logo RankiaIndonesia

Trend Analysis dalam Trading: apa itu, jenis & fungsinya!

Analisis tren dalam analisis teknikal melibatkan identifikasi arah harga aset, seperti tren naik, turun, atau sideway, untuk membantu trader membuat keputusan investasi yang tepat.
Trend analysis

Trend analysis adalah fondasi untuk trader membuat keputusan saat trading dan melindungi modalnya baik saat pasar naik maupun pasar turun. Dengan melakukan analisis tren dalam trading, trader dan investor bisa mengetahui arah dominan suatu aset.

Sehingga setiap keputusan jual atau beli serta manajemen risikonya selaras dengan pergerakan pasar. Ada tiga jenis trend analysis dalam trading yaitu bullish, bearish dan sideways. Dengan mengetahui kemana arah bergerak, Anda bisa memperbesar peluang untung dan menerapkan manajemen risiko yang bijak.

trend analysis

Apa itu trend analysis dalam trading?

Dalam analisis teknikal, trend analysis adalah melihat dan menganalisa kemana arah yang harga atau nilai suatu aset bergerak dalam rentang waktu yang ditentukan. Arahnya bisa naik, turun, atau tetap dalam rentang harga.

Namun, pergerakan arah pasar atau tren saham biasanya tidak linier. Harga cenderung berfluktuasi membentuk gelombang. Bahkan, dalam satu hari yang sama, harga bisa naik dan turun.

Sehingga dalam trend analysis pasar hal yang kita lakukan adalah mengidentifikasi arah dominan dari harga untuk mengetahui apa trennya. Jadi, meskipun trennya naik, aset bisa mengalami penurunan harga untuk sementara waktu (jangka pendek).

Poin lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa tren tidak selalu tetap. Sebuah saham mungkin menunjukkan tren menurun dalam lima bulan terakhir, karena berbagai alasan, harganya mulai naik lagi. Mungkin perusahaan tersebut telah mengubah model bisnisnya dan diharapkan akan melaporkan keuntungan yang lebih besar pada masa depan yang akhirnya terlihat dalam harga saham saat ini yang sedang dalam tren naik.

Kita juga harus menekankan bahwa tren tidak selalu mengikuti logika yang rasional. Sebagai contoh, pasar bisa saja tidak rasional atau bereaksi berlebihan terhadap suatu berita.

Jenis-jenis tren dalam market trend analysis

Jenis tren, seperti yang telah kami sebutkan sebelumnya, dapat dibagi menjadi tiga:

  • Uptrend (tren naik) adalah jenis tren yang menunjukkan bahwa setiap titik terendah dan titik tertinggi selalu lebih tinggi dari sebelumnya.
bullish trend analysis
  • Downtrend (tren turun) adalah tren di mana setiap titik tertinggi dan titik terendah selalu lebih rendah dari titik sebelumnya.
bearish trend analysis
  • Sideway/konsolidasi adalah tren di mana puncak dan lembah berada di antara dua tingkat harga membentuk suatu area tanpa arah yang jelas.
sideway trend analysis

Trend analysis menurut Charles H. Dow

Dalam melakukan analisis trend, Charles H. Dow, memiliki tiga prinsip utama terkait trend analysis:

1. Jenis-jenis tren berdasarkan durasi

Dalam teori Dow, terdapat tiga jenis tren berdasarkan durasinya:

Jenis trenDurasiProfil risiko atau strategi trading & investasi
Tren primer1-3 tahun atau lebihvalue investing
Tren sekunder3 minggu hingga 3 bulanswing trading /pullback entries
Tren minorkurang dari 3 mingguscalping / day trading

👉🏻 Baca lebih lengkap gaya trading di artikel Kenali jenis-jenis & gaya trading ini

2. Tiga fase dalam tren utama

Dalam tren utama, Dow mengatakan biasanya ada tiga fase psikologis yang perlu menjadi perhatian:

  • Akumulasi: adalah saat institusi mulai membeli aset saat harga sudah sangat murah dan ritel masih pesimis.
  • Partisipasi publik: adalah fase saat harga mulai naik cepat, berita positif mulai muncul dan ritel ikut membeli.
  • Distribusi: adalah saat institusi mulai menjual aset mereka kepada publik yang berada di fase euforia alias FOMO, tepat sebelum tren berbalik turun.

3. Volume harus mengonfirmasi tren

Setiap arah tren perlu mendapatkan dukungan dari volume transaksinya. Dalam fase uptrend kenaikan harga perlu dengan volume pembelian yang juga meningkat. Saat ada kenaikan harga namun volume pembelian mengecil, maka ini sinyal bahwa tren mulai melemah dan akan berbalik arah.

Selain itu, trader juga perlu melihat konfirmasi antar indeks. Artinya jika suatu aset mengalami uptrend tetapi indeks sektornya maupun indeks utamanya tidak naik maka ada potensi pembalikan arah. Misalkan saham big banks mengalami kenaikan signifikan tetapi tidak diikuti oleh IHSG maka trader biasanya mulai waspada ada potensi pembalikan arah.

Bagaimana mengidentifikasi sebuah trend dalam trend analysis trading?

Dalam dunia trading ada istilah yang cukup terkenal yaitu trend is your friend. Sehingga mengetahui dan menganalisis tren sebelum membuka posisi atau menutupnya adalah hal yang penting untuk dilakukan.

Para trader dapat mengidentifikasi tren menggunakan beberapa metode analisis teknikal. Mari kita lihat contoh-contoh berikut ini:

  • Trend line/Garis tren: Garis-garis ini menghubungkan titik-titik terendah berturut-turut untuk tren naik, serta titik-titik tertinggi berturut-turut untuk tren turun. Dalam tren lateral, seperti yang sudah dijelaskan, ada garis tren atas dan bawah, yang disebut resistance dan support. Agar tren dapat dikonfirmasi (baik naik atau turun) setidaknya ada tiga titik harus terhubung. Jika harga memotong garis tren, kemungkinan tren saat ini akan berakhir.
  • Moving average (MA): Dihitung sebagai rata-rata harga suatu aset dalam jumlah periode tertentu (20, 30, 40, dan lainnya). Garis MA digunakan untuk mengidentifikasi trend, support, dan resistance. Untuk itu, grafik MA (sederhana, eksponensial, atau weighted) digambar bersama dengan harga.
  • Relative Strength Index (RSI): Indikator ini bertindak sebagai tanda peringatan awal. Kita bisa menggambar garis tren dari indikator ini sendiri dan melihat bahwa mereka bergerak searah dengan harga. Namun, RSI memungkinkan kita untuk mendeteksi perubahan tren sebelum harga benar-benar berubah. Artinya, indeks ini memberikan peringatan awal tentang kemungkinan pembalikan menjadi tren turun, yang kemudian dapat kita konfirmasi ketika harga berhenti naik.

Bagaimana cara menentukan entry point saat uptrend?

  • Identifikasi titik pertama (titik minimum awal). Ini titik terendah yang jadi awal pergerakan harga.
  • Tunggu hingga kedua (high pertama) ini merupakan impuls awal yang menunjukkan adanya kekuatan tren.
  • Pullback (titik ketiga) yaitu mencari titik low baru yang lebih tinggi dari titik pertama. Ini adalah momen untuk melukakn entry buy dalam uptrend.

    Bagaimana strategi untuk memanfaatkan pergerakan pasar uptrend?

    Setelah memahami analysis trend dalam trading, berikut hal-hal yang bisa Anda lakukan untuk memanfaatkan pergerakan pasar terutama saat uptrend:

    1. Mengikuti tren (trend following): ini adalah strategi membeli saat tren naik sudah terkonfirmasi dan mempertahankan posisi hingga muncul sinyal teknikal seperti break support atau perubahan arah tren (trend reversal).
    2. Investasi di sektor siklikal: selama ekonomi sedang bertumbuh dengan tanda GDP meningkat, maka sektor seperti retail dan consumer goods alias barang konsumsi akan memimpin pasar. Sebaliknya saat kondisi tidak pasti, investor beralih ke sektor defensif seperti listrik, energi dan bahan baku.
    3. Gunakan stop-loss order: untuk memanfaatkan tren tanpa mengambil risiko berlebihan penting menggunakan fitur stop-loss untuk melindungi keuntungan jika arah pasar berbalik.

    Melakukan trend analysis artinya mengikuti arus. Trading melawan arah pasar biasanya akan meningkatkan risiko yang signifikan bagi investor ritel.

    Apa yang perlu dipertimbangkan sebelum melalukan analisis teknikal di pasar?

    Analisis teknikal tetap menjadi salah satu alat utama untuk memahami pergerakan pasar dan mengantisipasi peluang. Namun, untuk bisa menginterpretasikan jenis tren di pasar keuangan dengan tepat, Anda butuh latihan dan evaluasi diri secara konsisten.

    Salah satu tantangan terbesar adalah subjektivitas. Dua investor bisa saja melihat chart yang sama, tetapi menghasilkan kesimpulan yang berbeda. Selain itu, kebutuhan untuk menyesuaikan trendline sesuai momentum, serta tekanan psikologis saat trading di kondisi yang tidak pasti, menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi.

    Peran Teori Dow saat ini masih relevan karena bisa membantu trader menyaring noise pasar dan fokus pada tren utama. Jika Anda bisa mengidentifikasi fase pasar, mengonfirmasi pergerakan dengan volume dan menentukan entry saat pullback, maka Anda bisa meningkatkan manajemen risiko dan menghindari kesalahan umum dalam trading.

    Bagaimana cara memilih broker yang tepat untuk mendukung analisis teknikal?

    Hal penting selanjutnya adalah memilih broker yang mendukung aktivitas trading Anda secara optimal. Untuk itu, Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut:

    • eksekusi order yang cepat dan stabil
    • spread dan biaya transaksi yang kompetitif
    • platform trading dengan charting tools yang lengkap
    • akses ke berbagai instrumen
    • keamanan dan regulasi yang jelas

    FAQs - Pertanyaan yang Sering Diajukan