Saham
Saham Minyak Indonesia Terbaik 2026: Rekomendasi & Analisis

Apa saja saham minyak Indonesia? Apakah saham minyak bumi Indonesia masih menarik untuk dikoleksi?
Minyak bumi adalah salah satu komoditas vital yang paling banyak diperdagangkan secara global. Sehingga naik turunnya harga minyak dapat memengaruhi kinerja saham-saham minyak bumi Indonesia secara keseluruhan. Sepanjang tahun 2025, harga minyak relatif tidak stabil dan turun lebih dari 15%.
Anjloknya harga minyak sepanjang tahun 2025, karena ada beberapa faktor seperti pasokan yang melimpah, kebijakan produksi OPEC+ menambah pasokan, dan perlambatan permintaan global. Secara global, minyak bumi adalah komoditas yang paling vital di berbagai industri sebagai sumber energi, bahan baku industri, material konstruksi, produk rumah tangga, dan bisa menjadi pupuk atau pestisida di bidang pertanian.
Namun, bagaimana prospek harga minyak dunia di tahun 2026 mengingat baru saja terjadi konflik Iran-Amerika & Israel. Apakah saham perusahaan minyak di Indonesia masih menarik untuk diinvestasikan di tengah surplus pasokan minyak global?
Dalam artikel ini, Rankia Indonesia akan menjelaskan alasan kenapa saham minyak masih menarik untuk investor. Serta, kami juga akan memberikan beberapa rekomendasi saham minyak Indonesia untuk Anda.
Marik simak artikel ini hingga selesai untuk tahu lebih jelas informasinya!
👉🏻 Saham Nikel Terbaik Indonesia 2026: Rekomendasi & Analisis
Apa itu Saham Minyak Bumi?

Bursa Efek Indonesia (BEI) atau kita kenal dengan IDX telah mengatur klasifikasi saham-saham yang ada di Indonesia. IDX sendiri telah menetapkan ada 11 klasifikasi sektor dan subsektor untuk saham-saham di Indonesia. Salah satunya adalah sektor energi termasuk di dalamnya adalah saham-saham perusahaan minyak di Indonesia.
Saham minyak bumi adalah saham perusahaan yang memiliki bisnis utama di industri minyak dan gas, serta dapat bergerak di sektor-sektor bisnis migas berikut ini.
- Hulu (Upstream). Perusahaan yang berfokus pada bidang eksplorasi minyak dan gas.
- Midstream. Perusahaan yang menyediakan infrastruktur untuk pendistribusian minyak dan gas melalui jalur pipa, serta menyediakan layanan penyimpanan migas.
- Hilir (Downstream). Perusahaan yang mengelola minyak dan gas menjadi produk jadi seperti BBM dan lain sebagainya, serta mendistribusikannnya.
- Jasa Penunjang. Perusahaan yang menyediakan alat berat atau peralatan untuk pengeboran minyak dan gas di pertambangan.
Secara keseluruhan, harga minyak dunia, kebijakan OPEX+, regulasi pemerintah dalam negeri, permintaan dan pasokan minyak sangat memengaruhi kinerja saham-saham perusahaan minyak di Indonesia. Walaupun outlook harga minyak 2026 bakal lebih rendah dari tahun 2025, namun pasar migas punya permintaan yang sangat besar dan selalu ada setiap harinya. Inilah yang membuat saham minyak bisa menjadi pilihan investasi yang menarik bagi investor khususnya untuk jangka panjang.
👉🏻 Prospek Saham Pertambangan di Indonesia, Masih Menarik?
Kenapa Saham Minyak Menarik?
Selain Indonesia cukup banyak mengimpor minyak bumi mentah dari luar negeri, Indonesia juga mengekspor hasil minyak mentah ke sejumlah negara di dunia. Menurut BPS, nilai ekspor minyak mentah Indonesia mencapai US$ 1,202 miliar sepanjang tahun 2025.

Secara year on year (YoY), nilai ekspor minyak Indonesia sepanjang 2025 mengalami penurunan dari tahun 2024 sebesar 29,79% atau sebelumnya sebesar $1,712 miliar. Di mata internasional, produksi minyak bumi mentah di Indonesia yang diekspor ke luar negeri dianggap punya kualitas yang sangat baik. Ini karena produksi minyak bumi mentah Indonesia bisa untuk berbagai kebutuhan dengan karakteristik kandungan sulfur yang rendah. Sehingga, minyak bumi mentah Indonesia sangat baik untuk digunakan sebagai bahan bakar dan petrokimia.
Walaupun Indonesia bukanlah produsen utama minyak bumi di dunia dan tidak punya cadangan minyak bumi yang berlimpah, namun minyak bumi mentah Indonesia berkualitas tinggi. Negara tujuan ekspor minyak mentah Indonesia adalah negara-negara ASEAN (terutama Thailand) dan Tiongkok, di mana permintaan minyak mentah di negara-negara tersebut akan mempengaruhi volume ekspor dan nilai ekspor migas Indonesia.
Sentimen positif naiknya permintaan minyak global bisa dipengaruhi dari suku bunga global yang saat ini sedang dalam tren penurunan. Suku bunga yang rendah mendorong aktivitas bisnis dan menjadi katalis positif bagi pertumbuhan ekonomi dan ujungnya dapat meningkatkan permintaan minyak global.
👉Baca juga: Suku Bunga The Fed: Pangkas 25 bps jadi 3,5%-3,75%
Tren Harga Minyak dan Dampaknya pada Saham
Sepanjang tahun 2025, tren hanya minyak mentah dunia dalam fase penurunan. Harga minyak Brent di tahun 2025 mengalami penurunan harga hampir 18% dan penurunan harga tersebut menjadi yang terburuk sejak tahun 2020. Bahkan, selama tiga tahun berturut-turut atau tiga tahun terakhir kinerja Brent selalu negatif. Sementara harga minyak WTI lebih parah lagi, di mana harga minyak tersebut turun hampir 19% di tahun 2025.
Penurunan harga minyak dunia di tahun 2025 dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu kebijakan OPEC+, oversupply, permintaan global yang melambat, dan faktor geopolitik di timur tengah. Namun, musuh terbesar minyak saat ini adalah oversupply.
World Bank, dalam laporan per Oktober 2025 menjelaskan harga minyak di tahun 2026 akan turun dari US$ 68 per barel (2025) menjadi US$ 60 per barel. Penurunan ini terjadi karena pertumbuhan konsumsi minyak yang melambat dan pasokan minyak yang terus meningkat.
Lembaga tersebut memperkirakan produksi minyak tumbuh 3 juta barel per hari (mb/d) menjadi 105 juta barel per hari. Ini merupakan level tertinggi sepanjang sejarah. Kemudian akan meningkat lagi menjadi 108,5 juta barel per hari pada 2026.

Menurut International Energy Agency (IEA) hampir setengah peningkatan berasal dari OPEC+. Sementara itu IEA dan lembaga lainnya memproyeksikan pertumbuhan pasokan minyak pada 2026 terutama dari negara-negara non-OPEC. Khususnya seperti Guyana, Brasil, Kanada, dan Amerika Serikat. Kelebihan pasokan minyak global tersebut membuat harga minyak dunia tertekan dan membuat stok minyak global naik tajam hingga 8,03 miliar barel.
Menurut Badan energi internasional, sejak kuartal 4 2025 hingga tahun 2026, pasokan minyak global akan surplus 3,7-3,84 juta barel per hari. Ada perbedaan pandangan antara Badan energi internasional dan OPEC, menurut OPEC, pasar minyak global saat ini relatif seimbang dengan proyeksi permintaan mencapai 43 juta barel per hari atau sama dengan proyeksi produksi minyak saat ini.
Kelebihan pasokan minyak global tersebut belum lagi stok minyak di laut atau oil on water, di tengah naiknya pengiriman minyak jarak jauh dan sulitnya mendapatkan pembeli minyak. Saham-saham minyak di Indonesia yang punya fokus ekspor ke luar negeri akan terdampak langsung dan membuat volume perdagangan ke luar negeri menurun, serta mempengaruhi laba perusahaan. Kondisi lain yang perlu dicermati adalah penangkapan presiden Venezuela, Maduro, oleh Amerika Serikat (AS) dan bagaimana kebijakan produksi minyak di negara Amerika Selatan tersebut.
Sementara itu konsumsi minyak global diproyeksikan hanya tumbuh moderat. IEA memperkirakan kenaikan sekitar 0,7 juta barel per hari per tahun. Sedangkan US Energy Information Administration memproyeksikan pertumbuhan permintaan 1,1 juta per hari pada tahun 2026.
Prediksi Harga Minyak Brent dan WTI 2026

Melansir Reuters, pergerakan harga minyak di tahun 2026 akan mengalami banyak tekanan, harga rata-rata minyak Brent diproyeksikan $61,27 per barel di tahun 2026. Sementara itu harga rata-rata minyak mentah AS diproyeksikan akan diperdagangkan di level $58,15 per barel di tahun 2026.
Untuk tetap menjaga ketahanan energi minyak nasional, pemerintah Indonesia sendiri sudah menerapkan kebijakan penguatan sektor hulu, diversifikasi energi, dan efisiensi energi. Dengan adanya kebijakan hilirisasi energi minyak di Indonesia, saham minyak Indonesia dapat meningkatkan nilai tambah produk, mengurangi impor, menarik investasi besar, menciptakan lapangan kerja, dan berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi.
Sehingga, saham minyak bukan hanya mengandalkan penjualan minyak mentah saja. Melainkan, saham-saham perusahaan minyak di Indonesia bisa mengelola dan menjual berbagai produk turunan minyak bumi yang punya nilai ekonomi yang lebih tinggi daripada hanya menjual minyak mentah saja.
Pengaruh Perang Iran-Israel ke Harga Minyak Dunia
Perang antara Iran-Israel yang melibatkan Amerika Serikat berpotensi mendorong kenaikan tajam pada harga minyak dunia. Ini karena adanya peningkatan risiko gangguan pasokan energi dari Timur Tengah.
Iran memiliki peran strategis sebagai produsen minyak dan menguasai jalur penting perdagangan energi global di Strait of Hormuz. Jalur ini memiliki lebar kurang dari 40 km dan menjadi akses distribusi seperlima pasokan minyak dunia (20 juta barel per hari).
Jika konflik berlangsung lama, harga minyak berpotensi naik US$100-US$120 per barel. Pasar menjadi semakin khawatir terhadap pasokan minyak global yang semakin terbatas.
Bagi Indonesia sendiri, konflik yang mengakibatkan kenaikan harga minyak tersebut bisa memberikan dampak negatif. Ini karena Indonesia menjadi negara net importir minyak, sehingga biaya impor energi yang tinggi akan memperbesar beban subsidi pemerintah.
Di sisi lain, lonjakan harga minyak dapat memicu inflasi domestik, menekan daya beli masyarakat, serta meningkatkan risiko pelemahan nilai tukar Rupiah akibat nilai Dolar AS yang semakin kuat sebagai aset safe haven. Namun, sektor energi dan komoditas dapat memperoleh keuntungan dari kenaikan harga minyak.
Daftar 5 Saham Minyak Indonesia Terbaik 2026
Di tengah kelebihan pasokan minyak global, saham-saham minyak Indonesia berikut masih menarik untuk dilirik investor dengan fundamental perusahaan yang kuat dan memiliki likuiditas yang tinggi di pasar saham. Selain itu, beberapa rekomendasi saham minyak yang akan kami jelaskan di bawah ini juga rutin memberikan dividen kepada investor.
👉 Cara Investasi Minyak di Indonesia: Saham & Futures
Jadi, penasaran bukan siapa emiten minyak tersebut? Berikut daftar 5 Saham minyak Indonesia terbaik 2026 berdasarkan kapitalisasi pasar terbesar (menunjukkan likuiditas baik) serta kinerja fundamental yang solid:
MEDC - PT Medco Energi Internasional Tbk

MEDC adalah salah satu emiten minyak di Indonesia yang masuk ke dalam indeks LQ45 dan menjadi salah satu saham minyak dengan market cap terbesar di Indonesia. PT Medco Energi Internasional Tbk adalah perusahaan energi swasta yang memiliki bisnis utama dalam bidang produksi dan eksplorasi migas, pembangkit listrik, dan penambangan mineral.
MEDC menjadi perusahaan yang terintegrasi dari sektor hulu hingga sebagian hilir. Namun, struktur bisnis dari perusahaan dominan di upstream oil & gas.
Pada tahun 2024, MEDC mampu menghasilkan dan memproduksi minyak sebanyak 152 ribu barel per hari. Perusahaan migas ini diketahui mengelola sejumlah proyek migas di Indonesia dan di luar negeri. Misalnya proyek Blok South Natuna (Forel Field), Medco E&P Grissik, dan Medco E&P Natuna.
Kinerja Produksi dan Keuangan Minyak MEDC 2025
| Produksi Migas Q3 2025 | |
|---|---|
| 155-160 ribu barel/hari |
| Produksi Migas Q3 2025 |
| 155-160 ribu barel/hari |
Hingga kuartal 3 2025, produksi migas MEDC mencapai 155-160 ribu barel per hari, atau lebih rendah dari tahun 2024. Namun, hasil produk migas MEDC di kuartal 3 2025 naik 14% dari kuartal sebelumnya. Penurunan produksi migas MEDC secara tahunan karena turunnya permintaan gas ke Singapura dan perawatan terencana di Senoro. Komposisi migas yang MEDC hasilkan hingga kuartal 3 2025 adalah 28% minyak dan 72% gas.
| Pendapatan (Hingga Q3 2025) | Laba Bersih (Hingga Q3 2025) | ||
|---|---|---|---|
| Rp29,31 triliun | Rp1,43 triliun |
| Pendapatan (Hingga Q3 2025) | Laba Bersih (Hingga Q3 2025) |
| Rp29,31 triliun | Rp1,43 triliun |
Secara tahunan, pendapatan MEDC mengalami kenaikan sebesar 8,6% dari tahun 2024. Namun, laba bersih MEDC mengalami penurunan yang sangat besar mencapai 65,5% dari tahun 2024. Penurunan laba bersih MEDC ini disebabkan oleh menurunnya harga minyak bumi.
Rasio Keuangan MEDC
| Debt-to-Equity Ratio (DER) | Interest Coverage Ratio | ||
|---|---|---|---|
| 2,53 | 3,88x |
| Debt-to-Equity Ratio (DER) | Interest Coverage Ratio |
| 2,53 | 3,88x |
Dengan nilai DER mencapai 2,53, ini menunjukkan bahwa perusahaan MEDC memiliki lebih banyak utang dibanding ekuitas. Namun, investor tidak perlu khawatir karena MEDC punya kemampuan bayar utang yang sangat baik dengan memiliki nilai ICR di atas 3 (kemampuan bayar bunga solid dan stabil).
PGAS - PT Perusahaan Gas negara Tbk
Saham perusahaan minyak di Indonesia selanjutnya yang bisa menjadi watchlist saham investor di tahun 2026 adalah PGAS. PGAS adalah perusahaan migas milik pemerintah Indonesia yang punya fokus bisnis pada bidang transmisi dan distribusi gas bumi.

Emiten minyak ini termasuk ke dalam indeks LQ45 dan juga masuk indeks MSCI. Masuknya PGAS ke dalam 2 indeks saham tersebut, tentu bisa menjadi gambaran bahwa saham perusahaan ini memiliki likuiditas yang tinggi dan baik secara fundamental perusahaan. PGAS ikut terlibat dalam produksi hulu (upstream) minyak dan gas bumi melalui anak perusahaannya, PT Saka Energi Indonesia.
Namun, untuk sektor gas mereka menjadi perusahaan yang berfokus di midstream dan downstream. PGAS memiliki peran besar dalam transportasi dan infrastruktur gas di Indonesia melalui jaringan pipa gas nasional. Di sisi lain, mereka juga menjalan bisnis niaga dan distribusi gas bumi ke berbagai sektor seperti industri manufaktur, pembangkit listrik, dan rumah tangga.
Kinerja Produksi dan Keuangan PGAS
Hingga kuartal 3 2025, PGAS berhasil mencatatkan kinerja produksi dan penjualan sebagai berikut:
| Volume Penjualan Gas Bumi | Volumen Transmisi Gas Bumi | Transportasi Minyak | |||
|---|---|---|---|---|---|
| 833,0 BBTUD | 1.622,3 MMSCFD | 173.801,2 BOEPD |
| Volume Penjualan Gas Bumi | Volumen Transmisi Gas Bumi | Transportasi Minyak |
| 833,0 BBTUD | 1.622,3 MMSCFD | 173.801,2 BOEPD |
Pendapatan dan penjualan terbesar perusahaan PGAS dari bisnis niaga gas bumi yang mencakup penyaluran gas bumi ke rumah tangga, pembangkit listrik, perhotelan, hingga transportasi. Dalam menyalurkan gas alam ke pelanggan, PGAS bisa menyalurkan gas alam melalui jalur pipa langsung atau dalam bentuk tabung.
| Pendapatan (hingga Q3 2025) | Laba Bersih (hingga Q3 2025) | ||
|---|---|---|---|
| Rp48,79 triliun | Rp3,97 triliun |
| Pendapatan (hingga Q3 2025) | Laba Bersih (hingga Q3 2025) |
| Rp48,79 triliun | Rp3,97 triliun |
Tingginya pendapatan dan laba bersih perusahaan PGAS adalah gambaran dominasi pasar penjualan gas domestik yang dikuasai PGAS. Melansir IDX, PGAS saat ini menguasai 91% pangsa pasar untuk penjualan gas domestik di Indonesia.
Rasio Keuangan PGAS
| Debt-to-Equity Ratio (DER) | Interest Coverage Ratio | ||
|---|---|---|---|
| 0,7 | 13,01x |
| Debt-to-Equity Ratio (DER) | Interest Coverage Ratio |
| 0,7 | 13,01x |
Nilai DER di bawah 1, ini menunjukkan bahwa PGAS punya utang yang lebih kecil dari modal. Sementara, nilai ICR PGAS yang besar dapat menggambarkan bahwa perusahaan milik pemerintah Indonesia ini memiliki keuangan yang sangat kuat dan sangat konservatif saat berutang.
AKRA - PT AKR Corporindo Tbk

PT AKR Corporindo Tbk termasuk ke dalam 10 saham minyak bumi terbesar di Indonesia yang punya market cap terbesar di IDX. Perusahaan minyak satu ini tidak memproduksi migas, melainkan menjadi distributor untuk BBM subsidi dan BBM non subsidi, serta bahan kimia dasar. Sehingga, dapat kita katakan bahwa AKRA adalah perusahaan yang berfokus di bisnis hilir (downstream).
Pada November 2025, emiten minyak ini baru saja diresmikan sebagai anggota baru di indeks LQ45. Masuknya AKRA ke LQ45 adalah bukti bahwa saham perusahaan ini memiliki likuiditas yang baik di pasar saham Indonesia. Perusahaan ini mengelola stasiun pengisian BBM merek BP dan merupakan pemilik saham mayoritas di perusahaan tersebut.
Kinerja Penjualan AKRA
| Penjualan BBM | Kimia Dasar dan Lainnya | ||
|---|---|---|---|
| Rp24,27 triliun | Rp5,37 triliun |
| Penjualan BBM | Kimia Dasar dan Lainnya |
| Rp24,27 triliun | Rp5,37 triliun |
Pendapatan AKRA ditopang oleh penjualan BBM subsidi dan non subsidi, serta kimia dasar. Selain itu, AKRA juga memiliki pendapatan dari jasa logistik, kawasan industri, dan utilitas.
| Pendapatan (hingga Q3 2025) | Laba Bersih (hingga Q3 2025) | ||
|---|---|---|---|
| Rp32,4 triliun | Rp1,65 triliun |
| Pendapatan (hingga Q3 2025) | Laba Bersih (hingga Q3 2025) |
| Rp32,4 triliun | Rp1,65 triliun |
Pencapaian laba bersih AKRA hingga kuartal 3 2025 mengalami kenaikan 13,01% dari tahun 2024. Tentu, ini adalah kabar positif bagi emiten AKRA di tengah kelangkaan BBM yang dialami stasiun pengisian BBM BP beberapa waktu lalu.
Rasio Keuangan AKRA
| Debt-to-Equity Ratio (DER) | Interest Coverage Ratio | ||
|---|---|---|---|
| 1,32 | 50,53x |
| Debt-to-Equity Ratio (DER) | Interest Coverage Ratio |
| 1,32 | 50,53x |
Berdasarkan rasio keuangan di atas, jika kita lihat dari nilai DER dan ICR dari AKRA, maka perusahaan satu ini memiliki utang yang lebih besar daripada modal namun perusahaan minyak ini memiliki keuangan yang sangat kuat dan stabil.
RAJA - PT Rukun Raharja Tbk
Saham minyak mentah Indonesia keempat yang kami rekomendasikan adalah RAJA. RAJA atau dikenal sebagai PT Rukun Raharja Tbk adalah perusahaan infrastruktur dan distribusi sehingga dapat kita katakan mereka memiliki aktivitas utama di midstream dan downstream.
Di sisi midstream, mereka memiliki bisnis utama berapa transportasi gasi, pengelolaan jaringan pipa, serta infrastruktur energi yang menghubungkan produsen dan konsumen. Kemudian, di bisnis downstream, mereka melakukan penjualan dan penyaluran gas ke pelanggan industri.

Pada tahun 2025, saham RAJA mengalami kenaikan luar biasa hingga 121% sejak akhir September 2025 sampai 14 Oktober 2025. Kenaikan harga saham RAJA di tahun 2025 juga diimbangi dengan agresifnya perusahaan ini dalam melakukan ekspansi untuk menjadi perusahaan energi terintegrasi dengan banyak melakukan aksi akuisisi perusahaan lain.
Kinerja Keuangan RAJA
| Pendapatan (hingga Q3 2025) | Laba Bersih (hingga Q3 2025) | ||
|---|---|---|---|
| Rp3,2 triliun | Rp296,1 miliar |
| Pendapatan (hingga Q3 2025) | Laba Bersih (hingga Q3 2025) |
| Rp3,2 triliun | Rp296,1 miliar |
Laba bersih perusahaan sepanjang tahun 2025 sampai kuartal 3 2025 mengalami kenaikan secara tahunan sebesar 1%. Selain itu, laba bersih RAJA juga mengalami kenaikan sebesar 13,9% dibanding periode yang sama di tahun 2024.
Rasio Keuangan RAJA
| Debt-to-Equity Ratio (DER) | Interest Coverage Ratio | ||
|---|---|---|---|
| 0,88 | 7,10x |
| Debt-to-Equity Ratio (DER) | Interest Coverage Ratio |
| 0,88 | 7,10x |
Dengan nilai DER di bawah 1 dan nilai ICR di atas 7, emiten RAJA memiliki kondisi keuangan yang sehat dan keuangan yang stabil, serta memiliki kemampuan bayar utang yang sangat baik.
ENRG - PT Energi Mega Persada Tbk

PT Energi Mega Persada Tbk adalah salah satu perusahaan minyak yang sudah melantai di BEI sejak tahun 2004. Perusahaan dengan kode ENRG ini adalah perusahaan yang bergerak di bidang eksplorasi, pengembangan dan produksi minyak mentah serta gas alam. Sehingga, dapat kita katakan bahwa perusahaan ini berfokus di sektor hulu (upstream) minyak dan gas bumi.
Portofolio saham minyak mentah Indonesia Energi Mega Persada adalah Bentu, Korinci Baru, Malacca Strait, Kangena, Sengkang dan Buzi (Mozambik). EMP juga pemain hulu migas yang aktif meningkatkan produksi melalui operasional organik dan akuisisi aset, serta turut memasok gas bumi untuk kebutuhan domestik.
Kinerja Keuangan ENRG
| Pendapatan 2025 | Laba Bersih 2025 | ||
|---|---|---|---|
| Rp 8,36 triliun (+10,1% YoY) | Rp 1,536 triliun (+ 25,4% YoY) |
| Pendapatan 2025 | Laba Bersih 2025 |
| Rp 8,36 triliun (+10,1% YoY) | Rp 1,536 triliun (+ 25,4% YoY) |
EMP mencatatkan pertumbuhan pendapatan, pendukungnya adalah kontribusi yang kuat dari Bentu, Sengkang, Siak dan Kampar. Dengan pertumbuhan moderat tersebut, EBITDA tercatat naik 18,6% YoY menjadi Rp 5,09 triliun.
| Produksi minyak | |
|---|---|
| 8.381 bopd (+ 6% yoy) |
| Produksi minyak |
| 8.381 bopd (+ 6% yoy) |
Produksi minyak mengalami kenaikan dari kuartal III-2024 yang tercatat hanya 7.917 barel per hari. Namun ada penurunan harga minyak sebesar 14% yoy dari US$ 82,97 di kuartal III-2024 menjadi US$ 71,14 per barrel. Pertumbuhan produksi minyak merupakan hasil dari proyek Siak dan Kampar.
Dari sisi gas, produksi gas turun 2% yoy menjadi 223,6 MMscfd (juta kaki kubik per hari). Namun harga gas mengalami kenaikan 7% menjadi US$ 6,79 per mcf. Adapun penjualan terbesar di dalam negeri kepada PT Kilang Pertamina Internasional dan PT Petrokimia Gresik. Sementara penjualan terbesar ke luar negeri adalah kepada TIS Petroleum (Asia) Pte Ltd.
Rasio Keuangan ENRG
| Debt-to-Equity Ratio (DER) | Interest Coverage Ratio | ||
|---|---|---|---|
| 1,21 (FY 2025) | 8,57 (FY 2025) |
| Debt-to-Equity Ratio (DER) | Interest Coverage Ratio |
| 1,21 (FY 2025) | 8,57 (FY 2025) |
Berdasarkan nilai DER dan ICR dari ENRG, kondisi keuangan yang sangat solid. ENRG memiliki rasio utang yang rendah dan kemampuan bayar bunga utang yang cukup tinggi. Serta arus kas yang solid yakni 11%.
Perbandingan Fundamental Saham Perusahaan Minyak Indonesia
Dari 5 saham perusahaan migas yang sudah kami ulas di artikel ini, untuk memudahkan Anda menganalisis fundamental perusahaan tersebut, Anda bisa mengeceknya di tabel di bawah ini:
| Aspek Fundamental | MEDC (Q3 2025) | PGAS (Q3 2025) | AKRA (Q3 2025) | RAJA (Q3 2025) | ENRG (FY 2025) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Pendapatan | Rp29,31 triliun | Rp48,79 triliun | Rp32,4 triliun | Rp3,2 triliun | Rp 8,36 triliun | ||||||
| Laba Bersih | Rp1,43 triliun | Rp3,97 triliun | Rp1,65 triliun | Rp296,1 miliar | Rp 1,536 | ||||||
| Debt to Equity Ratio (DER) | 2,53 | 0,7 | 1,32 | 0,88 | 1,21 | ||||||
| Interest Coverage Ratio | 3,88x | 13,01x | 50,53x | 7,10x | 8,57x | ||||||
| PER | 23,37x | 10,73x | 13,52x | 92,91x | 27,44x | ||||||
| PBV | 0,84% | 0,71x | 1,53x | 7x | 3,05x |
| Aspek Fundamental | MEDC (Q3 2025) | PGAS (Q3 2025) | AKRA (Q3 2025) | RAJA (Q3 2025) | ENRG (FY 2025) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Pendapatan | Rp29,31 triliun | Rp48,79 triliun | Rp32,4 triliun | Rp3,2 triliun | Rp 8,36 triliun | ||||||
| Laba Bersih | Rp1,43 triliun | Rp3,97 triliun | Rp1,65 triliun | Rp296,1 miliar | Rp 1,536 | ||||||
| Debt to Equity Ratio (DER) | 2,53 | 0,7 | 1,32 | 0,88 | 1,21 | ||||||
| Interest Coverage Ratio | 3,88x | 13,01x | 50,53x | 7,10x | 8,57x | ||||||
| PER | 23,37x | 10,73x | 13,52x | 92,91x | 27,44x | ||||||
| PBV | 0,84% | 0,71x | 1,53x | 7x | 3,05x |
👉Jika Anda masih bingung bagaimana cara menilai perusahaan berdasarkan analisis fundamental, Anda bisa membaca panduan selengkapnya di artikel berikut: Bagaimana menilai perusahaan berdasarkan Analisis Fundamental?
Apa Saham Minyak Indonesia Terbaik 2026 untuk Investor?
Selain Anda bisa memilih saham minyak di Indonesia dengan mempertimbangkan pertumbuhan laba perusahaan, Anda sebagai investor juga perlu membandingkan nilai PER dan PBV dari masing-masing saham perusahaan. Untuk memudahkan Anda memilih saham perusahaan minyak yang layak, pertimbangkan untuk membeli saham perusahaan minyak di Indonesia yang masuk ke dalam indeks saham populer seperti PGAS, AKRA, dan MEDC.
Keuntungan memilih saham PGAS, MEDC, dan AKRA yang masuk indeks LQ45 adalah saham tersebut sudah terseleksi secara ketat berdasarkan market cap, likuiditas saham, dan fundamental perusahaan. Sehingga, investor bisa menjadikan saham-saham tersebut sebagai pilihan investasi yang menarik dan relatif stabil untuk jangka panjang.
Anda bisa berinvestasi saham minyak melalui aplikasi saham terbaik dengan keunggulan aman dan sudah resmi OJK. Ini rekomendasi aplikasinya:
- HOTS