Reksa Dana Saham Terbaik 2024

Apa itu reksa dana saham? Dikutip dari situs OJK, reksa dana saham adalah jenis reksa dana yang memiliki kebijakan investasi minimal 80% pada instrumen saham. Reksa dana saham atau RDS cocok untuk pemenuhan tujuan keuangan dengan jangka waktu di atas 5 tahun atau investor dengan profil agresif. Menganut prinsip high risk high return, keuntungan reksa dana ini adalah yang tertinggi dibandingkan reksa dana lainnya. Namun, potensi keuntungan yang tinggi diikuti dengan potensi kerugian yang juga sama tingginya.

Dalam artikel ini, kita akan melihat pendekatan terhadap RDS dengan kinerja terbaik selama 3 dan 5 tahun yang dipisahkan berdasarkan kategorinya.

Kami juga menambahkan parameter sharpe ratio agar membantu Anda mendapatkan pendekatan yang lebih baik terhadap risiko-hasil historis dari instrumen ini.

Dalam hal apapun, ingatlah bahwa hasil masa lalu bukanlah jaminan untuk hasil masa depan, terutama jika dilihat dalam jangka waktu pendek. Oleh karena itu, analisis tentang hasil RDS sebaiknya dievaluasi untuk jangka waktu yang lebih panjang.

Reksa dana saham layak dipilih untuk Anda dengan profil risiko agresif
Sumber: Finansialku

Bagaimana Menemukan RDS Terbaik?

Untuk menemukan produk terbaik, Anda perlu melakukan beberapa langkah:

  • Tentukan tujuan investasi: Tentukan apakah Anda menginginkan pertumbuhan modal jangka panjang, pendapatan rutin, atau diversifikasi portofolio.
  • Pahami risiko: Sadari risiko investasi yang Anda siap ambil, termasuk risiko pasar dan risiko spesifik terkait industri atau perusahaan.
  • Teliti kinerja historis: Tinjau kinerja reksa dana dalam berbagai periode waktu seperti 1, 3, dan 5 tahun. Namun ingat, kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja pada masa depan.
  • Analisis biaya: Perhatikan biaya-biaya terkait, seperti biaya manajemen tahunan dan biaya transaksi yang dapat memengaruhi pengembalian investasi Anda.
  • Teliti manajer investasi: Pelajari latar belakang dan pengalaman manajer investasi yang mengelola reksa dana, karena pengetahuan dan keterampilan mereka dapat memengaruhi kinerja investasi.
  • Pilih reksa dana yang sesuai: Pilih RDS yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi Anda setelah mempertimbangkan faktor-faktor sebelumnya.
  • Lakukan diversifikasi: Hindari memasukkan seluruh investasi ke dalam satu RDS, diversifikasikan portofolio dengan beberapa RDS yang berbeda.
  • Monitor investasi: Terus pantau kinerja investasi Anda, dan sesuaikan portofolio Anda sesuai dengan perubahan tujuan dan kondisi pasar yang ada.

Karena itu, disarankan untuk melakukan riset yang mendalam atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum membuat keputusan investasi di RDS.

reksadana saham
Sumber: Finansialku

Reksa Dana Saham Dengan Kinerja Terbaik 3 Tahun

Berikut ini adalah 10 daftar produk RDS dengan kinerja terbaik selama periode 3 tahun terakhir yang disarikan dari situs Bareksa.

1. Cipta Ovo Ekuitas

Tujuan produk ini adalah untuk memberikan return optimum dengan menitikberatkan pada efek bersifat ekuitas. Berikut ini saham-saham yang ada di dalam portofolionya per Februari 2024: ADMF, BBCA, BMRI, BBRI, ERAA, ICBP, MAPA, MYOR, MAPI, dan PRDA.

  • Return 3 tahun: 55,84%
  • Sharpe ratio: 1,63
  • Barometer Bareksa: 3 dari 5

2. HPAM Ultima Ekuitas 1

RDS ini bertujuan untuk mendapatkan pertumbuhan nilai investasi yang maksimal dalam jangka panjang dengan melakukan investasi secara aktif di berbagai jenis instrumen keuangan seperti saham, obligasi, dan instrumen pasar uang. Mereka fokus pada saham yang telah dijual di pasar umum atau terdaftar di bursa efek, serta pada efek bersifat utang dan instrumen keuangan lainnya. Saham yang dikoleksi di portofolio per Februari 2024: AMMN, BBCA, BBRI, BMRI, BRPT, MPMX, SMGR, SRTG, SSIA, dan TPIA.

  • Return 3 tahun: 33,80%
  • Sharpe ratio: 4,27
  • Barometer Bareksa: 3 dari 5

3. TRIM Kapital Plus

TRIM Kapital Plus bertujuan untuk memperoleh peningkatan nilai investasi yang maksimal dalam jangka panjang berupa capital gain dan dividen melalui investasi pada efek bersifat ekuitas. Komposisi portofolionya per Februari 2024: BBRI, BBCA, BMRI, TLKM, ISAT, ICBP, BFIN, ERAA, JSMR, dan deposito bank Victoria.

  • Return 3 tahun: 30,55%
  • Sharpe ratio: 2,29
  • Barometer Bareksa: 3,5 dari 5

4. Rencana Cerdas

Tujuan produk adalah memperoleh pendapatan yang tinggi melalui pertumbuhan modal jangka panjang (3-5 tahun) dengan tingkat risiko menengah melalui investasi pada efek ekuitas di pasar modal. Di dalam portofolio per Februari 2024 terdapat saham ASII, BBCA, BDMN, BMRI, BBNI, BBRI, ICBP, INDF, PRDA, dan TLKM.

  • Return 3 tahun: 23,48%
  • Sharpe ratio: -1,04
  • Barometer Bareksa: 3 dari 5

5. Prospera Saham SMC

Kebijakan investasinya mengalokasikan dana, di mana minimal 80% hingga maksimal 100% ditempatkan pada saham, sementara 0% hingga maksimal 20% dialokasikan ke dalam obligasi atau efek bersifat utang. Berikut ini saham-saham yang ada di dalam portofolio per Februari 2024: BBCA, ASII, BMRI, TLKM, BNGA, UNTR, ADRO, SMGR, MEDC, dan BUKA.

  • Return 3 tahun: 21,51%
  • Sharpe ratio: 1,04
  • Barometer Bareksa: 3 dari 5
Reksa Dana SahamReturn 3 tahunSharpe ratioBarometer Bareksa
TRIM Kapital26,88%0,173 dari 5
Schroder Dana Prestasi Plus21,27%-1,963 dari 5
Eastspring Investments Alpha
Navigator Kelas A
20,13%0,444 dari 5
Avrist Ada Saham Blue Safir19,86%-0,133 dari 5
Schroder Dana Prestasi19,62%-1,413,5 dari 5
Sumber: Bareksa

Reksa Dana Saham Dengan Kinerja Terbaik 5 Tahun

Berikut ini adalah 10 daftar produk RDS dengan kinerja terbaik selama periode 5 tahun terakhir.

1. Cipta Ovo Ekuitas

Kebijakan investasinya: 80-100% dari total nilai aset diinvestasikan dalam saham-saham perusahaan Indonesia yang telah dijual melalui penawaran umum atau diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Sementara itu, sebagian kecil, antara 0-20% dari nilai aset akan dialokasikan untuk investasi dalam obligasi pemerintah Indonesia, perusahaan Indonesia, serta instrumen pasar uang dan deposito dalam negeri.Berikut ini saham-saham yang ada di dalam portofolionya per Februari 2024: ADMF, BBCA, BMRI, BBRI, ERAA, ICBP, MAPA, MYOR, MAPI, dan PRDA.

  • Return 5 tahun: 76,51%
  • Sharpe ratio: 1,63
  • Barometer Bareksa: 3 dari 5

2. TRIM Kapital Plus

Kebijakan investasinya memuat ketentuan bahwa antara 80% hingga 100% dari dana akan dialokasikan pada saham, sementara antara 0% hingga 20% akan dialokasikan pada obligasi dan instrumen pasar uang. Komposisi portofolionya per Februari 2024: BBRI, BBCA, BMRI, TLKM, ISAT, ICBP, BFIN, ERAA, JSMR, dan deposito bank Victoria.

  • Return 5 tahun: 26,54%
  • Sharpe ratio: 2,29
  • Barometer Bareksa: 3,5 dari 5

3. Sucorinvest Equity Fund

Kebijakan investasi ini memastikan bahwa minimal 80% hingga maksimal 100% dari dana akan diinvestasikan pada saham-saham perusahaan Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan setidaknya 60% dari total saham tersebut diarahkan pada saham-saham LQ 45. Selain itu, tidak akan ada alokasi dana pada instrumen pasar uang dengan jangka waktu kurang dari 1 tahun yang dikeluarkan sesuai dengan hukum Indonesia. Saham-saham dalam portofolio per Februari 2024 meliputi ASII, BMRI, BRIS, BBTN, BUMI, ICBP, PGAS, MYOH, TLKM, dan EXCL.

  • Return 5 tahun: 23,84%
  • Sharpe ratio: -1,49
  • Barometer Bareksa: 3 dari 5

4. Schroder Dana Prestasi

Kebijakan investasinya memiliki minimal 80% hingga maksimal 100% saham dari perusahaan Indonesia yang ditawarkan melalui Penawaran Umum atau tercatat di Bursa Efek Indonesia. Sementara itu, alokasi untuk instrumen utang dan pasar uang, termasuk deposito, bisa berkisar dari 0% hingga maksimal 20%, sesuai dengan regulasi yang berlaku di Indonesia. Komposisi saham-saham yang dimiliki RDS ini per Februari 2024: AKRA, ASII, BBCA, BMRI, BBRI, KLBF, MYOR, MAPI, MIKA, dan TLKM.

  • Return 5 tahun: 8,17%
  • Sharpe ratio: -1,41
  • Barometer Bareksa: 3,5 dari 5

5. Eastspring Investments Alpha Navigator Kelas A

Kebijakan investasi ini memerlukan alokasi dana sebesar 80-100% pada saham-saham perusahaan Indonesia yang dijual melalui Penawaran Umum atau diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, serta alokasi 0-20% pada instrumen pasar uang dalam negeri atau deposito dengan jangka waktu kurang dari satu tahun yang dalam mata uang Rupiah.

  • Return 5 tahun: 7,81%
  • Sharpe ratio: 0,44
  • Barometer Bareksa: 4 dari 5
Reksa Dana SahamReturn 5 tahunSharpe ratioBarometer Bareksa
TRIM Kapital14,81%0,173 dari 5
Sucorinvest Sharia Equity Fund10,86%-6,971,5 dari 5
Rencana Cerdas8,88%-1,043 dari 5
Avrist Ada Saham Blue Safir7,18%-0,133 dari 5
Sucorinvest Maxi Fund6,84%-5,201 dari 5
Sumber: Bareksa

Reksa Dana Saham Dengan Sharpe Ratio Terbaik

Berikut ini adalah 10 daftar produk RDS dengan nilai sharpe ratio terbaik. Di dalam daftar ini terdapat 2 produk reksa dana saham syariah yang bisa dipilih jika Anda mencari instrumen investasi dengan prinsip syariah Islam.

1. HPAM Syariah Ekuitas

Kebijakan investasi ini menetapkan bahwa sebagian besar dana, yaitu 80-100%, akan dialokasikan untuk saham-saham yang terdaftar dalam daftar efek syariah. Sementara itu, 0-20% akan dialokasikan untuk surat berharga syariah negara, sukuk dengan jatuh tempo lebih dari satu tahun, instrumen pasar uang syariah dalam negeri, atau deposito syariah. Komposisi portofolio RDS ini per Februari 2024 adalah AKRA, IIKP, MPMX, PRDA, MTEL, SRTG, SSIA, TPIA, UNTR, dan TD Bank Panin Syariah.

  • Return 1 tahun: 51,15%
  • Sharpe ratio: 10,07
  • Barometer Bareksa: belum ada rating

2. Simas Danamas Saham

Kebijakan investasi menetapkan bahwa sebagian besar dana, antara 80-98% akan diinvestasikan dalam saham yang diperdagangkan di pasar umum atau bursa efek, baik di dalam maupun di luar negeri. Sementara itu, sekitar 2-20% akan dialokasikan untuk instrumen pasar uang dan efek beragun aset, juga sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Komposisi di dalam portofolionya per Februari 2024: BBCA, BBKP, BMRI, BBNI, BBRI, BSDE, TPIA, ELSA, MAPI, dan TLKM

  • Return 1 tahun: 23,73%
  • Sharpe ratio: 6,16
  • Barometer Bareksa: belum ada rating

3. SAM Indonesian Equity Fund

Kebijakan Investasi adalah berinvestasi dengan komposisi investasi sebesar minimum 80% dan maksimum 98% pada efek saham, serta minimum 2% dan maksimum 20% pada efek pasar uang di Indonesia. Posisi portofolio per Februari 2024: BBCA, BMRI, BBRI, BBNI, ICBP, JSMR, FILM, MEDC, RAJA, dan AMRT.

  • Return 1 tahun: 19,27%
  • Sharpe ratio: 4,75
  • Barometer Bareksa: belum ada rating

4. Avrist Equity Growth Fund

Kebijakan investasi ini menyatakan bahwa dana akan dialokasikan sebesar 80-100% pada saham yang ditawarkan melalui penawaran umum atau diperdagangkan di bursa efek, serta sebesar 0-20% pada obligasi atau instrumen pasar uang yang memiliki jatuh tempo tidak lebih dari satu tahun, baik dalam maupun luar negeri. Komposisi portofolio per Februari 2024: AKRA, BBCA, BMRI, BRIS, BBRI, ISAT, MAPA, MAPI, JSMR, dan TLKM.

  • Return 1 tahun: 17,52%
  • Sharpe ratio: 4,57
  • Barometer Bareksa: belum ada rating

5. HPAM Ultima Ekuitas 1

RDS ini bertujuan untuk mendapatkan pertumbuhan nilai investasi yang maksimal dalam jangka panjang dengan melakukan investasi secara aktif di berbagai jenis instrumen keuangan seperti saham, obligasi, dan instrumen pasar uang. Mereka fokus pada saham yang telah dijual di pasar umum atau terdaftar di bursa efek, serta pada efek bersifat utang dan instrumen keuangan lainnya. Saham yang dikoleksi di portofolio per Februari 2024: AMMN, BBCA, BBRI, BMRI, BRPT, MPMX, SMGR, SRTG, SSIA, dan TPIA.

  • Return 1 tahun: 19,28%
  • Sharpe ratio: 4,27
  • Barometer Bareksa: 3 dari 5
Reksa Dana SahamSharpe ratioReturn 1 tahunBarometer Bareksa
Recapital Equity6,7721,01%Belum ada rating
HPAM Ekuitas Syariah Berkah6,1630,44%Belum ada rating
HPAM Smart Beta Ekuitas4,1517,83%Belum ada rating
Sucorinvest Sustainability Equity3,7014,98%Belum ada rating
Avrist Equity – Cross Sectoral2,5312,37%Belum ada rating
Sumber: Bareksa

Reksa Dana Saham Dengan Dana Kelola (AUM) Terbesar

Berikut ini adalah 10 daftar produk RDS dengan nilai dana kelola (AUM) terbesar.

1. Schroder Dana Prestasi Plus

Kebijakan investasi ini memastikan bahwa minimal 80% dan maksimal 100% dari dana akan diinvestasikan dalam saham atau efek ekuitas. Sementara itu, hanya maksimal 20% yang akan dialokasikan ke efek utang atau instrumen pasar uang. Posisi portofolio per Februari 2024: ADMR, ASII, BBCA, BMRI, BBRI, ICBP, MYOR, MAPI, BTPS, dan TLKM.

  • AUM: 6.113.828.432.809
  • Sharpe ratio: -1,96
  • Barometer Bareksa: 3 dari 5

2. Sucorinvest Equity Fund

Kebijakan investasi ini memastikan bahwa minimal 80% hingga maksimal 100% dari dana akan diinvestasikan pada saham-saham perusahaan Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan setidaknya 60% dari total saham tersebut diarahkan pada saham-saham LQ 45. Selain itu, tidak akan ada alokasi dana pada instrumen pasar uang dengan jangka waktu kurang dari 1 tahun yang dikeluarkan sesuai dengan hukum Indonesia. Saham-saham dalam portofolio per Februari 2024 meliputi ASII, BMRI, BRIS, BBTN, BUMI, ICBP, PGAS, MYOH, TLKM, dan EXCL.

  • AUM: 3.211.260.494.867
  • Sharpe ratio: -1,49
  • Barometer Bareksa: 3 dari 5

3. Ashmore Dana Ekuitas Nusantara

Kebijakan investasi ini menetapkan bahwa sebagian besar, yaitu 80-100% dari dana yang diinvestasikan akan dialokasikan pada saham yang telah dijual melalui penawaran umum atau diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Sementara itu, 0-20% dari dana tersebut akan diarahkan ke instrumen pasar uang atau obligasi dengan jangka waktu atau sisa jatuh tempo tidak lebih dari 1 tahun. Komposisi portofolio per Februari 2024: BBCA, BMRI, BBNI, BBRI, TLKM, ASII, EXCL, BRIS, ACES, dan CTRA.

  • AUM: 3.002.828.880.937
  • Sharpe ratio: -1,95
  • Barometer Bareksa: belum ada rating

4. Manulife Dana Saham Kelas A

Kebijakan investasi ini menetapkan bahwa sebagian besar investasi 80-100% dialokasikan pada saham yang terdaftar di Bursa Efek, baik di dalam maupun di luar negeri. Sementara itu, paling banyak 20% akan dialokasikan pada instrumen keuangan berbasis utang, termasuk obligasi dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun, yang juga bisa diterbitkan di dalam maupun di luar negeri sesuai peraturan yang berlaku di Indonesia. Portolio per Februari 2024: TLKM, BMRI, BBCA, BBRI, ASII, BBNI, EXCL, UNTR, INDF, dan ADRO.

  • AUM: 2.811.312.756.074
  • Sharpe ratio: -5,72
  • Barometer Bareksa: 1 dari 5

5. HPAM Smart Beta Ekuitas

Kebijakan investasi ini menetapkan bahwa dana akan dialokasikan antara saham dan instrumen keuangan lainnya. Sebanyak 80-100% akan ditempatkan dalam saham yang diperdagangkan di dalam maupun di luar negeri, sementara 0-20% akan dialokasikan ke instrumen utang dan deposito dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun. Posisi portofolio per Februari 2024: AMMN, BBCA, BMRI, BBRI, BRPT, SRTG, SSIA, TPIA, TD Bank Nobu, dan TD Allobank.

  • AUM: 2.645.061.305.967
  • Sharpe ratio: 4,15
  • Barometer Bareksa: belum ada rating
Reksa Dana SahamAUMSharpe ratioBarometer Bareksa
Ashmore Saham Sejahtera
Nusantara
2.704.625.614.420-1,73Belum ada rating
Schroder Dana Prestasi2.495.404.646.820-1,413,5 dari 5
SAM Dana Cerdas2.433.170.071.475-0,49Belum ada rating
Trimegah Saham Nusantara2.144.861.967.847-1,03Belum ada rating
Batavia Dana Saham2.094.094.127.616-0,473,5 dari 5
Sumber: Bareksa

Apakah Anda memiliki salah satu dari reksa dana saham ini?
Berapa keuntungan tahunan yang telah Anda dapatkan dari salah satu produk tersebut?
Menurut Anda, siapa yang akan menjadi pemenang di setiap kategori pada akhir 2024?

Jika Anda tertarik untuk mengetahui artikel lainnya yang berhubungan dengan investasi, Anda bisa membaca beberapa artikel kami berikut ini.

10 Saham IHSG dengan Proyeksi Dividen Tertinggi Tahun 2024

Berinvestasi Emas: Saham, ETF, Pendanaan Bersama, dan Emas Fisik

FAQs – Pertanyaan Yang Sering Diajukan

Kapan saat yang tepat membeli reksa dana saham?

Cara terbaik untuk investasi RDS adalah dengan membeli rutin pada setiap periode yang ditentukan, misalnya tiap bulan setelah gajian, dengan jumlah uang yang sudah Anda alokasikan.

Apa yang dimaksud dengan RDS?

RDS adalah reksa dana yang sebagian besar portofolionya diinvestasikan dalam saham perusahaan yang terdaftar di bursa saham.

Apakah investasi di RDS bisa rugi?

Investasi RDS tak terbebas dari risiko kerugian. Tidak ada jaminan bahwa RDS pasti memberikan keuntungan. Untuk mengurangi risiko, Anda bisa melakukan diversifikasi ke dalam beberapa produk reksa dana lainnya.

Artikel Terkait