Uang

Tidak berlebihan rasanya jika kita menyebut 9 naga sebagai "penguasa" ekonomi di Indonesia. Ini karena bisnis para sembilan naga Indonesia memiliki pengaruh yang sangat besar pada perekonomian Indonesia. Taipan-taipan sembilan naga tersebut tidak hanya memiliki satu bisnis, melainkan gurita bisnis di berbagai sektor unggulan yang ada di negara kita.
Dalam artikel ini, kami akan membahas siapa itu 9 naga Indonesia. Kemudian, kami juga akan membahas jumlah kekayaan dan bisnis apa saja yang mereka miliki. Selain itu, kita juga akan melihat peran 9 naga Indonesia bagi ekonomi Indonesia.
Mari kita simak pembahasannya berikut ini!

Sembilan naga Indonesia adalah julukan bagi 9 tokoh keturunan Tionghoa-Indonesia yang populer sebagai penguasa ekonomi melalui jaringan bisnis yang luas dan diversifikasi bisnisnya. Dalam budaya Tionghoa, naga memiliki makna sebagai simbol kekayaan dan kekuasaan. Sehingga, arti 9 naga sendiri bisa merepresentasikan kekuatan bisnis dan kekayaan dari 9 tokoh penguasa paling berpengaruh bagi perekonomian Indonesia.
Sembilan naga sendiri memiliki beberapa bisnis yang bergerak di sektor utama perekonomian negara. Namun, apa saja sektor utama perekonomian di Indonesia?
Beberapa sektor yang menjadi penopang ekonomi Indonesia yaitu sektor industri manufaktur, digital dan teknologi, pertambangan, kesehatan, perbankan, energi terbarukan, F&B dan consumer goods, serta ekonomi kreatif dan pariwisata.
Bagi para trilioner sukses di luar sana, kunci menjaga kekayaan mereka sehingga langgeng sampai sekarang adalah fokus ke satu bisnis hingga besar terlebih dahulu. Kemudian, baru menerapkan diversifikasi investasi dan bisnis sambil melihat peluang bisnis lain yang menjanjikan.
Menurut BPS, 92% UMKM di Indonesia berhenti beroperasi sebelum 3 tahun karena beberapa faktor berikut:
Selain keempat faktor kegagalan di atas, ada juga faktor lain yang seringkali menjadi kesalahan pebisnis pemula saat baru memulai bisnis dari nol. Ini mencakup investasi yang buruk, tidak fokus, penentuan keputusan yang tergesa-gesa, dan FOMO.
Walaupun mayoritas 9 naga di Indonesia mewarisi kekayaannya dari orang tua atau bisnis keluarga, namun bagi Anda yang ingin menjadi sekaya 9 naga, fokus ke satu bisnis saja tidak cukup. Ini karena masih ada strategi wealth management yang membuat uang mereka tidak berseri.
👉 Ketahui bagaimana cara orang kaya mengelola kekayaan selengkapnya di artikel berikut: Wealth Management ala Orang Kaya: Strategi Praktis untuk Pemula
Istilah 9 naga di Indonesia pertama kali muncul pada era orde baru di masa kepemimpinan Presiden Soeharto. Namun, saat itu istilah ini berkaitan dengan pebisnis misterius yang menjalankan bisnis ilegal di Indonesia (Gang of Nine).
Pasca order baru, Gang of Nine yang sebelumnya memiliki konotasi negatif berubah menjadi "sembilan naga" yang mencerminkan kekuatan bisnis yang sangat berpengaruh bagi ekonomi nasional dari 9 pengusaha kaya raya Tionghoa-Indonesia.
Berikut daftar tokoh yang termasuk ke dalam 9 naga Indonesia:
| 1 | Robert Budi Hartono | Djarum Group, BCA, BliBli | Rp 735 triliun | ||||
| 2 | Anthony Salim | Salim Group (Indofood, Indomaret, dll.) | Rp 228 triliun | ||||
| 3 | Dato' Sri Tahir | Mayapada Group | Rp 164,5 triliun | ||||
| 4 | James Riady | Lippo Group | Rp 62,9 triliun | ||||
| 5 | Jacob Soetoyo | Alakasa Industrindo, Gesit Sarana Prakarsa | Rp 32 triliun | ||||
| 6 | Edwin Soeryadjaya | Astra Internasional | Rp 20 triliun | ||||
| 7 | Tommy Winata | Artha Graha Group | Rp 12 triliun | ||||
| 8 | Sofjan Wanandi | Santini Group | Rp 8,7 triliun | ||||
| 9 | Rusdi Kirana | Lion Air Group | Rp 2,6 triliun |
| No | Nama Tokoh | Bisnis | Total Kekayaan |
|---|---|---|---|
| 1 | Robert Budi Hartono | Djarum Group, BCA, BliBli | Rp 735 triliun |
| 2 | Anthony Salim | Salim Group (Indofood, Indomaret, dll.) | Rp 228 triliun |
| 3 | Dato' Sri Tahir | Mayapada Group | Rp 164,5 triliun |
| 4 | James Riady | Lippo Group | Rp 62,9 triliun |
| 5 | Jacob Soetoyo | Alakasa Industrindo, Gesit Sarana Prakarsa | Rp 32 triliun |
| 6 | Edwin Soeryadjaya | Astra Internasional | Rp 20 triliun |
| 7 | Tommy Winata | Artha Graha Group | Rp 12 triliun |
| 8 | Sofjan Wanandi | Santini Group | Rp 8,7 triliun |
| 9 | Rusdi Kirana | Lion Air Group | Rp 2,6 triliun |
Formasi sembilan naga Indonesia sendiri bisa berubah-ubah berdasarkan pergeseran ekonomi dan pengaruh bisnisnya dalam perekonomian nasional.
Selanjutnya, kita akan melihat masing-masing proful dari 9 naga pengusaha Indonesia. Berikut penjelasannya:

Siapa yang tidak kenal dengan profil 9 naga di Indonesia satu ini? Namanya selalu menghiasi daftar orang terkaya di Indonesia dengan nilai kekayaan mencapai ratusan triliun Rupiah. Robert Budi Hartono adalah pemilik Group Djarum yang berinvestasi pada banyak bisnis di Indonesia.
Ia mulai terlibat aktif dalam mengembangkan bisnis Djarum bersama kakaknya, setelah ayahnya meninggal dunia pada tahun 1963. Di bawah kepemimpinannya, Group Djarum terus bertransformasi dengan mendiversifikasi bisnisnya ke sektor perbankan hingga teknologi.
Hal yang paling fenomenal hingga saat ini adalah keberhasilan Djarum membeli Bank BCA pasca krisis moneter 1998 dan menjadi pemilik mayoritas saham BBCA.
Berikut gurita bisnis milik Budi Hartono:
| Perbankan | Bank BCA | ||
| Elektronik | Polytron | ||
| Teknologi | Blibli.com | ||
| Telekomunikasi dan Infrastruktur | Sarana Menara Nusantara (TOWR), Solusi Tunas Pratama (SUPR) | ||
| Kesehatan | Rumah Sakit Hermina | ||
| Ritel | Ranch Market | ||
| Pertambangan | PT Agincourt Resources | ||
| Perkebunan | PT Hartono Plantation Indonesia (HPI Agro), PT Muria Sumba Manis (MSM) |
| Sektor Bisnis | Nama Perusahaan |
|---|---|
| Perbankan | Bank BCA |
| Elektronik | Polytron |
| Teknologi | Blibli.com |
| Telekomunikasi dan Infrastruktur | Sarana Menara Nusantara (TOWR), Solusi Tunas Pratama (SUPR) |
| Kesehatan | Rumah Sakit Hermina |
| Ritel | Ranch Market |
| Pertambangan | PT Agincourt Resources |
| Perkebunan | PT Hartono Plantation Indonesia (HPI Agro), PT Muria Sumba Manis (MSM) |
Dari banyaknya bisnis miliki Group Djarum, penghasilan terbesar Robert Budi Hartono bersumber dari Bank BCA dan bisnis Rokok Djarum. Nilai kekayaan Robert Budi Hartono dan Michael Hartono versi Forbes 10 Desember 2025 mencapai US$ 43,8 miliar atau lebih dari Rp 735 triliun.

Pengusaha Tionghoa-Indonesia selanjutnya yang masuk daftar 9 naga di Indonesia adalah Anthony Salim. Jika Anda suka mie instan, pasti Anda sangat mengenal baik brand Indomie yang merupakan produk mie instan terlaris di Indonesia. Indomie adalah salah satu produk Indofood, perusahaan makanan dan minuman terbesar di Indonesia milik Anthony Salim.
Selain memproduksi mie Instan merek Indomie, Indofood juga memproduksi makanan dan minuman lainnya seperti Chitato, Indomilk, dan Bumbu Racik. Bahkan, Anthony Salim sendiri juga memiliki ritel untuk menjual seluruh produk Indofood yaitu Indomaret.
Bank BCA yang saat ini menjadi bank swasta terbesar di Indonesia dulunya merupakan miliki Anthony Salim dan ayahnya (Sudono Salim) sebelum krisis moneter 1998. Pada saat itu, Anthony Salim terpaksa menjual perusahaan BCA karena mengalami masalah likuiditas yang sangat parah.
Kemudian, pemerintah melalui BPPN mengambil alih untuk mencari investor baru. Melalui proses lelang, akhirnya BPPN menunjuk konsorsium Djarum Group dan Farallon Capital sebagai investor baru Bank BCA.
Selain mendapatkan sumber penghasilan utama dari perusahaan Indofood, Anthony Salim juga punya gurita bisnis yang meliputi beberapa sektor bisnis berikut:
| Perbankan | Bank INA | ||
| Energi | PT Bumi Resource Tbk (BUMI) | ||
| Pertambangan | PT Amman Mineral International Tbk (AMMN) | ||
| Media dan teknologi | PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) | ||
| Perkebunan | Indofood Agri Resources (IndoAgri) dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) | ||
| Ritel | PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) | ||
| Makanan dan Minuman | PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) |
| Sektor | Nama Perusahaan |
|---|---|
| Perbankan | Bank INA |
| Energi | PT Bumi Resource Tbk (BUMI) |
| Pertambangan | PT Amman Mineral International Tbk (AMMN) |
| Media dan teknologi | PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) |
| Perkebunan | Indofood Agri Resources (IndoAgri) dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) |
| Ritel | PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) |
| Makanan dan Minuman | PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) |
Melalui bisnis utama dari Indofood dan beberapa bisnis lainnya, estimasi nilai kekayaan Anthony Salim mencapai Rp 228 triliun versi Forbes pada 10 Desember 2025. Sumber pemasukan utama Anthony Salim berasal dari Indofood melalui penjualan produk Indomie dan Bimoli. Selain itu, kekayaannya berasal dari sektor pertambangan melalui PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).

Di balik nama besar Mayapada Group, ada nama Dato' Sri Tahir. Selain menjadi seorang pengusaha, saat ini beliau juga aktif sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dato 'Sri Tahir pertama kali mendirikan Mayapada Group pada tahun 1986, saat itu bisnis Mayapada bermula dari usaha Garmen yang kemudian berkembang ke sektor lain seperti perbankan hingga media.
Dato' Sri Tahir bukanlah seorang pewaris melainkan memulai bisnis Mayapada dari nol. Sekarang, ia sedang mempersiapkan anaknya, Jonathan Tahir sebagai generasi penerus bisnis Mayapada Group.
Sebagai perusahaan terkemuka di Indonesia, Mayapada Group sendiri memiliki bisnis utama di beberapa sektor industri berikut:
| Perbankan | Bank Mayapada | ||
| Kesehatan | Mayapada Hospital | ||
| Properti dan Perhotelan | Mayapada Tower, Regent Bali Hotel, mal Bali Galleria. | ||
| Media dan Ritel | SONA, Guo Ji Ri Bao, | ||
| Teknologi | Pohondana.id |
| Sektor Bisnis | Nama Perusahaan |
|---|---|
| Perbankan | Bank Mayapada |
| Kesehatan | Mayapada Hospital |
| Properti dan Perhotelan | Mayapada Tower, Regent Bali Hotel, mal Bali Galleria. |
| Media dan Ritel | SONA, Guo Ji Ri Bao, |
| Teknologi | Pohondana.id |
Berdasarkan laporan Forbes pada 10 Desember 2025, nilai kekayaan Tahir dan keluarga mencapai US$ 9,8 miliar atau sekitar Rp 164,5 triliun. Mayoritas pemasukan Mayapada Group ditopang oleh bisnis perbankan melalui Bank Mayapada.

Anggota 9 naga di Indonesia berikutnya adalah James Riady, pengusaha Tionghoa-Indonesia yang menjadi pemilik Lippo Group dengan gurita bisnis mulai dari properti hingga teknologi. Aplikasi pembayaran OVO yang menjadi dompet digital terbesar di Indonesia juga menjadi salah satu bisnis milik Lippo Group.
James Riady mewarisi kekayaan dari ayahnya, Mochtar Riady, sebagai pencetus Lippo Group di tahun 1950. Di bawah kepimpinan James Riady, Lippo Group saat ini punya banyak bisnis yang bergerak di berbagai sektor unggulan di Indonesia.
Berikut gurita bisnis milik Lippo Group di bawah kepemimpinan James Riady:
| Properti | Lippo Karawaci, Meikarta, dll | ||
| Ritel | Matahari Department Store | ||
| Kesehatan | Siloam Hospital | ||
| Pendidikan | Universitas Pelita Harapan | ||
| Keuangan | Bank Nobu | ||
| Media dan Teknologi | First Media, OVO |
| Sektor Bisnis | Nama Perusahaan |
|---|---|
| Properti | Lippo Karawaci, Meikarta, dll |
| Ritel | Matahari Department Store |
| Kesehatan | Siloam Hospital |
| Pendidikan | Universitas Pelita Harapan |
| Keuangan | Bank Nobu |
| Media dan Teknologi | First Media, OVO |
Menurut laporan Forbes pada 10 Desember 2025, nilai kekayaan James Riady dan keluarga mencapai US$ 3,75 miliar atau setara Rp 62,9 triliun. Sumber pemasukan utama James Riady sekeluarga berasal dari bisnis properti dan real estate, Lippo Bank, Matahari, dan Siloam Hospital.

Tahukah Anda siapa pemilik stasiun TV SCTV dan Indosiar? Ia adalah Jacob Soetoyo, pengusaha Tionghoa-Indonesia yang menjadi penguasa media di Indonesia serta menjadi tokoh berpengaruh di Gesit Group. Jacob Soetoyo pertama kali mendirikan Surya Citra Media atau kita kenal saat ini sebagai PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) pada tahun 1999.
Ia mewarisi kekayaan dari ayahnya, Soetoyo Sosrodjojo, pemilik perusahaan teh Sosro. Selain memiliki bisnis di media, Jacob Soetoyo juga memiliki bisnis lain di beberapa sektor industri.
Dalam menjaga kekayaannya, Jacob Soetoyo melakukan diversifikasi investasi dan bisnis di sektor bisnis berikut:
| Media | Surya Citra Media (Indosiar, SCTV, Vidio) | ||
| Properti dan Perhotelan | JS Luwansa Hotel | ||
| Perdagangan umum | Gesit Group | ||
| Pertambangan | Gesit Group | ||
| Keuangan | Gesit Group |
| Sektor Bisnis | Nama Perusahaan |
|---|---|
| Media | Surya Citra Media (Indosiar, SCTV, Vidio) |
| Properti dan Perhotelan | JS Luwansa Hotel |
| Perdagangan umum | Gesit Group |
| Pertambangan | Gesit Group |
| Keuangan | Gesit Group |
Walaupun memiliki dinasti bisnis, mulai dari media hingga keuangan, namun tidak diketahui dengan pasti berapa nilai kekayaan Jacob Soetoyo sebagai anggota 9 naga Indonesia. Estimasi kekayaan dari Jacob Soetoyo hingga saat ini mencapai Rp 32 triliun.

Edwin Soeryadjaya adalah konglomerat Tionghoa-Indonesia yang menjadi pemilik dari salah satu perusahaan terbesar di Indonesia, yaitu Astra Internasional. Ia adalah pewaris bisnis Astra Internasional yang sebelumnya didirikan oleh Ayahnya, William Soeryadjaya, pada tahun 1957.
Selain terkenal sebagai pewaris bisnis Astra Internasional, Edwin Soeryadjaya juga terkena; sebagai pemilik bisnis Saratoga yang banyak berinvestasi di berbagai sektor industri di Indonesia.
Melalui perusahaannya, Astra Internasional, Edwin Soeryadjaya memiliki portofolio bisnis sebagai berikut:
| Perkebunan | Astragraphia | ||
| Otomotif | Astra Otopart, Toyota Astra Motor (TAM), Astra Honda Motor (AHM), Astra Daihatsu Motor (ADM), Astra BMW, Astra Lexus, Izuzu Astra Motor Indonesia | ||
| Perkebunan | Astra Agro Lestari | ||
| Teknologi | Bank Saqu | ||
| Kesehatan | Halodoc, Rumah Sakit Hermina, Hearthology | ||
| Kontraktor | PAMA, United Tractors, ACSET |
| Sektor Bisnis | Nama Perusahaan |
|---|---|
| Perkebunan | Astragraphia |
| Otomotif | Astra Otopart, Toyota Astra Motor (TAM), Astra Honda Motor (AHM), Astra Daihatsu Motor (ADM), Astra BMW, Astra Lexus, Izuzu Astra Motor Indonesia |
| Perkebunan | Astra Agro Lestari |
| Teknologi | Bank Saqu |
| Kesehatan | Halodoc, Rumah Sakit Hermina, Hearthology |
| Kontraktor | PAMA, United Tractors, ACSET |
Dari gurita bisnis milik Astra Group di atas, Edwin Soeryadjaya berhasil mengantongi kekayaan yang mencapai US$ 1,2 miliar atau menembus R p20 triliun menurut Forbes pada 10 Desember 2025.

Tommy Winata atau akrab dengan sebutan "TW" adalah pemilik Artha Graha Group, bisnis yang bergerak di bidang perbankan, properti, perkebunan, dan perhotelan. Salah satu mal terkenal dari Artha Graha Group adalah Mall Artha Gading yang berlokasi di Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Sebelum termasuk ke dalam 9 naga Indonesia, TW bukanlah pewaris melainkan perintis yang memulai bisnis dari nol. Bahkan, Tommy Winata sendiri pernah bekerja sebagai penjual es dan pencuci mobil. Pada tahun 1988, ia mulai membangun Artha Graha Group yang berfokus pada bisnis perbankan, properti, dan infrastruktur.
Dengan dukungan dari hubungan kerjasama yang kuat dari militer melalui Yayasan Kartika Eka Paksi (YKEP), Artha Graha Group menjelma menjadi salah satu perusahaan besar di Indonesia. Kawasan elit SCBD adalah salah satu portofolio proyek yang pernah Artha Graha Group bangun.
Tommy Winata sendiri memiliki bisnis yang mencakup beberapa sektor berikut:
| Properti dan Infrastruktur | PT Jakarta International Hotels & Development Tbk (JIHD) dan PT Danayasa Arthatama | ||
| Perbankan | PT Bank Artha Graha International Tbk (INPC) | ||
| Perkebunan | PT Pasifik Agro Sentosa | ||
| Asuransi | PT Artha Graha General Insurance | ||
| Teknologi | PT Artha Graha Telekomindo |
| Sektor Bisnis | Nama Perusahaan |
|---|---|
| Properti dan Infrastruktur | PT Jakarta International Hotels & Development Tbk (JIHD) dan PT Danayasa Arthatama |
| Perbankan | PT Bank Artha Graha International Tbk (INPC) |
| Perkebunan | PT Pasifik Agro Sentosa |
| Asuransi | PT Artha Graha General Insurance |
| Teknologi | PT Artha Graha Telekomindo |
Meskipun nama Tommy Winata tidak masuk dalam jajaran daftar orang terkaya di Indonesia, namun nilai kekayaan pemilik SCBD ini pada Juli 2024 lalu ditaksir mencapai Rp12 triliun. Salah satu sumber kekayaan terbesar Tommy Winata berasal pengelolaan properti dan perhotelan seperti SCBD, Hotel Borobudur, Hotel Discovery Ancol, dan perbankan (Bank Artha).

Rusdi Kirana adalah pengusaha kaya raya di Indonesia yang menjadi pemilik perusahaan maskapai penerbangan Lion Air. Selain aktif sebagai pengusaha, Rusdi Kirana juga aktif sebagai anggota DPR. Ia mendirikan Lion Air pada tahun 1999 dan baru mulai beroperasi pada tahun 2000 dengan modal US$ 10 juta.
Ia mewarisi kerajaan bisnis penerbangan dari keluarganya bersama kakaknya, Kusnan Kirana. Bisnis Lion Air Group tidak hanya berfokus pada penerbangan murah saja, melainkan memiliki bisnis lain yang juga tidak kalah menguntungkan.
Lion Air Group sebagai perusahaan induk memiliki bisnis yang berfokus pada beberapa sektor industri berikut:
| Maspakai penerbangan | Lion Air, Batik Air, Wings Air, Batik Air Malaysia, Thai Lion Air, Super Air Jet | ||
| Logistik | Lion Parcel | ||
| Properti dan Perhotelan | Lion Hotel, Plaza Manado | ||
| Teknologi | Bookcabin |
| Sektor Bisnis | Nama Perusahaan |
|---|---|
| Maspakai penerbangan | Lion Air, Batik Air, Wings Air, Batik Air Malaysia, Thai Lion Air, Super Air Jet |
| Logistik | Lion Parcel |
| Properti dan Perhotelan | Lion Hotel, Plaza Manado |
| Teknologi | Bookcabin |
Berdasarkan laporan harta kekayaan ke KPK pada 9 April 2025 untuk periode tahun 2024, nilai kekayaan Rusdi Kirana mencapai Rp2,6 triliun.

Profil pengusaha 9 naga Indonesia yang terakhir adalah Sofjan Wanandi, pemilik Santini Group. Perusahaan Santini Group pertama kali didirikan Sofjan Wanandi pada tahun 1994. Saat ini, bisnis Santini Group diteruskan oleh anak-anaknya.
Sofjan Wanandi tidak memulai bisnis Santini Group dari nol, ini karena ia hanya melanjutkan bisnis keluarga yang sudah ada sejak tahun 1980-an. Sekarang, Santini Group bertransformasi menjadi perusahaan yang memiliki sederet bisnis dari aki hingga broker saham.
Melalui perusahaan yang saat ini dikelola oleh anak-anaknya, Santini Group memiliki portofolio bisnis yang beragam seperti berikut:
| Olahraga | Kepemilikan saham di klub liga Inggris, Blackburn Rovers | ||
| Otomotif | Minerva, aki G-Force | ||
| Properti | Luwansa Hotel Group | ||
| Media | The Jakarta Post | ||
| Perkebunan | PT Santinilestari Agro Indonesia | ||
| Energi | PT Santinilestari Energy Indonesia |
| Sektor Bisnis | Nama Perusahaan |
|---|---|
| Olahraga | Kepemilikan saham di klub liga Inggris, Blackburn Rovers |
| Otomotif | Minerva, aki G-Force |
| Properti | Luwansa Hotel Group |
| Media | The Jakarta Post |
| Perkebunan | PT Santinilestari Agro Indonesia |
| Energi | PT Santinilestari Energy Indonesia |
Tidak diketahui secara pasti berapa nilai kekayaan Sofjan Wanandi sekarang, namun berdasarkan Forbes 2020, kekayaan 9 naga di Indonesia ini ditaksir mencapai Rp 8,7 triliun.
Prestasi 9 Naga bukan hanya dilihat dari pundi-pundi kekayaan yang mereka miliki, melainkan bisnis yang mereka jalankan di Indonesia juga punya dampak besar bagi perekonomian nasional. Ini karena beberapa hal, yaitu:
Dari semua lini bisnis dari para tokoh 9 naga di Indonesia akan membentuk lanskap ekonomi di Indonesia dan dapat memengaruhi sebagian besar ekonomi nasional. Walaupun Anda tidak sekaya sembilan naga Indonesia, namun sebagai masyarakat Indonesia sebenarnya Anda bisa ikut berpartisipasi dalam memajukan ekonomi nasional dengan berinvestasi pada saham-saham para konglomerat tersebut di pasar modal.
👉 Untuk memulai investasi saham dari nol, Anda bisa membaca panduan selengkapnya di artikel berikut: Cara Investasi Saham untuk Pemula, Ini Tipsnya!