Perdagangan Komoditas
Cara investasi di komoditas bahan baku: migas, emas hingga jagung

Daftar Isi
Cara investasi komoditas kini bukan hanya bisa diakses oleh trader atau investor profesional. Kini komoditas bisa diakses siapapun untuk melakukan diversifikasi portofolio 2026. Di lingkungan global dengan ketegangan politik, deglobalisasi parsial, transisi energi dan inflasi struktural, aset-aset ini sekali lagi mendapatkan perhatian.
Konflik seperti perang Ukraina, konflik Timur Tengah dan perang dagang AS-Tiongkok hingga konflik AS-Iran telah menyoroti bahwa akses ke sumber daya penting seperti energi, logam dan pangan tidak terjamin. Lebih lanjut, pertumbuhan permintaan tembaga, litium, uranium dan nikel yang karena transisi energi, bertentangan dengan pasokan yang terbatas dan mahal.
- Investasi di komoditas menawarkan lindung nilai yang efektif terhadap inflasi struktural saat ini.
- Komoditas memberikan diversifikasi dibandingkan aset tradisional seperti saham dan pendapatan tetap.
- Meningkatnya permintaan sumber daya alam karena megatren transisi energi dan konfigurasi ulang rantai pasokan.
- Memahami apa yang sebenarnya Anda beli saat investasi komoditas sangat penting untuk mengelola risiko seperti contango dan backwardation.
Sebelum menganalisis instrumen investasi komoditas seperti saham, ETF dan derivatif, penting untuk memahami apa itu investasi komoditas, bagaimana kaitannya dengan aset fisik yang menopang ekonomi global.
Apa itu investasi komoditas bahan baku?
Komoditas bahan baku adalah produk yang belum terolah yang harus distandarisasi sebelum dapat dipasarkan sebagai produk jadi dan dikonsumsi secara massal. Oleh karena itu, berinvestasi di komoditas baha baku melibatkan eksposur terhadap sumber daya alam dasar yang fundamental bagi perekonomian global. Tidak seperti saham atau instrumen pendapatan tetap, investasi di komoditas bahan baku tidak mewakili kepemilikan perusahaan, melainkan barang fisik yang berfungsi untuk produksi dan konsumsi.
Bahan baku biasanya terbagi menjadi empat kategori utama:
- Energi: minyak, gas alam, batu bara dan uranium.
- Logam industri: tembaga, alumunium, nikel dan seng.
- Logam mulia: emas, perak dan platinum.
- Pertanian dan peternakan: gandum, jagung, kedelai, kopi, gula dan ternak.
Dalam prakteknya, investor ritel tidak membeli minyak atau tembaga secara fisik. Eksposur dapat Anda capai melalui:
- produk derivatif komoditas bahan baku.
- ETF
- Indeks komoditas
- Saham-saham komoditas bahan baku.
Dalam investasi komoditas bahan baku, penting untuk memahami bahwa perilaku komoditas terkait erat dengan siklus ekonomi, inflasi, hambatan pasokan dan guncangan geopolitik. Bukan terkait dengan keuntungan perusahaan atau keputusan bank sentral.
👉🏻 Hasil Rapat The Fed Maret 2026: Jadwal The Fed & Ekspektasi
Investasi komoditas: konteks di tahun 2026
Jadi, apa yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir yang membuat bahan mentah kembali menjadi sangat populer?
Selama bertahun-tahun, bahan mentah diabaikan dan harganya murah, yang memungkinkan dekade yang relatif nyaman dalam hal harga barang dan jasa.
Pada tahun 2026, bahan mentah akan bergerak dalam lingkungan yang sangat berbeda dari dekade sebelumnya:
- Konflik di Ukraina mulai mendorong kenaikan harga minyak dan gas, serta komoditas pertanian penting lainnya seperti gandum, kedelai dan jagung karena kekhawatiran akan kelaparan global.
- Kelangkaan terjadi pada makanan lain seperti kakao dan kopi.
- Setelah melewati pertengahan dekade ini, kita melihat kebangkitan kembali bahan mentah lainnya yang berfungsi sebagai aset riil (emas) atau sebagai pasokan industri (perak, logam tanah jarang, tembaga atau uranium).
- Inflasi bukan lagi fenomena sementara, melainkan lebih sensitif terhadap guncangan pasokan.
- Transisi energi telah mengubah logam-logam tertentu menjadi aset strategis.
- Investasi dalam kapasitas produksi baru masih terbatas setelah bertahun-tahun mengalami kekurangan investasi.
- Negara-negara sekali lagi melakukan intervensi di pasar-pasar utama dengan alasan keamanan ekonomi.
Semua ini berarti bahwa investasi komoditas buka hanya taruhan jangka pendek. Tetapi keputusan strategis yang membutuhkan pemahaman tentang jenis eksposur apa yang ingin kita ambil, risikonya, dan bagaimana siklusnya.
Pada bagian selanjutnya, kita akan menganalisa cara investasi dalam komoditas, peran indeks dan kesalahan umum yang harus kita hindari.
Bagaimana siklus komoditas bahan baku?
Berikut adalah siklus komoditas bahan baku:
- Tahap 1: saat sumber daya berlimpah, harga cenderung turun, yang menghambat produksi.
- Tahap 2: namun karena barang-barang ini untuk kita konsumsi, persediaannya tidak terisi kembali dengan laju yang sama karena alasan ekonomi maupun politik. Sehingga harganya cenderung naik kembali.
- Tahap 3: produsen mulai kembali meningkatkan produksi dalam jumlah besar karena saat harga naik keuntungan juga bosa meningkat. Sehingga dalam beberapa tahun ke depan persediaan akan kembali meningkat dan harga kembali turun. Sehingga siklus akan kembali kita mulai.

Jenis komoditas apa saja yang diperdagangkan?
Setelah memahami bagaimana cara kerja siklus komoditas, sekarang saatnya mempelajari berbagai jenis komoditas bahan baku agar kita dapat menentukan mana yang dapat kita investasikan.
| Kelompok | Bahan Mentah | ||
|---|---|---|---|
| Logam mulia | emas, perak, platinum dan paladium | ||
| Logam industri | baja, tembaga, besi dll | ||
| Energi | minyak, gas dll | ||
| Komoditas pertanian | gula, biji-bijian, kapas dll | ||
| Energi hijau | energi surya, angin dan hidrogen hijau |
| Kelompok | Bahan Mentah |
| Logam mulia | emas, perak, platinum dan paladium |
| Logam industri | baja, tembaga, besi dll |
| Energi | minyak, gas dll |
| Komoditas pertanian | gula, biji-bijian, kapas dll |
| Energi hijau | energi surya, angin dan hidrogen hijau |
1. Logam mulia
Kita umumnya berbicara tentang emas, perak, platinum, paladium atau berlian. Nilainya ditentukan oleh kelangkaannya dan semua termasuk dalam kategori safe haven.

Secara umum, investasi logam mulia tidak menawarkan imbal hasil yang tinggi kecuali jika bertepatan dengan periode inflasi ketika orang mencari perlindungan di aset riil lainnya atau saat periode kelangkaan karena permintaan industri.
Masalah terbesar mereka adalah biaya menyimpanan dan fakta bahwa aset ini tidak mudah dijual.
2. Energi
Bahan bakar fosil terdiri dari gas alam, batu bara, bensin, minyak dan turunannya. Tidak diragukan lagi, harga bahan bakar fosil lebih dipengaruhi oleh alasan geopolitik dari pada kelangkaannya.

Di satu sisi ada alasan geopolitik internal seperti kurangnya insentif untuk transisi energi hijau yang belum terwujud. Di sisi lain ada konflik eksternal dengan kekuatan-kekuatan yang memiliki sumber daya, tetapi seringkali sulit mencapai kesepakatan perdagangan yang bersahabat.
👉🏻 Pelajari lebih lanjut Cara Investasi Minyak di Indonesia: Saham & Futures
3. Logam industri
Investasi di logam industri antara lain litium, besi, seng, tembaga dan baha yang penting untuk sektor industri. Logam ini merupakan bahan baku yang sangat penting untuk pengembangan industri dan oleh karena itu penting juga untuk manusia.

Investasi pada logam industri dikaitkan dengan kelangkaannya yang seringkali dipengaruhi oleh konflik geopolitik karena negara-negara sering menggunakannya sebagai senjata perdagangan.
4. Pertanian
Saat bicara soal investasi di bidang pertanian, ada banyak yang bisa kita temukan: gandum, kedelai, kopi, pakan ternak, kapas atau hewan ternak.

5. Energi terbarukan
Pada kelompok ini kita bisa menemukan tenaga air, energi surya atau angin. Namun meski terbukti lebih bersih dari pada bahan bakar fosil, energi ini masih belum efisien karena produknya sangat tidak stabil dan terlalu bergantung pada unsur-unsur alam.
Bagaimana Cara Investasi di Komoditas?
Terdapat beragam metode untuk melakukan investasi di komoditas. Salah satunya adalah dengan memperoleh dan menyerahkan komoditas fisik, meskipun dalam praktiknya, pembelian barang fisik seringkali tidak efisien. Sebagai alternatif, opsi yang lebih umum adalah berinvestasi dalam instrumen keuangan.
1. Saham komoditas
Investasi di sektor komoditas melalui saham merupakan salah satu metode investasi yang cukup sederhana karena melibatkan kepemilikan saham perusahaan yang terkait dengan komoditas tersebut. Ketika harga komoditas naik, kemungkinan harga saham juga akan meningkat.
| Perusahaan | Sektor | ||
|---|---|---|---|
| Newmont (NEM) | emas | ||
| Freeport-McMoran (FCX) | tembaga | ||
| Exxon (XOM) | minyak dan gas | ||
| Chevron (CVX) | minyak dan gas | ||
| Archer-Daniels-Midland (ADM) | komoditas pertanian | ||
| Mosaic (MOS) | pupuk | ||
| NextEra Energy (NEE) | energi hijau | ||
| Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) | batu bara | ||
| Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) | batu bara | ||
| Aneka Tambang Tbk (ANTM) | emas & nikel | ||
| Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) | emas dan nikel | ||
| Vale Indonesia Tbk (INCO) | emas dan nikel | ||
| Astra Agro Lestari Tbk (AALI) | sawit |
| Perusahaan | Sektor |
| Newmont (NEM) | emas |
| Freeport-McMoran (FCX) | tembaga |
| Exxon (XOM) | minyak dan gas |
| Chevron (CVX) | minyak dan gas |
| Archer-Daniels-Midland (ADM) | komoditas pertanian |
| Mosaic (MOS) | pupuk |
| NextEra Energy (NEE) | energi hijau |
| Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) | batu bara |
| Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) | batu bara |
| Aneka Tambang Tbk (ANTM) | emas & nikel |
| Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) | emas dan nikel |
| Vale Indonesia Tbk (INCO) | emas dan nikel |
| Astra Agro Lestari Tbk (AALI) | sawit |
Jika kita berinvestasi dalam komoditas melalui saham, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui:
Kelebihan
- Lebih mudah dalam perdagangannya tanpa kontrak rumit, rollover, atau penyimpan.
- Memiliki likuiditas yang cukup tinggi, mudak masuk dan keluar pasar.
- Jika harga bahan baku naik keuntungan perusahaan akan meningkat secara proporsional dan mendorong harga sahamnya.
- Bisa mendapatkan dividen dan menikmati aksi korporasi lainnya.
Risiko
- jika Anda masuk ketika komoditas berada dalam fase
kelebihan pasokan/penurunan harga , Anda mungkin akan mengalami tahun-tahun yang lambat meskipun perusahaan tersebut bagus. - bergantung pada manajemen perusahaan seperti biaya, utang, belanja modal dan risiko operasional.
2. ETF atau Reksa Dana
Cara investasi di komoditas berikutnya adalah dengan membeli ETF. Adapun ETF adalah suatu produk yang berisikan sekumpulan perusahaan penghasil komoditas. ETF sebenarnya bisa bersifat spesifik pada sektor tertentu. Ada dua jenis ETF yang tersedia:
- ETF Perusahaan komoditas: mereka membeli saham perusahaan di sektor komoditas. Harganya dipengaruhi oleh harga bahan mentah dan bagaimana manajemen mengelola perusahaan.
- ETF kontrak berjangka: memberikan eksposur yang lebih direct ke harga komoditas tersebut.
Berikut beberapa ETF yang tersedia:
| ETF | Acuan | ||
|---|---|---|---|
| The Energy Select Sector SPDR Fund (XLE) | perusahaan energi S&P 500 | ||
| VanEck Vectors Gold Miners ETF (GDX) | perusahaan emas terbesar di dunia | ||
| United States Commodity Funds LLC - United States Oil Fund (USO) | harga WTI | ||
| Invesco DB Multi Sector Commodity Trust - Invesco DB Agriculture Fund (DBA) | DBIQ Diversified Agriculture Index Excess Return™ (DBIQ Diversified Agriculture Index ER or Index) - kontrak berjangka komoditas (jagung, gandum, gula dll) |
| ETF | Acuan |
| The Energy Select Sector SPDR Fund (XLE) | perusahaan energi S&P 500 |
| VanEck Vectors Gold Miners ETF (GDX) | perusahaan emas terbesar di dunia |
| United States Commodity Funds LLC - United States Oil Fund (USO) | harga WTI |
| Invesco DB Multi Sector Commodity Trust - Invesco DB Agriculture Fund (DBA) | DBIQ Diversified Agriculture Index Excess Return™ (DBIQ Diversified Agriculture Index ER or Index) - kontrak berjangka komoditas (jagung, gandum, gula dll) |
Berikut keuntungan dan risiko investasi di ETF komoditas:
Keuntungan
- Kesederhanaan: hanya memerlukan pembelian dan pemantauan sesekali.
- Diversifikasi: pilihan yang paling nyaman karena menghilangkan banyak risiko fluktuasi komoditas dalam jangka pendek, masalah manajemen bisnis dan bahkan risiko sektoral maupun negara.
Risiko
- Keuntungan lebih rendah: tidak akan mendapatkan keuntungan maksimal ketika bahan baku tertentu mengalami lonjakan harga.
3. Kontrak Berjangka Komoditas
Kontrak berjangka alias futures idealnya dibuat dan memang digunakan untuk menetapkan harga beli atau jual suatu komoditas yang ditetapkan hari ini tetapi akan diperdagangkan di masa mendatang. Sehingga bisa menghindari risiko fluktuasi harga di masa depan karena penyebab yang tidak diketahui seperti krisis ekonomi, gejolak geopolitik atau krisis iklim.
Namun dalam prakteknya, sebagian besar kontrak dijual kembali berulang kali di pasar sekunder terorganisir (CME, ICE dll). Hal ini memungkinkan paparan yang paling murni terhadap harga komoditas. seringkali untuk hedging dan paling sering untuk spekulasi pada pergerakan harga komoditas tertentu.
Karena diperdagangkan di bursa terorganisir seperti CME dan NYMEX, perdagangan dilakukan dengan aturan yang jelas mengenai ukuran kontrak, ukuran tick minimum hingga tanggal kadaluarsa. Berikut penjelasannya:
- Margin dan leverage: Anda tidak membayar penuh nilai kontrak, melainkan biaya margin untuk dapat melakukan trading. Ini memungkinkan Anda untuk membuka posisi eksposur besar dengan modal kecil. Oleh karena itu pergerakan harga memiliki dampak signifikan pada akun Anda baik keuntungan maupun kerugian.
- Penyesuaian harian: membutuhkan likuiditas harian untuk berjaga-jaga saat pasar bergerak melawan posisi Anda.
- Waktu: kontrak memiliki tanggal berakhir atau kadaluarsa. Jadi jika Anda ingin mempertahankan eksposur selama berbulan-bulan, Anda harus melakukan rollover yaitu menutup kontrak yang akan kadaluwarsa dan membuka kontrak berikutnya. Di sini muncul risiko contango/backwardation dan biaya atau manfaat rollover ini dapat menambah atau mengurangi profitabilitas bahkan jika aset yang mendasarinya tidak banyak bergerak.
Berikut keuntungan dan risiko menggunakan kontrak berjangka:
Keuntungan
- Eksposur murni terhadap komoditas, bukan terhadap perusahaan tambang atau minyak.
- Likuiditas dan spread ketat, terutama pada komoditas yang banyak diperdagangkan (WTI/Brent, emas, tembaga dll)
- Perlindungan nyata: jika bisnis atau portofolio Anda mengalami kerugian akibat kenaikan atau penurunan harga komoditas, kontrak berjangka adalah instrumen yang tepat untuk menutup risiko tersebut.
Risiko
- Volatilitas tinggi + leverage: jika Anda tidak tahu cara mengelola strategi dan modal, fluktuasi normal dapat memaksa Anda untuk menambag margin atau menutup posisi.
- Kadaluarsa dan perpanjangan wajib: jika Anda mempertahankan eksposur, Anda harus memperbarui kontrak dan kurva dapat merugikan Anda (contango) atau menguntungkan Anda (backwardation). Hal ini membutuhkan pengetahuan teknis yang mendalam.
- Pasar ini tidak terlalu populer sehingga butuh spesialisasi di bidang yang sangat spesifik.
4. Berinvestasi di Komoditas Fisik
Pemegangan fisik, sebuah metode tradisional dalam berinvestasi, telah menjadi pilihan utama sebelum pasar saham dan kontrak berjangka menjadi dominan. Ini melibatkan pembelian komoditas secara langsung dan menyimpannya. Biasanya, ini berlaku untuk produk-produk yang tahan lama seperti logam mulia.
Keuntungan
- Anda mendapatkan materi fisik yang sebenarnya
Risiko
- Kecuali untuk emas dan perak, penyimpanannya tidak menguntungkan karena logam akan rusak seiring waktu dan hanya terjangkau jika Anda akan memasukkannya ke dalam proses produksi.
- Dalam kasus emas dan perak, Anda tetap harus menanggung biaya penyimpanan.
- Biaya ekonomi: bahan mentah tidak menghasilkan apapun dengan sendirinya jika tidak diolah.
- Membutuhkan spesialisasi mendalam untuk menambahkan nilai jual.
Investasi komoditas secara fisik hanya memungkinkan untuk emas dan perak. Cara investasi komoditas fisik ini tidak cocok untuk produk yang mudah rusak seperti jagung, gula atau logam industri dan energi.
5. Cara investasi di Komoditas Melalui CFD
Salah satu cara lain untuk berinvestasi di komoditas adalah melalui Contracts for Difference (CFD), sebuah bentuk kontrak derivatif yang nilainya didasarkan pada perbedaan harga komoditas tertentu. Dalam CFD, para trader mengambil spekulasi terhadap kenaikan atau penurunan harga untuk meraih keuntungan. CFD pada dasarnya adalah perjanjian di mana dua pihak setuju untuk menukar uang berdasarkan perubahan harga aset. Selain itu, CFD adalah kontrak standar yang dapat dinegosiasikan dengan cepat.
Ini hanya beberapa manfaatnya, termasuk efisiensi biaya dan kemudahan dibandingkan investasi tradisional. Sebagai contoh, dalam perdagangan CFD di komoditas, Anda bisa membuka posisi beli (long) atau jual (short) pada minyak. Misalkan Anda memilih untuk membeli karena Anda yakin harga minyak mentah akan naik. Setelah membuka posisi, Anda dapat memperoleh keuntungan jika harga minyak naik atau mengalami kerugian jika harga turun.
Daftar broker CFD komoditas



| Broker | Regulasi | Komisi | |||
|---|---|---|---|---|---|
| IUX | FSCA (Afrika Selatan), ASIC (Australia), FSC (Mauritius), dan SVGFSA (St Vincent and Grenadines) melalui entitas terkait, jika berlaku karena lisensi dapat dimiliki oleh entitas yang berbeda. | floating spreads dan komisi US$ 7 per lot untuk akun Raw | |||
| FxPro | FCA (Inggris), SCB (Bahamas), FSA (Seychelles) | floating spreads dan komisi US$ 3,5 per sisi per lot untuk akun Profesional | |||
| XM | CySEC Siprus, FSCA Afrika Selatan, ASIC Australia, dan IFSC Belize. Namun belum terdaftar di BAPPEBTI. | floating spreads dan tanpa komisi. |
| Broker | Regulasi | Komisi |
| IUX | FSCA (Afrika Selatan), ASIC (Australia), FSC (Mauritius), dan SVGFSA (St Vincent and Grenadines) melalui entitas terkait, jika berlaku karena lisensi dapat dimiliki oleh entitas yang berbeda. | floating spreads dan komisi US$ 7 per lot untuk akun Raw |
| FxPro | FCA (Inggris), SCB (Bahamas), FSA (Seychelles) | floating spreads dan komisi US$ 3,5 per sisi per lot untuk akun Profesional |
| XM | CySEC Siprus, FSCA Afrika Selatan, ASIC Australia, dan IFSC Belize. Namun belum terdaftar di BAPPEBTI. | floating spreads dan tanpa komisi. |
Daftar 5 komoditas yang paling banyak diperdagangkan
Kita akan melihat 5 komoditas yang paling banyak diperdagangkan di pasar keuangan internasional:
1. Minyak mentah WTI dan Brent
WTI (AS) dan Brent (Eropa) adalah patokan global untuk harga minyak mentah dan komoditas yang paling banyak diperdagangkan di dunia. Terutama karena semua perkembangan manusia bergantung pada penggunaan minyak untuk bahan baku industri.

Berinvestasi minyak adalah berinvestasi pada perkembangan masa kini, karena minyak merupakan produk ideal untuk membuat bensin yang menggerakkan seluruh transportasi dan rantai logistik internasional.
Lebih lanjut, beberapa konflik geopolitik, penggunaannya cenderung menjadi lebih murah dari waktu ke waktu seiring munculnya teknologi baru untuk mengekstraksi minyak mentah dari laut yang menggunakan teknik fracking.
2. Gas alam
Gas juga salah satu indikator utama ekonomi riil. Alasan mengapa gas termasuk yang paling banyak diperdagangkan karena gas sangat penting untuk pembangkit listrik, pemanasan dan sebagian besar industri.

Dengan kata lain, berinvestasi dalam gas alam berarti "bertaruh" pada sumber energi yang paling fleksibel dalam sistem. Ketika terjadi periode permintaan puncak (musim dingin, gelombang panas, guncangan geopolitik), gas alam adalah salah satu aset yang paling cepat mencerminkan tekanan pasar, karena kapasitas pasokan dan penyimpanannya memiliki batasan yang sangat jelas.
3. Emas
Emas adalah aset safe haven yang paling aman dan bisa kita anggap sebagai komoditas paling universal dari semuanya. Selain itu pasarnya sangat besar dan likuiditasnya tinggi, tidak bergantung pada suatu negara, perusahaan atau teknologi tertentu. lebih jauh lagi, ketika ketidakpastian meningkat (inflasi, krisis dan ketegangan geopolitik), emas menjadi asuransi emosi bagi investor.

Berinvestasi dalam emas , dalam arti tertentu, adalah berinvestasi dalam kepercayaan. Emas tidak menghasilkan arus kas seperti saham atau obligasi, tetapi
secara historis telah berfungsi sebagai penyimpan nilai dan sebagai lindung nilai ketika pasar tidak pasti tentang mata uang atau siklus ekonomi.
4. Tembaga
Jika minyak adalah investasi masa kini, tembaga sering dianggap sebagai investasi di masa depan terdekat. Terutama karena logam memiliki alat untuk menghubungkan elektrifikasi paling baik sejalan dengan pertumbuhan industri. Tembaga biasanya kita gunakan dalam jaringan listrik, kendaraan listrik, pusat data dan konstruksi.

Itulah kenapa investasi tembaga termasuk salah satu investasi komoditas yang populer. Bukan kebetulan bahwa harga tembaga bergerak kuat. Ini artinya pasar memberi tahu bahwa permintaan industri global juga menguat.
5. Jagung
Jagung adalah salah satu pilar sistem pangan global. Selain menjadi makanan manusia, jagung juga sangat penting untuk pakan ternak, dasar dari berbagai rantai pertanian. Dan di beberapa negara, jagung juga menjadi bahan baku untuk bioetanol.
Oleh karena itu, investasi di jagung adalah berinvestasi dalam penopang ekonomi: populasi, konsumsi, iklim dan kebijakan pertanian.
Apakah cara investasi di komoditas bahan baku pada 2026 masih menarik?
Jika Anda memikirkan tahun 2026 dan bertanya apakah masih belum terlambat untuk investasi di komoditas, ini bukan soal bahwa semuanya akan naik. Tetapi lebih pada komoditas yang Anda investasikan adalah komoditas yang mengalami tekanan global, baik itu energi, pangan, logam industri atau aset aman seperti emas.
Pertama, komoditas merupakan aset yang berbeda dari saham atau obligasi pada umumnya. Secara historis, kontrak berjangka komoditas telah memberikan diversifikasi dan cenderung memiliki kinerja yang baik selama guncangan inflasi atau guncangan pasikan (energi, tanaman pangan dan perang dagang), yang justru merupakan saat bagian lain dari portofolio mengalami tekanan.
Kedua, karena mesin struktural belum macet. Sebaliknya, elektrifikasi yang lebih besar karena lebih banyak jaringan dan lebih banyak pusat data AI menyiratkan tekanan yang lebih besar pada logam dan rantau pasokan.
IEA mengatakan bahwa transisi energi dan keamanan pasokan mineral kritis adalah isu sentral di dekade ini.Lebih spesifiknya, perusahaan Deloitte memperkirakan pada tahun 2025 kita akan membutuhkan kapasitas terpasang sebesar 123 giga watt untuk mengoperasikan pusat data AI. Sedangkan saat ini kita hanya membutuhkan 4 giga watt. Sehingga ada potensi peningkatan 30 kali lipat.

Ketiga, meski ada siklus, pasar terus memperhitungkan berbagai skenario. Bahkan kita juga telah menemui banyak informasi bahwa komoditas secara keseluruhan dapat mengalami penurunan pada tahun 2026 karena kelebihan pasokan minyak yang juga menyeret turun indeks secara luas. Memang World Bank telah memproyeksikan penurunan kumulatif tahun 2025-2026 di semua bahan mentah, karena minyak mentah.
Sehingga, jika Anda berinvestasi secara keseluruhan, Anda sangat bergantung pada minyak. Tetapi jika Anda berinvestasi berdasarkan tesis tentang kekurangan global seperti logam untuk jaringan listrik, uranium, produk pertanian karena iklim, Anda dapat jauh lebih tepat.
Keuntungan
- Diversifikasi nyata: karena komoditas cenderung berperilaku berbeda dari saham dan obligasi, terutama ketika terjadi guncangan pasokan
- Perlindungan parsial terhadap inflasi : jika harga naik "dalam kehidupan nyata" (energi/makanan), banyak komoditas cenderung mencerminkan hal ini sebelum aset lainnya.
- Tesis makro yang sangat jelas : Anda berhadapan langsung pada hal-hal nyata (permintaan industri, iklim, geopolitik, transisi energi), dengan katalis yang mudah untuk Anda pelajari.
Risiko
- Anda harus memahami siklusnya : bahan baku bisa murah (kelebihan pasokan) atau mahal (kelangkaan) selama bertahun-tahun dan mendapatkannya "di luar waktu yang tepat" dapat membuat Anda terpinggirkan untuk waktu yang lama.
- Volatilitas tinggi : pergerakan tajam akibat cuaca, perang, keputusan OPEC, persediaan, panen, dll.
- Risiko spekulatif dalam
penggunaan leverage karena terlalu percaya diri terhadap aset
Pajak investasi komoditas di Indonesia
Ini adalah aspek yang paling sering diabaikan dalam artikel tentang komoditas untuk investor Indonesia. Padahal pajak akan mempengaruhi secara langsung hasil trading Anda.
| Aset investasi | Kapan membayar pajak? | Tarif pajak | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Saham dan ETF dalam negeri | saat transaksi penjualan | 0,1% dari nilai transaksi bruto. | |||
| ETF luar negeri | diakumulasikan dalam pendapatan tahunan | PPh Progresif (saat lapor SPT) | |||
| Kontrak berjangka | Dihitung berdasarkan jumlah dana yang disetorkan | 2,5% dari jumlah dana yang disetorkan | |||
| CFD | diakumulasikan dalam pendapatan tahunan | PPh Progresif (saat lapor SPT) | |||
| Dividen | 10 bulan berikutnya setelah masa pajak berakhir | berlaku withholding tax untuk dividen dari instrumen luar negeri atau 10% untuk dividen dari perusahaan dalam negeri atau 0% jika reinvestasi di aset dalam negeri. |
| Aset investasi | Kapan membayar pajak? | Tarif pajak |
| Saham dan ETF dalam negeri | saat transaksi penjualan | 0,1% dari nilai transaksi bruto. |
| ETF luar negeri | diakumulasikan dalam pendapatan tahunan | PPh Progresif (saat lapor SPT) |
| Kontrak berjangka | Dihitung berdasarkan jumlah dana yang disetorkan | 2,5% dari jumlah dana yang disetorkan |
| CFD | diakumulasikan dalam pendapatan tahunan | PPh Progresif (saat lapor SPT) |
| Dividen | 10 bulan berikutnya setelah masa pajak berakhir | berlaku withholding tax untuk dividen dari instrumen luar negeri atau 10% untuk dividen dari perusahaan dalam negeri atau 0% jika reinvestasi di aset dalam negeri. |
FAQs - Pertanyaan Yang Sering Diajukan
Selain komoditas, Anda mungkin ingin mendiversifikasi portofolio Anda dengan berinvestasi di saham. Karena itu, Anda bisa menyimak artikel kami yang mengulas tentang investasi di saham.