.
  • Meningkatkan visibilitas dan kredibilitas: IPO dapat meningkatkan visibilitas perusahaan di pasar. Hal ini dapat membantu menarik pelanggan baru, mitra bisnis, dan karyawan berbakat. Selain itu, menjadi perusahaan publik dapat meningkatkan kredibilitas dan reputasi perusahaan di mata pelanggan, pemasok, dan mitra bisnis.
  • Likuiditas: Dengan terdaftar di bursa, saham perusahaan menjadi likuid, yang berarti dapat dibeli dan dijual dengan mudah. Ini bisa bermanfaat baik bagi perusahaan maupun investor.

Singkatnya, ada banyak alasan untuk melakukan Penawaran Umum Perdana (IPO). Namun, tujuannya sama, yaitu mendapatkan tambahan modal.

👉 Daftar IPO di Bursa Indonesia hingga AS!

Bagaimana Cara Kerja IPO?

Berikut ini adalah penjelasan langkah demi langkah tentang bagaimana proses ini bekerja:

  • Keputusan untuk go public: Pertama-tama, perusahaan harus memutuskan untuk go public. Keputusan ini biasanya diambil dengan tujuan mengumpulkan modal untuk ekspansi perusahaan.
  • Pemilihan bank investasi: Kemudian, perusahaan menyewa bank investasi untuk bertindak sebagai perantara dalam IPO. Bank ini akan membantu perusahaan menavigasi proses go public, menentukan harga saham, dan mempromosikan penawaran kepada investor.
  • Audit dan dokumentasi: Selanjutnya, perusahaan harus menjalani audit keuangan lengkap dan menyiapkan dokumen yang disebut “prospektus”. Dokumen ini merinci semua yang perlu diketahui oleh investor potensial tentang perusahaan, termasuk keuangannya, model bisnisnya, tim manajemennya, dan risiko yang terkait dengan investasi di perusahaan tersebut.
  • Persetujuan otoritas regulasi: Setelah prospektus disiapkan, dokumen tersebut diserahkan kepada otoritas regulasi pasar modal negara (di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan). Otoritas ini akan meninjau dokumentasi dan akan memberikan persetujuan agar perusahaan dapat melanjutkan IPO.
  • Penetapan harga saham: Setelah IPO disetujui, bank investasi dan perusahaan bekerja sama untuk menetapkan harga saham. Harga ini didasarkan pada serangkaian faktor, termasuk nilai perusahaan, kondisi pasar, dan minat investor.
  • Penjualan saham: Akhirnya, hari IPO tiba. Saham perusahaan dijual kepada publik dan investor dapat mulai membelinya.
  • Listing di bursa: Setelah IPO selesai, saham perusahaan mulai diperdagangkan di bursa saham dan dapat dibeli dan dijual oleh investor mana pun.

Seperti yang dapat kita lihat, ini adalah proses yang tidak sederhana. Oleh karena itu, perusahaan mengandalkan para ahli yang membantu dan membimbing mereka dalam proses penting ini.

Siapa Saja yang Terlibat dalam Penawaran Umum Perdana (IPO)?

Seperti yang telah kami sebutkan sebelumnya, meluncurkan Penawaran Umum Perdana (IPO) membutuhkan upaya, waktu, dan, dalam banyak kasus, tugas-tugas yang dapat mempersulit kehidupan para direktur dan manajer perusahaan.

Untuk alasan ini, dalam Penawaran Umum Perdana (IPO), ada berbagai aktor yang memainkan peran penting untuk memastikan bahwa proses berjalan lancar dan efisien. Berikut ini kami jelaskan siapa saja agen-agen tersebut:

  • Perusahaan penerbit: Ini adalah tokoh utama dalam IPO. Perusahaan penerbit adalah yang memutuskan untuk go public dengan tujuan mengumpulkan modal. Untuk itu, mereka harus menyiapkan semua dokumentasi yang diperlukan, menjalani audit, dan bekerja dengan agen lain untuk menentukan harga saham mereka.
  • Bank investasi: Agen ini memiliki peran penting dalam proses IPO. Perusahaan penerbit menyewa satu atau beberapa bank investasi untuk bertindak sebagai perantara dalam operasi tersebut. Bank investasi memberi saran kepada perusahaan tentang waktu terbaik untuk IPO, membantu menyiapkan dokumentasi, mempromosikan penawaran di antara investor, dan membantu menentukan harga saham.
  • Investor: Investor adalah mereka yang membeli saham selama IPO. Mereka bisa berupa investor institusional (seperti manajer investasi, bank, atau perusahaan asuransi) atau investor ritel (publik umum). Investor menyediakan modal yang dicari perusahaan untuk dikumpulkan melalui IPO.
  • Otoritas pengatur pasar modal: Di Indonesia, peran ini dijalankan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Otoritas ini mengawasi proses IPO untuk memastikan bahwa semua peraturan dipatuhi dan bahwa perusahaan menyediakan semua informasi yang diperlukan kepada investor. Hanya setelah menerima persetujuan dari otoritas ini, perusahaan dapat melanjutkan dengan IPO.
  • Bursa saham: Akhirnya, bursa saham adalah tempat saham perusahaan mulai diperdagangkan setelah IPO selesai. Di Indonesia, saham dapat diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Singkatnya, dan seperti yang telah kami sebutkan sebelumnya, masing-masing agen ini memiliki peran penting dalam IPO. Mereka bersama-sama memastikan bahwa prosesnya transparan, adil, dan efisien untuk semua pihak yang terlibat.

Siapa yang dapat melakukan Penawaran Umum Perdana (IPO)?

Secara umum, perusahaan mana pun yang memenuhi kriteria dan persyaratan tertentu dapat melakukan Penawaran Umum Perdana (IPO). Namun, ada serangkaian faktor umum yang biasanya dimiliki oleh perusahaan yang memutuskan untuk mengikuti jalur ini.

Kami jelaskan semuanya di bawah ini:

  • Kedewasaan: Secara umum, perusahaan yang melakukan IPO biasanya memiliki tingkat kedewasaan tertentu. Ini tidak berarti bahwa mereka harus menjadi perusahaan lama, tetapi model bisnis mereka harus terbukti, solid, dan menguntungkan. IPO adalah proses yang mahal dan rumit sehingga perusahaan perlu berada dalam posisi yang kuat sebelum mempertimbangkannya.
  • Ukuran: Meskipun tidak ada ukuran minimum untuk melakukan IPO, proses ini memiliki biaya tinggi. Perusahaan dengan ukuran tertentu yang dapat menanggung biaya ini dan membutuhkan jumlah modal yang signifikan untuk terus berkembang.
  • Profitabilitas: Meskipun bukan persyaratan mutlak, perusahaan yang memutuskan untuk go public biasanya menguntungkan atau setidaknya memiliki jalur yang jelas menuju profitabilitas. Investor ingin melihat bahwa perusahaan memiliki rencana untuk menghasilkan keuntungan, karena itulah cara mereka akan mendapatkan pengembalian investasi mereka.
  • Transparansi: Perusahaan yang ingin melakukan IPO harus bersedia membuka buku mereka dan transparan dengan investor. Ini berarti mereka harus bersedia menerbitkan laporan keuangan yang terperinci dan mematuhi norma-norma tata kelola perusahaan.
  • Persyaratan hukum dan regulasi: Setiap bursa saham memiliki persyaratan sendiri yang harus dipenuhi oleh perusahaan untuk dapat go public. Ini dapat mencakup ambang batas keuangan tertentu, memiliki sejumlah pemegang saham, atau bahkan mengharuskan perusahaan memiliki sejumlah saham yang dimiliki oleh publik.

Seperti yang dapat kita lihat, tidak ada satu jenis perusahaan yang dapat melakukan IPO. Ketika kita menganalisis pasar, kita menemukan perusahaan dari berbagai sektor dan ukuran yang memutuskan untuk go public, mulai dari perusahaan teknologi yang sedang berkembang hingga perusahaan manufaktur yang sudah mapan.

Pada akhirnya, yang paling penting adalah perusahaan siap menghadapi tantangan dan tanggung jawab yang datang dengan menjadi perusahaan publik.

Persyaratan untuk Melakukan Penawaran Umum Perdana (IPO)

Melakukan Penawaran Umum Perdana (IPO) adalah langkah penting bagi sebuah perusahaan dan memerlukan pemenuhan serangkaian persyaratan dan langkah-langkah sebelumnya.

Syarat Penawaran Umum Perdana
Sumber: Krishand Software

Kami akan menjelaskannya di bawah ini:

  • Riwayat Keuangan: Dalam kebanyakan kasus, bursa saham mengharuskan perusahaan yang ingin melakukan IPO memiliki riwayat keuntungan selama periode tertentu. Angka-angka pastinya dapat bervariasi, tetapi umumnya diminta agar perusahaan memiliki catatan profitabilitas yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
  • Audit: Sebelum melakukan IPO, perusahaan harus menjalani audit menyeluruh. Proses ini memungkinkan pemeriksaan mendetail atas keuangan perusahaan untuk memastikan bahwa semuanya dalam keadaan baik dan telah mengikuti standar akuntansi yang berlaku.
  • Dokumentasi: Perusahaan harus menyiapkan dan menyajikan serangkaian dokumen kepada badan pengatur. Yang paling penting adalah prospektus penawaran, sebuah dokumen rinci yang memberikan informasi lengkap tentang perusahaan, keuangannya, model bisnisnya, tim manajemennya, dan risiko yang terkait dengan kegiatannya.
  • Persyaratan Tata Kelola Perusahaan: Perusahaan yang melakukan IPO harus memiliki struktur tata kelola perusahaan yang sesuai dengan persyaratan bursa tempat mereka ingin terdaftar. Ini termasuk memiliki dewan direksi yang sebagian besar terdiri dari direktur independen dan mematuhi aturan transparansi serta praktik terbaik dalam pengelolaannya.
  • Kapitalisasi Minimum: Beberapa bursa saham mengharuskan perusahaan yang ingin melakukan IPO memiliki nilai pasar minimum yang ditentukan dengan mengalikan jumlah saham dengan harga penawaran.
  • Distribusi Saham: Dalam banyak kasus, diharuskan bahwa persentase minimum saham perusahaan didistribusikan di antara sejumlah pemegang saham tertentu. Hal ini untuk memastikan likuiditas saham di pasar.
  • Dukungan dari Perantara Keuangan: Biasanya, perusahaan yang ingin melakukan IPO membutuhkan dukungan dari lembaga keuangan seperti bank investasi yang bertindak sebagai “underwriter” atau penjamin emisi, membantu perusahaan mempersiapkan diri untuk go public, menetapkan harga saham, dan menjual saham tersebut kepada investor.

Terakhir, penting untuk menekankan bahwa persyaratan ini dapat bervariasi tergantung pada bursa saham tempat perusahaan ingin terdaftar dan undang-undang negara tempat perusahaan berada.

Contoh Penawaran Umum Perdana (IPO)

Untuk menutup artikel ini dan mengilustrasikan konsep yang kita bahas, tidak ada yang lebih baik daripada melakukannya dengan contoh yang telah meninggalkan jejak dalam sejarah pasar keuangan baru-baru ini. Kami merujuk pada go public-nya Facebook, jejaring sosial terkenal yang dibuat oleh Mark Zuckerberg.

Facebook memulai perjalanannya sebagai jejaring sosial universitas kecil pada tahun 2004 dan hanya delapan tahun kemudian, pada 18 Mei 2012, merayakan IPO-nya dan menjadi salah satu perusahaan terdaftar terbesar di dunia. Penempatan dilakukan oleh sekelompok bank yang dipimpin oleh Morgan Stanley, J.P. Morgan, dan Goldman Sachs.

IPO Facebook
Sumber: The Economic Times

Pada saat go public, Facebook menetapkan harga awal sebesar 38 dolar per saham. Angka ini dihitung dengan mempertimbangkan beberapa faktor, termasuk neraca keuangan perusahaan, ekspektasi pertumbuhannya, dan permintaan yang diantisipasi dari investor. Tujuan perusahaan adalah mengumpulkan 16 miliar dolar, dan dengan harga yang ditetapkan, total valuasi perusahaan mencapai 104 miliar dolar.

Namun, penawaran umum perdana Facebook tidak semulus yang diharapkan. Hari pertama perdagangan terganggu oleh masalah teknis di bursa NASDAQ sehingga menyebabkan kebingungan dan penundaan. Selain itu, saham Facebook hampir tidak mempertahankan harga awalnya selama hari pertama dan dalam beberapa bulan berikutnya nilainya jatuh di bawah 38 dolar.

Terlepas dari awal yang sulit ini, Facebook berhasil mengatasi kendala awal ini. Hingga tulisan ini dibuat, saham Facebook diperdagangkan jauh di atas harga IPO (504 dolar per tanggal 17 Juni 2024). Perusahaan telah memantapkan dirinya sebagai salah satu raksasa teknologi dunia.

Artikel Lainnya

Anda sudah mempelajari seluk-beluk tentang IPO. Selanjutnya Anda juga bisa mempelajari hal lain seputar saham, seperti dividen, order saham, atau broker saham terbaik.

Pengertian Dividen: Jenis-jenis, Syarat, dan Kapan Dibagikan

Order Saham: Pahami Jenis dan Penggunaannya

Broker Terbaik Beli Saham Indonesia, Ini Daftarnya!

Cara Mengimpor Data Saham dari Google Finance

FAQs – Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa yang dimaksud dengan e IPO saham?

Sebuah sistem berbasis web untuk penawaran umum saham secara elektronik yang mudah diakses oleh investor.

Apa kelemahan IPO?

Salah satu kelemahan utama IPO adalah para pendiri bisa kehilangan kendali atas perusahaan mereka. Saat perusahaan go public, sahamnya dijual ke masyarakat umum, yang berarti keputusan penting bisa dipengaruhi oleh pemegang saham baru. Hal ini dapat menyebabkan perubahan dalam arah dan pengelolaan perusahaan yang mungkin tidak selalu sejalan dengan visi para pendiri.

Kapan dana IPO dikembalikan?

Jika Anda menerima alokasi saham IPO yang lebih sedikit dari pesanan Anda, dana kelebihan tersebut akan dikembalikan maksimal dua hari setelah saham IPO tersebut mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Ini berarti, jika Anda memesan lebih banyak saham daripada yang Anda dapatkan, sisa dana Anda akan dikembalikan dalam waktu dua hari setelah saham tersebut tercatat dan mulai diperdagangkan di pasar.

Artikel Terkait