logo RankiaIndonesia

Strategi Trading Terbaik untuk Pemula yang Aman dan Populer

Strategi trading terbaik untuk trader pemula dan berpengalaman

Strategi trading terbaik untuk pemula adalah strategi yang membantu para trader pemula mendapatkan keuntungannya di pasar keuangan dan meminimalkan risikonya.

Apalagi pasar keuangan terus berkembang dari waktu ke waktu. Sehingga siapa saja yang ingin terjun ke dunia investasi perlu memahami pergerakan harga aset keuangan. Tanpa pemahaman tersebut, risiko bisa menjadi terlalu besar dan dapat menimbulkan kerugian yang signifikan.

Strategi trading memiliki peran penting karena terdiri dari berbagai parameter, instruksi, dan tujuan untuk menentukan kapan harus masuk dan keluar pasar. Dengan kata lain, strategi membantu Anda untuk mengambil keputusan secara lebih terstruktur, bukan berdasarkan emosi.

Dengan perencanaan yang matang, trading menjadi lebih efisien sehingga menghasilkan peluang untuk memperbesar keuntungan. Strategi trading dapat kita sesuaikan untuk mengelola beberapa aset sekaligus maupun satu aset tertentu. Ini tergantung pada tujuan dan profil risiko masing-masing investor.

Dalam artikel ini, kami akan membahas apa itu strategi trading terbaik untuk pemula yang aman. Kemudian, kami juga akan membahas beberapa contohnya. Yuk, simak untuk tahu lebih jelas!

👉 Strategi Turtle Trading Ala Richard Dennis

Apa itu Strategi Trading?

Strategi trading adalah sebuah rencana yang kita rancang untuk menentukan langkah terbaik sehingga dapat memaksimalkan potensi keuntungan. Pemilihan trading system tersebut harus berdasarkan karakter trader itu sendiri seperti ketersediaan waktu, target profit, kepribadian, hingga tingkat pengalaman. Di sisi lain, pasar tempat Anda berinvestasi juga memiliki pengaruh penting dalam memilih strategi yang tepat.

👉🏻 Sebelum melanjutkan, ada baiknya untuk memahami kembali apa itu trading dan bagaimana cara memulainya?

Peran Penting Strategi Trading Terbaik

Strategi trading terbaik untuk pemula memberikan kerangka kerja untuk mencapai hasil yang positif dan beroperasi secara efisien. Umumnya, masing-masing strategi dikaitkan dengan kondisi tertentu berdasarkan fakta di lapangan, hasil sebelumnya, atau data historis.

Oleh karena itu, dalam merancang strategi Anda harus mengikuti proses yang terstruktur dan metodologi yang jelas. Ini karena pada dasarnya dalam membangun strategi Anda harus berlandaskan pada pengetahuan dan analisis.

Langkah pertama dalam merancang strategi adalah mengidentifikasi ide dasar yang akan menjadi fondasinya. Berikut dua pendekatan dasar yang umum digunakan:

  • Pendekatan pertama yaitu dengan mengamati pergerakan harga dari satu atau beberapa aset. Kemudian, Anda dapat mencari pola yang berulang sehingga dapat memanfaatkannya untuk memperolah keunggulan.
  • Pendekatan kedua yaitu dengan menggunakan strategi dasar klasik yang sudah pernah dikembangkan sebelumnya.

Namun, Anda juga bisa melakukan pendekatan lainnya yaitu dengan memanfaatkan teknik machine learning pada rangkaian data. Cara yang paling mudah adalah langsung menggunakan platform trading yang dapat menghasilkan strategi secara otomatis berdasarkan parameter yang Anda masukkan.

Strategi Trading Terbaik untuk Pemula yang Aman dan Populer

Strategi trading terbaik pada dasarnya bersifat relatif. Suatu strategi bisa kita anggap efektif ketika kondisi pasar dan profil trader selaras dengan kebutuhan serta tujuan investasinya.

Oleh karena itu, biasanya kita terlebih dahulu merancang strategi kemudian menerapkannya sesuai dengan parameter dan kondisi yang telah ditetapkan. Strategi tersebut dapat kita jalankan dalam kerangka waktu tertentu, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Tentunya dengan tetap mempertimbangkan kemungkinan adanya perubahan struktural di pasar.

Berikut penjelasan dari macam-macam strategi trading yang ada:

1. Position Trading

Strategi trading terbaik dan populer untuk pemula adalah position trading. Dalam position trading atau trading jangka panjang, para trader akan mempertahankan posisinya selama berbulan-bulan bahkan hingga tahunan. Mereka berfokus untuk memanfaatkan tren besar dalam jangka panjang, tanpa memedulikan fluktuasi kecil yang terjadi dalam pergerakan harian.

Perlu Anda ketahui bahwa position trading adalah strategi trading paling sederhana. Bagi pemula, ini strategi trading terbaik dan populer karena memungkinkan kita memahami dulu karakter pasar dan aset yang kita beli.

Position trading adalah strategi trading terbaik untuk pemula yang tidak bisa melihat chart setiap jam dan punya pekerjaan tetap. Anda cukup memantau satu hari sekali dengan time frame daily atau weekly. Strategi trading terbaik untuk pemula ini biasanya dilakukan dengan memilih 2-3 instrumen saja, sehingga membutuhkan modal minimal Rp 5 - 10 juta.

👉🏻 Cara Investasi 20 Juta yang Menguntungkan & Aman, yuk simak!

2. Swing Trading

Strategi trading terbaik dan cukup populer selanjutnya swing trading. Strategi swing trading adalah strategi dengan membuka posisi lebih dari satu hari hingga beberapa minggu. Tujuan utamanya adalah memanfaatkan tren jangka pendek hingga menengah dengan melihat pergerakan naik-turun yang terjadi di pasar.

Strategi trading swing
Contoh Swing Trading

Trader akan menggabungkan analisis fundamental dan teknikal untuk mengantisipasi pergerakan tajam atau yang kita kenal sebagai "swing". Dalam sebuah swing, terdapat puncak (peak) ketika harga mencapai level tertinggi, dan lembah (trough) ketika harga menyentuh level terendah.

Strategi ini tidak memiliki kerangka waktu yang tetap sehingga posisi dapat bertahan dalam beberapa jam hingga beberapa minggu. Ini semua tergantung pada seberapa lama tren atau koreksi yang telah diantisipasi berkembang seusai analisis.

Swing trading adalah strategi trading terbaik untuk pemula yang ingin lebih aktif dari position trading. Cocok untuk trader pemula yang memiliki pekerjaan tetap tapi masih memiliki waktu untuk cek chart satu sampai dua kali dalam sehari. Anda bisa menggunakan time frame 4 jam (4H) atau daily.

3. Range Trading: Strategi Terbaik di Pasar Sideways

Range trading berkaitan dengan kondisi ketika pasar tidak memiliki arah yang jelas dan tidak memiliki tren yang kuat, baik naik maupun turun. Situasi ini sering kita sebut sebagai pasar sideways atau bergerak mendatar.

Range trading
Contoh Range Trading

Dalam strategi ini, harga kita asumsikan bergerak pada batas-batas tertentu yang sudah teridentifikasi. Sehingga, tugas utama trader adalah menentukan batas atas dan batas bawah.

Hal ini dapat dilakukan dengan menghubungkan beberapa titik harga tertinggi dan terendah selama periode sideways sedang berlangsung. Dari informasi tersebut, terbentuk level support dan resistance.Area yang ada di antara level support dan resistance tersebut yang kemudian kita sebut sebagai trading range.

Range trading adalah strategi trading yang cocok untuk pemula karena teknik yang sederhana. Namun perlu risk management yang ketat. Terutama karena ada risiko breakout mendadak yaitu harga terlihat memantul di resistance berkali-kali tapi tiba-tiba naik atau turun drastis. Strategi trading ini tidak cocok saat pasar mulai trending.

4. Trend Investing: Mengikuti Arah Pasar

Strategi trend investing adalah pendekatan dengan membuka posisi searah dengan pergerakan harga pasar berdasarkan sinyal dari indikator tren. Tren sendiri merupakan arah umum pergerakan pasar atau harga suatu aset keuangan dalam periode tertentu.

Tren investing
Contoh Tren Naik

Dalam praktiknya, tren sering menjadi "sahabat" para trader maupun investor. Ini karena dengan mengikuti tren yang kuat, dapat meningkatkan peluang untuk memperoleh hasil yang lebih optimal. Selain itu, cara ini membantu menghindari kerugian besar ketika terjadi pembalikan arah.

Meski demikian, tren tidak pernah bergerak dalam garis lurus. Kita dapat mengklasifikasikan berdasarkan arahnya, yaitu:

  • Bullish (tren naik)
  • Bearish (tren turun)
  • Sideways (mendatar)

Perbedaan strategi trading terbaik untuk pemula yang aman dan populer

Strategi trading terbaik untuk pemula ini cocok untuk trader atau investor yang tidak memiliki waktu banyak untuk memantau pasar. Namun setiap strategi memiliki karakternya masing-masing. Berikut perbedaan utama strategi trading terbaik untuk pemula:

Strategi TradingProfil RisikoTime frame chart Rata-rata holding periodRisiko
Position TradingTrader yang sibuk, tidak sempat memantau pasar.Daily, Weeklyhingga 12 bulan lebihTrader terlalu percaya diri, tidak memantai sentimen global dan kinerja fundamental emiten
Swing TradingTrader sibuk yang ingin lebih aktif memantau pasar (2x sehari).4 jam (H4), daily3 hari hingga 3 minggufalse sinyal (sinyal palsu) dan volatilitas yang tinggi.
Range TradingTrader pemula yang ingin teknik sederhana dan tidak bisa memantau pasar terus-menerus.4 jam (H4), daily3 hari hingga 3 minggu selama pasar sidewaysbreakout mendadak
Trend InvestingTrader pemula yang memiliki waktu terbatas dan suka dengan kombinasi teknikal serta makro ekonomiDaily, Weeklyhingga 12 bulanPerubahan tren secara perlahan yang tidak disadari oleh trader

👉🏻 Jenis-jenis Investor: Apa itu & Siapa Kamu di Dunia Investasi?

Cara Memilih Strategi Trading Terbaik

Strategi trading terbaik dapat kita identifikasi dari hasil yang positif, baik berupa keuntungan signifikan maupun keuntungan yang konsisten dari setiap transaksi. Dengan kata lain, strategi yang kita terapkan mampu memberikan imbal hasil (return) atas modal awal yang sudah kita investasikan.

Misalnya, Anda telah memutuskan untuk berinvestasi di pasar valuta asing (forex) dan memutuskan berinvestasi pasangan mata uang EUR/USD. Keputusan tersebut merupakan bagian dari rencana investasi.

Kemudian, melalui analisis teknikal, Anda melihat bahwa pasar tersebut memiliki volatilitas harian yang cukup tinggi. Sehingga, berpotensi memberikan peluang profit jangka pendek dengan menerapkan strategi trading scalping.

Selanjutnya, Anda menetapkan batas stop-loss dan stop-loss limit sebagai bagian dari manajemen risiko. Sehingga, posisi akan tertutup secara otomatis ketika salah satu batas yang sudah Anda tentukan tercapai lebih dulu.

Rencana tersebut membantu Anda untuk mengendalikan risiko. Sehingga, ketika posisi sedang untung, dapat mengamankan profit dan menghindari risiko yang tidak perlu. Sebaliknya, saat posisi sedang merugi, dapat mencegah kerugian menjadi semakin besar.

Namun, salah satu tantangan terbesar bagi trader adalah menemukan strategi yang benar-benar dapat diuji, menetapkan parameter yang jelas, dan konsisten menjalankannya dalam kondisi apa pun. Sehingga, membutuhkan kedisiplinan, kepercayaan diri, dan kendali emosi agar tidak mudah terpengaruh emosi saat pasar tidak bergerak sesuai harapan.

1. Haruskah Kita Berfokus pada Satu Strategi Trading?

Kondisi pasar tidak selalu sama, sehingga melakukan trading saat fase pertumbuhan tentu berbeda dengan melakukan trading saat resesi. Oleh karena itu, Anda harus memiliki trading plan dengan mempertimbangkan diversifikasi pendekatan sebagai kunci dalam menjaga keseimbangan portofolio. Namun, Anda perlu melakukannya dengan tepat karena akan berpengaruh pada rasio risiko dan imbal hasil.

Dengan melakukan pendekatan yang terdiversifikasi, Anda dapat menggunakan beberapa strategi sekaligus. Sehingga dapat membuka posisi pada berbagai jenis aset serta mengurangi ketergantungan pada satu sumber risiko. Pendekatan ini umum digunakan investor jika ingin menyusun portfolio yang lebih seimbang sekaligus mengoptimalkan potensi return jangka panjang.

Diversifikasi portofolio berarti Anda memiliki beberapa posisi pada berbagai kelas aset. Tujuannya untuk membatasi paparan terhadap satu jenis risiko tertentu. Strategi ini membantu Anda dalam menciptakan portofolio yang lebih stabil.

Penting untuk Anda ingat bahwa diversifikasi yang efektif berkaitan erat dengan pemilihan kelas aset. Idealnya, kelas aset tersebut tidak memiliki korelasi yang tinggi antara satu dengan yang lainnya.

2. Memilih Platform Trading yang Tepat

Dalam memilih platform trading terbaik, kita harus menyesuaikannya dengan profil, kebutuhan, serta masing-masing preferensi. Pertama, pastikan bahwa platform tersebut menawarkan fitur yang sesuai dengan tujuan investasi dan gaya trading Anda.

Anda dapat memilih platform trading yang paling tepat dengan mempertimbangkan profil, tingkat pengetahuan, dan pengalaman. Dengan memilih platform yang tepat, Anda akan lebih mudah dalam melakukan analisis, eksekusi transaksi, dan memaksimalkan potensi keuntungan. Oleh karena itu, lakukan perbandingan beberapa platform dan pahami fitur-fiturnya, kelebihan, serta kekurangannya.

Selain itu, perlu Anda pahami bahwa setiap platform memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Meskipun tujuannya sama (memfasilitasi trading), ada platform yang hanya menyediakan fitur dasar dengan berfokus pada kemudahan pengguna, sehingga cocok untuk pemula.

Di sisi lain, ada platform yang lebih kompleks, yang menyediakan alat analisis dan fungsi tingkat lanjut. Sehingga membutuhkan proses belajar yang lebih panjang. Platform jenis ini lebih cocok untuk trader berpengalaman.

👉🏻 Rekomendasi 10 Sekuritas Fee Termurah bagi Investor Pemula

3. Menyesuaikan Strategi Trading dengan Kondisi Pasar

Banyak pemula yang berharap memiliki satu strategi yang bekerja pada setiap transaksi. Padahal tidak ada strategi yang seperti itu. Oleh karena itu, Anda harus memahami macam-macam strategi trading sehingga dapat menyesuaikannya dengan kondisi pasar yang sedang terjadi.

Anda bisa memilih pendekatan yang paling sesuai dengan tujuan dan kebutuhan. Ingat, strategi tidak harus rumit, yang terpenting strategi harus jelas, mudah penerapannya, dan dapat Anda jalankan baik secara manual maupun otomatis.

Strategi yang efektif adalah kumpulan aturan dan kondisi yang membantu Anda dalam mengambil keputusan. Oleh karena itu, strategi harus dapat Anda sesuaikan dengan karakteristik pasar di mana Anda beroperasi. Sehingga, tetap relevan meskipun kondisinya berubah.

Cara Terbaik Mempelajari Strategi Trading untuk Pemula

Sebenarnya, tidak ada cara yang paling tepat untuk mempelajari strategi trading terbaik untuk pemula. Ini karena proses belajar di dunia trading membutuhkan waktu, motivasi, serta kombinasi antara pemahaman teori dan praktik. Selain itu, Anda harus terus mengoptimalkan strategi seiring bertambahnya pengalaman dan pemahaman terhadap apa yang Anda lakukan dan bagaimana meningkatkannya.

Cara belajar yang paling efektif adalah melalui praktik langsung. Dengan begitu, Anda dapat mengevaluasi pengetahuan yang telah dipelajari, mengidentifikasi kesalahan, dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Sumber terbaik untuk belajar trading tetaplah pasar itu sendiri.

Kesalahan Umum yang Dilakukan Trader Pemula

Pada umumnya, trader akan menghadapi dua kemungkinan, melakukan kesalahan yang umum terjadi atau menerapkan strategi yang tepat. Olah keran itu, memahami potensi kesalahan yang sering terjadi merupakan hal penting untuk meningkatkan peluang untuk sukses. Berikut beberapa kesalahan trader yang paling sering terjadi:

  1. Kurangnya berlatih
  2. Tidak mengikuti trading plan yang telah mereka buat
  3. Manajemen risiko dan pengelolaan dana yang buruk
  4. Terobsesi untuk menghasilkan banyak uang dalam waktu singkat
  5. Tujuan trading yang tidak jelas dan sering berubah-ubah
  6. Mudah terbawa emosi dalam mengambil keputusan
  7. Tidak memahami pasar yang mereka perdagangkan
  8. Kurangnya manajemen risiko yang konsisten
  9. Minim disiplin dalam menjalan strategi
  10. Tidak mendiversifikasi portofolionya

Risiko Terkait Strategi Trading

Dunia trading selalu berkaitan dengan risiko dan imbal hasil sehingga keseimbangan antara keduanya menjadi kunci untuk meningkatkan peluang sukses. Bagi trader pemula, pertanyaan yang paling penting bukan seberapa besar keuntungan yang diperoleh, melainkan seberapa besar kerugian yang bisa mereka tanggung. Di sini manajemen risiko berperan penting untuk membantu memaksimalkan potensi keuntungan sekaligus membatasi kerugian.

Berikut beberapa risiko utama yang perlu Anda perhatikan saat menerapkan strategi trading:

  • Kurangnya pengetahuan
    • Banyak trader beroperasi tanpa pengetahuan yang memadai. Sehingga tidak paham kapan harus masuk atau keluar pasar, indikator apa yang harus mereka gunakan, maupun pasar mana yang paling sesuai.
  • Mengambil risiko secara berlebihan
    • Euforia setelah memperoleh keuntungan dapat memicu overconfidence, trader akan terdorong untuk membuka posisi lebih besar. Sehingga, mereka mengambil risiko yang melebihi batas.
  • Pasar tidak dapat diprediksi
    • Meskipun analisis membantu dalam mengantisipasi pergerakan harga, pada dasarnya pasar tidak pernah pasti. Ketidakpastian ini merupakan risiko yang selalu ada.
  • Tidak memahami pasar yang mereka perdagangkan
    • Berinvestasi tanpa memahami karakteristik pasar menjadi salah satu sumber risiko terbesar. Pemahaman terhadap instrumen dan pergerakan pasar sangat penting sebelum Anda mengambil posisi.
  • Faktor psikologis dan emosi
    • Pengelolaan emosi menjadi tantang utama dalam melakukan trading. Sehingga, trader perlu menjadi kedisiplinan dan ketenangan, baik saat untung maupun rugi.

Cara Meminimalkan Risiko Terkait Strategi Trading

Penting untuk Anda pahami bahwa salah satu cara utama untuk meminimalkan risiko dalam strategi adalah melalui manajemen risiko yang konsisten. Pendekatan ini membantu Anda untuk menjaga hasil yang lebih stabil karena trader sukses tidak pernah mengabaikan manajemen risiko dan terus berupaya untuk menyempurnakannya.

Berikut beberapa hal yang menjadi kunci untuk meminimalkan risiko:

  • Memiliki rencana manajemen yang jelas
  • Gunakan rencana yang sudah teruji
  • Memperhitungkan biaya dan potensi kerugian terkait operasi
  • Beroperasi secara bertanggung jawab dengan mempertimbangkan ketidakpastian pasar
  • Memahami ukuran posisi sehingga dapat mengendalikan risiko
  • Berhati-hati dalam menggunakan leverage
  • Melakukan diversifikasi dan lindung nilai

👉🏻 Perdagangan Futures: Memahami Definisi & Strategi Kunci

Kesimpulan

Strategi trading saham yang efektif tidak hanya berfokus pada potensi imbal hasil, tetapi juga pada pengelolaan risiko secara konsisten. Dalam trading, Anda harus memliki rencana yang jelas, memahami ukuran posisi, memperhitungkan biaya, dan mengatur penggunaan leverage.

Portofolio yang terdiversifikasi dan kedisiplinan menjadi kunci bagi Anda untuk menjaga stabilitas. Kesimpulannya, keberhasilan dalam trading ditentukan oleh kemampuan dalam menyeimbangkan risiko dan imbal hasil. Selain itu, Anda juga harus terus mengevaluasi dan menyempurnakan strategi tersebut seiring berjalannya waktu.

👉🏻 Ini Rekomendasi Koin Kripto Terbaik untuk Berinvestasi

Pertanyaan yang sering diajukan (FAQ)

Iklan
Artikel terkait