Uang
Cara Mengelola Uang Agar Berkembang, Coba Lakukan Ini!

Cara mengelola uang agar berkembang menjadi semakin penting, karena nilai Rp100 juta hari ini bisa jauh menurun dalam 10 tahun akibat inflasi.
Jika Anda merasa gaji selalu habis setiap bulan atau sulit menabung, Anda sebenarnya tidak sendirian. Banyak orang mengalami hal yang sama tanpa sadar kebiasaan keuangan kecil bisa berdampak besar di masa depan. Artikel ini akan membantu Anda memahami cara sederhana namun efektif untuk mengatur keuangan dan mulai berinvestasi sehingga uang Anda benar-benar bertumbuh.
- Uang akan tergerus inflasi jika tidak kita kelola dengan baik
- Disiplin menyisihkan penghasilan adalah kunci utama dalam berinvestasi
- Investasi bisa kita anggap sebagai "pengeluaran produktif"
- Efek bunga majemuk membuat uang berkembang dalam jangka panjang
👉🏻 Kalkulator Bunga Majemuk: Penjelasan, Rumus, dan Strategi
Pentingnya Mengelola Uang agar Berkembang

Memahami cara mengelola uang agar berkembang dengan tepat adalah salah satu pondasi keuangan yang penting bagi Anda dalam membangun kekayaan dan ketahanan finansial.
Inilah 3 alasan utama kenapa kita harus mengelola keuangan dengan lebih bijak:
| Manfaat Mengelola Keuangan | Penjelasan | ||
|---|---|---|---|
| ✅ Mencapai tujuan keuangan | Bisa menabung dan berinvestasi untuk berbagai tujuan keuangan seperti membeli rumah, pendidikan, atau liburan. | ||
| ✅ Membangun rasa aman dan stabilitas finansial | Mengelola uang secara bijak, membuat Anda bisa memiliki kestabilan finansial di masa depan. Misalnya, sudah menyiapkan dana pensiun dan dana darurat untuk Anda gunakan ketika ada kebutuhan mendesak. | ||
| ✅ Menghindari utang yang tidak perlu | Dengan terus memantau pengeluaran secara berkala, Anda bisa mengetahui alokasi pengeluaran ke pos keuangan apa saja. Hal ini sangat berguna sebagai bahan evaluasi untuk mengurangi pengeluaran yang sebenarnya tidak perlu. |
| Manfaat Mengelola Keuangan | Penjelasan |
| ✅ Mencapai tujuan keuangan | Bisa menabung dan berinvestasi untuk berbagai tujuan keuangan seperti membeli rumah, pendidikan, atau liburan. |
| ✅ Membangun rasa aman dan stabilitas finansial | Mengelola uang secara bijak, membuat Anda bisa memiliki kestabilan finansial di masa depan. Misalnya, sudah menyiapkan dana pensiun dan dana darurat untuk Anda gunakan ketika ada kebutuhan mendesak. |
| ✅ Menghindari utang yang tidak perlu | Dengan terus memantau pengeluaran secara berkala, Anda bisa mengetahui alokasi pengeluaran ke pos keuangan apa saja. Hal ini sangat berguna sebagai bahan evaluasi untuk mengurangi pengeluaran yang sebenarnya tidak perlu. |
Data Saldo Rekening Masyarakat di Indonesia
Kurangnya pemahaman masyarakat dalam mengelola uang agar berkembang tercermin dari data saldo rekening masyarakat di Indonesia. Berikut tabel yang berisi data nilai tabungan di rekening beserta jumlah rekening:
| Nilai Tabungan | Jumlah Rekening | ||
|---|---|---|---|
| Di bawah Rp100 juta | 656 juta rekening | ||
| Rp100 juta - Rp200 juta | 3,3 juta rekening | ||
| Rp200 juta - Rp500 juta | 2,3 juta rekening | ||
| Rp500 juta - Rp1 miliar | 896 ribu rekening | ||
| Rp1 miliar - Rp2 miliar | 392 ribu rekening | ||
| Rp2 miliar - Rp5 miliar | 230 ribu rekening | ||
| Di atas Rp5 miliar | 154 ribu rekening |
| Nilai Tabungan | Jumlah Rekening |
| Di bawah Rp100 juta | 656 juta rekening |
| Rp100 juta - Rp200 juta | 3,3 juta rekening |
| Rp200 juta - Rp500 juta | 2,3 juta rekening |
| Rp500 juta - Rp1 miliar | 896 ribu rekening |
| Rp1 miliar - Rp2 miliar | 392 ribu rekening |
| Rp2 miliar - Rp5 miliar | 230 ribu rekening |
| Di atas Rp5 miliar | 154 ribu rekening |
Selain kesalahan dalam mengelola keuangan, penyebab lain mayoritas masyarakat Indonesia tidak memiliki tabungan dalam jumlah yang banyak adalah belanja konsumtif dan pendapatan yang tidak cukup untuk menabung. Menurut sebuah survei dari GoodStats, hampir 70% masyarakat Indonesia tidak punya tabungan dan penyebab utamanya adalah belanja konsumtif (34,5%) dan pendapatan yang tidak cukup untuk menabung (28,2%).
👉🏻 Apa Itu Arisan dan Perbedaannya dengan Menabung?
9 Tanda Anda Tidak Pandai dalam Mengelola Keuangan
Orang yang tidak pandai mengelola uang bisa kita lihat berdasarkan ciri-ciri berikut ini:
| 9 Tanda Tidak Pandai Mengelola Uang | |
|---|---|
| ❌ Tidak memiliki dana darurat 3-6 bulan | |
| ❌ Tidak rutin berinvestasi | |
| ❌ Skor kredit buruk | |
| ❌ Hanya mengandalkan satu sumber penghasilan | |
| ❌ Literasi keuangan rendah | |
| ❌ Gaya hidup di atas kemampuan finansial | |
| ❌ Tidak punya aset yang beragam | |
| ❌ Sistem budgeting yang buruk | |
| ❌ Memiliki banyak utang |
| 9 Tanda Tidak Pandai Mengelola Uang |
| ❌ Tidak memiliki dana darurat 3-6 bulan |
| ❌ Tidak rutin berinvestasi |
| ❌ Skor kredit buruk |
| ❌ Hanya mengandalkan satu sumber penghasilan |
| ❌ Literasi keuangan rendah |
| ❌ Gaya hidup di atas kemampuan finansial |
| ❌ Tidak punya aset yang beragam |
| ❌ Sistem budgeting yang buruk |
| ❌ Memiliki banyak utang |
Jenis Pengeluaran yang Membuat Uang Sulit Berkembang
Inflasi dan naiknya biaya hidup sebenarnya tidak bisa Anda jadikan sebagai penyebab utama dari sulitnya mengelola keuangan. Ini karena Anda masih belum menerapkan prioritas keuangan. Jenis-jenis pengeluaran berikut ini dianggap biasa, tapi bisa membuat Anda sulit mengatur keuangan dengan baik.
#1 Suka Gonta-ganti Gadget Baru
Menurut sebuah survei dari TechCrunch, 65% kelas menengah Indonesia terobsesi dengan HP iPhone. Maka, tidak heran banyak masyarakat Indonesia yang rela menghabiskan uang tabungan hingga mencicil dan meminjam uang lewat pinjol untuk membeli iPhone keluaran terbaru.
Ada beberapa alasan kenapa banyak masyarakat kelas menengah suka beli iPhone, antara lain:
- Memiliki iPhone dipercaya bisa meningkatkan status sosial karena harganya yang mahal.
- Harga iPhone yang mahal bukanlah masalah karena masyarakat bisa membelinya secara cicilan.
- Banyak masyarakat Indonesia FOMO dan takut ketinggalan jika tidak membeli iPhone keluaran terbaru.
Coba saja Anda bayangkan, harga iPhone 17 terbaru mencapai lebih dari Rp 25 juta, tergantung dari kapasitas penyimpanannya. Meskipun membeli dengan mencicil, Anda tetap harus membayarkan bunga yang sangat tinggi, mencapai 20% per tahun. Padahal, HP Anda saat ini masih dalam kondisi bagus dan layak pakai sehingga membeli iPhone baru dianggap sebagai belanja konsumtif yang tidak sesuai kebutuhan dan dapat membuat Anda sulit mengatur keuangan.
#2 Sering Beli Kopi Kekinian
Selain menghabiskan banyak uang untuk gonta-ganti gadget baru, membeli kopi kekinian juga bisa menjadi pengeluaran konsumtif. Tanpa kita sadari, kebiasaan ini dapat memperburuk keuangan dan menyulitkan Anda dalam mengatur keuangan.
Harga kopi kekinian sata ini berkisar Rp30 ribu sampai Rp50 ribu, atau bahkan lebih. Tergantung di mana Anda membeli kopi tersebut. Berdasarkan survei Jakpat, 66% Gen Z di Indonesia minum kopi setiap hari. Jika pengeluaran minum kopi anak-anak Gen Z sebesar Rp50 ribu/ hari, maka dalam satu bulan Gen Z bisa menghabiskan uang sebesar Rp1,5 juta.
#3 Langganan Layanan Streaming dan Digital
Pengeluaran selanjutnya yang tanpa kita sadari termasuk pemborosan adalah berlangganan banyak layanan streaming & digital yang jarang sekali kita gunakan. Jenis pengeluaran yang tidak perlu ini bisa menyumbang sekitar 25% dari pengeluaran bulanan. Anda bisa menghemat pengeluaran langganan layanan streaming dan digital dengan menghentikan layanan yang jarang terpakai dan memanfaatkan berbagai layanan streaming gratis seperti YouTube atau podcast.
#4 Makan di Luar
Pengeluaran yang membengkak bisa terjadi karena Anda lebih sering membeli makan di luar daripada masak di rumah. Biaya makan di luar bisa menyumbang sekitar 60% dari pengeluaran dan Anda bisa menghematnya dengan mengurangi frekuensi makan di luar atau memilih untuk lebih sering masak sendiri.
Selain lebih hemat, makan di rumah juga lebih sehat karena Anda memasaknya sendiri sesuai dengan kebutuhan konsumsi.
#5 Beli Barang-Barang Diskon
Kebiasaan belanja satu ini sering dianggap lumrah karena mendapatkan potongan harga atau diskon. Tapi, apakah kebiasaan membeli barang-barang diskon tersebut sesuai kebutuhan atau hanya untuk memenuhi keinginan semata saja?
Jika Anda membeli barang-barang diskon tanpa memikirkan terlebih dahulu utilitasnya berarti itu termasuk kategori belanja impulsif dan bisa memperburuk keuangan, serta membuat kita semakin sulit dalam mengelola keuangan.
Daftar Pengeluaran lainnya yang Dianggap Biasa Tapi Bisa Buat Dompet Makin Tipis
Selain kelima jenis pengeluaran yang sudah kami sebutkan di atas, sebenarnya masih banyak jenis pengeluaran lainnya yang seringkali dianggap biasa tapi bisa membuat dompet Anda semakin tipis.
- Membeli paket internet yang tidak sesuai kebutuhan dan selalu sisa banyak di akhir bulan.
- Denda cicilan.
- Premi asuransi yang tidak sesuai kebutuhan.
- Mengaktifkan kartu kredit tapi jarang menggunakannya dan terkena iuran tahunan.
- Tidak memanfaatkan benefit yang diterima dari tempat seperti makan siang, tunjangan kesehatan, dll.
- Menaikkan gaya hidup setelah menerima kenaikan gaji.
- Melakukan banyak transfer ke beda bank atau aplikasi tanpa memperhitungkan biaya admin.
- Jarang berolahraga di tempat gym walaupun sudah mendaftar member.
Perlu Anda ketahui bahwa pengelolaan keuangan yang buruk sebenarnya bisa Anda kenali ciri-cirinya dari kebiasaan Anda sehari-hari. Bahkan, terkadang banyak masalah keuangan bukan karena pengeluaran yang besar, melainkan akumulasi pengeluaran yang terlihat kecil dan tidak kita sadari.
Belum lagi ditambah adanya inflasi yang membuat harga berbagai kebutuhan pokok naik. Oleh karenanya, selain perlu berhemat Anda juga perlu memahami bagaimana cara mengelola uang agar berkembang untuk dapat melawan inflasi.
Cara Mengelola Uang agar Berkembang
Untuk bisa mengelola uang agar berkembang dengan baik, ada beberapa hal penting yang perlu Anda persiapkan terlebih dahulu. Berikut beberapa cara untuk membuat uang Anda semakin berkembang:
1. Pastikan pemasukan Anda lebih besar dari pengeluaran
Memastikan bahwa pemasukan Anda lebih besar daripada pengeluaran adalah langkah awal yang dapat lebih memudahkan Anda dalam mengelola uang. Ini penting karena menjadi indikator keuangan yang dapat menunjukkan bahwa Anda sudah paham betul bagaimana arus kas keuangan pribadi secara jelas.
Selain itu, keuangan yang setiap bulan surplus juga akan memberikan kemudahan bagi Anda untuk berinvestasi di sejumlah instrumen investasi. Di sisi lain, juga memudahkan Anda dalam menentukan porsi alokasi keuangan yang paling sesuai untuk investasi tanpa mengganggu pos keuangan lainnya.
2. Selalu menyisihkan uang setelah menerima gaji
Cara mengelola uang agar berkembang adalah disiplin selalu menyisihkan uang setelah menerima gaji. Dengan cara ini Anda bisa mengamankan uang tersebut sebelum habis untuk memenuhi kebutuhan. Cara ini lebih efektif ketimbang menabung dari sisa gaji di akhir bulan. Sebab pola pikir menabung dari sisa gaji membuat gaji rentan habis duluan sebelum Anda bisa menabung.
Misalkan Anda memiliki gaji Rp 3 juta dan akan menerima gaji setiap tanggal 25. Saat gaji masuk di rekening, Anda bisa langsung menyisihkan 10% dari gaji atau sekitar Rp 300.000 untuk menabung.
Selain itu, Anda perlu bijak menyimpan tabungan ini di instrumen yang rendah risiko dan tidak mudah Anda tarik dananya untuk kebutuhan harian. Anda bisa menggunakan deposito bulanan atau reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap. Instrumen ini cukup rendah risiko dan memberikan imbal hasil yang sekitar 3-5% tiap tahunnya.
3. Disiplin dan tetapkan target jumlah tabungan
Jika Anda berhasil disiplin menyisihkan uang untuk menabung, Anda perlu menetapkan target berapa jumlah saldo minimal tabungan Anda. Biasanya tabungan ini akan bermanfaat untuk kebutuhan mendesak seperti dana sakit, dana membeli peralatan penunjang kerja yang rusak atau lainnya yang bersifat darurat.
Beberapa lembaga asuransi memberikan standar minimum untuk dana darurat berikut:
- Lajang atau single: 3-6 kali pengeluaran bulanan
- Menikah belum punya anak: 6-9 kali pengeluaran bulanan
- Menikah dan memiliki anak: 9-12 kali pengeluaran bulanan
- Pekerja lepas (freelance): 12-24 kali pengeluaran bulanan
Apabila pengeluaran Anda merupakan pekerja lepas dengan pengeluaran bulanan Rp 4 juta maka kisaran tabungan yang harus Anda miliki sebesar Rp 48 juta hingga Rp 96 juta.
4. Mulai investasi
Agar uang Anda bisa berkembang, Anda perlu membedakan apa itu menabung dan investasi. Dalam keuangan, tujuan menabung hanya untuk menyimpannya saja untuk berjaga-jaga. Di sisi lain, tujuan investasi adalah untuk mengembangkan uang atau nilai aset yang Anda miliki agar tidak tergerus nilainya akibat inflasi.
Apabila target jumlah tabungan Anda sudah terpenuhi, Anda bisa mulai berinvestasi. Anda bisa mengalihkan 10% untuk menabung menjadi untuk investasi atau menambah alokasi 5-10% dari gaji untuk investasi. Namun sebelum mulai investasi, Anda juga perlu mempelajari beberapa instrumen investasi yang tersedia mulai dari obligasi, deposito jangka panjang, reksa dana dan saham.
Saat ini rata-rata imbal hasil investasi pada saham sekitar 7-12%. Namun, saham bergerak fluktuatif dalam jangka pendek dan menengah sehingga bisa menggerus nilai investasi Anda.
Instrumen investasi untuk mengelola uang agar berkembang
Berikut adalah beberapa rekomendasi pilihan aset investasi jangka menengah-panjang yang cocok untuk investor pemula:
#1 Reksa Dana Pendapatan Tetap
Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT) adalah pilihan investasi terbaik untuk Anda yang memiliki profil risiko investasi konservatif-moderat. Pada dasarnya, reksa dana ini berisi instrumen obligasi dan surat berharga dengan porsi tertentu. Berikut kelebihan dan kekurangan dari investasi di reksa dana pendapatan tetap:
Kelebihan
- Potensi keuntungan reksa dana pendapatan tetap bisa mencapai 7% hingga 8% per tahun. (tergantung haga obligasi dan fluktuasi suku bunga)
- Reksa dana pendapatan tetap adalah instrumen investasi yang bebas pajak
- Bisa dicairkan kapan saja
- Minimal investasi sangat rendah, Anda bisa berinvestasi RDPT mulai dari Rp10 ribu
- Cocok untuk investasi jangka menengah (1 sampai 3 tahun)
Kekurangan
- NAB reksa dana pendapatan tetap bisa terkoreksi ketika suku bunga naik dan harga obligasi turun
- Ada biaya manajer investasi yang harus Anda bayarkan, sebesar 2,5%
- Risiko wanprestasi jika manajer investasi gagal mengelola dana
- Untuk investasi jangka pendek, nilai RDPT tidak stabil
Berikut ini simulasi ketika berinvestasi di reksa dana pendapatan tetap.
Jika Anda menginvestasikan Rp 2 juta dengan harga per unit Rp 1.000 dan harga NAB dua tahun kemudian menjadi Rp 2.400 per unit, maka keuntungan Anda adalah Rp 400 ribu atau 20% selama 2 tahun.
Anda bisa melihat kinerja reksa dana pendapatan terbaik 2026 melalui artikel berikut: Reksa Dana Pendapatan Tetap Terbaik 2026, Ini Kinerjanya!
#2 Obligasi
Produk investasi obligasi adalah produk yang memiliki tujuan utama mengumpulkan modal dari investor. Dengan cara ini, penerbit berkewajiban untuk membayar bunga dan mengembalikan modal investor pada waktu yang telah disepakati.
Obligasi adalah jenis investasi yang memberikan pendapatan tetap dan memberikan pemegangnya hak untuk menerima pembayaran dari penerbitnya selama periode tertentu. Singkatnya, obligasi artinya surat bukti pengakuan utang dari penerbit dengan jangka waktu minimal satu tahun.
Berikut kelebihan dan kekurangan obligasi:
Kelebihan
- Memiliki tingkat keamanan yang tinggi, terutama jika Anda membeli obligasi pemerintah
- Menawarkan perencanaan yang lebih baik
- Risiko lebih rendah dari reksa dana karena instrumen yang digunakan tidak beragam
- KIta bisa melakukan jual-beli di pasar sekunder, sehingga memberikan keuntungan jika menjualnya sebelum jatuh tempo dan saat harga obligasi naik
- Menawarkan keuntungan yang lebih pasti dengan pembayaran berkala dan kupon yang sudah kita ketahui sejak awal
- Menawarkan keuntungan mencapai 5%-7% per tahun, tergantung jenis obligasi
Kekurangan
- Profitabilitasnya tergolong rendah jika kita bandingkan dengan investasi saham
- Kupon biasanya mengambang, mengikuti suku bunga acuan bank sentral
- Ada risiko gagal bayar dari penerbit, terutama jika Anda membeli obligasi korporasi
👉 Meskipun obligasi dan reksa dana pendapatan tetap menjadi instrumen investasi berbasis surat utang, namun keduanya memiliki perbedaan yang bisa Anda ketahui lebih lanjut melalui artikel berikut: Ini Perbedaan Reksa Dana Pendapatan Tetap vs Obligasi
#3 Saham
Instrumen investasi jangka menengah-panjang selanjutnya yang kami rekomendasikan bagi investor pemula adalah saham. Meskipun investasi saham termasuk high risk, namun Anda bisa mengurangi tingkat risiko dengan berinvestasi dalam jangka panjang.
Berikut kelebihan dan kekurangan dari investasi saham:
Kelebihan
- Menawarkan imbal hasil yang tergolong tinggi
- Berpotensi memperoleh pendapatan pasif melalui pembayaran dividen
- Mudah untuk kita perjualbelikan dan likuid
- Memungkinkan Anda untuk berinvestasi dengan modal yang terjangkau
Kekurangan
- Harga saham terus mengalami flluktuasi
- Tidak semua perusahaan membagikan dividen
- Membutuhkan pengetahuan yang mendalam terkait pasar dan analisis
- Ada risiko capital loss dari penurunan harga saham
Untuk investor pemula, sebaiknya Anda fokus kepada saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar dan termasuk saham blue chip di antaranya adalah saham-saham big banks untuk jangka panjang seperti BBRI, BBCA, BMRI, dan BBNI. Namun, kondisi geopolitik yang saat terjadi di Timur Tengah bisa menjadi sentimen positif bagi sejumlah saham minyak Indonesia.
Bagaimana cara mengelola uang agar bisa berkembang?
Untuk bisa mengelola uang agar berkembang, Anda perlu melakukan budgeting. Buat catatan pengeluaran bulanan Anda. Kemudian evaluasi mana pengeluaran yang bisa ditekan jumlahnya dan mana yang bisa dihilangkan. Evaluasi ini perlu Anda lakukan dari waktu ke waktu menyesuaikan kebutuhan Anda.
Namun satu yang pasti, jangan memperbesar pos untuk lifestyle. Utamakan pendapatan Anda untuk kebutuhan pokok, menabung dan investasi. Apabila Anda ingin membeli tas branded atau liburan ke luar kota atau luar negeri, bukan berarti Anda harus menekan keinginan itu hingga menderita. Namun gunakan anggaran untuk self reward dengan bijak.
Setelah itu Anda perlu mempelajari karakter berbagai produk investasi yang tersedia. Kemudian sesuaikan dengan profil risiko Anda.
Ada beberapa pilihan aplikasi investasi yang bisa dicoba investor.Sebelum berinvestasi di obligasi atau reksa dana, pastikan Anda sudah memahami betul risiko dan keuntungan dari masing-masing instrumen investasi tersebut dan berinvestasi dengan menyesuaikan tujuan keuangan dan profil risiko untuk menghindari keputusan emosional dan menyeimbangkan potensi imbal hasil dan risiko selama investasi.
Uang Anda tidak akan berkembang jika hanya ditabung saja, tetapi lewat panduan cara mengelola uang agar berkembang yang sudah kami jelaskan di artikel, Anda memiliki preferensi lebih luas bagaimana cara mempersiapkan uang untuk investasi dan juga memilih aset investasi jangka menengah-panjang terbaik untuk investor pemula.