Apa Itu Trading Mata Uang Kripto? – Panduan Lengkap

Media sedang diramaikan oleh berita tentang kripto dan beberapa orang belum pernah mendengar tentang Bitcoin, koin meme, altcoins, dan istiliah-istilah lain berkaitan dengan kripto.

Jika Anda baru saja menggeluti dunia kripto, baca artikel ini untuk tahu lebih dalam tentang perdagangan (trading) mata uang kripto serta bagaimana Anda dapat memanfaatkan gelombang kripto, terutama ketika halving Bitcoin yang akan dilaksanakan sebentar lagi.

trading kripto

Trading Mata Uang Kripto: Apa itu?

Trading mata uang kripto mengacu pada pembelian dan penjualan mata uang digital dengan tujuan mendapatkan keuntungan dengan berspekulasi terhadap harganya. Jenis perdagangan ini memanfaatkan fluktuasi harga mata uang kripto untuk membeli dengan harga lebih rendah dan menjual dengan harga lebih tinggi, begitu juga sebaliknya.

Untuk ikut serta dalam perdagangan mata uang kripto, Anda dapat menggunakan berbagai platform exchange dan broker. Platform ini memungkinkan trader untuk membeli, menjual, dan menukar berbagai mata uang kripto seperti Bitcoin, Ethereum, Ripple, dan lain-lain.

Hal tersebut memungkinkan Anda untuk melakukan perdagangan secara langsung dengan mata uang kripto (spot) serta perdagangan dengan memanfaatakan derivatif seperti futures, opsi, atau CFD (Contract for Differences) tergantung pada platform yang Anda gunakan. Anda dapat menggunakan instrumen investasi kripto CFD di Indonesia.

Sebelum Anda terjun ke dunia kripto, Anda harus sudah mengerti bahwa perdagangan mata uang kripto memiliki tingkat risiko yang tinggi dikarenakan volatilitasnya yang sangat erat dengan aset-aset kripto tersebut. Melakukan perdagangan kripto berarti Anda harus siap untuk mendapatkan keuntungan dan kerugian yang besar dikarenakan harga pada mata uang kripto memiliki fluktuasi yang tinggi.

Oleh karena itu, penting untuk memiliki strategi investasi yang kuat, menganalisis pasar secara cermat, dan menyusun strategi manajemen risiko yang baik.

Trading kripto: apa yang diperdagangkan?

Pada dasarnya, terdapat 4 jenis mata uang kripto yang dapat Anda perdagangkan di semua ekosistem, yaitu:

Bitcoin

Bitcoin adalah mata uang kripto terbesar, terpopuler, dan banyak digunakan sebagai perdagangan kripto utama. Sebagai mata uang kripto pertama dan dengan kapitalisasi pasar tertinggi, Bitcoin memiliki likuiditas dan volatilitas yang tinggi sehingga menjadikannya pilihan yang menarik bagi para trader.

Ketika Anda melakukan trading Bitcoin, umumnya akan menggunakan pasangan BTC/USD yang mewakili hubungan antara harga Bitcoin dengan dolar AS. Terdapat pasangan perdaganan lain ketika Anda melakukan trading Bitcoin seperti BTC/EUR, BTC/ETH, BTC/XRP, dan BTC/BIDR. Hal tersebut tergantung pada platform yang Anda gunakan.

Altcoins

Altcoins adalah kependekan dari “alternative coins” yang merupakan keseluruhan dari mata uang kripto yang bukan Bitcoin. Altcoins rilis setelah Bitcoin menjadi populer dan menawarkan solusi sebagai alternatif, lebih baik, atau berbeda dengan Bitcoin (misalnya altcoin yang lebih hemat energi).

Berikut merupakan 5 altcoin terpopuler:

  • Ethereum (ETH): Mata uang kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar setelah Bitcoin. Ethereum dikenal karena platform kontrak pintar dan ekosistem aplikasi terdesentralisasi yang kuat.
Ethereum (ETH)
  • Ripple (XRP): Ripple adalah jaringan pembayaran digital dan mata uang kripto yang digunakan untuk memfasilitasi transaksi real-time antar lembaga keuangan. Ripple menjadi populer karena kemitraannya dengan bank dan perusahaan besar.
  • Litecoin (LTC): Dibuat oleh Charlie Lee, mantan karyawan Google, Litecoin dianggap sebagai “perak” dari “emas” Bitcoin. Hal tersebut dikarenakan LTC digunakan untuk transaksi yang lebih cepat dan memiliki biaya yang lebih rendah.
  • Binance Coin (BNB): BNB adalah mata uang kripto asli dari platform exchange Binance. Koin ini digunakan untuk membayar biaya transaksi pada bursa dan juga memiliki kegunaan dalam ekosistem Binance.
  • Chainlink (LINK): Chainlink merupakan proyek yang bertujuan untuk menghubungkan kontrak pintar dengan data dunia nyata dan memungkinkan aplikasi terdesentralisasi dengan mengakses sumber data eksternal yang aman dan andal.

Stablecoins

Stablecoins merupakan mata uang kripto yang memiliki acuan dengan aset yang stabil seperti mata uang fiat atau komoditas. Tujuan dari stablecoin adalah mengurangi volatilitas sehingga Anda dapat berinvestasi terus dalam ekosistem kripto tanpa harus mengalami fluktuasi tinggi yang cenderung dialami oleh mata uang kripto.

Berikut merupakan stablecoin terpopuler:

  • Tether (USDT): Tether adalah stablecoin yang mengacu pada nilai dolar AS. USDT adalah salah satu stablecoin yang paling banyak digunakan dan dijadikan basis perdagangan pada banyak bursa mata uang kripto.
  • USD Coin (USDC): USD Coin adalah stablecoin yang didukung oleh dolar AS. Seperti Tether, USDC banyak digunakan untuk perdagangan dan dianggap sebagai pilihan yang lebih transparan dan teregulasi.
  • Dai (DAI): Dai adalah stablecoin terdesentralisasi yang dibuat pada platform Ethereum. Tidak seperti stablecoin lainnya, Dai tidak didukung oleh mata uang fiat, namun didukung oleh berbagai aset digital melalui kontrak pintar.

Koin Meme

Koin meme merupakan istilah yang digunakan dalam dunia mata uang kripto untuk menggambarkan koin digital yang tidak memiliki tujuan atau bahkan nilai intrinsik yang jelas. Koin ini sering dibuat sebagai lelucon atau untuk memanfaatkan spekulasi dan sensasi di pasar mata uang kripto.

Bagaimana cara kerja koin meme?

  • Pembuatan: Seperti mata uang kripto lainnya, koin meme dibuat melalui proses blockchain, biasanya pada blockchain lain seperti Ethereum.
  • Promosi: Koin-koin ini sering kali dipromosikan secara besar-besaran di jejaring sosial, forum, dan media lainnya. Sering kali koin ini dipromosikan oleh selebritas dan influencer sehingga dapat meningkatkan popularitasnya dengan cepat. Sebagai contoh hal ini terjadi pada Elon Musk dan Dogecoin.
  • Spekulasi: Kebanyakan orang yang berinvestasi pada koin ini, melakukannya dengan harapan mendapatkan keuntungan cepat dikarenakan ketidakstabilan harganya. Mereka tidak tertarik pada nilai jangka panjang atau kegunaan koin tersebut.

Contoh Koin Meme:

Dogecoin (DOGE)
  • Shiba Inu (SHIB)
  • SafeMoon

Trading kripto: bagaimana cara kerja pasar?

Hal penting lainnya yang harus dipertimbangkan sebelum trading mata uang kripto adalah siklus pasarnya.

Siklus Bullish

Pada pasar mata uang kripto, seperti pada pasar lainnya terdapat siklus bullish dan bearish. Selama siklus bullish, harga mata uang kripto cenderung naik karena peningkatan permintaan dan minat pasar yang lebih besar. Menurut beberapa laporan, pasar bullish mata uang kripto didorong oleh serangkaian faktor, yaitu:

  • Kegunaan: Peningkatan penggunaan mata uang kripto oleh perusahaan
  • Adopsi: Meningkatnya adopsi blockchain di berbagai industri
  • Kebijakan moneter: Peningkatan stimulus moneter dari bank sentral, penurunan suku bunga untuk merangsang perekonomian.
  • Halving: Karena Bitcoin mewakili 50% dari total kapitalisasi pasar kripto, setiap kali terjadi halving, demam investasi kripto cenderung kembali muncul
Bitcoin (BTC)

Walaupun begitu, siklus ini bukan berarti tidak bisa salah dan dapat mengalami koreksi yang berdampak pada penurunan harga. Pada saat-saat tersebut, permintaan menurun dan harga turun hingga pasar stabil kemudian pergerakan naik lainnya dimulai. Penting untuk dicatat bahwa pasar mata uang kripto sangat fluktuatif.

Musim Dingin Kripto

Musim dingin kripto merupakan istilah yang digunakan dalam komunitas kripto untuk menggambarkan periode penurunan harga mata uang kripto yang berkepanjangan. Hal ini juga dikenal sebagai pasar bear dan sering kali ditandai dengan penurunan minat dan aktivitas pasar, serta sejumlah besar pesanan penjualan dan peningkatan volatilitas pasar.

Musim dingin kripto yang paling terkenal terjadi pada tahun 2022 dan berlangsung sekitar satu tahun, setelah pasar bullish pada tahun 2020 – 2021 yang menyebabkan puncak bersejarah di mana harga beberapa mata uang kripto mencapai titik tertinggi baru sepanjang masa. Selama musim dingin kripto ini, banyak koin kehilangan lebih dari 80% nilainya serta beberapa proyek serta bursa menyatakan bangkrut.

Meskipun musim dingin kripto dapat menjadi tantangan bagi investor, musim dingin ini juga dapat menjadi peluang untuk membeli mata uang kripto dengan harga murah.

Skema Pump & Dump

Skema pump and dump merupakan praktik penipuan yang terjadi di pasar keuangan, termasuk pasar mata uang kripto. Dalam skema jenis ini, sekelompok orang atau manipulator mencoba menaikkan harga mata uang kripto secara buatan dengan menyebarkan informasi palsu atau menyesatkan untuk menarik lebih banyak pembeli. Setelah harga cukup naik, para manipulator menjual koin mereka dengan harga yang melambung, menghasilkan keuntungan sementara pembeli menghadapi kerugian.

Skema pump-and-dump yang paling jelas sering terjadi pada koin meme dan dicirikan oleh kurva harga yang sepenuhnya vertikal, kemudian mengalami koreksi lagi dan kehilangan semua nilainya dalam beberapa hari.

Empat Aspek Utama Trading Mata Uang Kripto

Kebijakan Moneter Federeal Reserve

Ketika trading dengan mata uang kripto, penting untuk mempertimbangkan kebijakan moneter bank sentral, pada Amerika Serikat adalah Federal Reserve (FED). FED memainkan peran penting dalam membentuk lanskap moneter dan dapat berdampak pada nilai serta volatilitas pada mata uang kripto.

Perubahan kebijakan moneter yang ditetapkan oleh FED seperti keputusan mengenai suku bunga atau langkah pelonggaran kuantitatif dapat memengaruhi sentimen investor dan kondisi pasar yang pada waktunya dapat mempengaruhi harga mata uang kripto. Penting untuk tetap mendapat informasi tentang pengumuman atau tindakan apa pun yang diambil oleh FED yang dapat mempengaruhi pasar mata uang kripto.

Seperti bank sentral lainnya, FED berpartisipasi dalam perdebatan tentang pengembangan mata uang digital bank sentral (CBDC). Pengenalan CBDC mempunyai implikasi terhadap pasar mata uang kripto secara keseluruhan dikarenakan dapat mempengaruhi adopsi dan penggunaan mata uang kripto.

Analisis Fundamental Mata Uang Kripto

Analisis fundamental merupakan strategi untuk mengevaluasi nilai mata uang kripto berdasarkan faktor ekonomi, keuangan, dan keadaan pasar. Ketika trading dengan mata uang kripto, penting untuk mempertimbangkan beberapa aspek mendasar untuk membuat keputusan yang tepat, seperti:

  • Tim pengembangan dan komunitas: Evaluasi kekuatan tim pengembangan di balik mata uang kripto dan rekam jejak mereka dalam mencapai tujuan.
  • Teknologi dan fungsionalitas: Periksa teknologi yang mendasari mata uang kripto beserta proposi nilainya. Pertimbangkan aspek-aspek seperti skalabilitas, keamanan, kecepatan transaksi, dan kemampuan blockchain untuk beradaptasi dalam berbagai kasus penggunaan.
  • Adopsi dan penggunaan: Analisis tingkat adopsi mata uang kripto dan kegunaannya di dunia nyata. Carilah kasus penggunaan secara nyata beserta kemitraan dengan perusahaan atau layanan yang dapat mendukung nilai dan permintaan mata uang kripto.
  • Persaingan dan posisi pasar: Memeriksa daya saing mata uang kripto dalam sektornya dan posisi pasarnya dibandingkan dengan mata uang kripto serupa lainnya. Mempertimbangkan aspek-aspek seperti kapitalisasi pasar, volume perdagangan, dan peringkat mata uang kripto pada daftar bursa.

Sangat perlu dicatat bahwa analisis fundamental terhadap mata uang kripto cukup rumit dan hasilnya tidak dapat diprdiksi secara pasti. Dari sebab itu, disarankan untuk menyertakan strategi lain seperti analisis teknis serta pertimbangan terhadap risiko yang erat dengan mata uang kripto untuk melengkapi analisis fundamental.

Analisis Teknis Mata Uang Kripto

Analisis teknis berdasarkan pada penggunaan grafik dan pola harga untuk menentukan waktu terbaik untuk membeli atau menjual mata uang kripto.

Ketika trading mata uang kripto, analisis teknis tidak jauh berbeda dengan jenis analisis teknis lainnya (seperti saham, indeks, futures, dan lain-lain). Beberapa aspek yang harus dipertimbangkan yaitu:

  • Identifikasi tren: Gunakan indikator tren untuk mengidentifikasi tren naik, turun, atau sideways.
  • Identifikasi level support dan resistance: Titik di mana harga diperkirakan akan naik atau turun.
  • Gunakan indikator teknis: Yang paling umum termasuk RSI (Relative Strength Index), MACD (Moving Average Convergence Divergence), dan moving average.
  • Identifikasi pola harga: Seperti triangles, flags, head and shoulders, dan formasi double bottom/top.

Nilai Bitcoin

Semua mata uang kripto kurang lebih berkaitan dengan Bitcoin dikarenakan Bitcoin menyumbang sekitar 50% dari total kapitalisasi pasar kripto. Dengan kata lain, memantau nilai Bitcoin dapat membantu Anda memahami bagaimana perilaku investasi kripto Anda.

Bagaimana Trading Mata Uang Kripto?

Terdapat tiga cara yang berbeda untuk trading mata uang kripto, yaitu:

Membeli Mata Uang Kripto Langsung

Membeli mata uang kripto di bursa atau melalui broker merupakan proses yang relatif sederhana, namun mengharuskan Anda memperhatikan beberapa langkah dasar untuk memastikan bahwa Anda melakukan transaksi dengan aman.

  1. Riset sebelumnya: Lakukan riset sehingga dapat menentukan aset kripto yang tepat untuk dibeli sesuai dengan investasi atau strategi trading Anda.
  2. Buat akun di bursa: Langkah pertama adalah mendaftar dan memverifikasi daata diri Anda pada bursa mata uang kripto yang andal. Beberapa bursa populer yaitu Binance dan Coinbase.
  3. Setor dana: Setelah akun Anda diverifikasi, Anda harus menyetor dana ke akun pertukaran Anda melalui: transfer bank, kartu kredit, atau metode lainnya.
  4. Pilih mata uang kripto: Setelah menyetorkan dana ke akun Anda, lakukan pencarian pada bursa dan pilih mata uang kripto yang ingin Anda beli.
  5. Lakukan pembelian: Setelah Anda memilih mata uang kripto, masukkan nominal mata uang kripto yang ingin Anda beli dan konfirmasi transaksi.

Apabila Anda ingin membeli mata uang kripto untuk disimpan atau ditahan dalam jangka panjang, Anda harus menarik mata uang Anda dari bursa dan mentransfernya ke wallet kripto untuk tujuan keamanan.

CFD

Contracts for Difference (CFD) merupakan instrumen keuangan yang memungkinkan investor untuk berspekulasi tentang harga suatu aset kripto tanpa harus benar-benar memiliki aset yang mendasarinya. Anda dapat memperoleh keuntungan dari kenaikan atau penurunan harga mata uang kripto tanpa harus memiliki aset tersebut secara fisik.

Futures

Membeli mata uang kripto dengan cara futures melibatkan proses yang lebih rumit. Cara ini ditujukan bagi investor yang sudah berpengalaman dikarenakan tingkat risikonya yang tinggi. Dengan futures, Anda dimungkinkan untuk berspekulasi tentang harga suatu mata uang kripto di masa depan tanpa harus memiliki aset tersebut.

Kesimpulan Trading Mata Uang Kripto

Dunia kripto akan terus berkembang. Dengan halving Bitcoin yang sudah dekat, kita mungkin akan diperlihatkan kebangkitan minat terhadap mata uang kripto. Perdagangan mata uang kripto merupakan perdagangan yang berdasarkan pada spekulasi harga serta fluktuasinya untuk mendapatkan keuntungan.

Namun, hal tersebut merupakan hal yang berisiko dikarenakan volatilitasnya yang tinggi. Bitcoin tetap menjadi mata uang kripto yang paling utama, namun Anda juga dapat memilih koin lain seperti altcoin dan stablecoin. Altcoin memiliki tujuan menawarkan alternatif terhadap Bitcoin sedangkan stablecoin menawarkan pengurangan volatilitas dengan mengacu pada aset yang nilainya stabil.

Walaupun begitu, Anda diwajibkan untuk memiliki strategi yang kuat sebelum terjun ke dalam dunia trading kripto. Beberapa platform menawarkan sarana untuk melakukan jual beli mata uang kripto, namun penting untuk Anda memahami pasar beserta siklusnya, serta risiko seperti skema pump and dump.

Singkatnya, trading kripto dapat memberikan keuntungan yang besar, namun penting bagi Anda untuk melakukan pendekatan dengan berhati-hati dan melakukan pengujian secara menyeluruh.

Kelebihan dan Kekurangan Trading Mata Uang Kripto

Ketika Anda telah terjun ke dalam dunia trading mata uang kripto, akan selalu ada kelebihan dan kekurangan. Berikut merupakan kelebihan dan kekurangan trading mata uang kripto:

KelebihanKekurangan
Volatilitas tinggi yang disertai dengan peluang keuntungan tinggiRisiko kerugian: Meskipun volatilitas dapat memberikan keuntungan, namun juga dapat menyebabkan kerugian. Sifat pasar mata uang kripto yang bergejolak menyiratkan risiko kerugian yang besar.
Akses dan fleksibilitas secaara global: Perdagangan mata uang kripto dilakukan secara 24/7, memungkinkan perdagangan pada waktu yang berbeda dan dapat memanfaatkan peluang kapan saja.Kurangnya regulasi: Pasar mata uang kripto kurang regulasi, sehingga dapat meningkatkan risiko penipuan, manipulasi pasar, dan keamanan dana.
Diversifikasi portofolio: Mata uang kripto dapat menjadi cara untuk mendiversifikasi portofolio investasi konvensional.Kurangnya pengetahuan dan pengalaman: Mata uang kripto bisa sangat berisiko bagi pemula, penting untuk memiliki strategi perdagangan, strategi keluar, dan strategi manajemen risiko yang kuat, serta mengujinya secara menyeluruh sebelum mempertaruhkan uang nyata.

Pertanyaan yang sering diajukan (FAQ)

Bagaimana cara mulai trading mata uang kripto?

Apabila Anda tertarik untuk mulai trading mata uang kripto, berikut merupakan beberapa langkah yang dapat Anda lakukan:
1. Pelajari dasar-dasarnya
2. Pilih platform perdagangan
3. Verifikasi identitas Anda
4. Beli mata uang kripto
5. Simpan mata uang kripto Anda

Bagaimana untuk tahu mata uang kripto mana yang harus dibeli?

Tidak ada cara tertentu untuk memilih kripto mana yang akan dibeli. Namun, berikut beberapa aspek yang harus Anda pertimbangkan: tingkat adopsi, inovasi dan pengembangan, analisis teknis, volume dan likuiditas.

Apa mata uang kripto terbaik untuk diperdagangkan?

Tidak ada mata uang kripto terbaik untuk diperdagangkan, semuanya tergantung pada stratedi dan preferensi pribadi masing-masing. Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Binance Coin (BNB), Cardano (ADA), dan Dogecoin (DOGE) memiliki volume perdagangan, likuiditas, dan volatilitas yang tinggi sehingga menjadi koin yang menarik untuk perdagangan jangka pendek.

Artikel Terkait