Saham

Apa itu share capital? Apa itu modal saham? Apakah share capital sama dengan modal saham?
Dalam dunia investasi dan analisis keuangan perusahaan, share capital adalah istilah yang sering muncul dalam laporan keuangan, prospektus emiten, hingga dokumen korporasi. Istilah ini tampak teknis dan investor ritel seringkali mengabaikannya. Namun, di dalamnya tersimpan informasi penting terkait komitmen pemiliki terhadap perusahaan dan bagaimana kekuatan dasar permodalannya.
Dalam artikel ini, kami akan membahas apa itu share capital. Kemudian, kami juga akan membahas peran penting modal tersebut dalam sebuah perusahaan. Yuk, simak untuk tahu lebih jelas!
👉 Jenis-jenis Investor: Apa itu & Siapa Kamu di Dunia Investasi?
Share capital adalah total dana dan aset yang para pemilik maupun pemegang saham setorkan sejak awal pendirian maupun melalui penambahan modal. Dengan kata lain, modal ini mencerminkan nilai aset (tunai maupun non-tunai) yang pemiliki sediakan kepada perusahaan. Sehingga, perusahaan dapat menjalankan proyek atau kegiatan usaha yang telah mereka rencanakan.
Setoran modal tersebut dapat berbentuk uang tunai maupun aset non-tunai, seperti properti atau peralatan. Besarnya modal yang mereka setorkan tercermin dari jumlah saham yang masing-masing investor miliki. Semakin besar kepemilikan saham, maka semakin besar hak atas keuntungan perusahaan dan pengaruhnya dalam pengambilan keputusan (hak suara dalam RUPS).
Dalam istilah Indonesia kita dapa menyebut share capital adalah "Modal Saham".
👉 Bagaimana menilai perusahaan berdasarkan Analisis Fundamental?
Share capital dalam akuntansi adalah salah satu bagian ekuitas dalam neraca keuangan. Pos ini menunjukkan seberapa besar modal yang pemegang saham setorkan kepada perusahaan sejak awal pendirian hingga saat ini.
Selain modal saham, ekuitas juga terdiri dari laba yang belum perusahaan bagikan, yaitu keuntungan yang perusahaan tahan untuk ekspansi bisnis atau cadangan (reserves). Cadangan ini dapat berasal dari laba tahun-tahun sebelumnya yang tidak mereka bagikan sebagai dividen. Di sisi lain, cadangan tersebut juga berfungsi sebagai penopang keuangan ketika perusahaan menghadapi risiko atau ingin memperkuat modalnya.
Cadangan tersebut bersifat wajib karena diatur oleh hukum. Namun ada pula penetapan cadangan yang berasal dari anggaran dasar perusahaan, sisanya ada cadangan yang dibentuk secara sukarela sesuai kebijakan manajemen.
Bagi pemula, memahami struktur ekuitas (modal saham dan cadangan) dapat membantu menilai seberapa kuat pondasi keuangan perusahaan. Di sisi lain, pemula juga dapat menilai bagaimana perusahaan mengelola keuntungannya dalam jangka panjang.
Perlu Anda pahami bahwa share capital tidak selalu bersifat tetap. Nilai dapat ditambah maupun dikurangi, asalkan perusahaan mengikuti ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku.
Penambahan modal saham biasanya terjadi ketika perusahaan membutuhkan tambahan modal (misalnya ekspansi bisnis). Sebaliknya, perusahaan akan mengurangi modal saham untuk beberapa hal seperti menutupi kerugian ketika ekuitas perusahaan turun di bawah modal saham, menyesuaikan struktur modal saham, atau mengembalikan sebagian modal kepada pemegang saham.
Berikut penjelasan dari keduanya:
Berikut beberapa cara yang dapat perusahaan lakukan untuk meningkatkan share capital:
| Pemegang saham menyetorkan modal baru | Setoran baru ini dapat berupa uang tunai atau aset non-tunai (properti atau peralatan) | ||
| Melakukan kapitalisasi laba atau cadangan | Mengubah laba yang perusahaan tahan atau cadangan menjadi modal saham | ||
| Mengubah utang menjadi saham | Menghapuskan utang perusahaan kepada kreditur, sebagai gantinya kreditur akan menerima saham perusahaan |
| Cara Meningkatkan Share Capital | Penjelasan |
|---|---|
| Pemegang saham menyetorkan modal baru | Setoran baru ini dapat berupa uang tunai atau aset non-tunai (properti atau peralatan) |
| Melakukan kapitalisasi laba atau cadangan | Mengubah laba yang perusahaan tahan atau cadangan menjadi modal saham |
| Mengubah utang menjadi saham | Menghapuskan utang perusahaan kepada kreditur, sebagai gantinya kreditur akan menerima saham perusahaan |
Di sisi lain, perusahaan dapat mengurangi share capital melalui beberapa cara berikut:
| Menurunkan nilai nominal saham | Perusahaan dapat menurunkan nilai nominal per saham tanpa mengubah jumlah saham yang ada | ||
| Melakukan penghapusan atau penarikan saham | Mengembalikan sebagian modal kepada pemegang saham dan mengurangi jumlah saham yang beredar | ||
| Penggabungan saham (Reverse Stock Split) | Perusahaan menggabungkan beberapa saham menjadi satu saham baru namun harganya per saham meningkat |
| Cara Mengurangi Share Capital | Penjelasan |
|---|---|
| Menurunkan nilai nominal saham | Perusahaan dapat menurunkan nilai nominal per saham tanpa mengubah jumlah saham yang ada |
| Melakukan penghapusan atau penarikan saham | Mengembalikan sebagian modal kepada pemegang saham dan mengurangi jumlah saham yang beredar |
| Penggabungan saham (Reverse Stock Split) | Perusahaan menggabungkan beberapa saham menjadi satu saham baru namun harganya per saham meningkat |
Modal saham adalah komitmen perusahaan kepada para pemegang sahamnya. Artinya, dana atau aset yang pemegang saham setorkan menjadi bagian dari modal perusahaan dan merepresentasikan kepemilikan atas perusahaan. Sehingga, hal tersebut berbeda dengan liabilitas (utang), yaitu kewajiban perusahaan kepada pihak ketiga seperti bank maupun supplier.
Perbedaan utama antara share capital dengan utang terletak pada kepemilikan dan sumber dana. Agara dapat tercatat sebagai modal saham, kontribusi tersebut harus benar-benar dari dan milik pemegang saham. Kepemilikan ini penting karena menjadi dasar hak keuntungan dan hak suara pemegang saham dalam perusahaan tersebut.
Sebaliknya, jika dana yang digunakan untuk menyetor modal berasal dari pinjaman bank, maka dana tersebut tidak bukan modal saham. Dalam kondisi ini, perusahaan justru memiliki kewajiban terhadap lembaga keuangan, bukan kepada pemegang saham.
Bagi investor, memahami perbedaan keduanya membantu menilai kualitas modal perusahaan. Selain itu, investor juga dapat membedakan mana modal yang berasal dari kontribusi pemiliki dan mana modal yang bersumber dari utang.
Share capital memiliki peran penting dalam keberlangsungan dan struktur keuangan perusahaan. Berikut beberapa fungsi utama dari modal saham yang sudah kami rangkum dalam bentuk tabel:
| Indikator kepercayaan bagi pihak ketiga | Modal saham berfungsi sebagai jaminan tidak langsung atas kewajiban perusahaan. Dengan adanya modal saham, pihak ketiga (kreditur dan supplier) dapat menilai apakah perusahaan memiliki kemampuan untuk memenuhi kewajibannya. | ||
| Memungkinkan perusahaan untuk memulai dan menjalakan bisnisnya | Share capital menyediakan modal awal yang perusahaan butuhkan untuk memulai operasinya, menjalankan aktivitas bisnis, dan merealisasikan rencana bisnis yang telah perusahaan tetapkan sebelumnya. | ||
| Menentukan porsi kepemilikan dan hak pemegang saham | Besarnya modal saham yang masing-masing pemegang saham setorkan menjadi dasar persentase kepemilikan. Ini termasuk hak atas keuntungan dan hak suara dalam pengambilan keputusan perusahaan. |
| Fungsi Modal Saham | Penjelasan |
|---|---|
| Indikator kepercayaan bagi pihak ketiga | Modal saham berfungsi sebagai jaminan tidak langsung atas kewajiban perusahaan. Dengan adanya modal saham, pihak ketiga (kreditur dan supplier) dapat menilai apakah perusahaan memiliki kemampuan untuk memenuhi kewajibannya. |
| Memungkinkan perusahaan untuk memulai dan menjalakan bisnisnya | Share capital menyediakan modal awal yang perusahaan butuhkan untuk memulai operasinya, menjalankan aktivitas bisnis, dan merealisasikan rencana bisnis yang telah perusahaan tetapkan sebelumnya. |
| Menentukan porsi kepemilikan dan hak pemegang saham | Besarnya modal saham yang masing-masing pemegang saham setorkan menjadi dasar persentase kepemilikan. Ini termasuk hak atas keuntungan dan hak suara dalam pengambilan keputusan perusahaan. |
Bagi investor, memahami fungsi modal saham membantu melihat kekuatan pondasi modal perusahaan serta bagaimana struktur kepemilikan dibentuk sejak awal.
Untuk menghitung share capital, pertama Anda dapat menghitung kekayaan bersih perusahaan (net worth) dengan rumus berikut:

Setelah mendapatkan nilai net worth, selanjutnya Anda dapat mengurangkan seluruh komponen ekuitas yang bukan modal saham. Ini mencakup cadangan (reserve) dan laba yang belum perusahaan bagikan. Sehingga, hasil akhirnya adalah share capital.
Perlu Anda catat, bahwa net worth dan ekuitas tidak selalu identik. Net worth merupakan istilah yang lebih luas, karena bisa mencakup hibah, donasi, atau bantuan diterima perusahaan.
Dana tersebut berasal dari pihak ketiga dan bukan merupakan utang. Sehingga, hal tersebut tidak tercatat sebagai liabilitas, namun bukan juga modal saham.
Oleh karena itu, saat menghitung share capital, Anda perlu memastikan bahwa komponen-komponen tersebut tidak ikut dihitung sebagai modal saham.
Namun, ada cara langsung untuk menghitung modal saham. Yaitu, dengan melihat nilai nominal seluruh saham yang telah perusahaan tersebut terbitkan. Nilai ini biasanya sudah tercantum dalam laporan keuangan perusahaan.
👉 Daftar saham IPO 2026 di Bursa Indonesia hingga AS!
Untuk lebih mudah memahaminya, mari kita melihat contoh sederhana pada suatu perusahaan dengan data sebagai berikut:
Dalam contoh ini, kita mengasumsikan bahwa tidak ada penyesuaian perubahan nilai aset. Selain itu, tidak ada hibah, donasi, atau bantuan yang diterima perusahaan.
Berikut penghitungan net worth perusahaan tersebut:

Setelah mengetahui jumlah net worth, kurangkan dengan komponen ekuitas yang bukan modal saham, yaitu cadangan dan laba tahun berjalan. Berikut penghitungannya:

Sehingga hasilnya seperti berikut:
