logo RankiaIndonesia

Apa Itu Arisan dan Perbedaannya dengan Menabung?

apa itu arisan dan perbedaannya dengan menabung

Arisan adalah kegiatan sosial yang sudah menjadi tren di masyarakat khususnya bagi kaum ibu-ibu, tapi apakah arisan sama dengan menabung?

Dalam artikel ini, kami akan membahas arisan itu apa. Kemudian, kami juga akan membahas cara kerja arisan dan perbedaannya dengan menabung. Mari, kita mulai pembahasannya!

👉🏻 Sebelum melanjutkan membaca, kami punya informasi menarik. Rankia mengadakan Rankia Challenge, kompetisi investasi dengan aset global tanpa modal. DAFTAR SEKARANG, portofolio dengan return terbaik bisa dapat hadiah uang nyata 100 Euro tiap bulan: Rankia Challenge 2026: Buktikan Anda Investor Terbaik Tahun Ini!

Apa Itu Arisan?

Arisan adalah kegiatan mengumpulkan uang atau barang secara berkala oleh sekelompok orang. Pada waktu yang telah mereka sepakati (mingguan atau bulanan), setiap anggota akan memberikan iuran dengan jumlah yang sama. Kemudian, dana yang terkumpul tersebut akan diberikan kepada salah satu anggota melalui undian atau giliran.

apa itu arisan
(Sumber: Tempo.co)

Umumnya, kegiatan ini terjadi dalam lingkungan keluarga, teman, atau komunitas. Terkadang, kegiatan tersebut menjadi cara mereka untuk berkumpul dan mempererat hubungan sosial antar anggota. Besarnya jumlah setoran uang tergantung pada kesepakatan anggota, mulai dari puluhan ribu hingga puluhan juta Rupiah.

Aturan dasar arisan adalah bisa berbeda pada setiap kelompok masyarakat, karena setiap kelompok bisa menentukan aturan mainnya sendiri. Mulai dari jumlah uang hingga rentang waktu. Namun biasanya aturan ini tidak tertulis.

Namun, kegiatan ini juga tidak lepas dari para oknum yang berusaha melakukan penipuan. Banyaknya korban penipuan arisan bodong, salah satunya karena masih banyak masyarakat di luar sana yang belum bisa membedakan apa itu arisan, menabung, dan investasi. Ketidaktahuan masyarakat tersebut menjadi senjata bagi pelaku untuk mencampur aduk ketiga hal tersebut menjadi satu dan menjerat para korbannya.

Arisan Bodong Selalu Disamarkan ke dalam Bentuk Investasi dan Tabungan

Pada dasarnya arisan, menabung, dan investasi punya perbedaan berdasarkan konsep serta tujuan keuangan. Namun, para oknum membalut arisan bodong menjadi bentuk investasi dan tabungan yang menjanjikan keuntungan yang tidak masuk akal, serta ada unsur skema ponzi di dalamnya.

Ujung-ujungnya, Anda tidak dapat mencairkan uang karena pelaku atau pihak yang mengelola membawa kabur uang tersebut dan menyebabkan kerugian finansial. Mendengar hal ini pasti akan membuat mental dan psikis Anda sangat terpukul, apalagi jika uang tersebut merupakan hasil jerih payah Anda bekerja setiap bulannya.

Oleh karena itu, penting bagi Anda khususnya kaum ibu-ibu untuk lebih berhati-hati lagi ketika ada ajakan untuk mengikuti sebuah arisan bodong yang mengandung beberapa unsur berikut:

  • Menjanjikan keuntungan yang tidak masuk akal kepada anggota.
  • Adanya bonus jika ada teman atau kerabat Anda yang bergabung dan ikut sebagai peserta (skema ponzi).
  • Kurangnya transparansi informasi terkait berapa orang yang menjadi peserta dan siapa pihak yang mengelola uang.

Ketiga hal di atas adalah ciri-ciri arisan bodong yang patut Anda hindari sehingga tidak asal ikut arisan begitu saja. Agar tidak menjadi korban arisan bodong berikutnya, Anda wajib memiliki literasi finansial yang baik serta mengetahui apa saja perbedaan arisan dan menabung.

Mekanisme Arisan

Dalam menjalankan kegiatan ini, terdapat beberapa mekanisme yang wajib semua anggota ikuti. Berikut daftar mekanisme arisan adalah:

Iuran rutinJumlah uang yang wajib anggota setorkan setiap periode yang telah mereka sepakati.
Frekuensi setoranPeriode setoran rutin uang mulai dari harian, mingguan, hingga bulanan.
BendaharaBendahara adalah orang yang bertanggung jawab atas uang yang terkumpul. Pemilihan bendahara berdasarkan kesepakatan seluruh anggota.
UndianPengundian terjadi secara berkala sesuai dengan waktu yang telah mereka tentukan. Biasanya, tergantung dari frekuensi setoran rutin anggota (harian, mingguan, atau bulanan).

Proses pengundian bisa terjadi di tempat kumpul seperti restoran atau rumah anggota.
Siklus berulangKegiatan ini tidak akan berhenti sampai seluruh anggota menerima bagian dan haknya.

Cara Kerja Arisan

Dalam prosesnya, kegiatan ini memiliki cara kerja arisan adalah:

  1. Pembentukan kelompok
    • Kelompok bisa terbentuk dari beberapa orang saja, minimal 2 orang atau lebih.
  2. Menentukan periode dan iuran
    • Setelah kelompok sudah terbentuk, Anda dan anggota lainnya bisa berdiskusi lebih lanjut dan menyepakati berapa iuran rutin serta berapa lama kegiatan ini akan berlangsung.
  3. Pengumpulan uang
    • Berdasarkan iuran dan periode pembayaran yang sudah disepakati, setiap anggota wajib membayarkan iuran secara berkala sesuai periode waktu yang telah disepakati. Misalnya Rp500 ribu setiap bulan selama 12 bulan (jumlah anggota = 12 orang)
  4. Pengundian
    • Setelah setoran rutin anggota sudah terkumpul semuanya, undian akan terlaksana untuk menentukan siapa yang berhak mendapatkan uang tersebut. Periode pengundian sesuai dengan periode iuran.
  5. Siklus berulang
    • Proses arisan tidak akan berhenti di tengah jalan sampai seluruh nama anggota mendapatkan uang mereka. Jika kelompok Anda memiliki 12 anggota, maka kegiatan akan berlangsung hingga 12 bulan agar semua anggota mendapatkan bagiannya (jika pembayaran iuran terjadi setiap bulan).

Jenis-jenis Arisan

Dari sekian banyaknya komunitas arisan yang ada di masyarakat, kegiatan arisan dapat dilakukan dalam beberapa jenis dan dapat dibedakan berdasarkan objek arisan, sistem pembayaran, hingga cara pelaksanaannya.

#1 Berdasarkan Objek Arisan

Jenis arisan berdasarkan objeknya terbagi menjadi 3, yaitu:

Uang TunaiPada arisan uang tunai adalah setiap anggota memiliki jumlah setoran rutin yang sama di setiap periodenya. Anggota yang berhak menerima uang dari dana yang sudah terkumpul adalah anggota yang namanya keluar dalam pengundian.
BarangJenis ini tidak menjadikan uang tunai sebagai objek, melainkan barang-barang seperti perhiasan dan sembako. Contohnya arisan sembako dan barang-barang pernikahan.
Jasa atau LayananArisan jasa/layanan memiliki tujuan untuk membiayai suatu layanan bagi para anggota yang namanya keluar dalam pengundian. Misalnya arisan kurban dan umroh.

#2 Berdasarkan Cara Pelaksanaan

Acara arisan di masyarakat bisa kita lakukan melalui dua cara, yaitu offline maupun online. Berikut penjelasannya:

  • Arisan konvensional
    • Pelaksanaannya secara tatap muka di mana para anggota biasanya akan melakukan pertemuan rutin di rumah salah seorang anggota atau berkumpul di sebuah rumah makan. Kemudian, di akhir sesi pertemuan rutin tersebut juga akan berlangsung pengundian untuk menentukan siapa anggota yang berhak menerima uang.
  • Arisan online
    • Jenis ini melakukan kegiatannya melalui platform digital seperti Whatsapp atau aplikasi arisan online. Pengundian hingga komunikasi antar anggotanya dilakukan secara online. Contohnya pengumuman siapa anggota yang menang undian bisa kita lihat melalui rekaman video pengundian.

#3 Berdasarkan Sistem Pembayaran

Kemudian, sistem pembayaran arisan terbagi menjadi beberapa macam. Berikut penjelasannya:

  • Sistem menurun
    • Jenis sistem pembayaran ini memberlakukan jumlah setoran yang berbeda-beda kepada anggotanya. Anggota yang punya jumlah setoran yang lebih besar akan mendapatkan keuntungan karena namanya akan lebih cepat keluar di undian.
  • Sistem flat
    • Jumlah setoran uang setiap anggota sama di setiap periodenya.
  • Sistem gugur
    • Anggota yang namanya keluar saat pengundian, mereka tidak perlu lagi menyetor uang pada periode berikutnya.
  • Sistem tembak
    • Anggota memiliki suara untuk mengajukan jumlah dana yang ingin mereka dapatkan, namun dengan adanya tambahan biaya atau bunga tertentu.
  • Jual beli arisan
    • Anggota yang menjual hak nomor kepada anggota lainnya, di mana ada satu anggota yang menjual haknya kepada anggota lain untuk bisa mendapatkan uang lebih awal dengan harga tertentu.

Contoh Arisan

Untuk lebih memudahkan Anda dalam memahami cara kerja dan mekanisme, Anda bisa simak contoh arisan adalah:

  • Anda mengikuti sebuah arisan yang terdiri dari 10 peserta.
  • Ada iuran rutin yang wajib Anda bayarkan sebesar Rp500 ribu setiap bulan. Kegiatan arisan ini akan berjalan selama 10 bulan hingga seluruh peserta mendapatkan gilirannya.
  • Total dana yang berhasil terkumpul setiap bulannya adalah Rp5 juta (Rp500 ribu x 10 orang). Uang ini akan dibayarkan kepada salah seorang peserta yang namanya keluar saat pengundian.
  • Siklus akan berulang hingga semua peserta menerima bagiannya.

Apa Tujuan dan Keuntungan Ikut Arisan?

Banyaknya masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut bukan karena untuk tujuan keuangan semata, tetapi juga banyak masyarakat yang menjadikan kegiatan ini sebagai ajang untuk berkumpul atau bersilaturahmi dengan orang lain. Berikut beberapa manfaat sosial yang dapat Anda rasakan:

  • Membangun relasi dan melakukan networking.
  • Membangun kepercayaan di antara anggota komunitas.
  • Menjadi tempat untuk sharing knowledge dan saling tukar pikiran.

Kelebihan dan Kekurangan Arisan

Ketika Anda ingin mengikuti kegiatan arisan, penting untuk benar-benar memahami kelebihan dan kekurangan arisan adalah:

KelebihanKekurangan
✅ Menjadi sarana sosial untuk bertemu kerabat terdekat dan bertukar informasi❌ Perjanjian bisa lemah secara hukum karena hanya berdasarkan kesepakatan komunitas
✅ Bisa memberikan nilai tambah apabila arisan memiliki kegiatan rutin yang menambah softskill❌ Rentan penggelapan dana
✅ Melatih untuk rutin dan disiplin menyisihkan uang❌ Bisa menjadi lebih boros karena ada kewajiban sebagai penganggungjawab acara
Meningkatkan kemampuan mengadakan acara karena biasanya setiap anggota akan bergilir untuk bertanggungjawab mengadakan acara❌ Bisa menimbulkan kecemburuan sosial antar anggota
Bisa mengajukan pinjaman ke pengurus apabila kas mencukupi, dan pinjaman biasanya tanpa bunga. Jika ada bunga, biasanya berdasarkan kesepakatan antar anggota/

👉🏻 Cara Investasi 20 Juta yang Menguntungkan & Aman, yuk simak!

Apakah Arisan itu Haram?

apa boleh ikut arisan menurut islam
(Sumber: Neraca.co.id)

Selama kegiatan atau acara arisan di masyarakat tidak mengandung unsur riba, gharar, atau maisir, maka kegiatan ini tidaklah haram. Namun, ada beberapa jenis arisan yang dapat menjurus haram dan sebaiknya perlu masyarakat muslim hindari. Berikut daftar jenis dan penjelasannya:

MenurunDalam praktiknya, jenis arisan menurun mengandung riba di mana pembayaran semakin kecil seiring berjalannya waktu. Ini membuat anggota yang namanya keluar saat pengundian di awal mendapatkan dana yang lebih besar dari apa yang sudah mereka bayarkan. Terdapat unsur riba di dalamnya karena pengembalian utang yang berbeda dari nilainya.
BerhadiahArisan berhadiah bisa menjadi haram karena ada tambahan hadiah dari uang iuran peserta.
Jual-beli hak nomorMenjual hak nomor antrian untuk mendapatkan giliran lebih awal dengan harga tertentu adalah praktik haram. Ini karena mengandung unsur riba nasi'ah dan dapat merugikan pihak lain.
BarangArisan barang juga bisa haram jika harga barang tidak tetap atau berubah-ubah, serta tidak ada kepastian. Ketika harga barang naik, maka anggota yang mendapatkan giliran terakhir seperti berutang karena iuran yang mereka bayarkan tidak sesuai dengan harga barang yang sudah naik.

👉🏻 Cara Investasi Rutin Setiap Bulan dengan Modal Kecil

Dasar Hukum Arisan

Walaupun tidak ada satu pun fatwa MUI yang membahas secara spesifik tentang kegiatan ini, namun ada beberapa fatwa MUI berikut yang relevan dengan kegiatan ini di Indonesia. Berikut penjelasannya:

  • Fatwa DSN-MUI No.19/DSN-MUI/IV/2001
    • Fatwa MUI ini menekankan bahwa masyarakat wajib mengembalikan seluruh utang pokok yang mereka pinjam sesuai dengan waktu yang telah disepakati. Berdasarkan prinsip ini, pengembalian uang yang Anda terima harus sesuai jumlah utang pokoknya tanpa ada bunga tambahan.
  • Fatwa DSN-MUI No.79/DSN-MUI/III/2011
    • Cara pelaksanaan yang tidak haram dan tidak menyalahi hukum syariah juga bisa Anda lihat skemanya melalui fatwa MUI ini.

Pada dasarnya, MUI tidak melarang kegiatan arisan untuk masyarakat, asalkan tidak mengandung unsur riba (bunga atau biaya tambahan), maisur (perjudian), dan gharar (ketidakpastian). Selain itu, harus ada unsur tolong-menolong dan transparan mengenai jumlah uang, waktu, hingga bagaimana mekanisme arisannya.

Baca juga: Apakah Trading Halal atau Haram? Penjelasan menurut Islam & Fatwa MUI

Jangan Ikut Arisan, Jika Anda punya Tanda-tanda Keuangan Berikut!

Keikutsertaan Anda pada kegiatan ini bisa saja berhenti di tengah jalan jika Anda tidak memperhatikan tanda-tanda keuangan berikut:

1. Pengaturan Keuangan Anda Sangat Buruk

Salah satu tanda bahwa manajemen keuangan Anda buruk adalah pengeluaran lebih besar daripada pemasukan. Jika Anda tidak memperhatikan hal ini, maka besar kemungkinan Anda pasti akan kesulitan untuk memenuhi kewajiban iuran rutin.

Karena selama periode tertentu, iuran Anda akan masuk ke dalam pos pengeluaran rutin setiap bulan yang harus selalu dibayarkan. Jika tidak segera memperbaiki cash flow, Anda hanya gali lubang tutup lubang dengan menurunkan pinjaman baru untuk menutupi utang tersebut. Alhasil, Anda akan terjebak di dalam lingkaran utang tidak berujung.

👉 Baca juga: Apa itu Utang?

2. Tidak ada Tujuan dan Prioritas Keuangan

Mengikuti kegiatan tersebut tanpa adanya tujuan dan prioritas keuangan yang jelas hanya akan menambah beban keuangan Anda dan membuat utang semakin bertambah. Karena seharusnya uang tersebut sebaiknya digunakan untuk hal-hal produktif seperti modal usaha atau digunakan untuk membeli barang-barang yang bisa meningkatkan produktivitas Anda dalam bekerja.

Apakah arisan sama dengan menabung?

Berdasarkan fatwa MUI yang sudah kami sebutkan di poin sebelumnya, uang yang Anda terima sebagai peserta termasuk ke dalam bentuk utang yang wajib Anda bayarkan. Menurut pandangan MUI tersebut, tentu kita bisa mendapatkan kesimpulan bahwa kegiatan ini sama dengan uang pinjaman.

Namun, hal yang membedakan uang arisan dengan uang pinjaman yang marak di masyarakat adalah uang ini tidak ada bunganya atau jumlah uang yang Anda dapatkan sesuai dengan iuran rutin yang dibayarkan. Jika kita analogikan secara sederhana, uang arisan itu sama halnya seperti cicilan 0% atau tanpa bunga. Tentu, ini berbeda dengan konsep menabung yang memiliki unsur bunga di dalamnya walaupun kecil sekalipun.

Berikut adalah beberapa perbedaan antara arisan dan menabung:

Perbedaan Arisan dan Menabung

BungaArisan yang halal tidak memberlakukan bunga kepada pesertanya. Sehingga, hal ini juga tidak akan membuat uang semakin besar di masa depan.Uang yang Anda tabung di bank akan mendapatkan bunga dari pihak bank. Sehingga, nilai uang Anda di masa depan semakin besar.
Sumber danaUang yang Anda dapatkan bersumber dari kumpulan dana seluruh peserta, termasuk diri Anda. Selain sering dianggap uang kaget, uang ini juga dikenal sebagai dana kolektif dari seluruh peserta.Uang yang Anda tabung di bank bersumber dari dana pribadi.
Fleksibilitas penggunaan danaUang tidak dapat dicairkan karena ada waktu tunggu dan mekanisme pengundian yang harus dilalui peserta.Uang Anda di tabungan atau rekening bisa dengan mudah dicairkan dan ditarik kapan saja.
Tujuan keuanganUmumnya, dana dari kegiatan ini banyak digunakan masyarakat untuk konsumtif.Uang yang terkumpul di tabungan bisa Anda gunakan untuk berbagai tujuan keuangan sesuai kebutuhan. Misalnya sebagai dana darurat atau investasi jangka panjang.
KeamananUang Anda bisa saja dibawa kabur bendahara.Uang yang ada di tabungan bank dijamin keamanannya oleh BPS untuk jumlah tabungan hingga Rp2 miliar per nasabah per bank.
DisiplinDapat membangun kebiasaan menabung rutin karena ada kewajiban iuran yang harus selalu dibayarkan di setiap periode.
Menabung rutin di bank akan melatih diri Anda untuk selalu konsisten dan disiplin dalam mengatur keuangan.
Setoran Ada iuran rutin yang wajib dibayarkan di setiap periode.Jumlah uang yang disetorkan untuk menabung bisa disesuaikan sesuai kebutuhan.
PrioritasBiasanya tidak dijadikan prioritas keuangan. Karena sering dianggap sebagai uang kaget dan banyak digunakan untuk konsumtif.Secara prioritas keuangan, menabung termasuk ke dalam piramida keuangan yang sangat penting untuk dilakukan

👉🏻 Cara Investasi Saham Modal Kecil: Strategi hingga Rekomendasi

Kesimpulan

Kita sudah membahas apa itu arisan, kecenderungan tertipu arisan bodong hingga kelebihan dan kekurangan arisan.

Nah, sari beberapa aspek perbedaan arisan vs menabung di atas, perbedaan utama dari keduanya terletak pada aspek prioritas, tujuan keuangan, keamanan, dan nilai uang Anda di masa depan. Jadi, mana yang lebih menguntungkan?

Tentu, Anda bisa mempertimbangkan untuk menabung daripada ikut arisan dengan keuntungan dijamin LPS dan sangat bagus untuk investasi jangka panjang dalam mempersiapkan berbagai tujuan keuangan dengan potensi nilai uang yang semakin tinggi di masa depan.

👉 Untuk mengetahui apa saja manfaat menabung bagi keuangan Anda, Anda bisa simak artilel berikut: Apa Manfaat Menabung? Penting Dilakukan Sejak Dini lo!

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Iklan
Artikel terkait