logo RankiaIndonesia

Cara Membaca Candlestick, Jenis & Polanya!

Japanese Candlestick penting dalam analisis teknikal, menunjukkan harga pembukaan, penutupan, tertinggi, dan terendah. Artikel ini menjelaskan strategi dasar menggunakan grafik ini.
Japanese Candlestick atau grafik lilin Jepang dalam analisis teknikal

Daftar Isi

Saat mempelajari cara membaca candlestick, berarti kita sedang mendiskusikan Japanese Candlestick. Ini adalah alat penting dalam analisis teknikal dalam trading dan investasi di pasar keuangan. Metode yang berkembang pada abad ke-19 di Jepang ini, kini telah menjadi salah satu yang paling populer karena efektif dan mudah penggunaannya.

Kami akan membahas lebih dalam apa itu Japanese candlestick, bagaimana cara kerjanya, serta konsep-konsep dasar yang perlu investor maupun trader pahami. Selain itu, akan ada penjelasan cara baca candlestick pattern agar Anda dapat memahami pergerakan harga dengan lebih akurat.

Kita juga akan mengeksplorasi berbagai pola-pola candlestick yang umum digunakan dalam analisis teknikal. Denga memahami pola ini, Anda dapat menentukan waktu yang lebih tepat untuk open posisi, baik saat membeli maupun menjual aset.

Artikel ini juga akan menyertakan contoh praktis untuk membantu Anda memahami penggunaan candlestick dalam pengambil keputusan investasi.

Mari, kita mulai pembahasannya!

Apa itu Japanese Candlestick?

Japanese candlestick adalah gambaran yang menyajikan informasi untuk menilai suatu aset keuangan di pasar. Grafik ini menampilkan pergerakan harga dalam bentuk lilin (candlestick) dan penggunaannya sangat umum dalam analisis teknikal untuk mengidentifikasi pola dan tren pergerakan harga.

Sederhananya, Japanese candlestick adalah jenis grafik trading yang menunjukkan harga aset dalam periode waktu tertentu sekaligus arah pergerakannya, apakah naik atau turun. Setiap candlestick memberikan gambaran visual yang membantu investor maupun trader memahami kondisi pasar. Sehingga, dapat mengambil keputusan dengan lebih tepat, termasuk menentukan waktu open posisi berdasarkan cara baca candlestick pattern dan pemahaman terhadap pola-pola candlestick.

Apa itu Japanese Candlestick pattern?

Japanese Candlestick pattern atau juga dikenal dengan analisis candlestick adalah analisis teknikal yang digunakan dalam trading dan investasi di pasar uang. Metode yang berkembang di Jepang ini populer di dunia karena efisien dan mudah dipahami. Analisis candlestick menggunakan jenis candlestick chart untuk menggambarkan pergerakan harga pada periode tertentu seperti menit, jam, harian, hingga mingguan. Setiap candlestick menyajikan informasi penting:

  • Open: harga pembukaan
  • Close: harga penutupan
  • High: harga tertinggi
  • Low: harga terendah

Japanese candlestick pattern terbentuk ketika satu atau beberapa candlestick memenuhi kriteria tertentu. Pola ini berguna untuk mengidentifikasi peluang investasi maupun potensi kelanjutan tren harga. Beberapa pola umum yang populer antara lain hammer candlestick, morning star candlestick, doji candlestick, dan engulfing.

Setiap pola memiliki arti dan interpretasi yang berbeda. Misalnya, hammer candlestick sering dianggap sebagai sinyal bullish yang mengindikasikan potensi pembalikan ke atas, sedangkan shooting star candlestick adalah sinyal bearish yang mengarah ke kemungkinan penurunan harga. Memahami cara baca candlestick pattern, membantu trader dalam menentukan keputusan buy, sell, maupun open posisi, sekaligus mengelola risiko.

Namun, penting untuk Anda ingat bahwa analisis candlestick tidak selalu akurat. Untuk hasil yang lebih optimal, sebaiknya Anda kombinasikan dengan indikator teknikal lainnya serta mempertimbangkan faktor fundamental dan kondisi pasar. Selain itu, penggunaan timeframe yang lebih panjang juga disarankan untuk mendapatkan gambar tren secara lebih komprehensif.

Bagaimana cara baca candlestick?

Japanese candlestick trading chart merepresentasikan pergerakan harga suatu aset dalam periode waktu tertentu dan digunakan dalam analisis teknikal. Setiap candlestick memiliki empat komponen utama, yaitu harga pembukaan (open), penutupan (close), tertinggi (high), dan terendah (low).

Sehingga setiap candlestick mampu memberikan informasi penting mengenai price action di pasar. Pola-pola candlestick yang terbentuk, baik bullish maupun bearish berasal dari keterkaitan antara open, close, high, dan low pada satu atau beberapa candlestick. Dengan memahami cara baca candlestick, trader dapat mengidentifikasi pola candlestick untuk open posisi dan peluang trading lain serta membuat keputusan yang tepat.

Komponen penting dari Japanese Candlestick
sumber: easylabur

Ada dua jenis candlestick yang umum kita temui. Pertama, candlestick bullish (hijau) adalah candlestick yang menunjukkan kenaikan harga selama periode tertentu. Kedua, candlestick bearish (merah) yang menunjukkan harga turun selama periode tertentu.

KomponenCandlestick Bullish Candlestick Bearish
Harga pembukaan (open)terletak di bagian bawah bodyterletak di bagian atas body.
Harga penutupan (close)terletak di bagian atas bodyterletak di bagian bawah body.
Harga tertinggi (high)ujung atas shadow (sumbu atas)ujung atas shadow (sumbu atas)
Harga terendah (low)ujung bawah shadow (ujung bawah)ujung bawah shadow (ujung bawah)

👉 10 Chart Pattern (Pola Grafik) Utama: Strategi untuk Sukses Trading

Anda juga dapat melihat bahwa jika harga penutupan sesi di atas harga pembukaan, bentuk lilin berwarna hijau dan sebaliknya berwarna merah.

Konsep Dasar Japanese Candlestick Pattern

Konsep dasar Japanese candlestick pattern berfokus pada kemampuan mengenali setiap candlestick serta memahami hubungannya dengan tren harga. Pola candlestick dapat memberikan sinyal buy atau sell dengan menunjukkan perubahan kekuatan pasar dan potensi pembalikan tren.

Apa itu Japanese Candlestick?

Komponen utama yang perlu Anda pahami meliputi body (bagian tebal antara harga open dan close), wick (shadow bagian atas), serta tail (shadow bagian bawah). Misalnya, dengan wick yang sangat panjang, menandakan adanya tekanan atau kejenuhan dalam tren yang sedang berlangsung.

Untuk memperdalam pemahaman ketika belajar candlestick, penting untuk Anda tekankan bahwa konteks memiliki pengaruh yang besar. Posisi candlestick dalam tren akan menentukan apakah sinyal tersebut valid atau tidak.

Selain itu ada beberapa jenis candlestick pattern yang mencerminkan kondisi pasar yang bereda. Ini mencakup bullish engulfing, bearish engulfing, hammer, dan shooting star. Trader sering menggunakan pola ini untuk mengidentifikasi peluang dan menentukan waktu yang tepat untuk trading.

Pola-pola Japanese Candlestick pattern

Jenis-jenis Japanese Candlestick Pattern
Jenis Candlestick Pattern | Sumber: TradingView

Ada beberapa jenis pola grafik lilin Jepang yang umum digunakan dalam analisis teknikal, yaitu:

Kategori pola-pola candlestick patternContoh pola candlestickPenjelasan candlestick pattern
Pola Lanjutan Tren (Continuation Pattern)Doji, Spinning Top, serta formasi Triple Bear dan Triple Bull.Pola ini menunjukkan bahwa tren saat ini cenderung berlanjut.
Pola Pembalikan Tren (Reversal Pattern)Harami, Engulfing, Piercing Line/Dark Cloud Cover, Hammer, Hanging Man, Morning Star Candlestick, Shooting Star, serta Inverted Hammer.Pola ini mengindikasikan potensi perubahan arah tren.
Pola Netral (Neutral Pattern)Contohnya adalah Marubozu, Dragonfly Doji, dan Gravestone Doji.Pola ini tidak memberikan sinyal yang jelas apakah tren akan berlanjut atau berbalik arah.

Setiap pola memiliki karakteristik unik. Jika Anda memahami dan membacanya dengan tepat, dapat memberikan insight penting terhadap pergerakan pasar. Namun, perlu Anda ingat bahwa tidak semua pola memiliki akurasi yang sama. Sehingga, sebaiknya tidak Anda gunakan secara tunggal tanpa konfirmasi tambahan.

Untuk mempraktekan secara langsung cara baca candlestick, trader biasanya menggunakan platform dengan chart yang cukup interaktif dan menyediakan berbagai tools. Salah satunya yang bisa digunakan adalah IUX, yang menyediakan tampilan chart real-time dan berbagai indikator di platform web hingga mobile.

👉🏻 Baca lebih lanjut Apa itu IUX? Ringkasan Platform Trading CFD Teregulasi

Jenis-Jenis Candlestick

Ada berbagai jenis Japanese candlestick yang dapat kita kategorikan berdasarkan bentuk dan karakteristiknya. Berikut beberapa yang paling populer dalam trading maupun investasi:

  • Marubozu: Menunjukkan tren yang kuat (bullish atau bearish). Memiliki body yang panjang tanpa shadow, menandakan dominasi yang kuat pada buyer atau seller.
  • Hammer candlestick: Memiliki body kecil dengan shadow bawah yang panjang. Biasanya menjadi sinyal potensi pembalikan ke arah bullish.
  • Hanging Man: Bentuknya mirip seperti hammer, namun muncul di puncak tren naik dan menjadi tanda adanya potensi pembalikan bearish.
  • Doji candlestick: Memiliki body yang sangat kecil dengan shadow atas dan bawah yang relatif sama. Menunjukkan kondisi pasar yang sedang ragu.
  • Harami: Terbentuk ketika body candlestick kedua berada di dalam body candlestick pertama. Sering menjadi sinyal potensi perubahan tren.
  • Engulfing : Terjadi ketika candlestick kedua "menelan" sepenuhnya body candlestick pertama. Pola ini berguna untuk mengidentifikasi pembalikan tren yang kuat.

Perlu Anda pahami bahwa pola-pola yang kami sebutkan hanya sebagian dari pola yang ada. Setiap jenis memiliki variasi dan karakteristik tambahan, interpretasinya sangat bergantung pada kondisi pasar dan konteks tren. Oleh karena itu, memahami cara membaca candlestick pattern menyeluruh akan membantu trader menentukan momen yang tepat untuk membuka posisi dengan lebih akurat.

Strategi investasi dan trading dengan candlestick pattern

Berikut ini adalah beberapa strategi trading dengan candlestick yang penting untuk disimak, tergantung pada jumlah lilinnya baik satu, dua atau tiga lilin:

1. hammer dan inverted hammer

Baik hammer maupun inverted hammer adalah pola lilin Jepang yang dapat menunjukkan peluang investasi di pasar. Mari kita jelajahi dasar di balik strategi trading yang menggunakan pola ini:

Hammer

Hammer candlestick adalah pola yang biasanya muncul setelah tren penurunan dan mngindikasikan pembalikan arah menjadi bullish. Pola ini menunjukkan harga sempat jatuh tetapi buyer berusaha mendorong naik.

Hammer Candlestick

Karakteristik:

  • Memiliki body kecil di bagian atas dan sumbu panjang di bagian bawah.
  • Panjang sumbu biasanya setidaknya dua kali panjang body.
  • Bisa menjadi candlestick bullish atau bearish, namun sinyalnya cenderung lebih kuat jika ditutup bullish.

Inverted Hammer

Inverted hammer candlestick terbentuk pada akhir tren bearish dan mengindikasikan potensi pembalikan menjadi bullish. Pola ini menunjukkan adanya tekanan beli yang mulai muncul meski belum sepenuhnya dominan.

Japanese Candlestick: Inverted hammer

Karakteristik:

  • Memiliki body kecil di bagian bawah dengan sumbu panjang di bagian atas.
  • Sumbu setidaknya dua kali lipat dari body candlestick.
  • Bisa menjadi bullish atau bearish, namun sinyalnya cenderung lebih kuat jika ditutup bullish.

2. Strategi dengan engulfing candlestick (dua candlestick)

Ada dua jenis engulfing candlestick yang perlu Anda pahami dalam candlestick trading. Pertama, bullish engulfing adalah pola yang terbentuk dengan sebuah candlestick bullish didahului oleh candle bearish dengan body kecil dan tren bearish sebelumnya. Ini menunjukkan perubahan tren dari bearish menjadi bullish.

Bullish Engulfing Candlestick
Bullish engulfing

Untuk bearish engulfing adalah candlestick pattern yang terbentuk dengan sebuah candlestick bearish yang didahului oleh tren bullish dan sebuah candle bullish dengan body pendek. Pattern ini menunjukkan perubahan tren dari bullish menjadi bearish.

Bearish engulfing candlestick
Bearish engulfing

3. Strategi dengan abandoned baby candlestick

Sebuah bullish abandoned baby dibentuk oleh sebuah candle bullish yang didahului oleh doji (batang kosong dengan sumbu kecil) dan tren bearish sebelumnya. Ini adalah pola yang mirip dengan bullish engulfing, hanya saja abandoned baby adalah perubahan tren yang lebih kuat dan jelas.

Bullish abandoned baby

Sebuah bearish abandoned baby memiliki penjelasan yang sama, hanya saja perubahan trennya dari bullish menjadi bearish.

Bearish abandoned baby

4. Strategi trading dengan 3-method formation candlestick

Ada dua jenis 3-method formation candlestick yaitu bullish dan bearish. Nah, bullish three methods formation adalah pola lanjutan tren yang mundul dalam kondisi bullish dan mengindikasikan baha tren kenaikan mungkin akan berlanjut.

Ciri utamanya memiliki lima candlestick, diawali dengan candle bullish panjang, kemudian tiga candle kecil bearish yang bergerak di dalam range candle pertama, diakhiri dengan candle bullish kuat yang lebih tinggi dari candle pertama.

Bullish 3-method formation

Bearish three methods formation candlestick adalah pola yang menunjukkan bahwa tren turun kemungkinan akan berlanjut. Karakter utamanya memiliki lima candlestick, diawali dengan candle bearish panjang, diikuti dengan tiga candle bullish kecil yang bergerak di dalam range candle pertama. Kemudian diakhiri dengan candle bearish kuat yang menutup lebih rendah dari candle pertama.

Bearish 3-method formation

👉 Panduan Cepat Membaca Trend Grafik Trading

Selain itu, ada tiga pola lilin lain yang sangat andal dan mirip, yaitu:

  • Morning star: setelah tren bearish, pola bullish tiga candle ini menunjukkan peningkatan harga. Fajar dari era bullish baru!
  • Evening star: di akhir tren bullish, tiga lilin ini memberi peringatan tentang kemungkinan penurunan.
  • Three black crows: pola bearish ini terbentuk dari tiga merah berturut-turut, meramalkan kemungkinan terjadinya penurunan setelah fase bullish.
  • Three white soldiers: setelah periode bearish, tiga lilin bullish berturut-turut ini mengumumkan kemungkinan terjadinya perubahan ke tren bullish.

Cara baca candlestick di platform trading IUX

Dalam gambar chart ini Anda melihat bahwa candlestick bullish berwarna biru dan candlestick bearish berwarna merah. Kita bisa melihat ada candlestick biru yang panjang sekitar pukul 15.00 pada grafik. Jenis candle dengan body besar dan shadow kecil menunjukkan sinyal bullish yang kuat.

Tampilan chart di IUX mobile

Setelah munculnya candle marubozu ini kita bisa melihat bahwa ada candle bullish lanjutan (continuation). Dengan belumnya ada tanda reversal maka chart di atas menunjukkan kondisi yang masih bullish namun ada kemungkinan konsolidasi, pullback kecil kemudian lanjut naik jika trennya kuat.

Kalau kita lihat pada pukul 15.00 ada 3 candlestick bullish berurutan dengan ukuran body besar dan konsisten. Ini mirip dengan candlestick pattern Three White Soldiers. Namun, salah satu candle di atas memiliki shadow atas cukup panjang dan ada candle kecil di bagian tengah sehingga struktur tidak konsisten seperti Three White Soldiers. Sehingga pattern Three White Soldiers kurang valid, namun tetap ada bullish momentum yang kuat.

Kesimpulan

Seperti yang telah Anda lihat, japanese candlestick sangat berguna dalam analisis teknikal karena mereka dapat menunjukkan kemungkinan pola tertentu yang telah disebutkan sebelumnya. Selain itu, lilin ini pun cukup mudah dipahami setelah Anda terbiasa dengannya. Namun, perlu diingat bahwa hanya mengandalkan pada analisis lilin untuk keputusan investasi memiliki risiko yang tinggi. Japanese candlestick hanyalah satu dari beberapa alat dalam analisis teknikal. Oleh karena itu, saat berinvestasi Anda sebaiknya mempertimbangkan lebih banyak faktor, seperti peristiwa makroekonomi, analisis fundamental, rasio profitabilitas seperti PER, dan lainnya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)