logo RankiaIndonesia

Aplikasi Staking Crypto Terbaik

Staking kripto adalah cara efektif untuk mendapatkan penghasilan pasif dari kripto dibandingkan mining. Artikel ini membahas platform staking dan risiko yang perlu diperhatikan.
Aplikasi staking crypto terbaik untuk mendapatkan passive income

Anda pasti bertanya-tanya, apa aplikasi staking crypto terbaik yang dapat membantu kita untuk memperoleh passive income. Berbeda dengan menjadi validator secara mandiri, staking melalui platform memiliki cara yang sederhana.

Dalam artikel ini, kami akan memberikan sedikit penjelasan tentang apa itu staking crypto. Kemudian kami juga akan memberikan daftar aplikasi staking crypto terbaik beserta waktu terbaik untuk melakukannya. Yuk, simak untuk tahu lebih jelas!

👉 Investasi Kripto: Halal atau Haram?

Apa itu Staking Crypto?

Staking kripto adalah aktivitas investasi di mana Anda "mengunci" aset kripto selama periode tertentu di dalam jaringan blockchain. Tujuannya adalah mendukung keberlanjutan blockchain dan menerima imbal hasil dari aset yang Anda kunci tersebut.

Cara ini lebih efektif daripada menambang kripto karena membutuhkan lebih ramah lingkungan. Di sisi lain crypto mining membutuhkan peralatan canggih, energi yang besar, dan penyelesaian matematis rumit yang ada pada mekanisme Proof of Work (PoW).

Dua Jenis Staking Crypto

Berikut dua jenis staking kripto:

  • Single-sided staking
    • Jenis staking ini dilakukan oleh pemegang kripto yang ingin melakukan staking secara mandiri pada satu jenis token. Mereka menyimpan Proof of Stake (PoS) dalam smart contract yang ada di jaringan blockchain. Staker yang melakukan single-sided dapat berperan sebagai validator blok baru dan akan menerima imbalan dalam bentuk token dengan jenis yang sama.
    • Proof of Stake (PoS) adalah mekanisme konsensus yang melibatkan validasi transaksi dan pembuatan blok baru di blockchain. Sehingga, pemilihan validator berdasarkan persentase partisipasi mereka dalam blockchain. Contoh mata uang kripto yang beroperasi dengan mekanisme PoS yaitu Ethereum dan Algorand
  • Staking pool
    • Proses di mana beberapa pemegang token PoS mengunci aset mereka secara kolektif dalam satu wallet yang kompatibel dengan blockchain (Delegation Proof of Stake/DPOS). Pendistribusian imbal hasilnya terjadi secara proporsional, sesuai kontribusi dari masing-masing staker. Jenis staking ini lebih terjangkau untuk investor ritel.
    • Berbeda dengan PoS, DPoS hanya digunakan subkelompok tertentu dari node yang dianggap dapat dipercaya. Ini karena pemilihannya berdasarkan mayoritas suara dari semua peserta jaringan. Contoh koin kripto yang beroperasi dengan DPoS adalah Tron dan EOS.

Sederhananya, pemilihan validator pada mekanisme PoS berdasarkan partisipasi. Di sisi lain, pemilihan validator DPoS berdasarkan sistem pemungutan suara dan delegasi. Tujuannya adalah memilih subset optimal dari node yang bertanggung jawab adatas pembuatan dan validasi blok.

Namun, perlu Anda perhatikan bahwa tidak semua mata uang kripto dapat di-stake. Ini karena Anda hanya dapat melakukan staking pada mata uang kripto yang menggunakan PoS untuk memproses pembayaran.

apa itu staking crypto
Staking kripto cara lain hasilkan uang dari mata uang kripto tanpa menambang (Sumber gambar: Pexels).

Mengapa Staking Crypto Menguntungkan?

Blockchain membutuhkan node aktif untuk membuat blok baru dan memvalidasi transaksi. Sehingga, jaringan tersebut tetap beroperasi dan aman. Olah karena itu, blockchain memberikan insentif (cryptoeconomic) kepada staker yang mengunci kripto mereka di node blockchain terebut.

Dengan staking, para staker berkontribusi untuk membuat blockchain menjadi lebih baik dan lebih aman, sebagai imbal hasilnya blockchain memberikan reward.

Amankah Staking Crypto di Bursa Tersentralisasi?

Melakukan staking di bursa tersentralisasi sama amannya dengan bursa itu sendiri. Apabila bursa tersebut transparan, jujur, berusaha meningkatkan ekosistem blockchain dan memberi manfaat kepada pelanggannya, staking kripto di sana bisa sangat aman.

Namun, jika kita berhadapan dengan bursa yang curang atau tidak mengikuti peraturan yang berlaku, jangankan staking kripto mempercayakan aset kripto di bursa semacam ini sangat berbahaya.

Mungkinkah Staking Kripto di Bursa Terdesentralisasi?

Ya, staking kripto dapat Anda lakukan di bursa terdesentralisasi atau DEX. DEX memiliki "kolam likuiditas", di mana pengguna dapat menyetor satu mata uang kripto dan menarik kripto lainnya (membeli mata uang kripto dengan menjual yang lain).

DEX memberikan kompensasi bagi pengguna yang menyetor kriptonya dalam bentuk bunga, dengan tujuan untuk selalu menjaga likuiditas yang menjamin operasi pembelian dan penjualan di DEX tersebut.

Beberapa DEX terpopuler adalah:

  • Uniswap
  • Sushiswap
  • Pancakeswap
  • 1inch
  • dll

Apa Risiko dari Staking Crypto?

Risiko yang timbul berasal dari sifat alami aset kripto, yaitu volatilitas tinggi. Ini karena nilai suatu mata uang kripto dapat naik dan turun dalam waktu yang singkat. Sehingga, nilai kripto sendiri dapat turun secara signifikan secara singkat.

Misalnya, jika kita melakukan staking crypto selama satu tahun dan mendapatkan keuntungan 10%. Lalu, nilai aset tersebut turun 50% pada periode yang sama sehingga investasi tersebut tidak menguntungkan.

Meskipun total aset naik menjadi 110% setelah staking, jika nilainya turun 50%, maka total kripto yang kita miliki hanya sebesar 55% dari investasi awal.

Selain itu, membutuhkan waktu sekitar 7 hari atau lebih untuk mencairkan dana jika Anda melakukan unstake. Oleh karena itu, jangan mudah tergiur akan penawaran imbal hasil tinggi dari staking. Ini karena kemungkinan besar nilai aset tersebut bisa turun signifikan sewaktu-waktu.

Pilihan Mata Uang Kripto untuk Staking

Berikut beberapa kripto populer yang memiliki banyak peminat dari penggiat kripto:

  • Ethereum (ETH)
  • Tether USD (USDT)
  • USD Coin (USDC)
  • Polkadot (DOT)
  • Cardano (ADA)
  • Algorand (ALGO)
  • Solana (SOL)
  • Polygon (MATIC)
  • Avalanche (AVAX)
  • Tezos (XTZ)
  • Fantom (FTM)
  • dan banyak lagi.

Perbedaan Staking Crypto vs Earn

Selain staking, ada cara berinvestasi kripto yang mirip yaitu Earn. Meskipun sama-sama menghasilkan keuntungan, keduanya memiliki perbedaan, berikut penjelasannya:

  • Melakukan staking di blockchain tidak membutuhkan entitas perantara. Sehingga, pengguna hanya perlu mengunci mata uang mereka dalam crypto wallet yang kompatibel. Kemudian, blockchain akan mengirimkan reward ke wallet secara otomatis. Demi kenyamanan pengguna, staking juga dapat dilakukan di bursa tersentralisasi. Sehingga, mereka hanya perlu mengunci mata uang kripto mereka dan bursa kana mengurus aspek teknis untuk mendukung blockchain. Bursa tersebut akan membagi reward ke pengguna dengan proporsi tertentu.
  • Di sisi lain, melakukan earning (juga lending), berarti Anda membutuhkan entitas perantara yang membutuhkan likuiditas sehingga dapat beroperasi dengan baik. Bursa sebagai entitas perantara, bersedia memberikan bunga sebagai imbalan atas pinjaman likuiditas dalam bentuk mata uang kripto.

Singkatnya, staking kripto berfokus dalam mendukung jaringan blockchain dan mendapatkan imbalan atas partisipasi. Di sisi lain, earning merupakan pinjaman mata uang kripto yang diberikan pengguna ke bursa dengan imbalan berupa bunga.

Beberapa platform kripto menganggap earning dan staking adalah hal yang sama. Faktanya, ada perbedaan kecil di antara keduanya.

👉Apa itu Crypto Loan (Pinjaman Kripto)?

Aplikasi Terbaik Staking Crypto di Indonesia

Setelah memahami apa itu staking crypto beserta perbedaannya dengan earning, kita akan melihat aplikasi terbaik staking crypto yang berasal dari Indonesia maupun luar negeri. Berikut daftar aplikasi staking crypto terbaik yang bisa Anda pertimbangkan:

Binance

Binance adalah salah crypto exchange terbesar di dunia. Platform ini menawarkan beragam produk kripto yang dapat kita akses pada aplikasinya. Platform ini juga memiliki koin kripto utilitasnya sendiri, yaitu Binance Coin (BNB) yang memberikan benefit tersendiri ketika menggunakannya untuk bertransaksi.

Binance aplikasi staking crypto terbaik

Binance memungkinkan kita untuk melakukan staking pada BNB, ADA, dan SOL. Sehingga, Anda dapat memperoleh passive income dari kripto lewat Binance.

Berikut beberapa informasi penting yang dapat Anda lihat.

  • 🏆 Regulasi: AMF (Prancis), OAM (Italia), FIU (Lithuania), Bank of Spain (Spanyol), AFSA (Kazakhstan), JFSA (Jepang), dan lain-lain
  • 💼 Jumlah aset untuk staking kripto (earning): 14
  • 💵 Imbal hasil tahunan: 0,15% hingga 37,33% per tahun
  • 💲Komisi: 0%
  • 📈 Platform: Sendiri
Menawarkan investasi pada lebih dari 400 koin kriptoTidak teregulasi oleh regulator keuangan Indonesia
Menyediakan beragam layanan dalam satu platformTidak ada jaminan simpanan
Tampilan platform yang dapat disesuaikan

Pintu - Aplikasi Staking Crypto Terbaik

Pintu, aplikasi staking crypto terbaik

Aplikasi Pintu diluncurkan pada 2020 oleh PT Pintu Kemana Saja yang berkantor pusat di Jakarta Pusat. Pintu menyediakan berbagai mata uang kripto yang sudah populer, seperti Bitcoin, Ethereum, Tether, Binance Coin, dan Polygon.

Bagi peminat staking kripto, Pintu menawarkan token ciptaannya, yaitu Pintu Token (PTU) lengkap dengan materi edukasi tentang cara staking dan unstaking di token tersebut. Sedangkan bagi peminat staking earning, Pintu menyediakan program tersendiri yang disebut Pintu Earn, berikut informasi detailnya:

  • 🏆 Regulasi: BAPPEPTI
  • 💼 Jumlah aset untuk staking kripto (earning): 13
  • 💵 Imbal hasil tahunan: 0,1% sampai 13%, dan 12% per tahun untuk PTU
  • 💲Komisi: 0%
  • 📈 Platform: Sendiri
Pendaftaran akun yang dapat Anda lakukan dengan mudahBiaya spread yang tinggi
Memiliki tampilan antarmuka yang sederhana sehingga mudah untuk Anda gunakanAlat analisis teknikal yang kurang lengkap, sehingga kurang cocok untuk trader profesional
Menyediakan token utilitas sendiri (PTU) yang memberikan banyak manfaat seperti diskon bagi para pemegang tokenTidak menyediakan metode pembayaran selain melalui bank lokal
Menggunakan mata uang Rupiah untuk transaksi kriptoProses KYC yang relatif lama karena memakan waktu sekitar 7 hari
Bebas biaya admin untuk jual-beli kripto

👉 Tokocrypto vs PINTU, Mana Aplikasi Kripto Terbaik?

Kraken

staking kripto di kraken

Kraken adalah salah satu aplikasi staking kripto terbaik yang sudah berdiri cukup lama. Sehingga tidak diragukan lagi bahwa mereka menjadi salah satu platform kripto yang menempati posisi teratas dalam berbagai kategori bursa kripto terbaik.

Kraken menyediakan lebih dari 200 mata uang kripto dengan komisi trading yang kompetitif.

Berdiri pada 2011, tidak lama setelah munculnya kripto, Kraken terkenal memiliki reputasi yang baik. Namun pada 2023, SEC menuduh Kraken beroperasi secara ilegal.

Hasil penyelidikan SEC menunjukkan bahwa penerapan bisnis yang tidak memadai dan kontrol internal yang kurang, membuat Kraken berhasil menguasai aset beberapa kliennya senilai US$ 33 miliar. Hal tersebut menjadi masalah serius bagi manajemen dan keamanan bagi pengguna platform. Dari masalah ini, reputasi Kraken semakin dipertanyakan.

Berikut beberapa informasi penting dari Kraken:

  • 🏆 Regulasi: U. S. Securities and Exchange Commission (SEC)
  • 💼 Jumlah aset untuk staking kripto: 19
  • 💵 Imbal hasil: antara 0,15% dan 26%, tergantung jenis kripto
  • 💲 Komisi: antara 0,00% dan 0,26% per transaksi
  • 📈 Platform: buatan sendiri dan terintegrasi dengan TradingView
Menjadi aplikasi staking crypto yang menawarkan komisi rendahBiaya spread yang tinggi
Merupakan "pemain lama" di dunia kripto dan masih memiliki reputasi baikAset yang tersedia untuk staking tergolong sedikit
Menyediakan beragam pilihan mata uang kriptoImbal hasil staking bukan yang tertinggi

👉 Kraken tersedia untuk pengguna yang berbasis di Indonesia, dapat diunduh di Google Play dan AppStore.

Coinbase

coinbase

Coinbase adalah bursa kripto terbesar kedua dunia setelah Binance. Dikenal sangat mudah digunakan sehingga sesuai untuk investor pemula. Selain itu, mereka juga populer di kalangan klien institusional karena menyediakan layanan untuk transaksi besar.

Coinbase juga menjadi perusahaan mata uang kripto pertama yang tercatat di bursa saham (NASDAQ: COIN).

  • 🏆 Regulasi: U. S. Securities and Exchange Commission (SEC)
  • 💼 Jumlah aset untuk staking kripto: 8
  • 💵 Imbal hasil: antara sekitar 2% dan 10%
  • 💲 Komisi: antara 0,5% dan 4,5%
  • 📈 Platform: Sendiri
Memiliki platform yang intuitif dan ramah penggunaMenjadi salah satu platform kripto dengan komisi tertinggi
Menyediakan beragam pilihan aset kriptoAset yang tersedia untuk staking kripto sedikit
Memiliki tingkat keamanan dan reputasi yang baik

👉 Para penggiat kripto di Indonesia hanya dapat mengakses Coinbase melalui aplikasi seluler yang bisa diunduh di Google Play dan AppStore.

Triv Exchange

trive

TrivExchange adalah platform kripto lokal yang masih tergolong pendatang baru di pasar kripto Indonesia. Platform yang berkantor pusat di Jakarta dan Surabaya ini cukup eksis di media sosial dan mengklaim sudah memiliki 2+ juta nasabah.

Platform ini menawarkan staking kripto yang lebih condong ke earning dan memberikan bunga harian yang bervariasi tergantung jenis kriptonya.

  • 🏆 Regulasi: BAPPEPTI
  • 💼 Jumlah aset untuk staking kripto: 21
  • 💵 Imbal hasil: 0,03% sampai 29% per tahun
  • 💲 Komisi: 0,1% sampai 0,11%
  • 📈 Platform: Sendiri
Proses membuka akun yang mudahTidak ada pilihan pembayaran melalui kartu kredit maupun debit
Berorientasi menawarkan passive income bagi para nasabahnyaLayanan bantuan pelanggan menggunakan chatbot (bukan manusia)
Menawarkan berbagai layanan yang mirip dengan bank (penyimpanan, jual-beli, dan transfer kripto)Ulasan Triv masih sulit ditemukan di berbagai sumber online
Memiliki reputasi baik berdasarkan ulasan pengguna
Menawarkan metode pembayaran lokal (transfer bank)

Aplikasi Staking Crypto Terbaik - Kesimpulan

Kesimpulannya, staking crypto merupakan salah satu cara berinvestasi kripto yang dapat memberikan passive income bagi Anda. Cara kerjanya adalah menyimpan aset kripto dalam periode tertentu kemudian Anda akan mendapatkan imbalan berupa bunga.

Meskipun terlihat menawarkan imbal hasil yang menggiurkan, Ada tetap harus mempelajarinya terlebih dahulu. Jangan mudah tergiur pada koin yang menawarkan imbal hasil yang sangat tinggi. Hal ini perlu Anda waspadai karena terdapat kemungkinan harganya dapat berubah drastis dalam waktu singkat.

Pertanyaan yang sering diajukan (FAQ)

Iklan
Artikel terkait