Saham
15+ Saham Terbaik di Indonesia 2026, Wajib Dilirik!

Daftar Isi
Anda sedang mencari rekomendasi saham terbaik di Indonesia yang layak di beli di tahun 2026 ini? Artikel ini membagi rekomendasi saham ke dalam 7 kategori berdasarkan profil investor (pemula, jangka panjang, trader, pasif, value, growth, dan dividen), dengan data per 6 Mei 2026.
- Untuk investor pemula, Anda bisa memilih kategori saham untuk investor pemula.
- Untuk investor yang mengejar passive income, baca kategori saham dengan dividen tertinggi.
- Jika Anda seorang trader, Anda bisa memilih saham dengan volatilitas tinggi.
Semua pilihan disertai catatan risiko dan contoh perhitungan biaya nyata untuk dua sekuritas populer.
Memasuki awal tahun 2026 hingga Mei, pasar saham Indonesia cenderung bergerak stabil di level tinggi, meskipun masih dibayangi volatilitas dan berbagai sentimen global. Kondisi ini tetap membuka peluang investasi, terutama bagi investor yang selektif dan mampu membaca momentum pasar.
Tentu kita tahu bahwa dalam dunia investasi banyak sekali tipe-tipe investor dengan profil risiko dan tujuan investasi yang beragam. Ini mengapa kami memberikan daftar rekomendasi investasi saham terbaik di Indonesia di tahun 2026 untuk semua tipe investor.
Dalam artikel ini, kami akan memberikan Anda daftar rekomendasi saham yang menarik. Seluruh saham yang kami tulis atau rekomendasikan di sini memiliki kinerja yang baik sesuai kriteria yang telah ditetapkan dan diharapkan masih akan terus memiliki kinerja yang baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Tetapi ini bukan ajakan membeli atau menjual suatu saham, artikel rekomendasi ini diharapkan menjadi insight baru. Ingat, investasi saham mengandung risiko ya!
Bagaimana Kondisi IHSG saat ini?
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) adalah indeks saham yang merangkum kinerja seluruh saham Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks ini bisa menjadi indikator kondisi pasar saham di Indonesia.
Pada 2025, IHSG menguat sekitar 22,13% dan ditutup di 8.646,94. Di awal 2026, indeks sempat menyentuh all-time high 9.075,41 pada 15 Januari sebelum mengalami koreksi signifikan. Per tanggal 5 Mei 2026, IHSG berada di kisaran 7,057,11. Koreksi ini — yang sempat dikaitkan dengan penundaan rebalancing MSCI dan revisi outlook Moody's — justru membuka peluang akumulasi di blue chip dengan valuasi yang kini lebih menarik dibanding Januari.
Outlook 2026: Big banks dan sektor komoditas masih unggul
Memasuki 2026, pasar saham Indonesia bergerak dalam fase selektif di tengah ekspektasi pelonggaran global yang belum sepenuhnya terealisasi. Bank Indonesia mengambil kebijakan yang berhati-hati, dengan ruang penurunan suku bunga yang terbuka, namun sangat bergantung pada stabilitas nilai tukar Rupiah dan inflasi. Kondisi ini membuat ekspansi valuasi tidak merata, sehingga pasar cenderung menjadi stock-pickers market.
Dalam konteks ini saham big banks seperti BBCA, BBRI, dan BMRI tetap menjadi "jangkar utama" dalam portofolio. Ketiganya diuntungkan oleh pertumbuhan kredit yang stabil, kualitas aset yang terjaga, serta kemampuan menjaga margin di tengah dinamika suku bunga. Selain itu, inisiatif efisiensi berbasis digital dan AI mulai memperkuat struktur biaya dalam jangka panjang.
Di sisi lain, saham berbasis komoditas seperti ADRO dan ITMG tetap relevan sebagai penopang, berkat harga komoditas yang relatif stabil dan arus kas yang kuat. Kombinasi antara earnings resilience dan posisi neraca yang solid menjadi sektor ini defensif sekaligus oportunistik.
Apa Saja Rekomendasi Saham Terbaik di Indonesia?
Untuk merekomendasikan pilihan investasi saham terbaik di Indonesia yang layak dibeli, kami telah membuat beberapa kategori. Baik rekomendasi saham dengan dividen tertinggi di Indonesia hingga saham dengan frekuensi perdagangan tertinggi yang juga akan menunjukkan volatilitas harganya. Tentu Anda bebas memilihnya sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi Anda.
Tips: Sebelum Anda menginvestasikan uang Anda pada rekomendasi saham terbaik di Indonesia tahun 2026 ini, pastikan Anda telah melakukan riset secara mandiri. Pahami keuntungan dan potensi kerugiannya serta pastikan apakah saham yang akan Anda pilih bisa memberikan imbal hasil atau keuntungan sesuai dengan keinginan Anda.
Saham Terbaik 2026 untuk Investor Pemula
Jika Anda adalah investor baru yang masih mempelajari dunia investasi di pasar saham, tidak memiliki atau hanya memiliki sedikit pengalaman berikut rekomendasinya. Ini adalah daftar rekomendasi saham unggulan 2026 di Indonesia dengan kinerja yang baik, cukup rendah risiko dan memberikan dividen. Rekomendasi saham yang membagikan dividen ini cocok untuk investor pemula.
Daftar rekomendasi saham terbaik di Indonesia ini diambil dari konstituen indeks IDX30. Ini adalah indeks yang mencerminkan kinerja 30 perusahaan berkapitalisasi pasar besar di Indonesia dan memiliki pengaruh yang besar di Indonesia. Indeks ini berisi saham-saham blue chip.
Melansir Otoritas Jasa Keuangan (OJK), saham blue chip adalah saham dari perusahaan-perusahaan yang memiliki reputasi yang kuat, kinerja keuangan yang stabil dan memiliki pertumbuhan yang konsisten. Ini adalah daftar saham unggulan di setiap sektornya. Nah konstituen IDX30 merupakan hasil seleksi yang lebih ketat dibandingkan indeks LQ45.
BMRI menjadi saham yang cukup unggul di kategori saham terbaik untuk investor pemula.Terutama karena konsistensi peningkatan dividen yang mereka bagikan. Selain itu, BMRI menunjukkan pertumbuhan laba yang cukup stabil terutama setelah era Covid-19. Adapun laba bersih naik 16,6% secara tahunan pada kuartal I-2026.
| Saham Terbaik untuk Investor Pemula | Dividend Yield (TTM) | ||
|---|---|---|---|
| PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) | 12,81% | ||
| PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) | 11,36% | ||
| Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) | 11,27% | ||
| Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) | 10,54% | ||
| Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) | 9,63% | ||
| PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) | 9,10% | ||
| PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) | 8,59% | ||
| PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) | 7,35% | ||
| PT Astra International Tbk (ASII) | 6,68% |
| Saham Terbaik untuk Investor Pemula | Dividend Yield (TTM) |
| PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) | 12,81% |
| PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) | 11,36% |
| Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) | 11,27% |
| Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) | 10,54% |
| Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) | 9,63% |
| PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) | 9,10% |
| PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) | 8,59% |
| PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) | 7,35% |
| PT Astra International Tbk (ASII) | 6,68% |
Dalam tabel disebutkan indikator dividend yield. Ini merupakan tingkat pengembalian dividen kepada para pemegang saham. Cara menghitungnya dengan membagi dividen tunai per lembar saham dengan harga saham. Semakin tinggi persentasenya maka semakin besar tingkat pengembaliannya. Data dividen yield diambil sesuai dengan harga saat data diambil.
Ilustrasi Penghitungan Hasil Dividen BMRI
Misalnya Anda membeli 1.000 lembar saham BMRI di harga 4.510 per lembar (modal Rp 4,51 juta) dengan dividend yield 12,81%. Anda akan menerima sekitar Rp 577.731 per tahun. Namun, masih ada pemotongan pajak sebesar 10% untuk wajib pajak dalam negeri. Sehingga hasil bersih yang Anda terima setelah pajak: Rp 519.957. Sebagai perbandingan, deposito bank 1 tahun saat ini memiliki imbal hasil 4-5%, yang akan menghasilkan Rp 180-225 ribu dari modal yang sama.
Sebagai catatan, pajak dividen bisa menjadi 0% jika Anda reinvestasi dan wajib Anda laporkan di SPT.
Beberapa saham dalam tabel di atas, seperti ADRO & PTBA memiliki dividend yield tinggi sebagian karena harga sahamnya turun. Bukan karena manajemen menaikkan dividen.
Untuk pemula, saham sektor komoditas (batubara, tambang) memiliki volatilitas harga yang jauh lebih tinggi dibanding BBRI atau BBNI yang juga ada di tabel.
Jika Anda baru memulai dan belum pernah mengalami koreksi pasar, pertimbangkan bobot lebih besar pada perbankan (BBRI, BBNI) dibanding komoditas.
👉🏻 7 Kesalahan Pemula Saat Berinvestasi dalam Dividen, Hindari!
Rekomendasi Saham Terbaik 2026 untuk Investasi Jangka Panjang
Saat berbicara mengenai investor jangka panjang, yang kami maksud adalah investor yang senang menahan kepemilikan sahamnya untuk periode yang lama dan tidak terpengaruh pada gejolak pasar yang terjadi dalam rentang waktu yang singkat.
Oleh karena itu kami masih merekomendasikan daftar investasi saham terbaik di Indonesia yang merupakan konstituen indeks IDX30. Tentunya dengan melihat imbal hasil terbaik dalam lima tahun terakhir.
Saham BUMI menjadi salah satu yang unggul karena karena kinerja harga sahamnya yang naik signifikan dalam 5 tahun. Kinerja harga sahamnya sejalan dengan keberhasilan BUMI membalikkan kondisi dari rugi besar di tahun 2020 dan kini bisa mencatatkan kenaikan laba bersih yang naik 35% yoy pada kuartal I-2026.
BUMI berhasil mencatatkan kinerja positif karena peningkatan produksi, penjualan batu bara dan upaya efisiensi biaya melalui perbaikan strip ratio.
Namun, saham BUMI tetap memiliki volatilitas yang tinggi dan prospek ke depan bergantung pada harga batubara. Sehingga meski ada perbaikan margin dan profitabilitas, saham ini lebih cocok untuk yang siap menghadapi volatilitas komoditas. Selain itu valuasi BUMI cukup mahal dengan PER 52,45x, PBV 3.08.
| Saham terbaik jangka panjang | Harga Saham (Rp) | Kapitalisasi Pasar (Rp) | Imbal Hasil 5 Tahun | ||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Bumi Resources Tbk (BUMI) | 230 | 85,41 triliun | 265,08% | ||||
| Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) | 1.735 | 43,87 triliun | 149,64% | ||||
| Barito Pacific Tbk (BRPT) | 2.300 | 171,93 triliun | 136,06% | ||||
| Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) | 2.510 | 70,41 triliun | 110,04% | ||||
| Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) | 10.525 | 85,46 triliun | 89,64% | ||||
| Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) | 1.440 | 59,17 triliun | 54,01% | ||||
| PT Perusahaan Gas Negara (Persero) (PGAS) | 1.870 | 45,82 triliun | 49,60% | ||||
| PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) | 4.490 | 412,38 triliun | 46,61% | ||||
| Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) | 3.690 | 91,32 triliun | 41,38% | ||||
| PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) | 3.920 | 143,15 triliun | 36,35% |
| Saham terbaik jangka panjang | Harga Saham (Rp) | Kapitalisasi Pasar (Rp) | Imbal Hasil 5 Tahun |
| Bumi Resources Tbk (BUMI) | 230 | 85,41 triliun | 265,08% |
| Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) | 1.735 | 43,87 triliun | 149,64% |
| Barito Pacific Tbk (BRPT) | 2.300 | 171,93 triliun | 136,06% |
| Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) | 2.510 | 70,41 triliun | 110,04% |
| Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) | 10.525 | 85,46 triliun | 89,64% |
| Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) | 1.440 | 59,17 triliun | 54,01% |
| PT Perusahaan Gas Negara (Persero) (PGAS) | 1.870 | 45,82 triliun | 49,60% |
| PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) | 4.490 | 412,38 triliun | 46,61% |
| Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) | 3.690 | 91,32 triliun | 41,38% |
| PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) | 3.920 | 143,15 triliun | 36,35% |
👉🏻 Prospek Saham Pertambangan di Indonesia, Masih Menarik?
Rekomendasi Saham Terbaik untuk Trader
Investor aktif adalah investor yang secara konstan mengawasi pergerakan investasi mereka dan membuat transaksi yang menguntungkan dari perusahaan saham-saham terbaik di Indonesia yang memiliki volatilitas tinggi dan memiliki potensi pertumbuhan yang signifikan.
Saham terbaik untuk trader ini kami ambil dari Indeks Kompas100 dengan kriteria harganya berada di atas EMA50 dan BETA dalam 3 tahun menunjukkan volatilitas yang tinggi. EMA 50 menunjukkan harga sedang dalam fase uptrend dan BETA menunjukkan tingkat volatilitas yang tinggi.
Saham berikut memiliki volatilitas mingguan 4% hingga di atas 6%. Artinya, dalam satu minggu normal, nilai investasi Anda bisa berfluktuasi sebesar persentase tersebut — ke atas maupun ke bawah. Potensi kerugian modal adalah nyata.
Saham-saham ini TIDAK sesuai untuk: investor pemula, dana darurat, dana yang dibutuhkan dalam kurang dari 3 tahun, atau siapa pun yang tidak dapat memantau posisinya harian. Gunakan stop-loss dan jangan alokasikan lebih dari 5-10% portofolio.
Saham HRTA masuk dalam daftar saham terbaik untuk trading karena volatilitas yang tinggi. Tingkat volatilitas saham HRTA sangat dipengaruhi oleh sentimen harga emas dan arus dana pasar.
Namun dari sisi fundamental, HRTA berhasil mencatatkan kinerja yang signifikan. Terutama karena kenaikan laba bersih pada kuartal I-2026 yang naik 189,6% yoy dan penjualan yang naik tiga kali lipat. Hal ini didorong oleh kenaikan harga emas serta ekspansi volumen penjualan yang signifikan.
| Perusahaan | Kode Saham atau Ticker | Volatilitas 1 Minggu | |||
|---|---|---|---|---|---|
| PT Hartadinata Abadi Tbk | HRTA | 6,17% | |||
| PT Timah (Persero) Tbk | TINS | 5,51% | |||
| PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk | INKP | 4,76% | |||
| PT Merdeka Copper Gold Tbk | MDKA | 4,42% | |||
| PT Bumi Resources Minerals Tbk | BRMS | 4,37% | |||
| PT Indosat Tbk Class B | ISAT | 3,78% | |||
| PT Pantai Indah Kapuk Dua | PANI | 3,57% |
| Perusahaan | Kode Saham atau Ticker | Volatilitas 1 Minggu |
| PT Hartadinata Abadi Tbk | HRTA | 6,17% |
| PT Timah (Persero) Tbk | TINS | 5,51% |
| PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk | INKP | 4,76% |
| PT Merdeka Copper Gold Tbk | MDKA | 4,42% |
| PT Bumi Resources Minerals Tbk | BRMS | 4,37% |
| PT Indosat Tbk Class B | ISAT | 3,78% |
| PT Pantai Indah Kapuk Dua | PANI | 3,57% |
Kriteria saham terbaik untuk trader bisa berubah sewaktu-waktu mengingat penggunaan indikator teknikal yang cepat mengikuti pergerakan harga. Ini bukan rekomendasi beli atau jual, melainkan informasi umum sebagai tambahan insight untuk trader. Mohon melakukan analisis ulang sebelum membeli atau menjual suatu saham.
Rekomendasi Saham untuk Investor Pasif
Beberapa investor tidak terlalu suka atau tidak memiliki banyak waktu untuk melihat pergerakan aset investasi mereka. Nah jenis investor ini disarankan untuk masuk ke dalam Reksa Dana Saham, Indeks ataupun ETF.
Anda tidak disarankan terjun langsung ke saham karena memiliki risiko yang cukup tinggi dibandingkan Reksa Dana Saham. Ini adalah investasi dana kolektif yang memiliki manajer investasi yang akan bertugas memantau pergerakan pasar dan mengatur portofolio Anda supaya rendah risiko.
Berikut rekomendasi Reksa Dana Saham, Reksa Dana Indeks dan ETF terbaik untuk investor pasif:
| Nama | Total Dana Kelolaan / AUM (Rp) | Kinerja 5 Tahun | Tingkat Risiko | ||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| ABF IBI Fund | 8,11 triliun | 31,30% | Menengah | ||||
| Bahana ETF Bisnis 27 | 896,06 miliar | 17,15% | HIGH | ||||
| Reksa Dana UOBAM Indeks Bisnis-27 | 220,45 miliar | 7,69% | HIGH | ||||
| Reksa Dana Indeks Allianz SRI KEHATI Index Fund | 130,81 miliar | 6,54% | HIGH | ||||
| Reksa Dana Indeks Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund Kelas A | 442,74 miliar | 1,13% | HIGH |
| Nama | Total Dana Kelolaan / AUM (Rp) | Kinerja 5 Tahun | Tingkat Risiko |
| ABF IBI Fund | 8,11 triliun | 31,30% | Menengah |
| Bahana ETF Bisnis 27 | 896,06 miliar | 17,15% | HIGH |
| Reksa Dana UOBAM Indeks Bisnis-27 | 220,45 miliar | 7,69% | HIGH |
| Reksa Dana Indeks Allianz SRI KEHATI Index Fund | 130,81 miliar | 6,54% | HIGH |
| Reksa Dana Indeks Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund Kelas A | 442,74 miliar | 1,13% | HIGH |
👉🏻 Kalau kamu cari yang lebih rendah risiko, baca Reksadana Pasar Uang Terbaik Indonesia dan Reksa Dana Pendapatan Tetap Terbaik 2026
Rekomendasi perusahaan Saham Terbaik 2026 dengan Harga yang Murah
Rekomendasi saham di Indonesia dengan nilai terbaik ini dilihat dari harga saham yang murah tapi bagus secara fundamental. Maka dari itu kami melihat dari angka price to book value (PBV) ratio.
Adapun PBV ratio adalah perbandingan antara harga saham saat ini dengan modal perusahaan per lembar saham. Semakin kecil nilai PBV maka suatu saham dianggap semakin murah. Berikut rekomendasi saham dari perusahaan yang nilai kapitalisasi pasarnya besar dan merupakan saham yang memiliki fundamental bagus dengan PBV kurang atau sama dengan 1:
INKP mencatatkan kinerja yang baik. Meski hanya mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang tipis (5,9% yoy), laba bersih mampu tumbuh 13,2% secara tahunan. Kondisi ini didorong oleh efisiensi biaya, margin yang cukup tinggi serta struktur neraca yang solid dengan rasio DER sekitar 0,8x dan likuiditas yang kuat.
Ke depan, INKP akan melakukan ekspansi kapasitas besar di pabrik Karawang yang akan berpotensi meningkatkan volume produksi secara signifikan. Namun yang menjadi catatan, kinerja saham INKP tetap sangat dipengaruhi oleh harga pulp global dan biaya energi.
| Saham terbaik dengan valuasi murah | PBV Ratio | Dividend Yield | Return on Equity | ||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) | 0,44 | 0,51% | 6,68% | ||||
| Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) | 0,79 | 4,03% | 15,07% | ||||
| Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) | 0,87 | 10,54% | 10,21% | ||||
| PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Class B (BBNI) | 0,90 | 9,10% | 12,33% | ||||
| Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) | 0,93 | 8,88% | 12,51% |
| Saham terbaik dengan valuasi murah | PBV Ratio | Dividend Yield | Return on Equity |
| Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) | 0,44 | 0,51% | 6,68% |
| Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) | 0,79 | 4,03% | 15,07% |
| Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) | 0,87 | 10,54% | 10,21% |
| PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Class B (BBNI) | 0,90 | 9,10% | 12,33% |
| Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) | 0,93 | 8,88% | 12,51% |
Pada tabel di atas book value menunjukkan harga saham yang seharusnya jika disesuaikan dengan kepemilikan ekuitas perusahaan. Melihat book value, cocok untuk Anda yang cari saham murah tapi bagus dengan PBV rendah 2026.
Sementara itu Return on Equity (ROE) ratio adalah perbandingan antara laba bersih dengan jumlah ekuitas. ROE menjadi indikator seberapa efektif perusahaan mengubah ekuitas atau modal menjada laba. Semakin tinggi ROE maka semakin efektif atau semakin besar kemampuan perusahaan menghasilkan laba untuk para pemegang sahamnya.
Rekomendasi Saham Terbaik Indonesia dengan pertumbuhan terbaik 2026
Berikut adalah rekomendasi perusahaan saham terbaik di Indonesia yang cocok untuk investor yang mencari perusahaan dengan tingkat pertumbuhan yang cepat. Kami merekomendasikan saham perusahaan dengan kapitalisasi pasar yang cukup besar, yang pertumbuhan pendapatannya paling tinggi selama 3 tahun terakhir.
Daftar ini kami ambil dari indeks IDX 80, yaitu indeks yang berisikan 80 perusahaan dengan likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar yang besar. Selain itu, perusahaan-perusahaan yang termasuk dalam indeks ini juga memiliki fundamental perusahaan yang baik. Berikut daftarnya:
BRPT memiliki keunggulan sebagai saham dengan portofolio terdiversifikasi di sektor energi dan petrokimia. Anak usaha BRPT antara lain PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).
| Nama Perusahaan | Kapitalisasi Pasar | Pertumbuhan Pendapatan dalam 3 Tahun | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Barito Pacific Tbk (BRPT) | Rp 214,68 triliun | 575,65% | |||
| Bank Jago Tbk (ARTO) | Rp 17,12 triliun | 158,93% | |||
| Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) | Rp 156,71 triliun | 102,49% | |||
| Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) | Rp 12,74 triliun | 91,16% | |||
| Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) | Rp 26,87 triliun | 70,30% | |||
| Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) | Rp 116,26 triliun | 59,48% | |||
| MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG) | Rp 11,38 triliun | 59,20% | |||
| Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) | Rp 139,40 triliun | 57,19% | |||
| Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) | Rp 12,94 triliun | 56,86% | |||
| Rukun Raharja (RAJA) | Rp 30,72 triliun | 41,28% |
| Nama Perusahaan | Kapitalisasi Pasar | Pertumbuhan Pendapatan dalam 3 Tahun |
| Barito Pacific Tbk (BRPT) | Rp 214,68 triliun | 575,65% |
| Bank Jago Tbk (ARTO) | Rp 17,12 triliun | 158,93% |
| Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) | Rp 156,71 triliun | 102,49% |
| Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) | Rp 12,74 triliun | 91,16% |
| Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) | Rp 26,87 triliun | 70,30% |
| Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) | Rp 116,26 triliun | 59,48% |
| MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG) | Rp 11,38 triliun | 59,20% |
| Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) | Rp 139,40 triliun | 57,19% |
| Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) | Rp 12,94 triliun | 56,86% |
| Rukun Raharja (RAJA) | Rp 30,72 triliun | 41,28% |
👉🏻 Earnings per Share: Definisi dan Cara Menghitung
Rekomendasi Saham Terbaik 2026 di Indonesia dengan tingkat dividen yang tinggi
Rekomendasi saham terbaik di Indonesia ini untuk investor yang mencari aset investasi yang bisa memberikan tambahan pendapatan rutin. Berikut adalah saham yang rajin membagikan dividen dengan nilai yang cukup tinggi. Kami merekomendasikan saham-saham yang merupakan konstituen indeks High Dividen 20 dengan bobot terbesar dan memberikan dividen yang cukup tinggi. Berikut rekomendasi saham dividen tinggi 2026:
PTBA cukup menarik karena tercatat cukup konsisten membagikan dividen dalam lima tahun terakhir. Nah PTBA terakhir kali membagikan dividen pada pertengahan Juni 2025 untuk tahun buku 2024. Manajemen PTBA menyebutkan pihaknya tetap akan membagikan dividen untuk tahun buku 2025 di tengah tekanan laba bersih perusahaan.
PTBA termasuk saham dividen dan defensif di sektor batubara. Terutama karena arus kas yang cukup kuat dan kebijakan payout ratio yang tinggi. Sementara itu, penjualan relatif stabil karena dukungan pasar domestik (DMO).
👉🏻 Apa itu Passive Income, Keuntungan Menjanjikan Penghasilan Pasif
| Saham dengan dividend yield tinggi | Harga Saham (Rp) | Dividend Yield Terakhir | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Bukit Asam Tbk (PTBA) | 2.530 | 11,33% | |||
| Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk | 3.160 | 10,95 | |||
| Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) | 4.510 | 10,58% | |||
| Surya Citra Media (Tbk) | 256 | 10,55% | |||
| Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) | 2.530 | 10,40% |
| Saham dengan dividend yield tinggi | Harga Saham (Rp) | Dividend Yield Terakhir |
| Bukit Asam Tbk (PTBA) | 2.530 | 11,33% |
| Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk | 3.160 | 10,95 |
| Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) | 4.510 | 10,58% |
| Surya Citra Media (Tbk) | 256 | 10,55% |
| Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) | 2.530 | 10,40% |
👉🏻 baca juga: Saham dengan Dividen Terbesar IHSG 2026, Proyeksi!
Ilustrasi Penghitungan Hasil Dividen PTBA
Misalnya Anda membeli 1.000 lembar saham PTBA di harga 2.530 per lembar (modal Rp 2,53 juta) dengan dividend yield 11,33%. Setiap tahunnya Anda akan menerima sekitar Rp 286.649. Namun, masih ada pemotongan pajak sebesar 10% untuk wajib pajak dalam negeri sehingga nilai dividen yang akan Anda terima adalah Rp 257.984. Sebagai perbandingan, deposito bank 1 tahun saat ini memiliki imbal hasil 4-5%, yang akan menghasilkan Rp 101-126 ribu dengan modal yang sama.
Disclaimer data: Data dividen yield berbasis dividen 12 bulan trailing yang telah dibagikan. Data fundamental (book value, ROE, PBV) bersumber dari laporan keuangan tahunan 2025 yang telah dipublikasikan ke BEI. Angka-angka ini akan terus berubah — sebelum mengambil keputusan, verifikasi harga real-time di aplikasi sekuritas Anda.
Bagaimana cara membeli saham terbaik di Indonesia?
Cara membeli saham-saham yang sudah direkomendasikan di atas di pasar saham Indonesia sangatlah mudah. Justru riset untuk menentukan saham apa yang perlu dibeli adalah proses yang paling sulit.
Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum mencari saham terbaik
Berikut beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan oleh investor atau trader baik pemula ataupun yang sudah berpengalaman sebelum benar-benar membeli saham yang diinginkan:
1. Ekspektasi imbal hasil atau keuntungan
Ekspektasi Anda terhadap imbal hasil atau keuntungan yang akan diperoleh mengacu pada hasil akhir di akhir periode investasi Anda.
Ketika Anda memperhitungkan keuntungan yang diharapkan, Anda harus bisa menentukan apakah semua kerumitan saat memilih saham sudah sepadan untuk jangka panjang.
Banyak orang menggunakan kalkulator imbal hasil atau keuntungan investasi untuk mengetahui angka ini. Nah Anda bisa menggunakan hitungan manual dengan rumus di bawah ini:
Ekspektasi keuntungan: (Keuntungan A x probabilitas A) + (Keuntungan B x probabilitas B)
2. Analisa risiko imbal hasil
Secara sederhana, risiko imbal hasil dari investasi yaitu upaya membandingkan rasio risiko yang ada dengan potensi keuntungan. Semakin tinggi risikonya semakin besar potensi imbal hasil yang bisa Anda dapatkan. Cara memilih saham terbaik di tahun 2026 tidak hanya melihat keuntungannya, namun pelajari juga bagaimana risiko yang akan Anda hadapi.
3. Diversifikasi
Diversifikasi atau buatlah portofolio investasi Anda beragam. Ini adalah cara yang paling meyakinkan untuk mengurangi risiko investasi. Tidak aman untuk meletakkan semua investasi Anda dalam satu keranjang. Sebab satu langkah kesalahan bisa menghancurkan uang Anda dan menggagalkan usaha Anda.
Serta menemukan satu saham terbaik saja tidak akan cukup. Taruhan teraman Anda adalah menyebarkan uang Anda ke berbagai aset seperti obligasi, properti dan komoditas lain yang Anda sukai.
4. Membuat anggaran
Membuat anggaran modal akan menuntun Anda pada posisi aman dan bertanggungjawab pada diri sendiri. Akuntabilitas dan langkah yang terukur adalah metrik penting dalam penganggaran modal terutama saat berinvestasi di saham-saham Indonesia.
Ada beberapa strategi pengelolaan uang yang bisa membantu Anda menciptakan posisi yang aman dari potensi kebangkrutan.
Bagaimana cara melakukan riset untuk memilih saham?
Anda tidak harus menjadi ahli keuangan saat melakukan riset soal saham dan menemukan saham terbaik. Adapun yang perlu Anda lakukan adalah mengikuti prosedur yang benar untuk mengumpulkan dan menganalisa data yang tepat untuk menentukan apakah Anda akan membeli suatu saham yang sepadan dengan uang yang akan Anda keluarkan.
Pelajari tentang keuangan perusahaannya
Warren Buffet pernah mengatakan jangan berinvestasi di perusahaan yang kita tidak kenal atau pahami. Sebagai pemegang saham, Anda adalah bagian dari perusahaan, sehingga penting untuk mengenal perusahaan tersebut mulai dari lingkungan kerja hingga dinamika di sektor bisnis mereka.
Periksa bagaimana hubungan perusahaan dengan BEI dan OJK
BEI dan OJK adalah regulator yang bertugas memberikan perlindungan kepada investor. Sehingga penting untuk melihat apakah saham yang Anda pilih tidak dalam pengawasan khusus regulator karena belum memberikan laporan keuangan atau memiliki permasalahan di internal perusahaan mereka.
Analisa kompetitor
Bandingkan performa perusahaan yang Anda pilih dengan perusahaan lain di industri atau sektor yang sama. Hal yang perlu dibandingkan adalah kinerja keuangan, pangsa pasar dan potensi pertumbuhannya. Sehingga Anda bisa memilih saham dari perusahaan yang terbaik.
Anda tentu tidak mau menaruh uang Anda pada saham yang kinerjanya paling buruk. Perbandingan ini akan membuat Anda menemukan saham yang lebih baik untuk dipilih.
Konsultasikan pada Analis Keuangan
Diskusikan pilihan Anda dan pertimbangan Anda pada analis saham yang Anda percaya. Analis saham adalah ahli keuangan yang bisa membantu Anda menemukan emas. Mereka juga bisa memberikan informasi utama mengenai rasio keuangan yang cenderung diabaikan oleh sebagian besar investor.
Membeli saham terbaik di Indonesia
Sekarang kita masuk ke bagian yang paling ditunggu. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, membeli saham di Indonesia sangatlah mudah. Berikut beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk menjadi bagian dari pasar saham Indonesia:
- Pertama, Anda harus membuat akun di sekuritas yang Anda pilih. Waktu yang dibutuhkan untuk membuat akun hanya sekitar 15 menit.
- Riset pada saham yang membuat Anda tertarik. Caranya sudah kami jabarkan di atas.
- Selanjutnya, lakukan penganggaran. Tentukan porsi yang akan Anda gunakan dari pendapatan Anda untuk membeli saham.
- Lakukan pemesanan saham di akun sekuritas yang Anda pilih.
- Lakukan proses hingga portofolio investasi Anda beragam.
Daftar Sekuritas/Broker/Platform Saham Terbaik Indonesia
Berikut adalah daftar sekuritas atau broker untuk membeli saham Indonesia dengan saldo awal kecil. Rekomendasi ini kami pilih untuk mempermudah investor pemula dengan modal yang kecil.
Indo Premier Sekuritas
Sekuritas Indo Premier adalah salah satu broker yang bisa Anda pilih dengan registrasi akun yang mudah dan murah. Indo Premier Sekuritas menyediakan aplikasi IPOT di App Store dan Google Play Store untuk mempermudah Anda membuka akun dan melakukan jual-beli saham.
Untuk membuka akun di IPOT Anda hanya perlu melakukan setor modal awal Rp 100.000 untuk membuka rekening saham. Adapun biaya pembelian saham dikenakan 0,19% per transaksi dan biaya jual 0,29% per transaksi.
Simulasi Fee Transaksi Saham di IPOT
Contoh perhitungan:
- Anda membeli saham BBRI senilai Rp 10.000.000
- Biaya beli: 0,19% × Rp10.000.000 = Rp19.000
- Saat menjual pada harga yang sama (tidak naik/turun)
- Biaya jual: 0,29% × Rp10.000.000 = Rp 29.000
- Total biaya transaksi: Rp 19.000 + Rp 29.000 = Rp 48.000 (0,48%)
Artinya, meskipun harga saham tidak berubah, Anda sudah mengalami "kerugian" sebesar 0,48%, Dengan kata lain, harga saham harus naik setidaknya 0,48% hanya untuk mencapai titik impas (break-even).
Stockbit
Stockbit adalah aplikasi investasi yang populer di kalangan ritel. Terutama karena kemudahan dalam penggunaan dan memiliki komunitas yang aktif. Untuk melakukan jual-beli saham, Stockbit mengenakan biaya beli 0,15% dan biaya jual 0,25%.
Simulasi Fee Transaksi Saham di Stockbit
Contoh perhitungan:
- Anda membeli saham BBRI senilai Rp 10.000.000
- Biaya beli: 0,15% × Rp10.000.000 = Rp15.000
- Saat menjual pada harga yang sama (tidak naik/turun)
- Biaya jual: 0,25% × Rp10.000.000 = Rp 25.000
- Total biaya transaksi: Rp 15.000 + Rp 25.000 = Rp 40.000 (0,40%)
Artinya, meskipun harga saham tidak berubah, Anda sudah mengalami "kerugian" sebesar 0,40%, Dengan kata lain, harga saham harus naik setidaknya 0,40% hanya untuk mencapai titik impas (break-even).
👉🏻 Rekomendasi 5 Aplikasi Saham Terpercaya OJK bagi Pemula
Ringkasan
Saat ini pasar saham Indonesia terus mengalami pemulihan, terlihat dari pergerakan IHSG yang terus menguat. Selain itu saham-saham dengan kinerja terbaik menunjukkan ketahanan, potensi pertumbuhan dan inovatif. Investor yang mencari momentum pasar ini sebaiknya mencermati saham yang menjanjikan yang sudah kami rekomendasikan di artikel ini. Namun tetap saja Anda perlu melakukan riset secara mandiri.
Namun tentunya selain saham, Anda juga bisa berinvestasi di aset keuangan lainnya untuk mengamankan kondisi finansial di masa depan. Anda juga bisa berinvestasi di ETF. Di Indonesia produk ini sudah cukup banyak pilihannya.
Terakhir, jika Anda ingin lebih banyak berinvestasi dan ingin melakukan diversifikasi berikut Anda bisa mencoba melihat peluang saham di pasar Amerika Serikat yang bisa diakses dari Indonesia.
👉🏻 Saham Multibagger: Apa itu, Ciri-ciri, dan Cara mencarinya