Cara Memilih Reksa Dana Indeks Terbaik

Memilih Reksa dana (RD) indeks menjadi salah satu cara berinvestasi untuk menciptakan portofolio yang bersifat pasif bagi Anda. ETF juga merupakan salah satu produk investasi yang termasuk ke dalamnya.

Cara memiliih reksa dana indeks terbaik

Pada artikel yang lain, kami telah membahas cara memilih ETF. Sekarang, saatnya kami berfokus pada memberikan panduan dalam memlih produk investasi tersebut untuk portofolio Anda.

Terdapat dua bagian dalam proses menemukan investasi ini yang tepat bagi Anda. Pertama, Anda harus menentukan indeks mana yang akan Anda masukkan ke dalam portofolio. Kedua, melalukan analisis RD indeks yang mereplikasi indeks tersebut atau berinvestasi pada indeks tersebut.

👉 Investasi Reksa Dana: Kupas Tuntas Kelebihan dan Kekurangannya

Memilih indeks yang akan Anda investasikan

Sebelum melakukan pemilihan reksa dana indeks tertentu, penting untuk mengetahui indeks mana yang akan Anda investasikan. Jika tidak melakukan hal tersebut, akan sangat mustahil untuk membandingkan satu RD indeks satu dengan yang lain.

Saat ini, terdapat banyak pilihan indeks. Ada beberapa indeks yang dapat Anda pilih untuk berinvetasi pada wilayah geografis yang sama namun dengan kondisi yang berbeda.

Misalnya, untuk memilih indeks dunia atau berinvestasi secara global, terdapat lebih dari satu indeks yang dapat Anda jadikan pilihan.

Yang paling terutama, Anda sebaiknya memilih antara indeks MSCI World dan MSCI World AWCI. Kedua indeks ini meskipun terlihat sama, namun memiliki sedikit perbedaan.

Reksa dana indeks MSCI World
Indeks MSCI World per Mei 2024

MSCI World merupakan indeks yang mencakup sekitar 1.600 perusahaan dari 23 negara maju dan pembobotannya berdasarkan pada kapitalisasinya. Indeks ini menjadi indeks global yang mewakili negara-negara maju.

Berikutnya, MSCI World ACWI merupakan indek yang mencakup 2.900 perusahaan dari 23 negara maju dan 26 negara berkembang. Indeks ini menawarkan paparan dari negara berkembang, suatu hal yang indeks MSCI World tidak miliki. Namun, jika ingin melakukan pembobotan sendiri pada portolio Anda, berinvestasi pada indeks MSCI Emerging Markets dapat menjadi pilihan menarik.

Indeks MSCI ACWI USD
Indeks MSCI ACWI World (USD) per Mei 2024

Namun, kedua indeks utama di atas tidak menawarkan investasi pada perusahaan dengan kapitalisasi kecil maupun menengah. Anda dapat melakukan hal tersebutdengan berinvestasi pada indeks MSCI World Small Caps. Indeks ini mencakup 4.300 perusahaan dengan kapitalisasi kecil dan menengah pada 23 negara maju.

Di atas sudah kami jelaskan beberapa indeks global yang dapat Anda jadikan pilihan agar dapat berinvestasi secara global. Langkah selanjutnya adalah menentukan RD yang tepat bagi Anda.

👉 Reksa Dana & ETF BlackRock: Rekomendasi Investasi

Cara memilih reksa dana indeks terbaik

Setelah mengatahui indeks apa yang ingin Anda replikasi, kini saatnya untuk memilih reksa dana indeks yang paling sesuai dan terbaik untuk Anda.

Memilih RD indeks jauh lebih mudah daripada memilih reksa dana. Hal tersebut karena Anda tidak perlu melakukan banyak penilaian raiso. Intinya, reksa dana indeks hanya mereplikasi indeks sehingga Anda tidak perlu mengevaluasi kinerja manajer keuangan.

👉 Reksa Dana Indeks vs ETF: Mana Yang Lebih Baik untuk Investor Pasif?

Berikut merupakan beberapa karakteristik yang harus Anda perhatikan saat melakukan evaluasi reksa dana indeks:

Melacak Indeks atau Tracking Error

Jika preferensi berinvestasi reksa dana indeks Anda adalah replikasi indeks acuannya, tentunya Anda menginginkan kinerjanya semirip mungkin.

Cara untuk melakukan evaluasi pada indeks tersebut adalah dengan melakukan tracking error. Metode ini mengukur penyimpangnan reksa dana dari acuannya. Semakin nilainya mendekati nol, akan semakin mirip reksa dana tersebut dengan indeks acuannya.

Penting untuk Anda ingat bawha tidak ada RD indeks atau ETF yang dapat mereplikasi indeks acuannya dengan tepat. Hal tersebut karena adanya komisi pada keduanya sehingga membuat kinerjanya akan sedikit meyimpang dari indeks acuannya.

Komisi

Komisi menjadi penyebab tidak ada RD yang mereplikasi dengan tepat indeks acuannya beserta elemen yang harus Anda evaluasi pada reksa dana tersebut. Faktanya, jika Anda melakukan investasi jangka panjang, Anda akan mempertimbangkan komisi dalam berinvestasi dan efeknya terhadap keuntungan Anda.

Untuk menilai mahal atau tidaknya RD beserta komisinya ada dengan melihat TER (Total Expense Ratio). TER mencakup semua komisi yang reksa dana tanggung kecuali komisi dari broker.

Rasio yang ideal berkisar antara 0,05% dan 0,4%. Namun, terdapat reksa dana indeks yang TER-nya melebih dari angka tersebut. Kami menyarankan Anda untuk menghindari reksa dana dengan TER di atas 0,3%.

Anda juga harus melakukan penilaian reksa dana dengan melihat ada atau tidaknya komisi berlangganan. Data tersebut penting bagi Anda ketika berencana melakukan kontribusi berkala pada portofolio, karea akan menambah komisi yang harus Anda bayarkan.

Ukuran atau Likuiditasnya

Hal lain yang harus Anda perhatikan saat memilih RD tersebut adalah pengelolaan modal. Penting bagi Anda untuk memilih reksa dana indeks dengan pengelolaan modal yang besar. Idealanya pengelolaan modal tersebut setidaknya lebih dari US$ 100 juta.

Reksa dana dengan pengelolaan dana besar akan memiliki likuiditas yang lebih baik. Karena dengan likuiditas yang baik, Anda dapat dengan mudah untuk menarik dana dengan lebih cepat.

Selain total pengelolaan modal, penting bagi Anda untuk meninjau aset spesifik dari jenis yang akan Anda investasikan. Hal tersebut karena bisa saja terjadi pada suatu reksa dana yang memiliki pengelolaan modal yang besar, namun jenis yang dapat Anda akses hanya sedikit.

Beriringan dengan ukuran reksa dana indeks, Anda juga harus memperhatikan manajer reksa dana tersebut. Manajer terkemuka seperti Amundi atau Vanguard lebih terjamin apabila kita bandingkan dengan manajer kecil.

Jenis Replikasi

Tidak semua reksa dana memiliki cara kerja yang sama. Terdapat berbagai cara untuk mereplikasi indeks acuan. Kami akan memberikan beberapa cara reksa dana tersebut mereplikasi indeks acuannya. Namun, kami menyarankan Anda untuk berinvestasi pada reksa dana indeks yang mereplikasi secara fisik.

Suatu reksa dana yang mereplikasi secara fisik akan membeli semua bagian dalam indeks yang mereka replikasi. Misalnya, reka dana indeks pada S&P 500 akan berinvestasi pada 500 perusahaan yang ada pada indeksnya dan pembobotannya sesuai dengan indeks tersebut.

Replikasi fisik merupakan replikasi yang sifatnya paling mendekati indeks dalam hal ekuitas, namun sifat replikasi ini tidak berlaku pada pasar yang kurang likuid.

Berbeda dengan RD replikasi fisik, replikasi sintetis menggunakan derivatif untuk mereplikasi acuannya. Hal ini membuat pelacakannya sangat akurat, namun terdapat deviasi karena komisi derivatifnya.

Cara terakhir adalah dengan menggunakan teknik sampling, di mana hanya melakukan pembelian pada sampel yang merepresentasikan saham dalam indeks. Hal ini menyebabkan pelacakan menjadi kurang akurat.

Keuntungan berinvestasi pada reksa dana yang mereplikasi secara fisik adalah uang Anda akan benar-benar mereka investasikan dalam saham dan bukan melalui derivatif, tanpa membutuhkan jaminan tambahan.

Reksa Dana Indeks Denominasi dalam Rupiah

Sebuah RD indeks atau ETF lainnya dapat memiliki denominasi Rupiah atau mata uang lainnya. Menurut kami, sebaiknya Anda memilih yang denomisasinya dalam Rupiah, karena Anda tidak perlu membayar komisi untuk konversi mata uang.

Selain itu, kami juga menyarankan Anda untuk memilih RD indeks yang tidak melindungi mata uang jika berinvestasi pada sekuritas memiliki denominasi dalam mata uang yang lain. Hal tersebut karena terdapat biaya yang harus bayarkan juga.

Berikut telah kami sampaikan 5 poin penting dalam melakukan analisis komposisi pada jenis produk investasi ini.

Setelah melakukan pemilihan RD indeks, Anda hanya perlu mencari broker yang menawarkan ketentuan terbaik bagi Anda. Dengan memilih broker yang menawarkan komisi rendah dan menyediakan banyak pilihan, Anda dapat melakukan diversifikasi portofolio secara optimal dan mendapat keuntungan yang optimal.

Reksa Dana Indeks Terbaik Indonesia

Berikut kami akan memberikan Anda daftar dari beberapa RD indeks terbaik di Indonesia:

Grafik RD Indeks Avrist Indeks LQ45 sejak peluncuran.
Nama HargaPerusahaan Dana Kelolaan
Reksa Dana Indeks Avrist Indeks LQ45Rp 918,77PT Avrist Asset ManagementRp 10,04 miliar
Reksa Dana Indeks Avrist IDX30Rp 832,87PT Avrist Asset ManagementRp 144,44 miliar
BRI MSCI Indonesia ESG Screened Kelas ARp 946,16PT Bri Manajemen InvestasiRp 71,84 miliar
Reksa Dana Indeks Principal Index IDX30 Kelas ORp 1.171,46PT Principat Asset Management Rp 61,79 miliar
Sumber: Bareksa

Kelebihan & Kekurangan

Berikut merupakan beberapa kelebihan dan kekurangan dari berinvestasi pada produk investasi ini:

KelebihanKekurangan
✅ Modal yang Anda perlukan lebih terjangkau karena hanya dengan Rp 10 ribu Anda sudah dapat berinvestasi❌ Sangat bergantung pada fluktuasi pasar karena terpengaruh oleh harga pasar dan indeks
✅ Berisikan saham-saham unggulan yang telah terseleksi dengan kriteria tertentu. Misalnya seperti indeks pada LQ45 yang berisikan 45 saham perusahaan dengan likuditas tinggi, kapitalisasi yang besar, dan fundamental yang baik❌ Tidak fleksibel karena kinerjanya mengikuti indeks acuannya
✅ Likuiditas tinggi karena Anda dapat melakukan jual beli sewaktu-waktu

Pertanyaan yang sering diajukan (FAQ)

Bagaimana cara kerja reksa dana indeks?

Anda tidak dapat berinvestasi langsung dalam indeks, tetapi Anda bisa berinvestasi dalam RD indeks, yang mereplikasi kinerja indeks tersebut. Seorang manajer profesional mengumpulkan dana dari banyak investor untuk berinvestasi pada sekuritas yang membentuk indeks yang menjadi acuan dari reksa dana tersebut.

Bagaimana cara mengukur tracking error?

Melihat urutan pengembalian investasi atau portofolio dan tolok ukurnya, berikut merupakan cara mengukur tracking error: Tracking error = Standar deviasi (P – B) dengan P adalah pengembalian portofolio dan B adalah pengembalian acuan.

Artikel Terkait