logo RankiaIndonesia

Saham Cuan Ramadan: rekomendasi & daftar sektor unggulannya!

Saham yang naik saat lebaran

Memanfaatkan momentum lebaran, ada beberapa rekomendasi saham Ramadan yang bisa investor lirik. Momen Ramadan dan lebaran adalah salah satu siklus tahunan yang umumnya dapat mendorong beberapa saham atau emiten tertentu. Terutama karena adanya kenaikan belanja masyarakat akibat adanya penerimaan Tunjangan Hari Raya (THR).

Hal ini membuat perputaran uang di Indonesia saat lebaran sangatlah tinggi. Bagi investor pasar saham, momen Ramadan ini menjadi penanda perputaran pilihan saham ke sektor yang sensitif terhadap lonjakan konsumsi domestik.

Apa saja saham yang diuntungkan selama Ramadan? Yuk kita bahas!

👉 Rupiah Melemah, Suku Bunga BI Rate Tetap 4,75%

Bagaimana Perputaran Uang Saat Lebaran 2026?

Pada momen Ramadan dan lebaran 2026, Bank Indonesia (BI) sendiri telah mempersiapkan peredaran uang tunai layak edar sebanyak Rp185,6 triliun. Dari total jumlah uang yang akan beredar tersebut, Bank Indonesia (BI) akan mengalokasikan Rp 177 triliun untuk kebutuhan perbankan. Di mana, masyarakat bisa melakukan penarikan tunai lewat ATM dan kantor cabang perbankan.

Peredaran uang tunai untuk lebaran 2026 jumlahnya lebih tinggi dari lebaran 2025 (Rp180,9 triliun). Kenaikan jumlah peredaran uang tunai untuk Ramadan dan lebaran 2026 tersebut mempertimbangkan aktivitas ekonomi masyarakat yang mulai membaik dan harapannya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Aliran THR 2026 yang diberikan oleh BUMN, perusahaan swasta, dan pemerintah berpotensi besar akan mendorong kinerja sejumlah sektor industri tertentu, mulai dari ritel hingga makanan & minuman dan menjadi sentimen positif bagi saham atau emiten tertentu.

Apa itu Siklus Saham Ramadan (Ramadan effect)

saham yang naik saat lebaran
(Sumber: Investor Daily)

Dalam pasar saham, investor pasti mengenal adanya beberapa siklus tahunan yang selalu terjadi setiap tahunnya. Salah satunya adalah momentum Ramadan dan lebaran yang memberikan sentimen tersendiri. Sehingga, dapat menggerakkan IHSG serta saham-saham tertentu.

Sebenarnya, apa itu siklus saham lebaran dan kenapa investor wajib memahaminya?

Secara sederhana, siklus saham Ramadan adalah pola pergerakan harga saham sektor tertentu yang terus berulang dalam jangka waktu tertentu (ramadan dan lebaran). Pola pergerakan harga saham yang terus berulang di saat lebaran dapat dipengaruhi oleh kebijakan makro, kondisi ekonomi, dan psikologi pasar.

Di Indonesia, saat Ramadan masyarakat akan menerima uang Tunjangan Hari Raya (THR) yang secara langsung meningkatkan aktivitas belanja masyarakat. Pemberian THR ini tentu akan membuat peningkatan perputaran uang.

Banjirnya uang THR di masyarakat, dapat mengubah perilaku konsumsi di mana umumnya mereka menggunakan uang tersebut untuk berbagai kebutuhan konsumsi. Misalnya untuk membeli pakaian baru, makanan & minuman, tiket mudik, barang-barang pokok, dan kebutuhan konsumtif lainnya.

Maka, tak heran jika emiten yang masuk ke dalam lingkaran siklus saham lebaran akan sangat diuntungkan oleh naiknya belanja konsumsi masyarakat. Di sisi lain, pasar juga mempersiapkan libur panjang lebaran yang biasanya menyebabkan aksi profit taking. Sehingga investor lebih berhati-hati dan rasional dalam menentukan posisi.

Lalu bagaimana tren pertumbuhan ekonomi Ramadan dan saham yang diuntungkan selama Ramadan?

👉🏻 Saham dengan Dividen Terbesar IHSG, Proyeksi!

Tren Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Saat Ramadan 2022-2025

Kuartal 2 20217,07%+5,93%
Kuartal 2 20225,44%+5,51%
Kuartal 2 20235,17%+5,06%
Kuartal 2 20245,05%+4,93%
Kuartal 1 2025 4,87%+4,89%

Lebaran 2026 yang jatuh pada kuartal 1 2026 diprediksi akan berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sektor-sektor ekonomi yang akan menjadi kontributor terbesar terhadap ekonomi Indonesia saat lebaran (kuartal 1 2026) adalah ritel, makanan & minuman, transportasi, hotel dan akomodasi, dan restauran.

Menurut data yang kami ambil dari BPS, naiknya konsumsi rumah tangga sangat berpengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ini karena konsumsi rumah tangga menyumbang ekonomi yang paling besar terhadap PDB.

Pada kuartal 1 2025, konsumsi rumah tangga naik 4,89% secara tahunan dan berkontribusi sebesar 54,53% terhadap PDB. Ramadan dan lebaran adalah momen dengan sentimen yang bisa mendorong naiknya konsumsi di masyarakat.

Faktor Pendorong Naiknya Harga Saham saat Lebaran

Beberapa saham yang akan naik menjelang lebaran mendapat keuntungan dari beberapa faktor. Berikut penjelasannya:

  • Penerimaan THR mendorong kemampuan belanja masyarakat:
    • THR adalah gaji tambahan yang biasanya senilai satu kali gaji pokok. Ini tentu meningkatkan daya beli masyarakat, sehingga cenderung lebih bergairah untuk berbelanja berbagai kebutuhan. Peningkatan daya beli ini akan menggerakkan perekonomian nasional. Hal tersebut dapat memberikan angin segar pada emiten-emiten tertentu karena permintaan pada produknya meningkat sehingga penjualan bahkan pendapatan emiten juga meningkat.
  • Tradisi membeli baju baru, mengirim hampers, dan belanja hadiah
    • Naiknya permintaan baju baru hingga hampers di momen lebaran akan menguntungkan emiten yang bergerak di sektor ritel dan konsumsi, makanan dan minuman, logistik dan kemasan, serta teknologi dan ritel elektronik.
  • Meningkatnya kebutuhan untuk buka bersama dan jamuan tamu
    • Kegiatan buka bersama juga akan memberikan keuntungan signifikan pada bisnis restauran. Selain itu, masyarakat juga sering mengadakan jamuan tamu saat lebaran, bahkan ada yang menyewa hotel maupun restauran. Sehingga, saham-saham yang bergerak di sektor restauran maupun hotel akan mendapat keuntungan besar karena naiknya permintaan.
  • Naiknya kunjungan ke tempat wisata
    • Banyak masyarakat yang akan memanfaatkan libur panjang lebaran 2026 untuk berekreasi ke berbagai tempat wisata. Sehingga, jumlah wisatawan yang akan meningkat tajam dan memberikan keuntungan besar pada emiten-emiten yang mengelola tempat rekreasi.
  • Arus mudik lebaran
    • Lebaran juga menjadi momen masyarakat untuk pulang ke kampung halaman mereka masing-masing. Kebutuhan akan transportasi mudik akan meningkat saat lebaran. Hal ini menjadi sentiemn positif bagi emiten transportasi.

Pilihan Saham yang Naik Saat Ramadan

Selanjutnya, kami akan memberikan beberapa daftar saham yang bagus menjelang lebaran. Pemilihan saham ini kami lakukan berdasarkan kapitalisasi pasar besar pada masing-masing sektor. Berikut daftar dan penjelasannya:

Sektor Ritel

Seperti yang sudah dijelaskan saham ritel dan konsumsi jadi salah satu sektor yang diuntungkan selama Ramadan. Faktor pendukungnya adalah perubahan pola konsumsi. Ramadan identik dengan peningkatan permintaan konsumsi rumah tangga. Beberapa contoh saham sektor ritel yang berpotensi meraup cuan selama Ramadan antara lain:

#1 PT Mitra Adiperkasa Tbk - MAPI

Saham PT MAP naik saat lebaran

MAPI berpeluang menjadi saham yang naik menjelang lebaran 2026. Ini karena MAPI memiliki bisnis ritel yang menjual beragam pakaian, sepatu, aksesoris, tas, dan peralatan olahraga. PT Mitra Adiperkasa Tbk adalah perusahaan ritel yang telah berdiri sejak tahun 1995.

Hingga September 2024, MAPI sendiri telah mengelola lebih dari 150 brand yang meliputi Sports Station, Converse, Starbucks, Subway, Zara, Mango, Digimap, dan Kidz Station. Melalui ribuan ritel MAPI yang tersebar di seluruh Indonesia, emiten ini bisa mendapatkan keuntungan yang besar ketika lebaran tiba, saat kemampuan belanja masyarakat sedang meningkat.

PendapatanRp33,32 triliunRp37,84 trliunRp30,03 triliun
Laba BersihRp1,89 triliunRp1,77 triliunRp1,37 trilun
Penjualan Eceran dan GrosirRp31,76 triliunRp36,28 triliunRp28,84 triliun

Secara YoY, MAPI mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 8,8% dan laba bersih sebesar 5,8% hingga kuartal 3 2025. MAPI adalah emiten ritel yang layak investor cermati mengingat market cap perusahaan ini masuk kategori besar, di atas Rp10 triliun. MAPI menjadi saham yang bagus menjelang lebaran akibat kinerja penjualan emiten yang naik.

#2 PT Map Aktif Adiperkasa Tbk - MAPA

Saham MAPA bidang apa

Emiten ritel selanjutnya yang memiliki kinerja positif selama 3 tahun terakhir adalah MAPA. Perusahaan ini masih menjadi bagian dari gurita bisnis milik MAPI yang berfokus pada produk olahraga, sepatu, pakaian, dan aksesoris.

Ritel produk olahraga milik MAPA yang pasti Anda kenal dan sering ada di pusat perbelanjaan antara lain; Planet Sports, Sports Station, dan Foot Locker. Selain itu, MAPA juga mengelola brand olahraga seperti Adidas, Diadora, Converse, New Balance, dan Skechers.

MAPA sendiri berdiri pada tahun 2015 dan menjadi emiten ritel produk olahraga.

PendapatanRp13,56 triliunRp17,18 triliunRp13,9 triliun
Laba BersihRp1,39 triliunRp1,35 triliunRp1,16 triliun
Penjualan EceranRp11,83 triliunRp15,44 triliunRp13,06 triliun

Secara YoY, MAPA membukukan kenaikan pendapatan 12,3% menjadi Rp13,9 triliun dan laba bersih naik sebesar 5,5% menjadi Rp1,16 triliun pada kuartal 3 2025. Momen lebaran berpotensi mendongkrak penjualan dan kinerja emiten ritel ini serta menjadikannya saham yang biasa naik saat lebaran.

👉🏻 15+ Saham Terbaik di Indonesia 2026, Wajib Dilirik!

Sektor Perbankan dan Keuangan

Nah, sektor perbankan juga bisa jadi saham pilihan Ramadan. Sektor ini diuntungkan saat Ramadan karena adanya peningkatan aktivitas ekonomi dan likuiditas masyarakat. Lonjakan konsumsi selama Ramadan bisa meningkatkan jumlah transaksi melalui sistem perbankan sehingga fee based income, bunga kredit konsumsi bisa meningkat dan current account saving account (CASA) juga tumbuh.

Pemberian THR dari perusahaan ke rekening karyawan juga membuat giro & tabungan meningkat dan likuiditas bank membaik. Peningkatan CASA ini akan membuat net interest margin bank juga terkerek naik.

#1 PT Bank Central Asia Tbk - BBCA

BBCA menjadi saham bagus menjelang lebaran

Sebagai bank swasta terbesar di Indonesia, Bank Central Asia akan menjadi salah satu tempat yang aman bagi Anda yang ingin melakukan transaksi keuangan. Aktivitas perbankan yang akan naik saat lebaran adalah pembelian online, penyaluran kredit, transaksi transfer, pembayaran digital, dan menjadi bank yang banyak digunakan masyarakat untuk menerima THR.

Meskipun BBCA berpotensi menjadi saham yang akan naik menjelang lebaran 2026, namun kinerja emiten perbankan seperti BBCA sangat dipengaruhi oleh suku bunga, kondisi makro ekonomi, dan kualitas kredit.

Pendapatan Bunga BersihRp75,4 triliunRp82,3 triliunRp21,6 triliun.
KreditRp810,4 triliunRp922 triliunRp933 trilun
DPKRp1.102 triliunRp1.134 triliunRp1.249 triliun
CASARp881,6 triliun Rp924 triliunRp1.045 triliun

Penyaluran kredit bank BCA di tahun 2025 ditopang oleh sektor perdagangan, manufaktur, dan konsumer. Total DPK BCA naik 10,2% secara YoY menjadi Rp1.249 triliun dan CASA mencapai Rp1.045 triliun. Sepanjang tahun 2025, BBCA punya kinerja yang baik berkat efisiensi biaya dan penyaluran kredit.

👉Cara Beli Saham BBCA untuk Pemula, Lengkap & Praktis!

#2 PT Bank Mandiri Tbk - BMRI

Saham BMRI

Selain bank BCA, investor juga layak melirik saham big banks Indonesia lainnya yang punya market cap besar seperti BMRI atau kita mengenalnya sebagai Bank Mandiri. Aktivitas perbankan yang naik tajam saat lebaran menjadi sentimen positif bagi kenaikan saham BMRI. Berikut aspek fundamental BMRI:

Pendapatan Bunga BersihRp96 triliunRp101,75 triliunRp106 triliun
KreditRp1.398 triliunRp1670,55 triliunRp1.895 triliun
DPKRp1.557 triliunRp1.699 triliunRp2.105,8 triliun
CASARp1.236,2 triliunRp1.364,2 triliunRp1.431,4 triliun

Berdasarkan laporan keuangan BMRI 2025, penyaluran kredit BMRI mengalami kenaikan sebesar 13,4% secara YoY. Kemudian, DPK BMRI juga naik 23,9% dan CASA naik 12,6% sepanjang tahun 2025.

Sektor Transportasi dan Logistik

Momen Ramadan juga identik dengan arus mudik Lebaran yang meningkatkan penjualan tiket pesawat, kereta api, bis hingga kapal. Di sisi lain penggunaan kendaraan pribadi juga meningkat sehingga mendorong kenaikan pendapatan emiten tol dan emiten terkait dengan bahan bakar minyak.

Di sisi lain, dengan peningkatan belanja online, pengiriman hampers menggunakan jasa logistik juga akan mengalami cuan selama Ramadan. Berikut beberapa saham potensi cuan selama Ramadan:

#1 PT Jasa Marga Tbk - JSMR

Kinerja JSMR saat lebaran

Salah satu emiten yang diuntungkan dari meningkatnya penggunaan transportasi untuk mudik lebaran 2026 adalah JSMR. PT Jasa Marga Tbk adalah perusahaan milik negara yang menjadi pengelola jalan tol. Naiknya volume kendaraan yang masuk dan keluar tol saat mudik lebaran 2026 dapat mendongkrak harga saham JSMR.

PendapatanRp21,32 triliunRp28,7 triliunRp21,08 triliun
Laba BersihRp4,54 triliunRp4,5 triliunRp2,73 triliun
Pendapatan TolRp13,94 triliunRp17,19 triliunRp13,42 triliun

Pendapatan utama dari JSMR bersumber dari pemasukan jalan tol. Oleh karena itu, lebaran adalah sentimen yang bisa mendorong kinerja pendapatan perusahaan dari banyaknya pemudik yang menggunakan akses jalan tol saat mudik.

#2 PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk - CMNP

PT CMNP bergerak di bidang apa

Saham sektor transportasi selanjutnya yang berpotensi naik saat lebaran 2026 adalah CMNP. Emiten ini merupakan pengelola beberapa jalan tol di Pulau Jawa di antaranya; Tol Pelabuhan, Tol Soreang-Pasirkoja, dan Tol Depok-Antasari.

Banyaknya masyarakat akan mudik menggunakan jalur darat dan melewati jalan tol yang dikelola CMNP. Hal ini akan mendongkrak kinerja emiten satu ini dan berpotensi mengalami kenaikan harga sahamnya di saat volume kendaraan meningkat signifikan saat arus mudik lebaran.

PendapatanRp7,65 triliun Rp4,11 triliunRp6,4 triliun
Laba BersihRp1,02 triliunRp1,05 triliunRp722,9 miliar
Pendapatan tolRp2,19 triliunRp2,39 triliunRp1,807 triliun

Penyumbang utama pendapatan jalan tol CMNP bersumber dari ruas Tol Cawang-Tanjung Priok dan ruas Tol Depok-Antasari. Dalam 3 tahun terakhir, kinerja emiten CMNP selalu positif secara pendapatan maupun laba bersih.

👉🏻 Perusahaan Terbaik di Indonesia, Begini Profilnya

Sektor Telekomunikasi

Saham sektor telekomunikasi juga berpeluang mengalami kenaikan selama Ramadan. Terutama karena adanya lonjakan trafik sata selama Ramadan. Lonjakan trafik ini bersumber dari meningkatnya aktivitas digital, hiburan, hingga transaksi online.

#1 PT Telkom Indonesia Tbk - TLKM

TLKM

Emiten TLKM memprediksi bahwa momen lebaran 2026 berpotensi meningkatkan traffic layanan perusahaan. Di saat Ramadan dan lebaran, penggunaan kuota internet akan meningkat seiring dengan banyaknya pengguna yang melakukan video call untuk berkomunikasi dengan keluarga di kampung halaman.

PendapatanRp149,22 triliunRp149,27 triliunRp109,6 triliun
Laba BersihRp24,56 triliunRp23,65 triliunRp15,78 triliun
Penjualan Internet dan Data SelulerRp87,44 triliunRp72,6 triliun Rp64,8 triliun

Kenaikan penggunaan internet dan data seluler saat lebaran 2026 bisa mendorong harga saham TLKM, di mana layanan internet dan data seluler adalah penyumbang pendapatan utama TLKM selama ini. Sehingga saham TLKM menjadi saham yang bagus saat lebaran

#2 PT Indosat Tbk - ISAT

saham lebaran 2026

Selain TLKM, kami juga memilih saham ISAT yang berpotensi naik saat lebaran. Salah satu sentimennya adalah naiknya penggunaan internet dan data seluler selama Ramadan dan lebaran. Hal ini bisa meningkatkan pendapatan perusahaan dan mendorong kenaikan harga saham ISAT selama periode tersebut.

PendapatanRp51,23 triliunRp55,89 triliunRp41,16 triliun
Laba BersihRp4,51 triliunRp4,91 triliunRp3,59 triliun
Penjualan Internet dan Data SelulerRp43,74 triliunRp47,03 triliunRp34,55 triliun

Sebagai salah satu operator telekomunikasi terbesar di Indonesia, saham Indosat berpotensi naik seiring meningkatnya penggunaan data seluler yang menjadi sumber pendapatan utama emiten ini.

Sektor Makanan dan Minuman

Selama bulan Ramadan, meski orang puasa di siang hari, total konsumsi justru meningkat. Selain karena daya beli yang meningkat, tradisi open house, buka bersama hingga mudik juga mendorong permintaan makanan dan minuman. Berikut contoh saham di sektor makanan dan minuman yang berpeluang cuan di bulan Ramadan:

#1 PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk - ICBP

Produk ICBP apa saja

Menjelang lebaran 2026, barang-barang kebutuhan pokok akan banyak dibeli masyarakat. Salah satu produk yang umum adalah mie instant Indomie. Selain memproduksi Indomie, ICBP juga memproduksi makanan dan minuman lainnya seperti Sarimie, Pop Mie, Chitato, dan penyedap makanan.

Selama perjalanan mudik lebaran, banyak masyarakat cenderung lebih memilih makan Indomie dan Pop Mie. Ini karena lebih praktis dan mayoritas yang menyimpan persediaan di rumah untuk mengantisipasi banyaknya toko atau warung yang libur panjang selama lebaran.

PendapatanRp69,71 triliunRp72,60 triliunRp56,2 triliun
Laba BersihRp6,99 triliunRp7,08 triliunRp7,1 triliun
Penjualan Mie InstantRp47,47 triliunRp53,87 triliunRp42,02 triliun

Potensi kenaikan harga saham ICBP didorong oleh naiknya penjualan mie instant yang menjadi kontributor terbesar pendapatan perusahaan ini.

#2 PT Mayora Indah Tbk - MYOR

Mayora

Jika Anda sedang mencari produk biskuit dan kue kaleng untuk momen lebaran, produk Mayora seperti Roma Kelapa hingga Chocolatos adalah beberapa produk yang banyak tersedia di pasar. Naiknya permintaan produk biskuit dan kue kaleng di saat lebaran adalah sentimen yang dapat mendorong kenaikan harga saham MYOR.

PendapatanRp31,49 triliunRp36,07 triliunRp27,15 triliun
Laba BersihRp3,19 triliunRp 3 triliunRp1,8 triliun
PenjualanRp21,83 triliunRp25,27 triliunRp19,15 triliun

Dari banyaknya produk Mayora yang ada di pasar, biskuit Roma menjadi salah satu produk yang paling laris manis dibeli masyarakat dan menjadi market leader di pasar biskuit Indonesia.

👉🏻 Cara Investasi 20 Juta yang Menguntungkan & Aman, yuk simak!

Sektor Poultry

Nah, sektor poultry juga bisa masuk dalam rekomendasi saham Ramadan. Terutama karena permintaan daging unggas yang meningkat untuk kebutuhan konsumsi buka puasa, restoran untuk buka bersama, dan kebutuhan menyediakan makanan saat open house. Namun sektor poultry juga sangat bergantung pada harga jual ayam hidup dan harga pakan. Apabila oversupply maka harga bisa turun dan menekan laba emiten. Berikut contoh sektor poultry yang bisa Anda lirik selama momen Ramadan:

#1 PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk - CPIN

CPIN

Emiten poultry yang berpotensi naik saat lebaran 2026 adalah PT Charoen Pokphand Tbk yang populer sebagai salah satu perusahaan poultry terbesar di Indonesia dan sudah berdiri sejak tahun 1972. Perusahaan ini memiliki bisnis di bidang perunggasan mulai dari pakan ternak, pembibitan dan budi daya, hingga makanan olahan.

Konsumsi masyarakat yang naik selama lebaran akan menguntungkan perusahaan satu ini khususnya untuk beberapa produk makanan olahannya yang mudah dimasak dan praktis disajikan ketika buka puasa hingga saat menjamu tamu. Selain itu, produk ayam pedaging yang laris manis di saat lebaran membuat CPIN akan mendulang banyak keuntungan.

PendapatanRp61,62 triliunRp67,48 triliunRp50,6 triliun
Laba BersihRp2,23 triliunRp3,71 triliunRp3,3 triliun
Penjualan Ayam PedagingRp31,73 triliunRp35,31 triliunRp24,92 triliun

Pendapatan utama dari emiten CPIN bersumber dari penjualan ayam pedaging, pakan ternak, ayam olahan, dan anak ayam. Permintaan akan daging ayam untuk dimasak sebagai menu opor ayam dan lain sebagainya di momen lebaran adalah sentimen yang akan mendorong kinerja penjualan CPIN.

#2 PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk - JPFA

PT Japfa Comfeed memproduksi apa

JPFA populer sebagai emiten yang memiliki bisnis terdiversifikasi dalam bidang poultry. Bisnis JPFA sama seperti CPIN, yaitu pakan ternak, ayam pedaging, pembibitan hingga makanan olahan.

So Nice dan So Good adalah produk nugget yang laris manis di pasaran. Selain itu, ada juga produk ayam probiotik yang dijual JPFA yang banyak dibeli masyarakat karena diklaim lebih sehat.

PendapatanRp51,18 triliunRp55,8 triliunRp43,1 triliun
Laba BersihRp929,72 miliarRp3,02 triliunRp2,41 triliun
Peternakan KomersialRp24,88 triliunRp23,04 triliunRp17,2 triliun

Sumber pendapatan utama dari JPFA ditopang oleh peternakan komersial dan pakan ternak hingga makanan olahan. Penjualan daging ayam di momen lebaran yang tinggi di pasar dapat menjadi angin segar bagi JPFA.

Cara Memilih Saham yang Naik saat Lebaran 2026

Investor bisa memillih saham lebaran 2026 yang sudah kami ulas di artikel ini berdasarkan analisis fundamental. Ini bukanlah ajakan untuk membeli, melainkan kami hanya memberikan analisa berdasarkan fundamental dari segi pertumbuhan laba, pendapatan, hingga pertumbuhan penjualan emiten. Anda bisa mempelajari sendiri bagaimana menilai perusahaan berdasarkan Analisis Fundamental?

Volume penjualan yang tinggi dari masing-masing emiten adalah gambaran secara garis besar bahwa para emiten tersebut adalah market leader di sektor industrinya masing-masing. Kinerja positif yang dicatatkan emiten selama 3 tahun terakhir adalah bukti konsistensi emiten dalam menghasilkan keuntungan bagi investor.

Dengan mempelajari sektor industri yang berkaitan dengan tren Ramadan dan lebaran, serta memahami pola perilaku masyarakat, momentum ini dapat Anda manfaatkan untuk menghasilkan keuntungan.

👉Anda bisa baca artikel berikut untuk mempelajari bagaimana menganalisis saham dari nol untuk pemula: Panduan Lengkap Analisis Fundamental untuk Investor Pemula

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ) tentang Saham Lebaran

Penafian:

Iklan
Artikel terkait