Psikologi Trading: pengaruh emosi di pasar keuangan

Psikologi trading, apakah sama dengan emosi kita saat trading? Yap! Psikologi trading merupakan sebuah studi tentang aspek psikologis dan emosional yang mempengaruhi keputusan yang diambil oleh trader dan investor pada pasar saham. Hal tersebut berfokus pada pemahaman bagaimana faktor psikologis dapat mempengaruhi perilaku trader, kemampuan trader dalam mengambil keputusan, dan kinerja trader saat trading.

apa itu psikologi trading
Psikologi Trading

Psikologi trading adalah konsep yang menarik di mana kita menggali pikiran yang ada pada seorang investor atau trader, mengeksplorasi bagaimana emosi serta perilaku kita bisa mempengaruhi keputusan investasi, dan yang paling utama adalah kinerja kita dalam trading atau dalam pasar.

Seringkali terdapat ungkapan bahwa ketika kita berinvestasi pada pasar keuangan tidak hanya membahas angka dan analisis saja, namun kita juga harus memahami dan mengelola emosi kita sendiri. Pernahkan Anda berpikir mengapa menjual saham ketika harganya sedang turun? Padahal kita tahu bahwa strategi investasi terbaik adalahan hold untuk jangka waktu yang panjang. Atau mengapa Anda cenderung ikut arus dan melakukan pembelian ketika orang lain juga melakukannya dibandingkan kita mencari peluang pada saham yang kurang populer tetapi memiliki potensi keuntungan yang lebih besar? Hal-hal tersebut sangat erat dengan psikologi trading.

Psikologi trading didasarkan pada suatu studi yang mencari tahu bagaimana emosi kita seperti rasa takut dan tingkat percaya diri yang berlebih dapat mempengaruhi keputusan investasi yang kita lakukan. Sebagai contoh, rasa takut akan membuat kita melakukan penjualan saham saat harganya sedang turun dan menyebabkan kita kehilangan peluang pemulihan yang dapat kita peroleh jika melakukan investasi jangka panjang. Di sisi lain, sikap serakah membuat kita menjadi terlalu berani untuk mengambil risiko besar demi cepat mendapatkan keuntungan.

Melakukan trading dapat menjadi aktivitas yang menegangkan dan menantang emosional kita. Oleh karena itu, pengelolaan stress dan berskiap tenang serta obyektif bahkan saat terjadi volatilitas pasar yang paling bersar menjadi keterampilan penting dalam psikologi trading.

>>> mengenal strategi swing trading

Demikian pula, studi tentang tren dan perilaku pasar secara kesulurah juga tercakup dalam psikologi trading. Sebagai permisalan, teori perilaku suatu kawanan menunjukkan bahwa para investor akan cenderung ikut arus yang ada pada pasar sehingga menyebabkan harga yang menggelembung serta kejatuhan harga.

Menjadi hal terakhir yang menarik adalah beberapa trader profesional menggunakan psikologi kognitif dan teknik mindfulness untuk meningkatkan kinerja mereka, belajar mengenali kecenderungan emosional diri mereka sendiri, dan membuat keputusan yang lebih rasional berdasarkan data.

Emosi dalam trading

Ketika melakukan trading, para investor bisa mengalami berbagai macam emosi dan perasaan yang mempengaruhi pengambilan keputusan yang mereka lakukan.

Walaupun jenis emosinya sangat luas, kami akan berfokus pada beberapa perasaan yang paling relevan.

Psikologi Trading: Apa itu dan Bagaimana Penerapannya?
Rasa Takut

Dimulai dari rasa takut, jenis emosi ini merupakan faktor yang dapat menjadi pembatas para trader. Ketakutan mengalami kerugian dapat membuat investor menjual asetnya dengan terburu-buru, bahkan menghindari untuk melakukan investasi.

trading psikologi
Sikap Serakah

Perasaan umum lainnya yang terjadi ketika trading adalah serakah. Sikap ini mampu membuat seorang investor mengabaikan risiko yang ada dikarenakan ingin mendapatkan keuntungan secara berelebihan sehingga sering kali menyebabkan pengambilan keputusan yang impulsif dan terlalu berisiko. Sikap serakah juga dapat menyebabkan trader melakukan hold pada posisinya terlalu lama dari semestinya dengan harapan akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

psikologi trading forex
Terlalu Percaya Diri

Terlalu percaya diri merupakan perasaan yang berperan penting dalam trading. Walaupun sikap percaya diri itu penting dalam pengambilan keputusa, sikap percaya diri yang berlebihan dapat membuat investor mengambil risiko yang tidak diperlukan atau mengabaikan tanda-tanda peringatan. Trader yang bersikap terlalu percaya diri merasa mereka kebal akan risiko pasar sehingga membawanya menuju kerugian yang besar.

trading psikologi
Rasa Frustasi

Frustasi merupakan emosi umum lainnya dalam aktivitas trading. Trader mengalami rasa frustasi ketika segala sesuatunya tidak berjalan dengan apa yang telah direncanakan. Hal tersebut dapat menyebabkan para trader mengambil keputusan yang tergesa-gesa untuk mencoba “memulihkan” kerugian yang dialami.

psikologi trading saham
Rasa Bosan

Terakhir, rasa bosan dapat mempengaruhi para trader. Rasa bosan terjadi ketika pasar sedang dalam keadaan yang tentang atau trader sedang menunggu munculnya peluang, kebanyakan trader dapat tergoda untuk melakukan aktivitas perdagangan yang tidak perlu hanya untuk “tetap sibuk”.

Bagaimana emosi berpengaruh terhadap trading?

Emosi dan perasaan seperti yang telah disebutkan di atas memiliki dampak yang besar pada pengambilan keputusan yang dilakukan trader dan hal tersebut juga berpengaruh pada kinerja dan hasil yang mereka peroleh.

Selanjutnya, kita akan melakukan analisis tentang bagaimana emosi yang telah disebutkan di atas dapat mempengaruhi trader.

Dimulai dengan perasaan takut, hal ini dapat membuat trader mengambil keputusan dengan tergesa-gesa. Misalkan, penjualan aset dengan cepat ketika terjadi sedikit penurunan harga dikarenakan takut situasinya akan semakin memburuk walaupun pada awalnya strategi yang diterapkan adalah melakukan hold pada jangka waktu tertentu maupun jangka panjang. Perilaku seperti ini mengakibatkan kerugian yang sebenarnya dapat dihindari.

Di sisi lain, sikap serakah akan menyebabkan trader menjadi buta akan risiko dan melakukan pengambilan keputusan yang impulsif dan berisiko yang didorong oleh keinginan mendapatkan keuntungan besar. Apabila seseorang sudah jatuh ke dalam sikap serakah ini, ia mungkin akan mengambil risiko yang di luar batas kemampuannya untuk menanggung potensi kerugiannya.

Terlalu percaya diri dapat membuat trader mengambil risiko yang berlebihan sehingga membuat mereka yakin dapat memprediksi pergerakan pasar dengan akurat atau merasa “kebal” terhadap kerugian. Sikap ini menyebabkan mereka berinvestasi dengan dana yang lebih besar tanpa memperhitungkan kerugian yang dapat mereka tanggung atau mengabaikan tanda-tanda yang memperingatkan untuk keluar dari perdagangan.

Kini giliran frustasi, perasaan yang dapat menyebabkan trader mencoba untuk “memulihkan” kerugian yang mereka alami dengan melakukan trading yang berisiko tinggi tanpa melakukan analisis yang tepat. Daripada memutuskan berhenti untuk melakukan peninjauan kesalahan yang diperbuat dan peningkatan strategi, trader yang frustasi akan memasuki siklus keputusan trading yang bersifat impulsif dan kurangnya informasi yang membawanya jatuh ke dalam kerugian yang lebih besar.

Terakhir, rasa bosan merupakan perasaan yang menyebabkan trader melakukan trading untuk menyibukkan diri sehingga mengakibatkan terjadinya pengambilan keputusan yang tidak dipikirkan secara matang dan dapat mengalami kerugian yang seharusnyat tidak terjadi.

Singkatnya, semua emosi tersebut dapat mengaburkan penilaian trader sehingga mereka mengambil keputusan yang tidak sejalan dengan strategi investasi yang sudah ditentukan serta tujuan jangka panjangnya. Oleh karena itu, pengelolaan emosi merupakan hal penting untuk meperoleh kesuksesan dalam melakukan trading.

Bagaimana cara mengelola emosi?

Pengelolaan emosi dalam aktivitas trading penting demi kesuksesan. Oleh karena itu, psikologi trading berusaha untuk memberikan investor suatu alat yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan emosional serta sentimental yang mungkin dihadapi selama ini.

Mengelola Psikologi Trading

Di bawah ini, kami menyajikan beberapa strategi psikolgi trading yang dapat membantu Anda mengatasi emosi tersbebut.

Pertama, penting bagi Anda untuk memiliki rencana trading dan harus menaatinya. Dengan adanya perencanaan, Anda harus menentukan kriteria untuk masuk atau keluar dari perdagangan serta tingkat risiko dan pengelolaan uang. Dengan tetap bertumpu pada rencana tersebut, seorang investor dapat meminimalkan keputusan yang bersifat impulsif yang dimotivasi oleh emosi yang kuat seperti rasa takut atau sikap serakah.

Kedua, disiplin merupakan kunci utamanya. Hal ini melibatkan kemampuan untuk tetap berpegang pada rencana trading Anda bahkan saat emosi menunjukkan hal sebaliknya. Kedisiplinan ini membantu Anda terhindar dari pengambilan keputusan yang tergesa-gesa dan tetap berfokus pada tujuan jangka panjang Anda.

Ketiga, manajemen risiko adalah hal yang sangat penting. Hal tersebut memiliki arti bahwa Anda hanya menginvestasikan uang yang dapat Anda tanggung kerugiannya dan tidak membebankan seluruh modal Anda pada satu jenis investasi saja. Selain itu, penetapan batas kerugian penting untuk melindungi modal Anda.

Selain itu, penting bagi trader untuk melatih kesadaran diri. Hal tersebut melibatkan perasaan yang Anda alami dan bagaimana emos tersebut dapat berpengaruh terhadap keputusan investasi Anda. Membuat jurnal trading dapat membantu Anda dikarenakan trader dapat mencatat perasaan yang dialami serta meninjau keputusan yang diambil.

Terakhir, pengelolaan stress merupakan hal penting dalam aktivitas trading. Berolahraga secara teratur, menjaga pola makan yang seimbang, cukup tidur, dan meluangkan waktu untuk bersantai serta beristirahat dapat membantu tader untuk mengendalikan stress.

Mengapa Psikologi Trading penting?

Pentingnya psikologi dalam trading terletak pada kemampuannya mempengaruhi keputusan yang diambil trader saat beroperasi pada pasar keuangan. Meskipun strategi investasi dan pengetahuan pasar sangat penting untuk kesuksesan perdagangan, pengelolaan emosi dan pola pikir investor juga sama pentingnya.

Bayangkan dua investor dengan tingkat pengetahuan dan akses terhadap informasi yang sama, namun salah satu dari mereka memiliki kendali atas emosinya dan yang lainnya tidak. Dalam rentang waktu yang lebih panjang, kemungkinan besar investor yang mengetahui cara mengelola emosi dan mengikuti rencana tradingnya tanpa terbawa rasa takut atau euforia akan memiliki kinerja yang jauh lebih baik.

Di satu sisi, trading bisa memicu emosi yang intens. Prospek keuntungan yang signifikan dapat menimbulkan emosi keserakahan yang dapat menyebabkan investor mengambil risiko yang tidak perlu atau menahan posisi terbuka lebih lama dari yang diperlukan. Di sisi lain, kerugian dapat menimbulkan ketakutan yang dapat mengakibatkan penjualan aset secara tergesa-gesa atau keengganan untuk membuka posisi baru.

Dari kedua emosi tersebut dapat mengganggu kemampuan investor dalam pengambilan keputusan yang rasional sehingga menyebabkan investor menyimpang dari rencana investasinya serta mengambil keputusan berdasarkan dorongan emosional daripada analisis pasar secara mendetail.

Psikologi trading membantu para trader untuk untuk melakukan identifikasi dan mencoba memahami emosi yang timbul lalu belajar untuk mengelolanya. Tujuan utamanya adalah untuk mengembangkan pola pikir yang memungkinkan Anda membuat keputusan perdagangan berdasarkan analisis dan strategi yang terdefinisi dengan baik, bukan berdasarkan respons emosional. Oleh karena itu, psikologi trading adalah bagian penting dari setiap strategi investasi yang sukses.

Contoh pengelolaan emosi dalam trading

Setelah mengetahui semua aspek tentang psikologi trading, mari kita lihat bagaimana hal tersebut diterapkan dalam beberapa contoh sehingga Anda mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang apa yang kita bicarakan ketika kita berbicara tentang psikologi trading.

Pertama, bayangkan seorang trader, sebut saja dengan Aditya.

Aditya telah melakukan analisis mendalam dan memutuskan untuk membeli saham perusahaan yang menurut perhitungannya undervalued. Dia menginvestasikan sejumlah besar modal di dalamnya dan memperkirakan harga akan naik dalam beberapa minggu mendatang. Namun, setelah beberapa jam, sahamnya mulai turun. Aditya melihat investasinya kehilangan nilai dan mulai merasa takut. Dengan berlalunya waktu, ketakutan muncul lalu menjual sahamnya untuk membatasi kerugiannya. Beberapa hari kemudian, saham perusahaan mulai naik kembali, seperti prediksi Aditya sebelumnya. Ini adalah contoh klasik bagaimana rasa takut dapat memengaruhi keputusan trading yang membuat kita mengambil keputusan tergesa-gesa.

Sekarang, mari kita lihat contoh kedua, trader lain yang bernama Inda.

Inda telah memperoleh sejumlah keuntungan yang signifikan dari operasi terbarunya dan merasa sangat optimis. Faktanya, dia merasa sangat percaya diri dengan keterampilan trading-nya sehingga dia memutuskan untuk menginvestasikan uangnya dengan jumlah yang jauh lebih besar dari biasanya dalam suatu perdagangan, berpikir bahwa keberuntungannya akan terus berlanjut. Namun, operasi tersebut ternyata gagal dan Inda mengalami kerugian yang cukup besar. Ini adalah contoh bagaimana euforia dapat mengaburkan penilaian kita sehingga membuat kita mengambil risiko yang tidak perlu.

Dua contoh ini menggambarkan pentingnya psikologi dalam trading. Aditya dan Inda adalah trader berpengalaman dan kompeten, namun emosi mereka membuat mereka mengambil keputusan yang berakhir dengan kerugian. Di sinilah psikologi trading berperan, membantu kita memahami dan mengelola emosi ini sehingga kita dapat membuat keputusan yang lebih rasional dan efektif, terlepas dari apa yang terjadi di pasar atau dalam pikiran kita.

Pertanyaan yang sering diajukan (FAQ)

Apa peran penting psikologi trading?

Psikologi trading memiliki peran penting dalam mengendalikan emosi yang trader alami. Hal tersebut membuat trader memahami emosi apa yang dirasakan sehingga dapat menanggulangi emosi tersebut dan membuat trader tidak jatuh ke dalam kerugian yang tidak seharusnya terjadi.

Emosi apa saja yang dominan muncul ketika melakukan trading?

Ketika melakukan trading pasti kita akan mengalami banyak emosi yang muncul. Beberapa emosi yang sering muncul ketika kita melakukan trading adalah rasa takut, sikap serakah, terlalu percaya diri, frustasi, dan rasa bosan. Apabila kita tidak dapat mengelola beberapa emosi yang sering muncul tersebut, kita cenderung akan mengambil keputusan yang bersifat impulsif dan tergesa-gesa.

Apakah trader dengan banyak pengalaman menjamin kesuksesan?

Jawabannya adalah belum tentu. Untuk menjadi trader yang sukses tidak hanya dengan analisis dan perencanaan trading yang baik. Diperlukan psikologi trading yang baik sehingga keduanya dapat berjalan bersamaan. Hal tersebut diperlukan guna menanggulangi apabila keadaan pasar tidak berjalan sesuai dengan apa yang telah kita pikirkan.

Artikel Terkait