Uang

Pertumbuhan ekonomi Indonesia merupakan indikator penting yang menunjukkan bahwa suatu negara memiliki tingkat kesejahteraan yang meningkat. Ekonomi yang tumbuh sesuai dengan target menandai penciptaan lapangan kerja yang bagus, kesejahteraan masyarakat yang membaik hingga menunjukkan suatu negara kuat secara ekonomi.
Pertumbuhan ekonomi yang lambat akan menandai suatu negara mengalami permasalahan yang perlu segera diatasi. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi yang terlalu cepat juga memiliki dampak negatif pada lingkungan dan peningkatan inflasi yang tidak terkontrol, yang berdampak pada tingkat kesejahteraan yang menurun.
Untuk memahami lebih lanjut bagaimana pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam lima tahun terakhir dan proyeksi di 2026 serta dampaknya pada investasi, simak artikel ini lebih lanjut!
Adam Smith mengemukakan pengertian pertumbuhan ekonomi adalah suatu kondisi ketika terjadi peningkatan kinerja pada suatu sektor, kemudan pertumbuhan tersebut menjadi simultan dan saling berkaitan. Menurut Adam Smith pertumbuhan ekonomi bertumpu pada peningkatan populasi yang berdampak pada bertambahnya output dan hasil.
Sementara itu David Ricardo mengatakan pertumbuhan penduduk yang besar bisa membuat kelebihan tenaga kerja sehingga upah yang diberikan akan menurun. Upah tersebut merupakan biaya taraf hidup minimum pekerja sehingga kondisi ekonomi akan mengalami kemandegan.
Dari kedua pendapat tersebut, dapat kita simpulkan pertumbuhan ekonomi adalah aktivitas ekonomi suatu negara yang mengalami perbaikan karena produktivitas yang tinggi dan upah penduduknya yang tinggi. Oleh sebab itu, pertumbuhan ekonomi merupakan data yang penting untuk melihat bagaimana suatu perekonomian negara berjalan. Apakah negara tersebut memiliki pendapatan tinggi yang menandai kesejahteraan penduduknya, atau justru mengalami stagnansi karena faktor tertentu.
Pertumbuhan ekonomi menunjukkan seberapa baik perekonomian berfungsi dalam menghasilkan kekayaan dan meningkatkan standar hidup masyarakatnya.
👉🏻 Kelas Menengah Indonesia Turun Kelas, Ini Cara Aman Kelola Keuangan!
Pertumbuhan ekonomi di suatu negara dapat melaju tinggi atau mengalami stagnansi bahkan menurun karena pengaruh beberapa faktor di bawah ini:

Mari kita lihat bersama-sama seperti apa pertumbuhan ekonomi Indonesia sejak 2020 dan perkembangan terbarunya!
Pada tahun 2020, Indonesia dan seluruh dunia mengalami pandemi Covid-19. Banyak negara mengalami pertumbuhan ekonomi negatif karena mandegnya aktivitas ekonomi akibat pembatasan yang berlaku.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2020 mengalami penurunan -2,07%. Ini menjadi yang terendah sejak 2014. Hal ini disebabkan seluruh sektor mengalami penurunan kecuali pertanian. Dari sisi pengeluaran semua pos mengalami penurunan kecuali belanja pemerintah.

Pada tahun ini, pemerintah telah melakukan vaksinasi Covid-19 serentak dan perlahan aktivitas ekonomi kembali berjalan meski masih dengan sistem work from home. Sedikit pelonggaran ini membuat pertumbuhan ekonomi yang tadinya terkontraksi, perlahan naik. Ekonomi Indonesia pada tahun 2021 tumbuh sebesar 3,69%.
Pada tahun 2022, pertumbuhan ekonomi Indonesia berhasil tumbuh 5,31%. Menjadi pertumbuhan yang paling tinggi sejak 2016.

Ekonomi Indonesia pada tahun ini terutama karena harga komoditas terutama batubara yang membuat neraca perdagangan mengalami surplus US$ 54,53 miliar. Selain itu daya beli masyarakat juga menopang pertumbuhan ini dengan adanya penyaluran bantian sosial sepert BLT BBM dan subsidi upah.
Geliat sektor pariwisata juga jadi penopangnya, hampir seluruh bandara internasional telah dibuka. Akhirnya kondisi ini membuat jumlah penumpang di seluruh moda transportasi meningkat, kunjungan wisatawan mancanegara naik dan rata-rata tingkat keterisian hotel bintang meningkat.

Di tahun ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia 2023 tetap kuat di tengah perlambatan ekonomi global. Penopang pertumbuhan ekonomi ini adalah industri pengolahan yang tumbuh 0,95% dan konsumsi rumah tangga yang naik 2,55%. Seperti di ketahui saat ini konsumsi rumah tangga merupakan penyumbang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Kelompok konsumsi yang tumbuh tinggi antara lain restoran dan hotel seiring maraknya kegiatan wisata selama liburan sekolah, Natal dan Tahun Baru. Serta transportasi dan komunikasi mendukung mobilitas untuk berwisata dan pembelian sepeda motor.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2024 cukup stabil namun terus menunjukkan perlambatan. Padahal tahun 2024 merupakan tahun politik (pemilihan presiden dan kepala daerah serentak) yang biasanya akan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui belanja. Kondisi ini sejalan dengan deflasi dalam lima bulan berturut-turut sejak Mei 2024 dan tingginya angka PHK.
Dengan kondisi tersebut, serta pertumbuhan ekonomi global yang penuh tantangan, pertumbuhan ekonomi Indonesia 2024 sebesar 5,03%. Pertumbuhan ekonomi ini masih didukung oleh sektor konsumsi rumah tangga yang memberikan kontribusi hingga 53,71%.
👉🏻 Deflasi Beruntun di Indonesia, Ungkap Sebab & Bahayanya
Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 tercatat lebih tinggi dari tahun sebelumnya, namun cenderung stabil. Menurut data BPS pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 tercatat tumbuh 5,11%. Pertumbuhan ekonomi ini didorong kondisi ekonomi yang lebih kuat pada kuartal IV-2025 yang tercatat tumbuh 5,39% sejalan dengan kondisi musiman libur akhir tahun.
Adapun besaran Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia atas dasar harga berlaku sebesar Rp 23.821,1 triliun dengan PDB per kapita sebesar Rp 83,7 juta atau US$ 5.083,4.
Berdasarkan data BPS, berikut perkembangan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 secara tahunan:


Struktur PDB Indonesia menurut sektor lapangan usaha masih didominasi oleh industri pengolahan sebesar 19,07%, diikuti oleh perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor 13,17%. Kemudian pertanian, kehutanan dan perikanan memberikan kontribusi 13,1% selanjutnya konstruksi (9,83%) dan pertambangan (8,75%).
Sementara itu PDB menurut pengeluaran adalah pertumbuhan masih disokong oleh konsumsi rumah tangga yang mencapai 53,88%. Komponen ini mengalami kenaikan 4,98%. Sementara itu jika dilihat dari pertumbuhannya, komponen ekspor barang dan jasa tumbuh 7,03% dengan kontribusi sebesar 22,85%.
Proyeksi pertumbuhan ekonomi adalah data penting yang wajib investor perhatikan. Sebab data ini akan memberikan gambaran yang jelas tentang arah kebijakan ekonomi ke depan yang pada gilirannya akan mempengaruhi berbagai keputusal di level makro maupun mikro. Data ini juga bisa membantu investor mempersiapkan diri menghadapi perubahan serta merancang strategi portofolionya yang sesuai dengan prediksi kondisi ekonomi.
👉🏻 Indonesia Catat Deflasi 0,15% pada Januari 2026
Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 pada rentang 4,9 - 5,7% dengan titik tengah 5,3%-5,7%. Menurut BI, pertumbuhan ekonomi 2026 adalah ditopang oleh kenaikan permintaan domestik sejalan dengan kebijakan pemerintah dan bauran kebijakan BI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
BI melihat program stimulus Pemerintah pada tahun 2026 perlu diperkuat untuk mendorong konsumsi rumah tangga dan penyerapan tenaga kerja. Sementara itu investasi juga akan diperkirakan lebih tinggi didorong oleh program hilirisasi Sumber Daya Alam.
Namun demikian, secara global masih ada risiko tren perlambatan. BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi global 2026 tumbuh 3,2% lebih rendah dari capaian 2025 yaitu 3,2%. Terutama karena dampak lanjutan tarif resiprokal AS dan kerentanan rantai pasokan global. Meski prospek perekonomian AS membaik didorong oleh investasi pada sektor teknologi termasuk AI dan stimulus fiskal pengurangan pajak.
Ruang penurunan suku bunga The Fed juga diprediksi akan semakin berkurang disertai masih tingginya yield UST sejalan dengan defisit fiskal AS. Sehingga ketidakpastian pasar keuangan global kedepan masih dipicu oleh kebijakan tarif resiprokal dan meluasnya eskalasi ketegangan geopolitik. Sehingga memerlukan sikap waspada dan respon kebijakan yang memperkuat daya tahan ekonomi Indonesia.
👉🏻 Suku Bunga The Fed: Pangkas 25 bps jadi 3,5%-3,75%
World Bank melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 stabil dikisaran 5%. Mereka memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 adalah stagnan di level tersebut, begitu juga dengan tahun 2027. Pertumbuhan ini didorong oleh investasi yang kuat dan surplus ekspor.
Lebih lanjut, World Bank melihat bahwa kebijakan moneter dan fiskal Indonesia mulai lebih akomodatif dengan stimulus meningkatkan kredit dan konsumsi sembari mempertahankan disiplin fiskal dan inflasi moderat.
Namun, terlepas dari stabilitas makro, Indonesia menghadapi tantangan pasar tenaga kerja yang berdampak pada kesejahteraan rumah tangga. Saat ini ekonomi menciptakan lapangan kerja bagi pendatang baru namun di sektor yang memiliki nilai tambah rendah dan banyak yang gagal membayar upah kelas menengah. Sehingga sepanjang tahun 2018-2024 upah riil menurun sebesar 1,1% setiap tahunnya.
Direktur World Bank untuk Indonesia dan Timor Leste Carolyn Truk melihat reformasi struktural dapat membuka potensi produktivitas dan mendorong terciptanya lapangan kerja dengan gaji yang lebih baik. Terutama pada perluasan dan peningkatan infrastruktur digital Indonesia. Namun masih ada tantangan yang dihadapi: ditengah perkembangan akses internet yang cepat, kualitas dan penggunaannya masih tidak merata.
Sementara itu kapasitas pusat data lokal sedang berkembang tetapi membutuhkan investasi dan lingkungan regulasi yang lebih mendukung untuk mencapai potensi penuhnya. Langkah-langkah yang dapat ditindaklanjuti dapat dilakukan—termasuk meningkatkan program pemerintah yang ada—untuk mengatasi tantangan ini dan mempercepat kemajuan menuju ekonomi digital yang lebih inklusif dan kompetitif.
👉🏻 Rapat Bank Sentral Eropa 2025: ECB Rate & Jadwal
Lembaga ekonomi INDEF, dalam laporannya November 2025 silam memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 adalah 5%. Stagnasi pertumbuhan ekonomi ini dipengaruhi oleh:
Nilai tukar Rupiah diproyeksikan melemah karena tekanan eksternal seperti geopolitik Timur Tengah dan defisit neraca perdagangan non-komoditas. Serta tingginya ketergantungan impor bahan baku dan pangan. Juga karena kebutuhan pembiayaan utang pemerintah yang menambah tekanan pada Rupiah.
Sementara itu inflasi akan lebih tinggi di kisaran 3% karena permintaan yang membaik sebagai dampak MBG serta komponen volatile food yang diproyeksikan terjadi loncakan. Adapun lonjakan ini karena sistem distribusi pangan nasional yang panjang dan tidak efisien.
Ke depan, pertumbuhan ekonomi Indonesia perlu diperkuat dengan memperhatikan serapan tenaga kerja yang lebih kuat. Upaya yang dilakukan adalah dengan memperhatikan penciptaan kerja formal yang bisa memberikan upah tinggi dan berkelanjutan. Sehingga kesejahteraan rumah tangga tidak tertekan oleh harga pangan dan energi.
👉🏻 Saham Bank Central Asia (BBCA): Bagaimana Cara Membelinya & Opini
Kini kita telah memiliki data pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 dan data lima tahun terakhir serta proyeksinya. Lalu bagaimana efeknya terhadap investasi?
Pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap aset investasi memiliki dampak yang positif. Terutama pada harga saham dan nilai mata uang di pasar forex. Saat pertumbuhan ekonomi mengalami kenaikan yang positif maka berpengaruh pada return saham yang akan meningkat.
Hal ini terjadi karena saat ekonomi naik, daya beli masyarakat akan naik. Ini membuat perusahaan memiliki kesempatan untuk meningkatkan penjualan. Saat pendapatan perusahaan naik, perusahaan akan memiliki kesempatan untuk melakukan ekspansi usaha yang akan membuat investor tertarik pada sahamnya dan akhirnya harga saham akan naik.
Pertumbuhan ekonomi juga akan mempengaruhi nilai mata uang suatu negara. Rupiah akan ikut menguat, sehingga akan lebih menguntungkan untuk membeli dengan pasangan mata uang Rupiah.