Uang
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Q1-2026 Tumbuh 5,61%

Daftar Isi
Pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi sorotan setelah BPS mengumumkan pada 5 Mei 2026. Di tengah perlambatan perdagangan global serta peningkatan ketegangan geopolitik, ekonomi Indonesia justru tumbuh solid.
Data BPS menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal 1-2026 tumbuh 5,61% secara tahunan. Sekilas, angka ini menunjukkan ekonomi yang solid namun sebagian besar pertumbuhan ditopang oleh konsumsi rumah tangga karena momentum Ramadan dan Idulfitri.
Dalam artikel ini saya akan mengulas:
- Tren pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam lima tahun terakhir
- Pertumbuhan ekonomi Indonesia Q1-2026 didorong oleh: konsumsi rumah tangga, peningkatan investasi dan belanja pemerintah, serta efek musiman Ramadan & Idulfitri.
- Industri pengolahan tetap menjadi kontributor utama PDB
Untuk memahami lebih lanjut bagaimana pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam lima tahun terakhir dan proyeksi di 2026 serta dampaknya pada investasi, simak artikel ini lebih lanjut!
Apa itu pertumbuhan ekonomi?
Adam Smith mengemukakan pengertian pertumbuhan ekonomi adalah suatu kondisi ketika terjadi peningkatan kinerja pada suatu sektor, kemudan pertumbuhan tersebut menjadi simultan dan saling berkaitan. Menurut Adam Smith pertumbuhan ekonomi bertumpu pada peningkatan populasi yang berdampak pada bertambahnya output dan hasil.
Sementara itu David Ricardo mengatakan pertumbuhan penduduk yang besar bisa membuat kelebihan tenaga kerja sehingga upah yang diberikan akan menurun. Upah tersebut merupakan biaya taraf hidup minimum pekerja sehingga kondisi ekonomi akan mengalami kemandegan.
Dari kedua pendapat tersebut, dapat kita simpulkan pertumbuhan ekonomi adalah aktivitas ekonomi suatu negara yang mengalami perbaikan karena produktivitas yang tinggi dan upah penduduknya yang tinggi. Oleh sebab itu, pertumbuhan ekonomi merupakan data yang penting untuk melihat bagaimana suatu perekonomian negara berjalan. Apakah negara tersebut memiliki pendapatan tinggi yang menandai kesejahteraan penduduknya, atau justru mengalami stagnansi karena faktor tertentu.
Pertumbuhan ekonomi menunjukkan seberapa baik perekonomian berfungsi dalam menghasilkan kekayaan dan meningkatkan standar hidup masyarakatnya.
👉🏻 Kelas Menengah Indonesia Turun Kelas, Ini Cara Aman Kelola Keuangan!
Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi
Pertumbuhan ekonomi di suatu negara dapat melaju tinggi atau mengalami stagnansi bahkan menurun karena pengaruh beberapa faktor di bawah ini:
- Sumber Daya Alam: ketersediaan sumber daya alam yang melimpah merupakan modal suatu negara untuk melakukan pembangunan dan memenuhi hajat hidup warganya.
- Sumber Daya Manusia: merupakan individu produktif yang menjadi penggerak produksi yang pada akhirnya menopang pertumbuhan ekonomi.
- Akumulasi modal: merupakan persediaan dari faktor produksi yang bisa direproduksi. Tingkat tabungan yang tinggi akan memungkinkan lebih banyak investasi yang bisa mempengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi yang lebih tunggi.
- Teknologi: perubahan teknologi erat dengan perubahan metode produksi yang lebih efektif dan efisien yang bisa meningkatkan produktivitas SDM, modal dan faktor produksi lainnua.
- Politik: politik yang tidak stabil dan pemerintahan yang korup akan menghambat pertumbuhan ekonomi.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia per Kuartal I-2026 tumbuh 5,61%

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I-2026 tumbuh 5,61% dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi Indonesia terlihat cukup solid di tenga perlambatan perdagangan global.
Meski cukup tinggi, ada beberapa catatan yang perlu kita perhatikan. Jika kita lihat kembali, maka penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 adalah konsumsi.
Efek Ramadan dan THR
BPS mencatat bahwa konsumsi masyarakat terus tumbuh, terlihat dari indeks penjualan eceran riil kuartal 1-2026 yang tumbuh 4,74% secara tahunan. Selain itu transaksi online dari e-retail dan marketplace juga tumbuh 6,19% secara kuartalan. Serta nilai transaksi uang elektronik, kartu debit dan kredit yang tumbuh 4,2% secara tahunan (yoy). Lebih lanjut, nilai impor barang konsumsi juga tercatat tumbuh 6,12%.
Pemerintah dan swasta turun berperan dalam mendorong tingkat konsumsi masyarakat melalui pencairan Tunjangan Hari Raya (THR). Sehingga turut mendorong mobilitas masyarakat.
Konsumsi Rumah Tangga menjadi penopang utama PDB dengan kontribusi sebesar 54,36%, dengan laju pertumbuhan 5,52% yoy. Sehingga menjadi sumber pertumbuhan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 2,92%.
Pertumbuhan pada pos ini meningkat seiring dengan pertumbuhan pengeluaran pada kelompok restoran dan hotel sebesar 7,38% dan konsumsi transportasi & komunikasi sebesar 6,91% yoy.
Industri pengolahan menjadi motor utama

Jika kita lihat pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026 menurut lapangan usaha, kontribusi terbesar datang dari industri pengolahan (19,07%) dengan pertumbuhan 5,04% yoy. Kemudian disusul oleh sektor perdagangan (13,28%), pertanian (12,67%), konstruksi (9,81%) dan pertambangan (8,69%).
Pertumbuhan industri pengolahan didorong oleh industri makanan dan minuman yang tumbuh 7,04%. Terutama didorong oleh permintaan produk makanan dan minuman (13,41% yoy) selama Bulan Ramadan dan Idul Fitri dan perluasan cakupan program MBG. Serta peningkatan produksi beras dan permintaan CPO dan produk turunannya.
Pertumbuhan industri pengolahan juga turut terdorong karena kenaikan industri barang logam (10,35%) seiring dengan peningkatan permintaan luar negeri untuk barang elektronik dan baterai. Industri kimia, farmasi dan obat tradisional juga tumbuh 7,41% karena peningkatan produksi kimia dan farmasi untuk memenuhi kebutuhan domestik dan luar negeri.
Pertumbuhan sektor lainnya didorong oleh:
- Perdagangan besar dan eceran: produksi barang pertanian dan industri pengolahan, peningkatan impor barang konsumsi, barang modal serta bahan baku pendorong, peningkatan aktivitas belanja masyarakat, dan peningkatan aktivitas perdagangan melalui sistem elektronik.
- Pertanian: pertumbuhan tanaman pangan (7,58%) dan peternakan (11,84%) karena peningkatan daging ayam ras dan telur untuk memenuhi permintaan selama Idulfitri dan program MBG.
- Konstruksi: peningkatan realisasi belanja modal pemerintah, peningkatan penambahan jumlah SPPG dan Koperasi Desa Merah Putih serta peningkatan penyediaan bahan baku konstruksi.
Peningkatan investasi dan belanja pemerintah

Dalam laporan BPS, salah satu lapangan usaha yang cukup mengalami peningkatan signifikan adalah akomodasi & makan minum dengan pertumbuhan 13,14%. Lapangan usaha ini menyumbang 2,79% dari total PDB. Peningkatan pada lapangan usaha ini didorong oleh peningkatan kinerja penyediaan makan minum seiring perluasan cakupan program MBG dan momen libur nasional.
Data lainnya juga menunjukkan, PDB menurut pengeluaran, turut didorong oleh kenaikan konsumsi pemerintah. Pos ini naik 21,81% karena peningkatan realisasi belanja pegawai melalui gaji ke-14 (THR) serta belanja barang dan jasa untuk program MBG. Adapun pos konsumsi pemerintah menyumbang 6,72% dari total PDB.
Kemudian dari pos investasi, pertumbuhan positif ini didorong oleh peningkatan subkomponen kendaraan (12,39% yoy), mesin dan perlengkapan (10,78%) karena peningkatan impor barang modal jenis mesin serta belanja pemerintah untuk peralatan dan mesin. Serta pertumbuhan realisasi investasi BKPM sebesar 7,22%.
Data pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam 5 tahun terakhir

Mari kita lihat bersama-sama seperti apa pertumbuhan ekonomi Indonesia sejak 2020 dan perkembangan terbarunya!
Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020
Pada tahun 2020, Indonesia dan seluruh dunia mengalami pandemi Covid-19. Banyak negara mengalami pertumbuhan ekonomi negatif karena mandegnya aktivitas ekonomi akibat pembatasan yang berlaku.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2020 mengalami penurunan -2,07%. Ini menjadi yang terendah sejak 2014. Hal ini disebabkan seluruh sektor mengalami penurunan kecuali pertanian. Dari sisi pengeluaran semua pos mengalami penurunan kecuali belanja pemerintah.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021

Pada tahun ini, pemerintah telah melakukan vaksinasi Covid-19 serentak dan perlahan aktivitas ekonomi kembali berjalan meski masih dengan sistem work from home. Sedikit pelonggaran ini membuat pertumbuhan ekonomi yang tadinya terkontraksi, perlahan naik. Ekonomi Indonesia pada tahun 2021 tumbuh sebesar 3,69%.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2022
Pada tahun 2022, pertumbuhan ekonomi Indonesia berhasil tumbuh 5,31%. Menjadi pertumbuhan yang paling tinggi sejak 2016.

Ekonomi Indonesia pada tahun ini terutama karena harga komoditas terutama batubara yang membuat neraca perdagangan mengalami surplus US$ 54,53 miliar. Selain itu daya beli masyarakat juga menopang pertumbuhan ini dengan adanya penyaluran bantian sosial sepert BLT BBM dan subsidi upah.
Geliat sektor pariwisata juga jadi penopangnya, hampir seluruh bandara internasional telah dibuka. Akhirnya kondisi ini membuat jumlah penumpang di seluruh moda transportasi meningkat, kunjungan wisatawan mancanegara naik dan rata-rata tingkat keterisian hotel bintang meningkat.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2023

Di tahun ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia 2023 tetap kuat di tengah perlambatan ekonomi global. Penopang pertumbuhan ekonomi ini adalah industri pengolahan yang tumbuh 0,95% dan konsumsi rumah tangga yang naik 2,55%. Seperti di ketahui saat ini konsumsi rumah tangga merupakan penyumbang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Kelompok konsumsi yang tumbuh tinggi antara lain restoran dan hotel seiring maraknya kegiatan wisata selama liburan sekolah, Natal dan Tahun Baru. Serta transportasi dan komunikasi mendukung mobilitas untuk berwisata dan pembelian sepeda motor.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2024

Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2024 cukup stabil namun terus menunjukkan perlambatan. Padahal tahun 2024 merupakan tahun politik (pemilihan presiden dan kepala daerah serentak) yang biasanya akan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui belanja. Kondisi ini sejalan dengan deflasi dalam lima bulan berturut-turut sejak Mei 2024 dan tingginya angka PHK.
Dengan kondisi tersebut, serta pertumbuhan ekonomi global yang penuh tantangan, pertumbuhan ekonomi Indonesia 2024 sebesar 5,03%. Pertumbuhan ekonomi ini masih didukung oleh sektor konsumsi rumah tangga yang memberikan kontribusi hingga 53,71%.
👉🏻 Deflasi Beruntun di Indonesia, Ungkap Sebab & Bahayanya
Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025
Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 tercatat lebih tinggi dari tahun sebelumnya, namun cenderung stabil. Menurut data BPS pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 tercatat tumbuh 5,11%. Pertumbuhan ekonomi ini didorong kondisi ekonomi yang lebih kuat pada kuartal IV-2025 yang tercatat tumbuh 5,39% sejalan dengan kondisi musiman libur akhir tahun.
Adapun besaran Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia atas dasar harga berlaku sebesar Rp 23.821,1 triliun dengan PDB per kapita sebesar Rp 83,7 juta atau US$ 5.083,4.
Berdasarkan data BPS, berikut perkembangan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 secara tahunan:
- Kuartal I-2025: 4,87%
- Kuartal II-2025: 5,12%
- Kuartal III-2025: 5,04%
- Kuartal IV-2025: 5,39%


Struktur PDB Indonesia menurut sektor lapangan usaha masih didominasi oleh industri pengolahan sebesar 19,07%, diikuti oleh perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor 13,17%. Kemudian pertanian, kehutanan dan perikanan memberikan kontribusi 13,1% selanjutnya konstruksi (9,83%) dan pertambangan (8,75%).
Sementara itu PDB menurut pengeluaran adalah pertumbuhan masih disokong oleh konsumsi rumah tangga yang mencapai 53,88%. Komponen ini mengalami kenaikan 4,98%. Sementara itu jika dilihat dari pertumbuhannya, komponen ekspor barang dan jasa tumbuh 7,03% dengan kontribusi sebesar 22,85%.
Proyeksi pertumbuhan ekonomi adalah data penting yang wajib investor perhatikan. Sebab data ini akan memberikan gambaran yang jelas tentang arah kebijakan ekonomi ke depan yang pada gilirannya akan mempengaruhi berbagai keputusal di level makro maupun mikro. Data ini juga bisa membantu investor mempersiapkan diri menghadapi perubahan serta merancang strategi portofolionya yang sesuai dengan prediksi kondisi ekonomi.
👉🏻 Indonesia Catat Deflasi 0,15% pada Januari 2026
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2026 oleh Bank Indonesia (BI)
Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 pada rentang 4,9 - 5,7% dengan titik tengah 5,3%. Menurut BI, pertumbuhan ekonomi 2026 ke depan penopang utamanya adalah permintaan domestik yaitu konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah dan investasi.
Namun BI melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia masih rentan terhadap guncangan global dan sangat bergantung pada kekuatan domestik. Terutama karena ketergantungan pada aliran modal asing (hot money). Mengingat kondisi saat ini menunjukkan aliran modal global terus bergeser ke safe-haven asset. Hal ini ditunjukkan dengan menguatnya indeks dolar AS (DXY), sedangkan mata uang emerging markets makin tertekan.
Penguatan indeks dolar ini juga bisa membuat biaya utang luar negeri yang meningkat. Apalagi ada proyeksi bahwa The Fed belum akan menurunkan suku bunganya yang mempersempit ruang pelonggaran kebijakan moneter global.
Di sisi lain, ada tekanan dari kondisi geopolitik saat ini. Kondisi ini bisa menyebabkan disrupsi rantau pasok dan volatilitas pada harga komoditas. Mengingat Indonesia saat ini memiliki struktur yang sangat bergantung pada komoditas. Ketika ada perlambatan ekonomi global, maka permintaan komoditas bisa turun dan ekspor bisa melemah.
👉🏻 Suku Bunga The Fed: Pangkas 25 bps jadi 3,5%-3,75%
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2026 oleh World Bank
World Bank melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 stabil dikisaran 5%. Mereka memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 adalah stagnan di level tersebut, begitu juga dengan tahun 2027. Pertumbuhan ini didorong oleh investasi yang kuat dan surplus ekspor.
Lebih lanjut, World Bank melihat bahwa kebijakan moneter dan fiskal Indonesia mulai lebih akomodatif dengan stimulus meningkatkan kredit dan konsumsi sembari mempertahankan disiplin fiskal dan inflasi moderat.
Namun, terlepas dari stabilitas makro, Indonesia menghadapi tantangan pasar tenaga kerja yang berdampak pada kesejahteraan rumah tangga. Saat ini ekonomi menciptakan lapangan kerja bagi pendatang baru namun di sektor yang memiliki nilai tambah rendah dan banyak yang gagal membayar upah kelas menengah. Sehingga sepanjang tahun 2018-2024 upah riil menurun sebesar 1,1% setiap tahunnya.
Direktur World Bank untuk Indonesia dan Timor Leste Carolyn Truk melihat reformasi struktural dapat membuka potensi produktivitas dan mendorong terciptanya lapangan kerja dengan gaji yang lebih baik. Terutama pada perluasan dan peningkatan infrastruktur digital Indonesia. Namun masih ada tantangan yang dihadapi: ditengah perkembangan akses internet yang cepat, kualitas dan penggunaannya masih tidak merata.
Sementara itu kapasitas pusat data lokal sedang berkembang tetapi membutuhkan investasi dan lingkungan regulasi yang lebih mendukung untuk mencapai potensi penuhnya. Langkah-langkah yang dapat ditindaklanjuti dapat dilakukan—termasuk meningkatkan program pemerintah yang ada—untuk mengatasi tantangan ini dan mempercepat kemajuan menuju ekonomi digital yang lebih inklusif dan kompetitif.
👉🏻 Rapat Bank Sentral Eropa 2025: ECB Rate & Jadwal
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 oleh INDEF
Lembaga ekonomi INDEF, dalam laporannya November 2025 silam memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 adalah 5%. Stagnasi pertumbuhan ekonomi ini dipengaruhi oleh:
- Meningkatnya ketidakpastian global seperti eskalasi geopolitik hingga perlambatan China yang bisa menekan ekspor, arus modal dan nilai tukar.
- Pemulihan konsumsi domestik masih rapuh karena adanya tekanan harga pangan-energi dan daya beli yang belum pulih dengan kuat.
- Investasi yang belum ekspansif dan kurang produktif, masih fokus pada proyek padat modal dengan efek multiplier yang minim.
- Pasar tenaga kerja rapuh yang didominasi oleh sektor informal, sehingga kenaikan pendapatan rumah tangga terbatas.
Nilai tukar Rupiah diproyeksikan melemah karena tekanan eksternal seperti geopolitik Timur Tengah dan defisit neraca perdagangan non-komoditas. Serta tingginya ketergantungan impor bahan baku dan pangan. Juga karena kebutuhan pembiayaan utang pemerintah yang menambah tekanan pada Rupiah.
Sementara itu inflasi akan lebih tinggi di kisaran 3% karena permintaan yang membaik sebagai dampak MBG serta komponen volatile food yang diproyeksikan terjadi loncakan. Adapun lonjakan ini karena sistem distribusi pangan nasional yang panjang dan tidak efisien.
Ke depan, pertumbuhan ekonomi Indonesia perlu diperkuat dengan memperhatikan serapan tenaga kerja yang lebih kuat. Upaya yang dilakukan adalah dengan memperhatikan penciptaan kerja formal yang bisa memberikan upah tinggi dan berkelanjutan. Sehingga kesejahteraan rumah tangga tidak tertekan oleh harga pangan dan energi.
👉🏻 Saham Bank Central Asia (BBCA): Bagaimana Cara Membelinya & Opini
Pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap investasi
Kini kita telah memiliki data pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 dan data lima tahun terakhir serta proyeksinya. Lalu bagaimana efeknya terhadap investasi?
Pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap aset investasi memiliki dampak yang positif. Terutama pada harga saham dan nilai mata uang di pasar forex. Saat pertumbuhan ekonomi mengalami kenaikan yang positif maka berpengaruh pada return saham yang akan meningkat.
Hal ini terjadi karena saat ekonomi naik, daya beli masyarakat akan naik. Ini membuat perusahaan memiliki kesempatan untuk meningkatkan penjualan. Saat pendapatan perusahaan naik, perusahaan akan memiliki kesempatan untuk melakukan ekspansi usaha yang akan membuat investor tertarik pada sahamnya dan akhirnya harga saham akan naik.
Pertumbuhan ekonomi juga akan mempengaruhi nilai mata uang suatu negara. Rupiah akan ikut menguat, sehingga akan lebih menguntungkan untuk membeli dengan pasangan mata uang Rupiah.
Kesimpulan
Dari data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026 menunjukkan bahwa ekonomi domestik masih cukup kuat namun belum sepenuhnya sehat.
Kita bisa melihat bahwa konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah dan investasi bisa menopang pertumbuhan stabil di atas 5%. Namun memiliki ketergantungan yang tinggi pada faktor musiman. Sehingga menunjukkan bahwa mesin pertumbuhan belum sepenuhnya beralih ke sektor produktif.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik terus terjadi membuat tingkat ketidakpastian di pasar keuangan juga menjadi lebih tinggi.