logo RankiaIndonesia

10 Aplikasi E-Wallet Terbaik: Biaya, Fitur, dan Uji Coba Langsung

Artikel ini mengulas 10 aplikasi e-wallet terbaik di Indonesia, termasuk DANA, OVO, dan GoPay, serta tips memilih aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan keuangan Anda.
e wallet terbaik Indonesia

Daftar Isi

Saat ini ada banyak e-wallet yang bisa kita gunakan. Dari banyaknya aplikasi dompet digital yang ada di Indonesia, tentu Anda perlu memilih aplikasi e-wallet mana yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

  • Transaksi harian lintas-ekosistem (tidak terikat Gojek/Shopee): DANA — 72% pengguna Indonesia memakainya, ekosistem terbuka, DANA+ memberi imbal hasil saldo ±5,66%/tahun.
  • Pengguna rutin Gojek, Tokopedia, TikTok Shop: GoPay — integrasi terkuat, top-up gratis via Bank Jago.
  • Belanja e-commerce (Shopee) + investasi reksa dana: ShopeePay — terintegrasi Bibit, cashback di Shopee.
  • Loyalty points dan transportasi Grab: OVO — OVO Points + OVO PayLater di Grab.
  • Belanja offline Indomaret/Indogrosir: i.saku — integrasi ekosistem Salim Group.
  • Penggunaan untuk pembayaran utilitas: LinkaAja — integrasi kuat dengan layanan BUMN dan layanan publik.

Pengguna aplikasi e-wallet terus meningkat. Menurut laporan Jakpat, 3 dari 10 penduduk Indonesia menggunakan e-wallet setiap hari.

Saya melakukan review berdasarkan dokumentasi publik dan ulasan pengguna di App Store/Play Store terbaru. Keterbatasan pengujian langsung adalah hal yang harus dipertimbangkan pembaca.

Daftar 10 Aplikasi E-Wallet di Indonesia Terbaik 2026

Kepopuleran sebuah aplikasi dompet digital di Indonesia bisa kita lihat berdasarkan jumlah unduhan di Google Play Store dan App Store. Berikut 10 aplikasi pembayaran paling populer di Indonesia.

Peringkat 10 besar ini saya susun dari tiga sumber data (bobot dalam kurung):

  • Ranking App Store dan Google Play Store Indonesia (50%) — posisi rata-rata pada kategori Finance, snapshot April 2026.
  • Survei pengguna JakPat (30%) — persentase pengguna aktif bulanan di Indonesia.
  • Nilai transaksi tahunan yang dipublikasikan (20%) — data terakhir yang tersedia dari laporan resmi perusahaan atau regulator.

Saya mengecualikan:

  • Aplikasi super-app perbankan murni (BCA mobile, Livin' by Mandiri) — bukan e-wallet dalam definisi BI.
  • Aplikasi dengan pengguna kurang dari 500rb bulanan — tidak cukup likuid untuk ekosistem merchant.
  • Aplikasi tanpa lisensi BI aktif per April 2026.

Dari 10 besar, saya pilih 5 untuk review mendalam berdasarkan: penetrasi pasar >10% penduduk dewasa, variasi ekosistem (bukan 5 yang saling tumpang tindih), dan adanya fitur finansial di luar pembayaran murni (paylater, investasi, simpanan).

PeringkatNama AplikasiFitur UnggulanPosisi di App Store / Google Play
1DANAMemiliki ekosistem yang terbuka, tidak terikat ekosistem tertentu. 2 / 1
2GoPayMemiliki ekosistem kuat dengan Gojek, untuk penggunaan harian1 / 3
3ShopeePayMenawarkan banyak promo 3 / 2
4OVOMemiliki ekosistem loyalti yang kuat (OVO Points)4
5LinkAjaBanyak fitur untuk layanan publik dan BUMN6
6FlipMemiliki efisiensi biaya yang baik (transfer murah)5
7AstraPayEkosistem kuat dengan Astra Group baik otomotif maupun pembiayaan7
8i.sakuTerintegrasi dengan kuat untuk pembayaran offline belanja harian di Indomaret, CeriaMart, Indogrosir8
9DOKUUnggul dalam infrastruktur pembayaran digital (payment gateway)10
10JakOne Mobilebank digital semi e-wallet yang terintegrasi dengan Bank DKI9

👉🏻 Baca lebih lanjut 3 Dompet Digital Terbesar di Indonesia: Fitur & Biayanya

Apa itu E-Wallet?

E-wallet adalah aplikasi dompet pintar yang memungkinkan pengguna untuk menyimpan uang dan melakukan pembayaran secara online melalui aplikasi. Cara kerja e-wallet sebenarnya tidak berbeda jauh dengan dompet fisik yang biasanya kamu gunakan untuk menyimpan uang tunai, kartu kredit, kartu debit, KTP, dll.

Hal yang membedakannya adalah kini dompet Anda berbentuk digital dan uang yang kamu simpan pun bukan lagi berbentuk uang tunai melainkan sudah menjadi uang elektronik dengan nilai uang yang sama dengan uang fisik.

Uang Rp100 ribu dalam bentuk fisik sama nilainya dengan uang elektronik Rp100 ribu di aplikasi e-wallet. Sehingga, Anda tidak perlu khawatir bahwa uang yang Anda simpan di aplikasi dompet digital nantinya tidak bisa digunakan untuk melakukan pembayaran.

Review 10 Aplikasi E-Wallet Terbaik di Indonesia 2026

Berdasarkan daftar 10 aplikasi pembayaran paling populer di Indonesia yang sudah saya sebutkan sebelumnya, saya memilih 5 aplikasi e-wallet terbaik berikut yang direkomendasikan kepada pengguna.

1. DANA

Dana adalah aplikasi dompet digital terbaik di Indonesia

Dari segi popularitas, aplikasi dompet digital DANA adalah e-wallet terbaik tahun ini. Selain banyak penggunanya, DANA menjadi e-wallet yang menawarkan stabilitas dengan ekosistem terbuka. Keunggulan utama DANA, sebagai e-wallet DANA menawarkan fitur yang kuat dan promo yang menarik tanpa terikat pada ekosistem lain seperti e-wallet pada umumnya.

DANA adalah aplikasi e-wallet yang diluncurkan oleh Emtek Group dan Alibaba pada tahun 2018 dan kini menjadi aplikasi fintech paling populer di Indonesia. Menurut riset JakPat, sebanyak 72% masyarakat Indonesia menggunakan aplikasi DANA, paling banyak digunakan oleh Gen Z. Melalui DANA, Anda bisa berinvestasi melalui layanan DANA eMas di aplikasi Pluang.

Saya mencoba melakukan top-up. Dari hasil uji coba tersebut, kecepatan top-up di DANA memerlukan waktu 5 detik, menggunakan bank BCA ke DANA. Di sisi kecepatan respons layanan pengguna, DANA membutuhkan waktu sekitar 10 detik. Saya mencoba bertanya "bagaimana cara menutup akun?" dan mendapatkan respons AI berupa konfirmasi apakah benar ingin menutup akun (kualitas jawabannya jelas dan step-by-step).

Respons layanan pengguna di Dana

Berikut informasi penting tentang DANA:

  • Regulasi: OJK dan Bank Indonesia (BI)
  • Nama perusahaan: PT Espay Debit Indonesia Koe
  • Platform: Aplikasi DANA (Google Play Store dan App Store)
  • Fitur: Scan QR, transfer dan terima uang, bayar tagihan dan pembelian, tarik tunai, investasi emas, paylater, promo, dan simpan kartu
  • Email support: Help.dana.id
  • Service call center: 1 500 445
  • Alamat kantor: Capital Place Lantai 18, Jakarta Selatan

Kelebihan e-wallet DANA

  • Menyediakan channel transfer lengkap ke sesama pengguna DANA, ke e-wallet lain hingga tarik tunai dan scan QR CODE.
  • Menawarkan banyak promo, diskon dan cashback bagi pengguna Apple
  • Memiliki fitur investasi DANA eMas yang terintegrasi dengan Pluang
  • Memiliki fitur Split Bill
  • Menawarkan notifikasi yang responsif bagi para merchant yang menyediakan QRIS DANA
  • Menawarkan banyak voucher game
  • Bisa pesan hotel, tiket pesawat, kereta api dan taksi melalaui aplikasi DANA.
  • Gratis biaya administrasi bulanan dan tidak ada saldo minimum.
  • Pengguna DANA+ bisa mendapatkan pertumbuhan saldo harian sekitar 4,89%% per tahun.
  • Bisa untuk KPR rumah

Kekurangan e-wallet DANA

  • Gratis transfer ke bank hanya 10x
  • Layanan CS kurang solutif
  • Beberapa pengguna mengeluhkan bug system yang menyebabkan lenyapnya saldo dan transaksi terjadi tanpa notifikasi untuk pengguna terutama untuk subscription Apple.
  • Biaya bunga DANA Cicil cukup besar yaitu 4% per bulan dan hanya tersedia untuk pengguna terpilih.
  • Biaya bunga DANA Instan cukup besar yaitu 4,89% per bulan.
  • Jangan menggunakan Dana jika Anda jarang melakukan transfer antarbank (kuota gratis tidak terpakai) dan tidak terlalu peduli terhadap imbal hasil atas saldo yang Anda simpan.
  • Belum ada layanan menutup akun untuk pengguna iOS.

Saldo Rp 5.000.000 di DANA+ dengan imbal hasil indikatif 4,89%/tahun menghasilkan ±Rp 250.000/tahun tanpa Anda lakukan apa-apa — dengan catatan imbal hasil tidak dijamin dan dapat berubah.

Potensi Imbal Hasil DANA+

Imbal hasil yang disebutkan bersifat indikatif, variabel, dan tidak dijamin. Produk investasi (emas, reksa dana, dan sejenisnya) yang diakses melalui aplikasi e-wallet memiliki risiko kerugian sebagian atau seluruh modal. Pastikan Anda memahami profil risiko sebelum berinvestasi dan baca prospektus resmi di aplikasi penyedia.

2. GoPay

GoPay adalah aplikasi dompet elektronik terbaik di Indonesia

Daftar kedua e-wallet terbaik adalah GoPay yang merupakan bagian dari ekosistem Gojek. Pada Juli 2023, GoPay resmi meluncur sebagai satu aplikasi yang berada di luar aplikasi Gojek. Menurut laporan perusahaan GoTo, induk GoPay, pada sektor financial technology, volume transaksi mencapai 600 juta secara bulanan pada Desember 2025. Adapun nilai transaksi mencapai Rp 116,27 triliun pada kuartal IV-2025.

Memiliki integrasi yang kuat dengan Gojek, Tokopedia dan TikTok, GoPay jadi pilihan untuk pengguna yang sering melakukan transaksi online di ketiga aplikasi tersebut. Selain itu Gopay juga menawarkan kemudahan top-up tanpa biaya bagi nasabah Bank Jago dengan menghubungkan akun di kedua aplikasi tersebut.

Hasil pengujian yang saya lakukan menunjukkan bahwa top-up ke Gopay memakan waktu sekitar 12 detik, dengan sedikit delay pada notifikasi meskipun saldo sudah masuk. Respons customer service AI tergolong cepat, namun jawabannya cenderung template dan kurang mendalam.

Tampilan aplikasi GoPay saat melakukan transfer ke bank.

Berikut informasi penting tentang GoPay:

  • Regulasi: OJK dan Bank Indonesia (BI)
  • Nama perusahaan: PT Dompet Anak Bangsa
  • Platform: Aplikasi GoPay (Google Play Store dan App Store)
  • Fitur: Scan QR, transfer dan terima uang, bayar tagihan dan pembelian, tarik tunai, investasi, paylater, promo, dan donasi
  • Email support: customerservice@gopay.co.id
  • Service call center: 1 500 729
  • Alamat kantor: Pasaraya Blok M, Gedung B Lantai 6

Kelebihan Gopay

  • Transfer ke sesama pengguna Gopay selesai dalam 3 ketukan setelah memasukkan PIN
  • Menawarkan infrastruktur perbankan yang kuat dengan Bank Jago: deposito dan simpanan
  • Menawarkan fitur Pinjam BPKB, pinjaman dengan mengagunkan BPKB.
  • Tersedia fitur pembayaran dana pendidikan dari SD hingga kuliah, dengan lebih dari 50+ lembaga.
  • Menyediakan fitur split bill
  • Dapat digunakan untuk membeli tiket bioskop XXI, CGV dan Cinepolis.
  • Untuk transfer ke bank lain, biaya gratis hingga 100x, setelah kuota habis ada biaya admin sebesar Rp 2.500 per transaksi.

Kekurangan Gopay

  • Bunga Gopay Pinjam cukup tinggi dengan biaya bunga mulai 1,26%, biaya provisi mulai dari 1% per bulan dan biaya layanan mulai dari 1,95% per bulan
  • Biaya cicilan GoPay Later juga cukup tinggi. Untuk cicilan 1-3 kali sebesar 2% per bulan, cicilan 6 kali sebesar 2,75% per bulan dan cicilan 12 kali 2,63% per bulan.
  • Jangan pilih Gopay jika Anda tidak menggunakan layanan Gojek atau Tokopedia, nilai utamanya ada pada integrasi dengan kedua platform tersebut.

3. OVO

Aplikasi e-wallet terbaik OVO

Aplikasi e-wallet terbaik selanjutnya adalah OVO. Di awal kemunculannya pada tahun 2017, aplikasi pembayaran satu ini memang populer sebagai salah satu layanan fintech di Indonesia yang gila-gilaan dalam "membakar uang".

Hingga akhirnya pada akhir tahun 2019, perusahaan OVO sudah tidak lagi melakukan hal tersebut sebagai bentuk strategi pemasaran. Aplikasi OVO sendiri diluncurkan oleh salah satu perusahaan terbesar di Indonesia yang memiliki gurita bisnis di berbagai sektor industri yaitu Lippo Group.

Melalui OVO, Anda bisa melakukan investasi di layanan OVO Invest yang telah bermitra dengan Bareksa dan terhubung dengan fitur menabung di Superbank.

Tampilan home aplikasi OVO.

Berikut informasi penting tentang OVO:

  • Regulasi: OJK dan Bank Indonesia (BI)
  • Nama perusahaan: PT Visionet International
  • Platform: Aplikasi OVO (Google Play Store dan App Store)
  • Fitur: Scan QR, transfer dan terima uang, bayar tagihan dan pembelian, tarik tunai, investasi, paylater, promo, dan donasi
  • Email support: cs@ovo.id
  • Service call center: 1 500 696
  • Alamat kantor: South Quarter Tower B, Lantai 20, Jakarta Selatan

Kelebihan OVO

  • Scan QRIS dan bayar selesai dalam <5 detik
  • Memiliki fitur tabungan dan deposito yang terintegrasi dengan Superbank
  • Menawarkan pinjaman dana yang terintegrasi dengan Superbank
  • Tersedia fitur pembayaran dana pendidikan dari SD hingga kuliah, dengan lebih dari 50+ lembaga
  • Ada fitur untuk membayar penerimaan negara seperti PNBP, Pajak Online, dan Bea Cukai

Kekurangan OVO

  • Bunga pinjaman cukup tinggi, paling rendah 1,5% per bulan, tergantung besarnya pinjaman pokok dan tenor pinjaman
  • Penggunaan OVO Paylater hanya bisa kita gunakan untuk layanan di Grab (makanan atau transportasi) dan ada pengenaan biaya layanan sebesar 1% setiap bulannya
  • Limit OVO Paylater bisa tiba-tiba hilang atau turun nilainya
  • Jangan pilih OVO jika Anda tidak sering melakukan transaksi di merchant yang terhubung dengan Grab atau jaringan partnernya — manfaat poin dan cashback jari kurang terasa

Saya melakukan uji coba top-up dari BCA ke OVO. Untuk melakukan top-up saya membutuhkan waktu 3 detik hingga saldo terisi, dengan potongan sebesar Rp 1.000 dari saldo. Untuk melakukan top-up pengguna bisa melakukannya tanpa perlu verifikasi identitas. Namun untuk melakukan transfer dari OVO ke channel finansial lain, pengguna harus melakukan verifikasi identitas.

Saya juga mencoba mencari bantuan CS di aplikasi OVO. Namun saat ini OVO belum menyediakannya. Sehingga untuk kendala, pengguna perlu masuk ke halaman pusat bantuan dan mencari secara manual apa kendala yang dihadapi. Jika belum menemukan solusi, Anda perlu membuat laporan yang akan dijawab melalui email.

👉🏻 Baca lebih lanjut Apa Itu E-Wallet: Cara Top-Up, Contoh Beda dengan E-Money

4. ShopeePay

ShopeePay adalah e-wallet terbaik

ShopeePay adalah aplikasi dompet elektronik yang sudah beroperasi sejak tahun 2018 di Indonesia dan termasuk bagian dari ekosistem Shopee, dikenal masyarakat luas sebagai salah satu e-commerce terbesar di Indonesia. Kepopuleran ShopeePay di Indonesia tidak lepas dari nama besar Shopee di mana Anda bisa melakukan pembayaran di e-commerce tersebut dengan ShopeePay dan berinvestasi di Bibit.

Tampilan home pada aplikasi ShopeePay

ShopeePay kini fokus memberikan layanan integrasi yang seamless dan akses paylater dan pinjaman dengan plafon yang cukup besar. Saya melakukan uji coba top-up dan transfer dari BCA ke Shopee. Untuk melakukan top-up dan transfer, saya membutuhkan waktu 3 detik. Nah soal biaya, ShopeePay mengenakan biaya top-up sebesar Rp 500 terpotong dari saldo. Namun untuk transfer ke bank tidak dikenakan biaya.

ShopeePay menjadi satu-satunya aplikasi e-wallet yang menyediakan layanan live chat dengan live agent. Pengguna bisa melihat jumlah antrean sebelum mendapatkan respon dari live agent. Sehingga jawaban lebih menjelaskan langkah-langkah dengan baik dan lengkap. Namun memerlukan waktu yang cukup lama sekitar 2-4 menit untuk menunggu dan mendapatkan jawaban.

Berikut informasi penting tentang ShopeePay:

  • Regulasi: OJK dan Bank Indonesia (BI)
  • Nama perusahaan: PT AirPay International Indonesia
  • Platform: Aplikasi Shopee (Google Play Store dan App Store)
  • Fitur: Scan QR, transfer dan terima uang, bayar tagihan dan pembelian, tarik tunai, investasi, paylater, promo, dan donasi
  • Email support: customerservice@cmf.co.id
  • Service call center: 021 8060 4253
  • Alamat kantor: Pacific Century Place Lantai 28, Jakarta Selatan

Kelebihan ShopeePay

  • Scan QRIS di merchant ShopeePay, konfirmasi dengan PIN/sidik jad, transaksi selesai dalam ±3–5 detik tanpa pindah halaman
  • Ada fitur menabung emas online Pegadaian, mulai dari Rp 5.000
  • Tersedia fitur split bill
  • Ada fitur untuk membayar penerimaan negara seperti PNBP, Pajak Online, dan Bea Cukai
  • Memungkinkan kita untuk berinvestasi reksa dana melalui Bibit
  • Memberikan voucher game
  • Mendukung pembayaran iuran BPJS lewat aplikasi ShopeePay
  • Biaya top-up terhitung rendah Rp 500. Untuk top-up minimal Rp 50.000 tidak dikenakan biaya admin dengan kuota 25x per bulan.
  • Gratis biaya transfer tanpa batas minimal Rp 1 untuk BCA, BRI, Mandiri dan SeaBank. Minimal Rp 10.000 untuk bank dan virtual account lainnya.

Kekurangan ShopeePay

  • Bunga Shopee Pinjam cukup tinggi, mencapai 3,9% per bulan dan ada potongan biaya admin saat melakukan pencairan dana
  • Bunga minimum Shopee Paylater tergolong cukup tinggi, mulai dari 2,95% per bulan dan ada biaya penanganan sebesar 1% per transaksi
  • Jangan pilih ShopeePay jika Anda jarang belanja di Shopee — sebagian besar promo, cashback, dan kemudahan checkout terkunci di sana.

5. LinkAja

Aplikasi e-wallet LinkAja adalah dompet digital yang mendapatkan dukungan kuat dari BUMN dan terintegrasi dengan layanan publik. LinkAja terkenal dengan ekosistem yang luas di sektor transportasi layanan pemerintah dan pembayaran utilitas.

Hasil uji coba yang saya lakukan menunjukkan top-up melalui BCA membutuhkan waktu sekitar 2 detik dengan biaya Rp 1.000. Untuk tanggapan CS, saya mengajukan pertanyaan bagaimana cara tutup akun, dan direspon dalam waktu satu detik. CS mengarahkan saya untuk mengunduh dan mengisi formulir penutupan akun.

Berikut informasi penting tentang LinkAja:

  • Regulasi: Bank Indonesia (BI)
  • Nama perusahaan: PT Fintek Karya Nusantara
  • Platform: Aplikasi LinkAja (Google Play Store dan App Store)
  • Fitur: Scan QR, transfer dan terima uang, bayar tagihan dan pembelian, tarik tunai, promo, dan donasi
  • Email support: -
  • Service call center: -
  • Alamat kantor: Treasury Tower Lt 31 District 8 SCBD Lot 28, Jl Jendral Sudirman Kv 52-54 Jakarta Selatan.

Kelebihan LinkAja

  • Bebas biaya top-up dari jaringan bank BUMN.
  • Menyediakan layanan tarik tunai melalui ATM BTN, BNI, Mandiri, BRI, BSI dan BCA.
  • Menyediakan layanan pinjaman bermitra dengan EasyCash, Rupiah Cepat, Indodana, Kredit Pintar, Julo hingga Pegadaian.
  • Menyediakan layanan yang luas untuk pembayaran utilitas seperti pegadaian, iuran pengelolaan apartemen,

Kekurangan LinkAja

  • Pengguna perlu mendaftarkan akun di penyedia pinjaman online untuk memanfaatkan fitur pinjaman di LinkAja.
  • Tidak terintegrasi dengan platform belanja online.

6. FLIP

FLIP adalah aplikasi yang fokus pada infrastuktur transfer antar bank tanpa biaya admin. Sehingga aplikasi ini bukan murni aplikasi e-wallet. Namun bisa berfungsi menjadi e-wallet terutama dengan hadirnya fitur Flip Deals. Ini adalah fitur yang memberikan cashback jika belanja melalui Flip di beberapa merchant mulai dari Shopee hingga Agoda. FLIP juga bermitra dengan AdaPundi untuk menawarkan fitur pinjam tunai.

Saya melakukan uji coba top up di FLIP, dan membutuhkan waktu sekitar satu menit. Setiap top up tidak ada biaya yang dikenakan. namun Anda akan diminta memasukkan saldo dengan kode unik yang nantinya akan diubah menjadi poin di FLIP.

Aplikasi FLIP
Tampilan aplikasi FLIP saat Anda melakukan top-up.

Berikut informasi penting tentang FLIP:

  • Regulasi: Bank Indonesia (BI)
  • Nama perusahaan: PT Fliptech Lentera Inspirasi
  • Platform: Aplikasi FLIP (Google Play Store dan App Store)
  • Fitur: Scan QR, transfer dan terima uang global, bayar tagihan dan pembelian, investasi dan promo.
  • Email support: hello@flip.id
  • Service call center: 021-30002424
  • Alamat kantor: Arkadia Green Office Park Tower F Lantai 3 Jl TB Simatupang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Kelebihan FLIP

  • Biaya top-up dan transfer gratis.
  • Menyediakan cashback di banyak merchant jika belanja melalui aplikasi FLIP.
  • Menyediakan fitur transfer ke banyak negara.
  • Menyediakan limit besar untuk pinjam tunai.
  • Menyediakan fitur pembayaran menggunakan QRIS.
  • Memiliki lisensi resmi dari BI.

Kekurangan FLIP

  • Ada biaya transfer dan biaya kurs untuk transfer antar-negara.
  • Untuk pengajuan pinjam tunai harus mendaftarkan akun di AdaPundi.

7. AstraPay

AstraPay adalah e-wallet milik grup Astra yang fokus mendukung sistem pembayaran angsuran secara online di ACC, FIF dan beberapa penyedia layanan finansial lain seperti Suzuki Finance hingga MNC Finance.

Tampilan aplikasi AstraPay.

Aplikasi pembayaran digital AstraPay merupakan salah satu aplikasi dengan nilai transaksi yang cukup besar. Per Juli 2025, nilai transaksi bruto mencapai Rp 131, 3 triliun dengan jumlah transaksi harian 234,7 juta.

Berikut informasi penting tentang AstraPay:

  • Regulasi: Bank Indonesia (BI)
  • Nama perusahaan: PT Astra Digital Arta
  • Platform: Aplikasi AstraPay (Google Play Store dan App Store)
  • Fitur: Angsuran, pinjaman, transfer dan terima uang, bayar tagihan dan pembelian, asuransi, promo, dan otomotif.
  • Email support: customercare@astrapay.com
  • Service call center: 021-1500793 atau 081511500793
  • Alamat kantor: Menara Astra, Lantai 56, Jl Jenderal Sudirman, Tanah Abang, Jakarta Pusat

Kelebihan AstraPay

  • Menyediakan fitur top-up menggunakan QRIS.
  • Nilai transaksi cukup besar.
  • Didukung ekosistem besar dan kuat di bawah grup Astra.

Kekurangan AstraPay

  • Respon CS cukup lama dan jawaban kurang solutif.
  • Aplikasi masih sering error.

8. I.Saku

I.Saku adalah aplikasi pembayaran ini dikembangkan oleh perusahaan terkemuka di Indonesia yaitu Salim Group. Perusahaan populer di kalangan masyarakat luas melalui beberapa bisnisnya seperti Indomaret, Indofood, Super Indo, dll.

Aplikasi I.Saku bisa Anda gunakan untuk melakukan pembayaran di Indomaret, Ceriamart, Indogrosir, dan merchant lain yang sudah bermitra dengan aplikasi pembayaran ini.

Tampilan aplikasi i.Saku

Saya melakukan pengujian top-up melalui BCA ke i.Saku dengan waktu kurang dari 5 detik. E-wallet ini mengenakan biaya top-up sebesar Rp 1.500 per transaksi yang ditambahkan saat akan melakukan top-up. Sehingga jika top-up Rp 10.000, total payment sebesar Rp 11.500. Sementara itu, untuk biaya transfer ke bank dikenakan sebesar Rp 2.500 per transaksi.

Berikut informasi penting tentang I.Saku:

  • Regulasi: Bank Indonesia (BI)
  • Nama perusahaan: PT Inti Dunia Sukses
  • Platform: Aplikasi I.Saku (Google Play Store dan App Store)
  • Fitur: Scan QR, transfer dan terima uang, bayar tagihan dan pembelian, tarik tunai, promo, investasi, dan donasi
  • Email support: cs@i-saku.com 
  • Service call center: 1 500 280
  • Alamat kantor: Jl. Ancol Barat I No.9, Jakarta Utara

Kelebihan I.Saku

  • Bayar di Indomaret cukup tunjukkan barcode dan tunggu konfirmasi kasir, pembayaran selesai dalam satu alur tanpa harus input manual nominal
  • Menawarkan banyak promo yang bisa Anda gunakan di merchant-merchant I.Saku
  • Mendukung pembayaran tagihan BPJS, PDAM, dan PLN
  • Ada fitur tarik tunai yang bisa Anda gunakan di ATM maupun merchant I.Saku

Kekurangan I.Saku

  • Fitur tidak sebanyak e-wallet lainnya
  • Tidak ada fitur pinjaman dana maupun paylater
  • Pilihan ATM untuk melakukan penarikan tunai masih terbatas.
  • Biaya transaksi cukup besar Rp 1.500 untuk top-up dan Rp 2.500 untuk transfer.
  • Jangan pilih i.Saku jika Anda jarang belanja di Indomaret — kelebihan utamanya ada di pembayaran cepat dan promo di jaringan ritel tersebut

👉🏻 Selain kelola pengeluaran, pelajari juga cara investasi Cara Investasi 20 Juta yang Menguntungkan & Aman, yuk simak!

9. DOKU

Aplikasi dompet digital DOKU adalah salah satu pionir fintech di Indonesia yang sudah berdiri sejak tahun 2007. Aplikasi ini memiliki tampilan yang sederhana dengan fokus mengoptimalkan fungsi utama e-wallet seperti untuk membayar tagihan listrik, BPJS dan pulsa. Saat ini DOKU juga menyediakan akses investasi emas Indogold dan kripto melalui TRIV.

Berikut informasi penting tentang DOKU:

  • Regulasi: Bank Indonesia (BI)
  • Nama perusahaan: PT Nusa Satu Inti Artha
  • Platform: Aplikasi DOKU (Google Play Store dan App Store)
  • Fitur: Scan QR, transfer dan terima uang, bayar tagihan dan pembelian, tarik tunai, promo, dan donasi
  • Email support: care@doku.com
  • Service call center: 085311111010 (WhatsApp), 021-5150785
  • Alamat kantor: Artha Graha Building Lt. 11

Kelebihan DOKU

  • Terdaftar di BI.
  • Menyediakan layanan payment gateway yang kuat untuk UMKM.
  • Tampilan aplikasi mudah untuk pengguna baru.

Kekurangan DOKU

  • Jarang menyediakan promo.

10. JakOne Mobile

JakOne Mobile adalah aplikasi yang menyatukan fungsi mobile banking dan e-wallet dalan satu aplikasi di bawah Bank DKI. Dompet digital JakOne Mobile ini memiliki fokus memberikan layanan daerah khusus di Jakarta. Sehingga JakOne memiliki keunggulan utama terintegrasi dengan layanan publik DKI Jakarta.

Berikut informasi penting tentang JakOne:

  • Regulasi: Bank Indonesia (BI)
  • Nama perusahaan: PT Bank DKI
  • Platform: Aplikasi JakOne (Google Play Store dan App Store)
  • Fitur: Scan QR, transfer dan terima uang, bayar tagihan dan pembelian, tarik tunai, promo, dan donasi
  • Email support: -
  • Service call center: -
  • Alamat kantor: Treasury Tower Lt 31 District 8 SCBD Lot 28, Jl Jendral Sudirman Kv 52-54 Jakarta Selatan.

Kelebihan JakOne

  • Satu aplikasi menyediakan layanan perbankan yang luas dan e-wallet.
  • Terintegrasi secara luas untuk layanan di Jakarta.

Kekurangan JakOne

  • Hanya cocok untuk nasabah Bank DKI.
  • Tampilan aplikasi yang belum modern.

Simulasi Perbandingan Biaya Pinjaman

Pada bagian ini, saya akan mencoba membuat simulasi biaya pinjaman dari 3 e-wallet berbeda. Pinjaman Rp 2.000.000 dengan tenor 6 bulan:

  • Shopee Pinjam: bunga 3,9%/bulan + admin pencairan → total biaya ±Rp 468.000 (23,4% dari pinjaman). Cicilan bulanan ±Rp 411.300.
  • GoPay Pinjam: bunga 1,26%/bulan + provisi 1% + biaya layanan 1,95%/bulan → total biaya ±Rp 404.000 (22,2% dari pinjaman). Cicilan bulanan ±Rp 400.600.
  • OVO (via Superbank): bunga 1,5%/bulan → total biaya ±Rp 180.000 (9% dari pinjaman). Cicilan bulanan ±Rp 363.300.
  • DANA Instan: bunga sebesar 4,89% per bulan → total biaya ±Rp 586.800 (29,3% dari pinjaman). Cicilan bulanan sebesar ±Rp 431.100 per bulan.

Untuk pinjaman jangka pendek, hasil penghitungan saya menunjukkan OVO-Superbank adalah opsi termurah dalam simulasi. Shoope pinjam cukup mahal meski promosinya paling agresif. Sementara itu DANA memiliki bunga pinjaman paling mahal.

Saya mengecualikan enam e-wallet terbaik lainnya karena fitur pinjaman atau paylater bukan milik mereka sendiri melainkan bermitra dengan entitas lain (perusahaan pinjaman online).

Catatan: simulasi berdasarkan bunga minimum yang diiklankan per April 2026. Bunga aktual tergantung profil pengguna dan dapat berubah.

Tips Memilih Aplikasi E-Wallet Terbaik dari Banyaknya Pilihan yang Ada

Untuk menemukan aplikasi pembayaran terbaik sesuai dengan kebutuhan keuangan Anda, Anda sebagai pengguna bisa mempertimbangkan beberapa hal berikut ini sebelum memutuskan menggunakan sebuah aplikasi e-wallet yang ada saat ini.

Regulasi

Bank Indonesia mengatur aplikasi e-wallet di Indonesia
(Sumber: Bank Indonesia)

Hal pertama yang perlu Anda cari tahu sebelum menggunakan suatu aplikasi pembayaran adalah apakah aplikasi e-wallet tersebut sudah mengantongi izin dari Bank Indonesia (BI) atau belum. Semua aplikasi pembayaran resmi yang ada di Indonesia harus mengantongi izin dari Bank Indonesia (BI). Jika tidak, maka aplikasi dompet digital tersebut bisa dinyatakan bodong atau tidak berizin yang dapat berisiko merugikan pengguna di kemudian hari.

👉 Inflasi: Penyebab, Dampak dan Cara Mengatasinya

Memilih aplikasi dompet elektronik yang berizin Bank Indonesia (BI) dapat memberikan rasa aman bagi pengguna terkait faktor keamanan. Selain wajib memiliki sertifikat dari Bank Indonesia (BI), ada sertifikat lain yang sifatnya opsional yang harus penyedia aplikasi pembayaran online tersebut miliki, yaitu izin operasional dari OJK.

Dalam hal ini, izin operasional OJK sifatnya wajib bagi aplikasi e-wallet yang menawarkan layanan paylater bagi para penggunanya.

Fitur Keamanan

Selain faktor legalitas, selanjutnya ada faktor lain yang perlu Anda perhatikan terkait isu keamanan di sebuah aplikasi dompet digital, yaitu apakah fitur keamanan seperti 2FA, finger print, pemindai wajah, PIN, dan enkripsi data, tersedia atau tidak di aplikasi tersebut.

Bahkan, aplikasi e-wallet terbaik di Indonesia seperti GoPay dan DANA memberikan jaminan saldo kembali bagi pengguna jika mengalami kehilangan.

Biaya

Tidak dapat kita pungkiri bahwa biaya yang mahal terkadang membuat seseorang enggan untuk menggunakan suatu aplikasi pembayaran. Penting untuk Anda ingat, bahwa penggunaan e-wallet sebenarnya mirip dengan dompet fisik di mana Anda bisa menyimpan uang secara digital dan menggunakan uang elektronik yang ada di dalamnya untuk membayar berbagai pembelian dan tagihan.

Jika biaya transaksinya besar, hal ini akan membuat Anda harus membayar lebih mahal daripada seharusnya. Ini karena adanya biaya tambahan seperti biaya admin dan biaya transfer saat melakukan pembayaran melalui aplikasi e-wallet. Jadi, sebaiknya Anda memilih aplikasi dompet digital yang menawarkan gratis biaya saat melakukan transaksi melalui aplikasi tersebut.

Kemitraan

Selanjutnya, faktor lain yang memengaruhi seseorang dalam memilih aplikasi e-wallet adalah di mana saja bisa menggunakan aplikasi tersebut untuk melakukan pembayaran. Untuk bisa mengakomodir segala kebutuhan, Anda perlu memilih aplikasi e-wallet yang memiliki jaringan bisnis yang luas seperti DANA, GoPay, dan OVO.

Khusus GoPay, aplikasi ini bisa Anda gunakan di Tokopedia untuk membayar pembelian produk atau hanya sekadar untuk membayar berbagai tagihan seperti PAM, telepon, First Media, dan listrik dengan promo yang menarik.

Fitur investasi

Keuntungan bagi Anda saat memilih aplikasi dompet digital yang menyediakan fitur investasi adalah bisa menggunakan uang sisa kebutuhan bulanan yang ada di dompet digital untuk berinvestasi di emas atau reksa dana. Hal ini tergantung pada fitur investasi yang tersedia di aplikasi pembayaran yang Anda pilih untuk bisa mendapatkan untung. Jika anda ingin tahu lebih dalam tips investasi dan juga cara investasi dengan modal kecil

Artikel keuangan berikut bisa membantu Anda memulai investasi di pasar modal dengan mudah.

5 Kesalahan Umum Pengguna E-wallet Indonesia

  1. Menyimpan uang lebih dari Rp 2 juta di e-wallet non-Dana+ (kehilangan manfaat bunga simpanan)
  2. Menggunakan paylater untuk membeli barang konsumtif dengan harga lebih dari Rp 1 juta
  3. Tidak mengaktifkan fitur keamanan 2FA
  4. Top-up e-wallet via kartu kredit (terkena biaya sebesar 2-3%)
  5. Klik link "refund' saldo yang terkirim di WhatsApp (cara phishing yang paling umum terjadi tahun 2025-2026)

Regulasi E-Wallet di Indonesia

Masih banyak yang mengira bahwa aplikasi e-wallet yang ada di Indonesia diatur oleh OJK. Anggapan ini sebenarnya tidak salah, karena OJK menjadi pengawas aplikasi yang menyediakan fitur pinjaman atau paylater di Indonesia. Namun, untuk aturan pembayaran via aplikasi e-wallet sepenuhnya berada di bawah ketentuan dari Bank Indonesia. Ini karena BI menjadi pengawas sistem pembayaran di Indonesia seperti dompet digital dan e-money.

Kesimpulan: Apa E-Wallet Terbaik di Indonesia untuk Anda gunakan?

Dari 10 rekomendasi pilihan aplikasi e-wallet terbaik di Indonesia yang sudah saya ulas di artikel ini, Anda bisa mengetahui rangkuman ulasannya berikut:

  1. Jika Anda sering naik Gojek atau belanja di Tokopedia/TikTok ShopGoPay. Kerugian utamanya: bunga pinjaman salah satu yang tertinggi.
  2. Jika Anda belanja rutin di ShopeeShopeePay. Jangan gunakan Shopee Paylater untuk pembelian lebih dari Rp 1 juta — bunga 2,95%/bulan membuatnya lebih mahal dari kartu kredit.
  3. Jika Anda butuh e-wallet serbaguna dan ingin saldo menghasilkan bungaDANA + aktifkan DANA+ (±5,66%/tahun). Jangan pakai DANA Cicil — bunga 4%/bulan adalah yang tertinggi dari semua yang saya ulas.
  4. Jika Anda pengguna Grab harian yang kumpulkan poinOVO. Batasi saldo di bawah limit yang Anda ikhlas kehilangan; laporan bug saldo masih muncul di beberapa platform review.
  5. Jika Anda pembelanja offline di Indomaret/Indogrosiri.saku. Jangan jadikan e-wallet utama — fitur terbatas, tidak ada paylater.
  6. Jika Anda tinggal di Jakarta dan menggunakan Bank DKI JakOne Mobile. Kekurangannya: tampilan aplikasi yang terasa ketinggalan zaman.
  7. Jika Anda sering melakukan transfer antar bank → FLIP. Kekurangannya untuk mendapatkan pinjaman Anda harus mendaftarkan akun lagi di AdaPundi.
  8. Jika Anda sedang memiliki angsuran kendaraan → AstraPay. Hanya letakkan saldo di AstraPay sejumlah yang perlu Anda bayar untuk angsuran karena aplikasi sering dilaporkan bermasalah dan respon CS lama.
  9. Jika Anda tinggal di apartemen dan memerlukan bayar utilitas → LinkAja. Sebaiknya tidak menggunakan fitur pinjaman tunai di LinkAja karena Anda harus membuat akun baru dengan mitra penyedia pinjaman online.
  10. Jika Anda memiliki bisnis UMKM → DOKU. Namun DOKU tidak memiliki fasilitas paylater atau pinjaman tunai.

Menurut hasil pengamatan saya, bagi kebanyakan pengguna, kombinasi DANA (saldo utama + DANA+) + satu e-wallet ekosistem (GoPay atau ShopeePay sesuai platform favorit Anda) memberi fleksibilitas maksimum dengan biaya minimum.

Kesimpulannya, tidak ada satu aplikasi e-wallet terbaik di Indonesia yang cocok untuk semua orang. Ini karena pilhan terbaik sangat bergantung pada kebiasaan transaksi, kebutuhan fitur, serta ekosistem yang paling sering Anda gunakan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ) tentang Aplikasi E-Wallet Terbaik di Indonesia?

.