Bagaimana cara kerja pasar saham?

Pernahkah Anda berpikir untuk berinvestasi pada pasar saham? Banyak orang beranggapan bahwa berinvestasi di pasar saham merupakan pilihan terbaik untuk memperbanyak uang mereka. Namun ada juga yang beranggapan bahwa hal tersebut terlalu berisiko dan rumit. Termasuk ke dalam pihak yang manakah Anda?

Begini Cara Kerja Pasar Saham

Pada artikel ini kami akan membahas semua hal yang perlu Anda ketahui ketika akan berinvestasi pada pasar saham sehingga dapat berinvestasi dengan aman dan efektif. Kami akan membahas hal penting tersebut dari cara memulai berinvestasi, produk keuangan yang ada, jenis pesanan, hingga strategi investasi. Mari kita mulai pembahasan ini!

Pertimbangkan hal ini sebelum investasi di pasar saham

Sebelum memulai investasi pertama Anda, pertimbangkan poin-poin penting berikut yang sama pentingnya (bahkan lebih penting) dengan semua poin yang akan kita lihat setelahnya. Berikut merupakan poin penting yang harus Anda perhatikan sebelum memulai investasi:

  • Berinvestasi dengan uang tabungan Anda, jangan berhutang!: Sangat penting bahwa sebelum mulai berinvestasi pada pasar saham, Anda memiliki modal yang tidak Anda butuhkan dalam waktu dekat. Hal tersebut dapat berupa uang tabungan sehingga Anda dapat berinvestasi tanpa mengganggu kondisi keuangan Anda saat ini.
  • Gunakan uang yang tidak Anda butuhkan untuk apa pun: Uang yang akan Anda gunakan untuk berinvestasi sebaiknya menjadi modal yang tidak untuk kebutuhan apa pun. Dengan cara ini, Anda dapat belajar dan bereksperimen tanpa menaruh sebagian besar dari tabungan Andad dalam risiko.
  • Berfokus pada jangka panjang: Perlu Anda ingat bahwa pasar saham merupakan pasar yang berfluktuatif, jadi sangat penting berinvestasi dalam jangka waktu yang panjang dan mencoba untuk bersabar. Melalui strategi investasi jangka panjang, Anda dapat memperoleh imbal hasil yang lebih besar dan meminimalisir risiko.
  • Cari broker yang teregulasi dengan baik: Memilih broker saham yang teregulasi dengan baik merupakan hal penting yang harus Anda lakukan ketika akan berinvestasi pada pasar saham. Broker harus ada dalam pengawas keuangan yang resmi pada suatu negara atau wilayah tertentu. Di Indonesia untuk broker saham terbaik telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI dan KSEI.
  • Diversifikasi risiko Anda: Sebelum memulai investasi, satu kata yang harus selalu Anda ingat adalah “diversifikasi”. Semakin banyak diversifikasi semakin baik. Anda bisa melakukan diversifikasi pada sektor, negara, dan mata uang.

👉 Jika Anda benar-benar tertarik memulai investasi pertama, ini adalah artikel yang wajib Anda baca soal psikologi trading, supaya Anda benar-benar penuh pertimbangan dalam setiap langkah yang akan Anda ambil.

Cara mulai berinvestasi di pasar saham

Setelah mengetahui segala pertimbangan yang harus Anda lakukan, kini saatnya Anda mengetahui cara untuk mulai berinvestasi pada bursa saham. Berikut merupakan pedoman yang harus Anda perhatikan untuk memulai investasi pada bursa saham:

  1. Tentukan dana yang akan Anda investasikan: Ketika akan mulai investasi, Anda harus tahu jumlah dana dan risiko dari investasi tersebut untuk melakukan perencanaan strategi diversifikasi yang sesuai.
  2. Pilih broker yang sesuai dengan profil investasi Anda: Saat ini sudah tersedia banyak broker/pialang/sekuritas, namun masing-masing broker tersebut memiliki perbedaan, sehingga pemilihan bergantung pada investasi Anda. Hal yang perlu Anda perhatikan adalah profil broker cocok untuk trader pemula, menengah, atau profesional.
  3. Buka akun dengan broker pilihan Anda: Untuk dapat mulai berinvestasi pada pasar saham, sangat pentign untuk membuka akun pada broker yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda, di mana broker tersebut adalah broker online atau perbankan.
  4. Deposit dana pada akun broker Anda: Deposit ini berfungsi agar Anda dapat mulai bertransaksi seperti melakukan pesanan untuk membeli saham.
  5. Lakukan transaksi jual beli pertama Anda: Langkah untuk memulai yang terakhir adalah Anda melakukan jual beli produk keuangan yang akan kita bahas di bawah ini.

👉 Dari Saham hingga Forex, Apa Rekomendasi Investasi Terbaik 2024?

Produk keuangan yang tersedia di pasar saham

Setelah Anda memiliki akun pada broker pilihan, langkah selanjutnya adalah menentukan produk keuangan apa yang akan Anda beli. Anda dapat membeli berbagai jenis aset yang tersedia pada pasar saham. Aset yang paling populer adalah saham, ETF, dan derivatif. Berikut merupakan produk keuangan yang tersedia di pasar saham:

Saham

Saham merupakan surat berharga yang mewakili kepemilikan sebagian dari sebuah perusahaan. Ketika Anda membeli saham, Anda menjadi pemegang saham dan berhak menerima sebagian dari keuntungan perusahaan. Saham-saham tersebut dapat berupa saham perusahaan lokal yang ada dalam perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

👉Bursa Saham: Segala yang Perlu Diketahui Untuk Memulai Investasi

Reksa dana & ETF

Di Indonesia, reksa dana merupakan produk investasi yang menggunakan berbagai aset sebagai portofolio kinerjanya seperti obligasi hingga saham. Begitu pula dengan ETF yang mengikuti pergerakan indeks saham. Jika di Indonesia hanya bisa menggunakan saham lokal, maka di luar negeri ETF bisa terindeks ke saham lain seperti anggota indeks S&P 500. Dengan membeli sebuah ETF, Anda berinvestasi dalam sebuah keranjang aset yang mengikuti indeks tertentu sehingga dapat mengurangi risiko apabila berinvestasi pada satu saham saja.

👉 ETF Bitcoin: Apa itu dan Bagaimana Caranya Berinvestasi?

👉Reksa Dana Indeks vs ETF: Mana Yang Lebih Baik untuk Investor Pasif?

Derivatif

Produk yang terakhir adalah derivatif. Derivatif merupakan intrumen keuangan yang nilainya berasal dari nilai aset dasar lainnya seperti saham atau indeks. Produk finansial tersebut memiliki tingkat kompleksitas dan risiko yang tinggi sehingga hanya direkomendasikan bagi investor berpengalaman yang telah berinvestasi pada instrumen keuangan tersebut. Produk ini secara khusus ada dalam perdagangan Bursa Berjangka Jakarta (BBJ).

Berikut merupakan jenis-jenis aset derivatif:

Jenis pesanan saat berinvestasi

Langkah terakhir untuk berinvestasi pada pasar saham adalah melakukan pesanan beli untuk pertama kalinya. Namun, terdapat beberapa jenis pesanan yang lebih kompleks saat Anda berinvestasi. Berikut merupakan beberapa jenis pesanan:

  • Pesanan jual maupun beli pada spot atau pasar
  • Limit Order
  • Stop-Loss Order
  • Stop-Limit Order
  • Trailing Stop Order

Pasar Saham: Berinvestasi melalui operasi perusahaan

Seiring dengan berjalannya waktu, kita akan memiliki banyak pengalaman dan akan menghadapi beberapa situasi. Berikut beberapa situasi yang mungkin akan kita hadapi kedepannya:

Split

Split merupakan pembagian nilai pada saham perusahaan. Dengan adanya split, harga saham akan menjadi lebih rendah namun jumlah sahamnya akan menjadi lebih banyak.

Misalnya suatu perusahaan, sahamnya pada bursa memiliki nilai sebesar Rp 40.000. Saat split dilakukan dan dalam proposalnya dinyatakan perbandingan 4 : 1, maka nilai satu saham akan dibagi 4. Oleh karena itu, harga setiap sahamnya menjadi Rp 8 ribu, namun jumlah saham yang beredar akan menjadi 4 kali lebih banyak.

Contrasplit

Contrasplit merupakan kebalikan dari split. Keadaan ini meruapakan keadaan di mana perusahan akan menggabungkan sahamnya dengan proporsi yang sama, sehingga harga saham tersebut akan naik.

Misalnya, suatu perusahaan memiliki harga saham sebesar Rp 4 ribu, kemudian dilakukan contrasplit dengan nilai perbandingan 6 : 1. Dengan adanya operasi contrasplit, 6 saham tersebut akan digabung menjadi 1 sehingga setiap sahamnya akan memiliki nilai sebesar Rp 24 ribu dan jumlah saham yang beredar akan menjadi lebih sedikit.

Takeover Bid

Takeover bid merupakan penawaran akuisisi publik yaitu operasi yang dilakukan oleh satu atau lebih dari individu maupun perusahaan dengan membeli saham atau surat berharga kepada seluruh pemegang saham yang terdaftar pada bursa dengan imbalan yang sesuai dengan harga yang disepakati.

IPO di pasar saham

IPO merupakan singakatan Bahasa Inggris yang memiliki kepanjangan “Initial Public Offering“, yang merupakan waktu di mana suatu perusahaan mulai menjual sebagian kepemilikan ke pasar saham terbuka sehingga memungkinkan siapa saja untuk membeli bagian kepemilikan dari perusahaan tersebut.

Dengan kata lain, IPO adalah saat suatu perusahaan memutuskan untuk melantai pada bursa.

👉 Daftar IPO di Bursa Indonesia hingga AS!

Delisting dari pasar saham

Delisting adalah tindakan menghapus saham suatu perusahaan dari bursa, sehingga para investor tidak dapat memperdagangkan saham itu lagi. Aksi ini biasanya terjadi karena adanya sanksi (biasanya diberika oleh OJK), atas permintaan entitas itu sendiri, atau hasil dari penawaran akuisisi publik.

Misalnya, saat Elon Musk membeli Twitter dan kemudian melakukan delisting, sejak itu kita tidak dapat berinvestasi pada saham Twitter.

Peningkatan Modal di pasar saham

Suatu peningkatan modal merupakan operasi keuangan yang memiliki tujuan untuk meningkatkan sumber daya yang dimiliki perusahaan dengan tujuan untuk membiayai investasi yang baru. Penambahan modal ada dua mekanisme yaitu:

  • Right Issue (Penambahan Modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu/PMHMETD): perusahaan terlebuh dulu memberikan hak kepada pemegang saham lama untuk membeli saham baru yang diterbitkan dengan rasio tertentu.
  • Private Placement (Penambahan Modal Tanpa memberikan Hak memesan EfekTerlebih Dahulu/PMTHMETD): perusahaan langsung menawarkan saham baru yang mereka terbitkan kepada investor

Pembelian Kembali Saham (Buy back)

Pembelian kembali saham merupakan suatu operasi saat perusahaan membeli kembali saham perusahaan itu sendiri yang telah beredar di pasar. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi jumlah saham yang tersedia pada pasar, meningkatkan nilai saham yang tersisa, dan meningkatkan rentabilitas per saham.

Secara umum, hal tersebut menjadi tanda bahwa kondisi perusahaan sedang berjalan dengan sangat baik.

Pasar Saham: 5 strategi investasi

5 Stategi Investasi pada Bursa Saham

Ketika akan mulai investasi pada bursa saham, Anda pasti masih bertanya-tanya strategi apa yang sebaiknya Anda lakukan. Berikut merupakan 5 strategi investasi yang paling populer dan telah menjadi pilihan bagi banyak investor hebat:

Dogs of the Dow

Michael O’Higgins yang menciptakan strategi Dogs of the Dow. Ia menjelaskan strategi tersebut secara jelas pada bukunya yang berjudul “Beating the Dow“.

Michael merancang strategi ini utamanya untuk menerapkan pada perusahaan yang terdaftar pada indek Dow Jones (totalnya ada 30). Namun, sangat mungkin untuk menerapkan strategi ini pada indeks saham yang lain seperti di Indonesia.

Berikut merupakan ringkasan dari strategi Dog of the Dow:

  • Ambil 10 perusahaan yang terdaftar pada indeks pasar saham yang memiliki dividen tertinggi pada sesi terakhir pada tahun ini.
  • Beli saham dari 10 perusahaan terseubut.
  • Jumlah saham yang Anda beli setiap saham dari 10 perusahaan tersebut harus sama.
  • Pertahankan saham tersebut agar tidak dijual sepanjang tahun.

Canslim

Untuk memilih saham dengan imbal hasil positif bisa menggunakan metode Canslim. Sederhananya, hal tersebut merupakan strategi pemilihan aset dan dipopulerkan oleh William J. O’Neil, pendiri Investor’s Business Daily dan penulis buku “How to Make Money in Stocks: A Winning System in Good Times or Bad”.

Strategi tersebut menjadi strategi yang paling populer untuk memilih saham dengan pontensi revaluasi dan memiliki riwayat kinerja jangka panjang yang baik. Hal tersebut berdasarkan pada 7 langkah pemilihan.

Dollar Cost Averaging

Dollar Cost Averaging (DCA) merupakan salah strategi investasi populer yang melibatkan pembagian jumlah total yang ingin diinvestasikan. Kemudian jumlah tersebut diinvestasikan secara berkala, berapa pun harga investasinya.

Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Benjamin Graham dalam bukunya yang berjudul “The Intelligent Investor“.

Graham merancang untuk meminimalisir dampak volatilitas pasar pada portofolio yang Anda buat serta memaksimalkan keuntungan jangka panjang dengan biara rerata yang lebih rendah untuk saham yang Anda miliki. Ide utamanya adalah mengurangi risko pembelian ketika harga suatu aset sedang tinggi.

Berinvestasi dalam Dividen

Berinvestasi dalam dividen merupakan strategi yang sangat sederhana sehingga cocok untuk semua investor memiliki potensi yang baik dalam jangka panjang.

Dasar dari strategi ini adalah meningkatkan investasi pada perusahaan yang membagikan dividen. Dividen merupakan suatu bagian dari keuntungan perusahaan, yang mereka tetapkan untuk membayarkan kepada pemegang saham.

Portofolio Permanen

Konsep pada suatu portofolio permanen berasal dari seorang penasihat keuangan yang bernama Harry Browne pada tahun 70-an. Ia mengemukakan konsep tersebut setelah melakukan analisis terhadap perilaku berbagai aset keuangan dan melihat bahwa aset keuangan memiliki pergerakan yang berbeda pada setiap siklus pasar. Jadi, apabila Anda melakukan diversifikasi dengan tepat berdasarkan jenis asetnya, Anda dapat memperoleh portofolio yang seimbang sehingga dapat terhindar dari risiko akibat fluktuasi pasar. Sebab beberapa aset bisa saja naik mengimbang aset yang mengalami penurunan kinerja.

Berikut ringkasan dari pengamatan yang dilakukan oleh Browne:

  • Pada saat keadaan ekonomi sedang sangat baik, biasanya ekuitas memiliki kinerja yang baik pula.
  • Jika terjadi inflasi yang meningkat, emas dapat menjadi alternatif kepimilikan aset yang baik.
  • Pada situasi deflasi, obligasi menjadi salah satu instrumen tepat untuk portofolio Anda.
  • Saat terjadi resesi, memiliki uang tunai dapat menyelamatkan Anda.

Pertimbangan lain untuk berinvestasi di pasar saham

Sejauh ini, kita telah melihat informasi yang paling relevan untuk berinvestasi pada bursa saham. Namun, terdapat beberapa pertimbangan lain yang tidak ada salahnya untuk Anda perhatikan. Berikut merupakan pertimbangan lain yang patut Anda perhatikan:

  • Investasi secara fraksional (khusus saham AS) atau berinvestasi pada bursa dengan sedikit uang
  • Mencoba simulator bursa
  • Mengambil kursus untuk belajar investasi pada bursa
  • Melakukan investasi pada bursa dari rumah
  • Berinvestasi Rp 100.000 pada bursa secara rutin setiap setelah menerima gaji

Secara keseluruhan, pada artikel ini kita telah melihat segala sesuatu yang Anda butuhkan untuk mengetahui bagaimana cara untuk berinvestasi pada bursa saham. Kami menyarankan Anda untuk mempelajari hal lain yang terkait dengan bursa saham untuk lebih tahu lebih dalam berbagai konsep dalam berinvestasi.

Pertanyaan yang sering diajukan (FAQ)

Bagaimana cara tepat untuk berinvestasi pada bursa saham?

Agar bisa berinvestasi pada bursa saham dengan tepat, hal yang pertama harus Anda lakukan adalah mengumpulkan dana yang tidak dibutuhkan untuk apa pun yang akan diinvestasikan. Kedua, Anda harus mencoba untuk berfokus pada investasi jangka panjang sehingga harus lebih bersabar ketika sudah memiliki aset. Memilih broker yang teregulasi juga sangat penting untuk menjaga keamanan dan transparansi investasi Anda. Jangan lupa untuk melaukan diversifikasi portofolio sehingga dapat meminimalisir risiko kerugian ketika nilai salah satu aset Anda sedang turun.

Bagaimana saya dapat mencari informasi lengkap tentang saham yang akan saya pilih untuk investasi?

Ketika sedang melakukan pemilihan saham, tentunya Anda membutuhkan beberapa informasi terkait tentang kinerja saham tersebut, kinerja perusahaan yang mendaftarkan saham tersebut, serta informasi terkait dengan pembagian dividen yang dilakukan oleh perusahaan. Untuk lebih lengkapnya, Anda dapat mengakses situs resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) sehingga memperoleh informasi yang lengkap tentang saham tersebut.

Kapan jam buka pasar saham?

Anda dapat melakukan aktivitas trading saham di Indonesia pada hari Senin hingga Jumat dengan waktu yang telah ditentukan. Jadi dalam satu minggu, Anda hanya dapat melakukan aktivitas trading selama 5 hari. Pasar saham buka pada pukul 09.00 WIB dan tutup pada pukul 16.00 WIB.

Artikel Terkait