Perdagangan CFD
Apa itu trading CFD & bagaimana cara kerjanya?

Trading CFD adalah strategi yang cukup populer bagi para trader yang ingin berspekulasi pada pergerakan harga berbagai jenis aset keuangan tanpa memiliki asetnya. Dalam panduan ini kita akan memahami apa itu trading CFD, bagaimana cara memulai trading CFD dan broker CFD terbaik.
- CFD (Contracts For Difference) adalah jenis produk derivatif; harganya bergantung pada nilai aset yang mendasarinya (saham, indeks, cryptocurrency).
- Saat trading CFD Anda bisa mendapatkan keuntungan atau kerugian dari selisih antara nilai aset yang mendasarinya pada saat pembukaan dan penutupan kontrak.
- Dalam trading CFD Anda tidak memperoleh asetnya, tetapi hanya kontrak untuk beroperasi pada variasi nilainya.
Apa itu trading CFD dan bagaimana cara kerjanya?
Hal pertama dan paling penting saat mau trading dengan produk ini adalah memahami apa itu trading CFD dan bagaimana cara kerja CFD. Trading CFD memungkinkan Anda melakukan spekulasi pada nilai suatu aset mulai dari saham, indeks, komoditas hingga kripto tanpa memiliki aset tersebut.
Inilah perbedaan antara trading CFD dengan trading saham atau investasi pada aset fisik lainnya. Ini juga yang membedakan antara saham dan CFD saham. Jika Anda membeli CFD saham, Anda bukan membeli sahamnya melainkan berspekulasi pada pergerakan harganya. Cara menghitung keuntungan dan kerugian trading CFD berdasarkan perbedaan harga saat pembukaan dan penutupan posisi. Mari kita bahas ini secara lebih dalam.
CFD adalah aset yang bekerja seperti sebuah kontrak: pembeli dan penjual setuju untuk menukarkan selisih dari harga aset yang mendasarinya pada tanggal pembukaan kontrak dan tanggal penutupan. Investor akan menerima keuntungan atau menanggung kerugian berdasarkan perubahan harga aset tersebut.
Bekerja seperti derivatif keuangan: orang yang membuka kontrak CFD tidak memiliki aset yang mendasarinya, mereka hanya mencoba untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga, baik trennya naik atau turun.
Struktur dalam trading CFD
CFD memiliki komisi. Broker mengenakan biaya yaitu spread, yang biasanya termasuk dalam harga transaksi. Tetapi mereka juga bisa mengenakan banyak biaya lainnya: untuk pertukaran mata uang, untuk posisi yang terbuka di akhir pekan atau semalam, untuk menyetor atau menarik uang. Penting untuk mengetahui tentang komisi yang broker bebankan sebelum trading.
Broker juga menawarkan leverage. Umumnya trading CFD bisa menggunakan leverage (beroperasi dengan jumlah uang yang lebih besar dari modal yang trader miliki) atau meminjam dana dari broker untuk membuka posisi dengan biaya yang lebih murah.
Misalnya, leverage 1:2 berarti Anda hanya membutuhkan setengah dari jumlah transaksi untuk membukanya. Misalkan membeli CFD saham seharga US$ 1000 maka Anda hanya membutuhkan investasi sebesar US$ 500. Namun Anda bisa mengantongi keuntungan dari keseluruhan perdagangan senilai US$ 1000.
Oleh karena itu, sebagian dari nilai investasi tetap sebagai jaminan: jika operasi berjalan buruk, broker menggunakan margin ini. Jika operasi leverage berhasil, keuntungan bisa jauh lebih besar, tetapi jika pasar jelek kerugiannya juga berlipat.
Aset untuk beroperasi dengan CFD: indeks, saham, cryptocurrency, komoditas, dll.
CFD menawarkan berbagai macam underlying (acuan atau aset dasar) di pasar di seluruh dunia. Underlying ini bisa berupa saham hingga forex dan banyak lagi. Berikut daftar CFD sesuai dengan underlying assetnya:
- CFD pada saham: memungkinkan Anda untuk berinvestasi dalam saham baik dalam posisi long maupun short. Namun ini tidak berarti bahwa Anda memiliki saham dari perusahaan tersebut, Anda hanya berspekulasi pada fluktuasi harganya.
- CFD pada mata uang: sebagian besar broker menawarkan untuk memperdagangkan semua pasangan mata uang utama, juga pada cross dan yang muncul. Penentuan keuntungan atau kerugian modal berdasarkan pergerakan harga mata uang.
- CFD pada mata uang kripto: banyak platform memungkinkan trading CFD Kripto. Trader bisa cuan atau rugi tergantung pada apakah harga aset kripto naik atau turun dibandingkan dengan aset kripto lain dalam pasangan.
- CFD pada komoditas: CFD pada komoditas atau komoditas memungkinkan Anda untuk berdagang pada aset seperti minyak, emas, perak, gandum, dll. Ini adalah pasar yang kompleks di mana fluktuasi harga bergantung pada berbagai faktor. Baca juga: perdagangan dengan CFD minyak.
- CFD pada indeks: Memungkinkan Anda untuk beroperasi pada volatilitas indeks pasar yang karena harga aset yang membentuknya. Ini memungkinkan Anda untuk berinvestasi di pasar yang Anda inginkan tanpa harus beroperasi dengan judul yang berpartisipasi secara individu.
Keuntungan memiliki produk tunai (tanpa jatuh tempo), selain futures setiap instrumen, memungkinkan CFD untuk menawarkan hampir semua pasar dalam satu platform.
Bagaimana cara trading CFD?
Sekarang mari kita lihat bagaimana cara trading CFD. Untuk mulai trading Anda harus memiliki pengalaman dan pengetahuan terlebih dahulu, CFD bukan untuk trader pemula. Terutama karena CFD memiliki risiko yang sangat tinggi yang bisa menyebabkan kerugian yang besar.
Sebagai informasi dan contoh, berikut langkah-langkah untuk Anda memahami bagaimana cara trading CFD. Untuk memulai trading CFD, Anda bisa memilih broker yang terpercaya. Salah satu broker yang populer yaitu IUX. Anda bisa membaca review IUX terlebih dahulu untuk memastikan apakah IUX aman.
1. Buka Akun Trading
- Daftarkan diri Anda di broker yang terpercaya dan teregulari
- Verifikasi identitas (KYC - Know Your Customer)
- Masukkan deposit pada akun Anda.
2. Lakukan analisis pasar & mulai buka posisi
- Analisis Teknikal: gunakan charts dan indikator untuk memprediksi pergerakan harga
- Analisis Fundamental: pelajari berita ekonomi yang memengaruhi pasar
- Manajemen risiko: gunakan Stop Loss dan Take Profit untuk membatasi kerugian.
3. Pantau posisi dan tutup perdagangan
- Ikuti tren pasar
- Sesuaikan strategi Anda jika dibutuhkan
- Tutup posisi Anda untuk merealisasikan keuntungan atau membatasi kerugian.
Setelah membuka akun, Anda harus memilih aset dasar yang ingin Anda trading-kan. Misalnya saham, indeks, jenis mata uang, dan kripto. Kemudian Anda perlu memutuskan untuk membuka posisi short atau long. Kalau Anda memproyeksikan skenario bearish atau melemah maka lebih baik membuka posisi short. Jika Anda melihat ada kemungkinan skenario bullish atau menguat maka Anda bisa membuka posisi long. Anda bisa melakukan analisis secara mendalam menggunakan analisis teknikal dan fundamental aset yang Anda pilih sebelum melakukan trading.
Kemudian, putuskan apakah perlu menggunakan perintah untuk membatasi limit. Biasanya fitur ini tersedia di broker dengan Stop Loss Order atau Take Profit Order. Keduanya sangat populer dalam trading CFD karena melibatkan risiko yang tinggi. Anda bisa mengatur tingkat presentasi atau jumlah kerugian yang bisa Anda terima.
Terakhir, pastikan Anda memutuskan terlebih dahulu ukuran kontrak, durasi dan posisi sebelum mulai trading. Anda perlu menganalisis jumlah uang yang ingin Anda investasikan dan ukuran kontraknya. Umumnya, juga akan sangat berguna untuk menentukan seberapa lama posisi akan terbuka terutama jika dalam jangka pendek.
Jangan lupa untuk melakukan diversifikasi dengan membeli berbagai aset yang berbeda, sektor atau negara yang berbeda.
Pada akhirnya, kemungkinanyang ada hampir tak terbatas. Namun ingatlah, bagaimanapun, tanpa pengetahuan yang memadai, persiapan matang dan banyak latihan, jangan pernah trading CFD.
Apa itu long vs short dalam trading CFD?
Dalam trading CFD ada beberapa strategi yang bisa Anda buat:
- Long dalam trading CFD adalah berarti membeli aset ketika Anda berpikir harganya akan naik di masa depan. Investor biasanya optimis tentang nilai aset.
- Short dalam trading CFD adalah dalam CFD posisi short menunjukkan pandangan pesimis tentang perkembangan harga di pasar. Investor yang berpikir bahwa aset memiliki harga yang sangat tinggi saat ini dan akan turun di masa depan, biasanya membuka posisi short.
- Hedging dengan CFD: Anda juga bisa mencoba untuk melindungi portofolio saham Anda. Jika Anda memiliki saham dan berprospek harga akan turun, Anda bisa menggunakan CFD untuk mencoba melindunginya.
Lebih lanjut, hal lain yang perlu Anda pertimbangkan saat trading CFD adalah harga beli dan jual, dalam banyak kesempatan harga ditunjukkan sebagai berikut:
- Ask (harga beli): harga di mana Anda memiliki kesempatan untuk membeli.
- Bid (harga jual): harga di mana Anda memiliki kesempatan untuk menjual.
Jika Anda ingin membuka posisi long, Anda harus membuka perdagangan dengan harga ask dan menutupnya dengan bid. Jika Anda ingin membuka posisi short, Anda harus membuka operasi penjualan, jadi Anda harus melihat harga bid, lalu menutupnya dengan melihat ask.
Apa itu spread dalam trading CFD?
Harga CFD sering kali berbeda dari harga aset yang mendasarinya. Ini karena spread, yang juga harus menjadi pertimbangan saat melakukan trading CFD.
- Spread: mencerminkan biaya operasi. Ini adalah perbedaan antara harga bid dan ask. Pialang menyesuaikan harga bid dan ask sehingga mencakup komisi.
Inilah sebabnya, ketika broker tidak mengenakan komisi, penting untuk memeriksa apakah mereka menerapkan spread. Selain itu, meskipun broker membuat pernyataan jenis ini, perlu untuk memeriksa apakah mereka menerapkan komisi atau biaya tambahan untuk layanan selain jual beli.
Trading CFD dengan leverage
Sebuah poin lain yang harus Anda pertimbangkan ketika melakukan trading CFD adalah leverage. Adapun leverage adalah fitur yang memungkinkan trader hanya menggunakan sebagian modalnya dari nilai total perdagangan. Dengan cara ini, Anda dapat melakukan trading dengan nilai yang lebih tinggi, sehingga manfaatnya dapat berlipat ganda, meskipun hal yang sama akan terjadi dengan kerugian.
Meskipun pada awalnya leverage mungkin tampak sangat menarik, kenyataannya adalah sangat berisiko dan dapat menyebabkan kerugian besar bagi investor. Jika Anda menggunakan leverage, harus gunakan dengan sangat hati-hati.
Broker CFD Terbaik
Berikut adalah beberapa contoh broker CFD terbaik untuk trading CFD:
| Broker | Regulasi | ||
|---|---|---|---|
| IUX | FSCA Afrika Selatan, ASIC Australia, CFS Mauritius dan SVGFSA St Vincent and Grenadines | ||
| Trive Invest | Bappebti, MFSA Malta, ASIC Australia, FSC Mauritius, dan FSC British Virgin Island |
| Broker | Regulasi |
| IUX | FSCA Afrika Selatan, ASIC Australia, CFS Mauritius dan SVGFSA St Vincent and Grenadines |
| Trive Invest | Bappebti, MFSA Malta, ASIC Australia, FSC Mauritius, dan FSC British Virgin Island |
IUX

IUX adalah broker global yang sudah ada sejak tahun 2016 dengan fokus menyediakan layanan trading CFD online. Pada tahun 2025, IUX menjadi broker dengan volume trading hingga 1 triliun yang menandakan kredibilitasnya di pasar yang luas.
IUX adalah broker tanpa komisi dengan spread yang rendah terutama pada aset-aset CFD yang populer. Proses pembukaan IUX cepat, dengan dukungan dari bank lokal Indonesia untuk melakukan deposit dan withdrawal.
👉🏻 Anda bisa mempelajari dengan lebih detil mengenai IUX pada artikel Review IUX Aplikasi Trading CFD Multi-Aset
Trive Invest
Nah Trive Invest adalah broker lokal Indonesia yang terdaftar di Bappebti. Broker ini dulunya bernama GK Invest yang kemudian diakuisisi oleh Trive Investment BV, perusahaan asal Amsterdam. Saat ini Trive menyediakan produk CFD saham terutama saham Amerika Serikat (AS).
Trive Invest menyediakan fixed spread untuk XAUUSD mulai pukul 5 pagi hingga 9 malam waktu server MetaTrader. Adapun komisinya mulai dari US$ 1 per lot. Namun saat ini Trive menyediakan program Komisi Kembali untuk setiap deposit.
Bagaimana cara memilih broker CFD?
Di luar informasi yang broker sediakan, sebelum memilih broker CFD terbaik penting untuk memastikan apakah fiturnya cocok dengan kebutuhan Anda. Penting untuk memastikan bahwa broker benar-benar teregulasi baik internasional dengan regulator broker utama di dunia maupun lokal.
Selain itu pilih broker yang menyebutkan komisi dengan jelas atau terlihat dalam spread. Broker juga bisa mengenakan biaya pembelian dan penjualan CFD, untuk menahan posisi semalaman, penukaran mata uang dan lain-lain. Semua informasi itu harus bisa Anda temukan di situs broker dan Anda juga bisa menghubungi layanan pelanggan mereka untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut sebelum membuka akun trading CFD.
Kami membedakan broker yang menyediakan lawan transaksi (market maker) dan pihak yang bertindak hanya sebagai perantara. Banyak dari mereka menawarkan investasi melalui platform yang bisa Anda akses melalui komputer, tetapi juga menyediakan aplikasi trading untuk handphone.
Pastikan Anda juga memahami jenis leverage yang broker tawarkan. Persyaratan margin minimum untuk membuka posisi trading CFD dengan broker CFD terbaik sesuai regulasi ESMA adalah:
- 3,33% untuk transaksi pasangan forex utama (major currencies)
- 5% untuk transaksi forex minor
- 10% untuk komoditas selain emas dan indeks saham non-utama
- 20% untuk saham dan aset acuan lainnya
- 50% untuk aset kripto
Pastikan broker menyediakan aset dasar yang Anda pahami: saham, indeks, komoditas, forex dan kripto. Dengan begitu, Anda bisa menerapkan strategi trading dan mencapai diversifikasi yang lebih baik.
Bagaimana cara trading CFD saham?
Berikut contoh cara trading CFD saham. Kita mulai dari skenario pertama yaitu membeli saham dari perusahaan yang terdaftar di pasar yang sedang naik (posisi long).
Dalam contoh ini, perusahaan Amerika Serikat XYZ diperdagangkan pada:
- Harga jual saham XYZ: 98
- Harga beli saham XYZ: 100
- Spread: 2 poin
- Komis:i 0,1%
Kemudian Anda membuka posisi long karena yakin harga saham XYZ akan naik. Maka misalkan Anda membeli 10.000 unit pada harga 100 maka modalnya US$ 10.000 dengan tambahan komisi 0,1% menjadi US$ 10.010.
Nah saham XYZ memiliki margin sebesar 3%. Maka modal yang perlu Anda setorkan hanya 3% dari total posisi. Sehingga yang perlu Anda setorkan sebesar US$ 300 bukan US$ 10.000. Namun penghitungan risiko tetap dari nilai asli transaksi yakni US$ 10.000. Jadi kerugiannya bisa lebih dari US$ 300.
Ingatlah bahwa jika harga bergerak melawan Anda, Anda bisa kehilangan lebih dari US$ 300 modal yang Anda jaminkan, karena kerugian akan berdasarkan pada nilai total posisi.
1. Saat posisi trading CFD menguntungkan
Dalam skenario menguntungkan ini saham XYZ mengalami kenaikan harga menjadi:
- Harga jual: naik jadi 110
- Harga beli: naik jadi 112
Anda memutuskan untuk menutup posisi long Anda dengan menjual di harga 110 (harga jual saat ini). Dengan begitu ada selisih harga saat Anda beli (100) dengan saat Anda jual (110) sebanyak 10 poin. Maka Anda bisa mendapatkan keuntungan sebesar US$ 1.000.
- Selisih harga: 100 menjadi 110 = + 10 poin
- Profit: 10 x 10.000 unit = US$ 1000
- Komisi: 0,1% maka US$ 11
Ingat, ada komisi saat Anda keluar dari posisi, dengan biaya sebesar US$ 11 saat Anda menutup transaksi.
Sehingga keuntungan yang Anda dapatkan adalah keuntungan dari selisih harga dikurangi dengan komisi masuk dan komisi jual. Dalam kasus ini komisi sebesar US$ 21 maka keuntungan Anda adalah US$ 979.
2. Saat posisi mengalami kerugian
Dalam skenario ternyata prediksi Anda salah dan harga XYZ turun menjadi:
- Harga jual: turun menjadi 93
- Harga beli: turun menjadi 95
Anda berpikir bahwa harga kemungkinan akan terus turun. Jadi untuk membatasi kerugian, Anda memutuskan untuk menjual di 93 (harga jual saat ini) untuk menutup posisi. Dengan begitu ada selisih saat Anda beli (100) dengan saat Anda jual (93) yakni 7 poin. Maka Anda mengalami kerugian sebesar US$ 700.
- Selisih harga 100 menjadi 93 = - 7 poin
- Kerugian 7 poin x 10.000 unit = US$ 700
- Komisi 0,1% maka US$ 9,3
Ingat, ada komisi saat Anda menutup posisi sebesar US$ 9,3. Sehingga kerugian yang perlu Anda tanggung sebesar US$ 700, ditambah total komisi (US$ 10 untuk masuk + US$ 9,30 untuk keluar = US$ 19,30) menghasilkan total kerugian sebesar US$ 719,30.
Perbedaan trading Forex vs CFD
Baik CFD dan forex adalah instrumen keuangan dengan leverage tinggi. CFD adalah aset keuangan derivatif dengan aset yang mendasarinya. Perdagangan Forex adalah pertukaran mata uang internasional.
Perbedaan utama antara CFD dan Forex adalah alasan investor berinvestasi. Sebagian besar investor yang melakukan trading CFD karena tertarik pada spekulasi keuangan atau lindung nilai. Sementara trader yang tertarik trading forex memiliki sejumlah alasan yang juga terkait dengan sektor riil dan non-finansial (pembelian dan penjualan komoditas dll)
Day trader dan trader spekulatif lainnya tertarik pada perdagangan CFD dan forex karena leverage yang tersedia. Beberapa broker menawarkan trading CFD dan Forex dari platform yang sama.
Perdagangan CFD ada di banyak negara, tetapi dilarang di Amerika Serikat karena tidak diatur.
- CFD dan perdagangan Forex adalah instrumen keuangan internasional. Anda bisa trading CFD pada komoditas internasional, indeks, obligasi pemerintah, dan saham. CFD teregulasi dalam bentuk tunai dan tidak ada hak kepemilikan atas aset yang mendasarinya. Kedua posisi short dan long dapat dibuka tergantung pada apakah trader mempertahankan sentimen bullish atau bearish pada aset tersebut.
- Trading forex memiliki skala global. Perdagangan mata uang biasanya tidak melalui bursa pusat. Forex adalah terdesentralisasi dan sebagian besar diperdagangkan oleh bank. Nilai mata uang ditukar dengan mata uang lain. Transaksi dalam pasangan mata uang, dengan satu mata uang untuk membeli yang lain.
- Forex bisa untuk spekulasi, tetapi alasan utamanya adalah untuk membantu dalam hal perdagangan internasional dan investasi. Mata uang diperdagangkan oleh bank sentral, perusahaan, investor institusional, dan spekulator kecil. Trading Forex juga digunakan untuk tujuan hedging. Forex dapat diperdagangkan di pasar CFD, tetapi sebagian besar trader forex menggunakan broker dan bank khusus.
- Pasar CFD awalnya dibuat untuk tujuan lindung nilai. Posisi yang ada dalam saham dan komoditas dapat dilindungi melalui kontrak CFD. Berbeda dengan kontrak pada options trading, kontrak CFD tidak kedaluwarsa. Kontrak overnight harus diperbarui dan penyedia CFD dapat mengenakan berbagai jenis biaya. Tidak ada regulasi, jadi tarif ini dapat bervariasi.
- Mata uang juga dapat diperdagangkan di bursa. Kontrak berjangka tersedia dalam semua mata uang utama. Beberapa kontrak forex tersedia dalam unit mini dan mikro, cocok untuk pedagang ritel. Kontrak opsi juga tersedia pada kontrak berjangka pada mata uang. ETF menyediakan trading forex ke pasar saham.
Bagaimana cara mendapatkan keuntungan dari trading CFD?
Mari kita lihat beberapa aturan umum untuk menghasilkan keuntungan dari trading CFD:
- Beroperasi dalam aset dengan spread rendah. Atau setidaknya, hindari yang memiliki spread ekstrem. Gunakan instrumen yang sangat likuid, seperti euro, emas, atau indeks AS.
- Gunakan CFD terutama untuk posisi short. Posisi ini memungkinkan Anda membayar bunga yang lebih rendah (kadang-kadang hampir nol) ketika Anda menjual dibandingkan ketika Anda membeli.
- Terutama jika Anda membuka posisi jangka menengah (bulanan), coba lakukan dengan saham daripada CFD; tetapi Anda bisa membuka short dengan CFD dengan aman, karena biasanya mereka tidak terlalu mahal, bahkan jika Anda mempertahankannya dalam jangka waktu tertentu. Dan jika Anda tidak bisa membeli saham secara langsung dan harus menggunakan CFD, perhatikan biaya-biayanya.
- Meskipun Anda menggunakan acuan grafik harga aktual saham atau aset acuannya (misalnya, diambil dari platform berjangka), yang perlu Anda perhatikan adalah grafik dari broker CFD Anda. Oleh karena itu sebaiknya trading di pasar yang sangat likuid (indeks S&P500, DAX, EUR/USD, dll.) atau gunakan time frame yang lebih tinggi seperti harian atau lebih tinggi. Jika tidak, spread bisa sangat membebani hasil trading.
- Jika Anda melakukan day trading, hindari berita dan peristiwa yang memiliki volatilitas tinggi. Anda perlu memahami bahwa broker akan memperlebar spread dan membuatnya berfluktuasi mengikuti kondisi pasar yang sedang tidak stabil.
- Terapkan manajemen keuangan: tanpa rencana yang tepat dalam mengelola modal yang Anda investasikan, trading CFD pasti gagal. Lakukan manajemen keuangan untuk kesuksesan jangka panjang dalam trading CFD. Selain itu konsistenlah untuk memantau dan menyesuaikan posisi Anda.
- Terakhir, untuk mendapatkan keuntungan dari CFD, Anda harus beroperasi dengan metode yang jelas dan efektif, membuka posisi yang logis dan berpotensi menguntungkan sejak awal. Gunakan akun demo selama yang diperlukan untuk membangun dan menguji strategi Anda.
Untuk memahami CFD lebih dalam lagi, mari kita lihat secara detail keuntungan dan kerugiannya.
Kelebihan dan kekurangan Trading CFD
Kelebihan trading CFD
- Anda bisa membuka posisi long dan short dan mendapatkan keuntungan dari penurunan maupun kenaikan harga.
- Banyaknya pilihan aset acuan juga memberikan kesempatan yang luas. Produk dari berbagai negara dengan berbagai mata uang meningkatkan diversifikasi.
- Memiliki leverage yang bisa memperbesar keuntungan. Cukup dengan modal kecil, Anda bisa bertransaksi dengan nilai yang lebih besar. Ini memberikan kesempatan untuk mendapatkan cuan yang besar dengan pergerakan yang kecil. Sehingga ini memberikan akses untuk trading harian.
- Pergerakannya berdasarkan aset acuannya. Tidak ada variabel lain. Jika pasar tutup maka CFD juga tidak beroperasi.
- Ada kesempatan menggunakan perintah seperti One Cancel the Other (OCO) atau if Done
Kekurangan trading CFD
- Beberapa saham dengan volume rendah tidak dapat dijual dan/atau tidak memungkinkan menggunakan leverage.
- Leverage akan memberikan kerugian jika tidak menggunakan perlindungan stop loss atau tidak mengikuti manajemen keuangan dan risiko terkontrol.
- CFD tidak benar-benar meniru pergerakan aset dasarnya. Sehingga pada grafik harian atau time frame yang lebih pendek sebaiknya langsung menggunakan grafik dari broker CFD Anda.
- CFD juga tidak tergolong murah. Biaya keseluruhan baik dalam bentuk komisi maupun spread biasanya relatif tinggi.
Sekarang Anda telah memahami apa itu CFD dan bagaimana cara kerjanya. Satu hal yang pasti adalah jika Anda kehilangan uang saat trading CFD maka itu kesalahan Anda sendiri. Instrumen ini membutuhkan pengetahuan yang mendalam dan manajemen yang sangat ketat. Tidak ada kesalahan dan kelalaian yang bisa diterima.
Strategi trading CFD
Seperti yang telah kita diskusikan, salah satu saran yang sering diberikan kepada trader CFD pemula adalah membuat akun demo dengan broker sebelum melakukan trading dengan uang sungguhan. Namun, ada beberapa tips strategi trading CFD yang dapat Anda terapkan untuk membuat rencana trading yang sempurna.
Berikut ini strategi trading CFD:
- Gunakan praktik trading yang baik untuk menentukan titik masuk dan keluar.
- Gunakan perintah stop-loss untuk mengelola risiko.
- Minimalkan kerugian.
- Gunakan aturan 1%
- Jangan menaruh semua dana dalam satu instrumen (diversifikasi).
- Siapkan modal atau dana darurat di akun.
Pelajari analisis teknikal dan fundamental
Sebuah trik yang baik untuk trading CFD adalah melakukan analisis fundamental dan teknikal untuk menentikan kapan masuk dan keluar dari pasar. Analisis fundamental yang sangat berguna dalam menentukan posisi trading. Untuk membuat keputusan, sebagian besar trader menganalisis indikator dari jenis analisis ini; misalnya, pola atau tren harga historis.
Gunakan stop-loss order
Menggunakan stop-loss order adalah salah satu saran paling berguna saat trading CFD. Stop-loss memungkinkan Anda untuk membatasi kerugian dan banyak trader terkenal mengatakan bahwa stop-loss order adalah salah satu cara termudah untuk mengelola risiko.
Pelajari kapan harus masuk dan keluar
Cut loss adalah salah satu trik yang digunakan oleh trader paling berpengaruh, termasuk Paul Tudor Jones, seorang miliarder Amerika dan mutual fund manager yang dikenal dengan strategi trading berdasarkan makroekonomi.
Menghindari risiko adalah salah satu masalah umum dalam trading. Untuk mengatasinya, Anda perlu bisa menganalisis apakah posisi Anda sudah tidak menguntungkan dan memutuskan apakah sebaiknya harus keluar dari posisi tersebut.
Artinya posisi trading Anda mulai merugi, jangan bertahan terlalu lama atau membiarkan kerugian semakin besar. Setelah keluar, Anda dapat kembali kapan saja.
Gunakan CFD untuk diversifikasi
Saat trading CFD selalu direkomendasikan untuk menggunakan aturan 1% yaitu jangan pernah berinvestasi lebih dari 1% dari modal yang Anda miliki dalam satu kali trading. Dalam kasus ini, meski Anda rugi, kondisi bisa diimbangi dengan keuntungan dari posisi lainnya.
Salah satu keuntungan terbesar dari trading CFD adalah memberi kesempatan untuk trading berbagai jenis aset, bukan hanya mata uang. Untuk ini, disarankan untuk memanfaatkan akses ke berbagai pasar dan jangan menaruh semua dana dalam satu instrumen saja.
Memiliki modal atau uang tunai darurat di akun Anda
Bahkan setelah beberapa tahun melakukan trading CFD, akan ada hari di mana pasar tidak berpihak dan posisi Anda bisa turun hingga di batas bawah margin. Beberapa broker CFD tidak memberikan peringatan margin, tetapi langsung menutup atau melikuidasi sebagian posisi Anda. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memiliki uang atau cadangan di akun Anda, untuk mengantisipasi kebutuhan margin tambahan.
Cara memilih platform trading CFD terbaik
Trader harus mempertimbangkan banyak faktor saat membandingkan platform CFD. Meskipun broker CFD tampak serupa dari luar karena mereka melakukan fungsi dasar yang sama. Mulai dari berapa biaya yang harus klien bayar, software yang harus digunakan oleh trader dan perlindungan regulasi apa yang layak diterima oleh klien hanyalah beberapa hal yang akan membedakannya.
Jadi, ketika kami meneliti dan memeriksa broker CFD, kami mempertimbangkan:
- Jenis broker CFD: ini akan menentukan di mana dan bagaimana broker melakukan transaksi.
- Akun trading CFD: jenis akun trading yang ditawarkan oleh broker.
- Instrumen CFD: setiap broker akan menawarkan jumlah instrumen CFD yang berbeda.
- Komisi dan spread: komisi broker dan jumlah yang broker akan berubah tergantung pada bagaimana broker melakukan transaksi dan model bisnisnya.
- Regulasi: otoritas regulasi adalah otoritas nasional yang melindungi klien dari penipuan keuangan dan aktivitas tidak etis. Broker Anda harus teregulasi.
- Platform trading CFD: broker CFD akan menawarkan satu atau lebih platform trading kepada klien untuk mengakses pasar. Setiap orang berbeda dan trader mungkin memiliki preferensinya sendiri. Yang paling populer adalah: Metatrader, Prorealtime dan cTrader.
- Deposit dan penarikan: pada suatu titik, semua klien akan menyetor dan menarik dana dari broker mereka. Setiap broker akan memiliki kerangka waktu yang berbeda atau biaya pemrosesan dan administrasi penarikan untuk layanan tersebut.
- Edukasi: langkah pertama untuk mendapatkan keuntungan dari trading CFD adalah menjadi trader CFD yang pemahaman yang baik. Setiap broker akan memiliki jumlah dan kualitas materi edukasi yang berbeda.
Tips saat mulai trading CFD
Sebagai kesimpulan, trading CFD menawarkan cara yang fleksibel dan mudah diakses untuk terlibat dalam berbagai macam pasar keuangan. Dengan kemampuan berspekulasi pada pergerakan harga aset dasarnya tanpa memiliki aset tersebut, trader bisa mendapatkan keuntungan dari kenaikan dan penurunan pasar.
Bagaimanapun penting untuk melakukan pendekatan trading CFD dengan hati-hati dan strategi manajemen risiko yang tepat karena risiko yang melekat termasuk potensi kerugian yang signifikan.
Mulai dengan memilih broker yang memiliki reputasi bagus dan teregulasi. Kemudian memahami struktur biayanya, manfaat menggunakan strategi trading yang efektif dan tetap mendapatkan informasi tetantang perkembangan pasar. Ini akan membuat trader bisa meningkatkan kesempatan untuk meraih kesuksesan di dunia perdagangan CFD.
Ingatlah untuk terus mendidik diri sendiri, melakukan latihan dengan akun demo dan beradaptasi terhadap perubahan kondisi pasar. Selain itu, pastikan Anda membiasakan diri dengan alat analisa teknis seperti Bollinger Bands, Fibonaci, Dow’s Theory atau MACD.