Saham

Ketika seluruh perhatian dunia tertuju pada algoritma, AI dan chip, ada satu sektor yang diam-diam mulai bangkit secara kuat, yaitu saham bioteknologi. Sektor ini berhasil mengungguli kinerja S&P 500 dalam beberapa bulan terakhir. Selain itu, bioteknologi juga menjanjikan perubahan besar dalam cara kita hidup, cara kita makan, dan bagaimana kita menua.
Dari rekayasa genetika hingga produksi protein di laboratorium, bioteknologi memasuki fase baru dalam inovasi dan menghasilkan keuntungan. Dan para investor besar sudah mulai menyadarinya.
Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan apa itu bioteknologi dan mengapa sektor ini mulai menarik perhatian. Kemudian kami juga akan memberikan daftar perusahaan yang memimpin perubahan ini dan bagaimana cara berinvestasi di sektor ini, baik lewat saham bioteknologi maupun ETF. Yuk, simak untuk tahu lebih jelas!
👉 Baca juga, cara investasi dalam kecerdasan buatan
Bioteknologi adalah bidang yang menggabungkan biologi dan teknologi. Tujuannya menghasilkan produk serta proses yang mampu meningkatkan kesehatan, kualitas pangan, dan lingkungan tempat kita hidup. Ini merupakan bidang di mana sains berubah menjadi solusi nyata.
Kita bisa mulai menyaksikan rekayasa genetika hingga printer biologis yang dapat mencetak jaringan atau organ manusia dari sel hidup.
Menariknya, sekarang bioteknologi bukan lagi cerita fiksi ilmiah. Ini karena pendanaan besar terus mengalir dan adanya kerjasama perusahaan farmasi global, seperti kerja sama antara Pfizer dengan TrumpRx.
Hal tersebut menandai era baru di mana pengobatan mutakhir semakin terjangkau bagi banyak pasien. Di balik laboratorium, ada inovasi yang berpotensi mengubah hidup jutaan orang.
Oleh karena itu, berinvestasi di saham bioteknologi bukan sekadar bertaruh pada teknologi mutakhir, namun menjadi awal sebuah tren besar yang dapat menentukan kehidupan kita beberapa dekade mendatang.
👉🏻 Baca juga Saham Farmasi Terbaik Novo Nordisk & Eli Lilly: Industri Penurun Berat Badan
Berbicara tentang bioteknologi terdengar seperti berbicara tentang masa depan. Namun, faktanya potensi sektor bioteknologi sudah sangat nyata sejak saat ini. Indeks S&P Biotechnology Select Industry Index (SPSIBI) mencatatkan kinerja sekitar 38% secara year-to-date (sejak awal tahun) di tahun 2025, sedikit lebih tinggi daripada S&P 500 dan Nasdaq.

Menariknya lagi, indeks ini juga baru saja keluar dari tren bearish yang telah terjadi selama lebih dari tiga tahun. Ada beberapa faktor yang menunjukkan bahwa kebangkitan sektor bioteknologi bukan hanya tren sementara.

Berikut penjelasannya:
Salah satu penyebab utama sektor bioteknologi terlihat dari langkah strategis perusahaan besar farmasi. Dalam beberapa bulan terakhir, raksasa farmasi seperti Pfizer (PFE), Merck (MRK), Novo Nordisk (NOVO-A), dan Bristol Myers (BMY) aktif melakukan akuisisi dan kerja sama. Sehingga, berpotensi mengubah akses terhadap pengobatan medis dan dinamika industri.
Contoh paling jelas adalah kerja sama Pfizer dengan pemerintah AS untuk menjual obat mereka ke konsumen melalui TrumRx dengan potongan harga yang cukup besar. TrumpRx adalah marketplace milik Presiden AS, Donal Trump.

Kesepakatan tersebut menjadi perubahan besar bagi rantai distribusi obat-obatan. Sehingga, mendorong saham-saham sektor kesehatan mencatatkan pekan terbaiknya dalam beberapa tahun terakhir.
Setelah kerja sama tersebut, terjadi gelombang merger dan akuisisi yang semaking menegaskan bahwa perusahaan besar sedang "membeli masa depan" sebelum inovasi tersebut menjadi mainstream. Buktinya, di bulan September ada tiga aksi korporasi yang mencuri perhatian pasar, yaitu:
Dengan kata lain, para raksasa industri berupaya mengamankan inovasi-inovasi penting sebelum teknologi tersebut semakin menjadi arus utama
Bioteknologi tengah mengalami lompatan yang perlahan mengubah industri dari dalam. Kita berbicara terkait nanobioteknologi, rekayasa jaringan, DNA sequencing, PCR, fermentasi tingkat lanjut, hingga kromatografi. Serangkaian kemajuan tersebut memungkinkan pengembangan obat yang lebih presisi, diagnosis yang lebih cepat, dan perawatan yang semakin terpersonalisasi.
Kemajuan di bidang ini membuat biaya menurun drastis sekaligus mempercepat proses penelitian. Misalnya, biaya untuk sekuensing satu genom utuh di tahun 2001 sebesar US$ 100 juta. Kemudian, saat ini biayanya turun menjadi US$ 200.

Penurunan ini membuka jalan bagi personalisasi pengobatan dan mempercepat penemuan pengobatan baru.
Tidak hanya itu, nanobioteknologi (berguna untuk regenerasi jaringan) tumbuh lebih dari 10% per tahun. Di sisi lain, fermentasi tingkat lanjut yang menghasilkan protein hasil kultur dan bioplastik terus menunjukkan keberlanjutannya.
Meskipun jarang terdengar, teknologi-teknologi inilah yang menjadi infrastruktur tak kasat mata untuk masa depan. Perusahaan yang telah menguasai hal tersebut tidak hanya memperkuat produk mereka sendiri, melainkan menjadi tulang punggung bagi seluruh ekosistem bioteknologi.
Setelah beberapa tahun yang penuh dengan volatilitas, modal institusional kembali melirik saham sektor bioteknologi. Dana investasi, dana pensiun, dan manajer investasi besar mulai meningkatkan eksposurnya terhadap sektor ini karena melihat kemajuan ilmiah yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut Fierce Biotech Fundraising Tracker, di tahun 2024 pendanaan privat untuk bioteknologi tumbuh lebih dari 20% year-on-year. Pendanaan ini melibatkan beberapa nama besar seperti BlacRock, Vanguard, dan Temasek, menjadi tanda bahwa mereka ingin mengambil posisi sebelum siklus bullish berikutnya dimulai.

Kondisi ini turut memperkuat prediksi optimis dari berbagai laporan riset. Contohnya, Fortuna Business Insight memperkirakan pasar global biopharma akan tumbuh dari sekitar US$ 660 miliar di 2025 menjadi lebih dari US$ 1,1 triliun pada 2032 dengan CAGR sekitar 8,6%.
Namun, beberapa lembaga lain bersikap lebih konservatif. Berdasarkan laporan EY dan McKinsey memperkirakan pertumbuhan pendapatan sektor bioteknologi di atas 6% per tahun. Namun, mereka tetap memberikan estimasi CAGR minimal 5% untuk beberapa tahun mendatang.
Ketika Anda berinvestasi di sektor bioteknologi, Anda dapat melihat perusahaan-perusahaan besar yang biasanya menjadi motor utama pertumbuhan industri. Ini karena mereka memiliki modal besar, teknologi canggih, dan kemampuan riset kuat yang menjadikannya pemimpin dalam sektor teknologi.
Sebagai referensi, berikut daftar saham bioteknologi dari perusahaan besar maupun kecil yang mungkin menarik untuk Anda pertimbangkan. Daftar ini dapat membantu Anda dalam melihat beragam peluang dalam sektor yang sangat dinamis ini .
| Pfizer | PFE | -3,16% | |||
| Gilead Sciences Inc | GILD | 31,90% | |||
| Merck & Co Inc | MRK | -0,24% | |||
| Amgen Inc | AMGN | 23,89% | |||
| BioNTech | BNTX | -15,63% | |||
| CRISPR Therapeutics | CRSP | 45,73% | |||
| Ionis Pharmeceuticals | IONS | 134,97% | |||
| Nama Perusahaan | Ticker | Kinerja YTD |
|---|---|---|
| Pfizer | PFE | -3,16% |
| Gilead Sciences Inc | GILD | 31,90% |
| Merck & Co Inc | MRK | -0,24% |
| Amgen Inc | AMGN | 23,89% |
| BioNTech | BNTX | -15,63% |
| CRISPR Therapeutics | CRSP | 45,73% |
| Ionis Pharmeceuticals | IONS | 134,97% |
Namun, ada alternatif lain selain berinvestasi saham individu perusahaan yang bergerak di sektor bioteknologi, yaitu melalui Exchange Traded Fund (ETF). Anda dapat berinvestasi pada ETF bioteknologi seperti iShares Nasdaq US Biotechnology UCITS ETF. Berikut penjelasannya:
iShares Nasdaq US Biotechnology UCITS ETF adalah ETF yang mereplikasi Nasdaq Biotechnology Index (Net Total Return). Indeks tersebut berisi perusahaan bioteknologi dan farmasi yang terdaftar di Nasdaq. Fokusnya mencakup pengembangan pengobatan medis, riset genetika, hingga teknologi pengobatan inovatif.
ETF ini bersifat accumulating, sehingga dividen dari perusahaan yang ada di dalamnya secara otomatis diinvestasikan kembali. Ada sekitar 250 perusahaan yang ada di dalam ETF tersebut dan pemilihannya berdasarkan relevansinya di sektor bioteknologi.
| Nama ETF | iShares Nasdaq US Biotechnology UCITS ETF | ||
| Imbal Hasil 5 Tahun | 24,59% | ||
| Distribusi Dividen | Tidak karena dividen diinvestasikan kembali | ||
| TER | 0,35% | ||
| Volatilitas | 22,86% |
| Informasi Penting ETF | Keterangan |
|---|---|
| Nama ETF | iShares Nasdaq US Biotechnology UCITS ETF |
| Imbal Hasil 5 Tahun | 24,59% |
| Distribusi Dividen | Tidak karena dividen diinvestasikan kembali |
| TER | 0,35% |
| Volatilitas | 22,86% |
Sepuluh perusahaan top holding dalam ETF ini menyumbang lebih dari 45% bobot dalam portofolio. Selain itu, eksposur yang dominan adalah saham bioteknologi AS (sekitar 75%). namun tetap ada perusahaan yang berasal dari negara lain seperti Irlandia dan Jerman.

ETF ini menunjukkan kinerja yang menarik setelah beberapa tahun pergerakannya datar (15% dalam tiga tahun). Ini karena perkembangan pesat di sektor bioteknologi sehingga membuat kinerjanya melonjak hampir 20% dalam satu tahun terakhir. Kesepakatan antara perusahaan besar dan pemerintah AS turut mempercepat pertumbuhan sehingga sektor ini dapat bangkit dari titik terendahnya.
Saat ini, harga dari ETF tersebut US$ 8,27 (data per 10 Desember 2025). Sebelumnya ETF ini menyentuh titik all-time high terbarunya pada tanggal 24 November 2025, yaitu sebesar US$ 8,47. Dengan TER 0,35%, ETF ini menjadi salah satu ETF bioteknologi termurah pada kategori UCITS.
Berikut tiga ETF bioteknologi lainnya yang patut untuk Anda perhatikan. Ketiga pilihan tersebut dapat Anda jadikan pertimbangan sebagai alternatif dalam diversifikasi untuk mendapatkan peluang dari sektor biotech:
| iShares Biotechnology ETF (IBB) | US4642875565 | 0,44% | |||
| State Street SPDR S&P Biotech ETF (XBI) | US78464A8707 | 0,35% | |||
| Invesco Biotechnology & Genome ETF (PBE) | US46137V7872 | 0,58% |
| ETF Bioteknologi | ISIN | TER |
|---|---|---|
| iShares Biotechnology ETF (IBB) | US4642875565 | 0,44% |
| State Street SPDR S&P Biotech ETF (XBI) | US78464A8707 | 0,35% |
| Invesco Biotechnology & Genome ETF (PBE) | US46137V7872 | 0,58% |
Tentu saja iya, namun Anda harus memiliki ekspektasi yang realistis. Bioteknologi adalah sektor yang sangat siklikal. Artinya, ketika aktivitas memanas, sektor ini dapat tumbuh dengan cepat. Namun, ketika kondisi sudah mulai mendingin (tingkat suku bunga tinggi atau kegagalan hasil uji klinis), harganya bisa terkoreksi tajam.
Hal ini dapat terlihat jelas pada S&P Biotechnology Select Industri Index. Jika melihat grafiknya, ada beberapa fase koreksi panjang yang berlangsung selama bertahun-tahun. Berikut detailnya:

👉 FOMC putuskan pangkas suku bunga The Fed Oktober jadi 25 bps
Di tahun 2025, sentimen pasar membaik secara signifikan. Oleh karena ini, mendapatkan eksposur dari sektor bioteknologi sangat menarik untuk mendiversifikasi portofolio Anda. Namun, Anda harus sadar bahwa ini adalah sektor yang memiliki siklus.
Sehingga, sebaiknya Anda membeli saat harga berada di dasar siklus yang baru. Kemudian, menjualnya ketika harga telah mencapai puncak.
Secara keseluruhan, bioteknologi adalah sektor yang mengalami pertumbuhan secara berkala. Setiap kali siklus bullish tiba, harga sahamnya sering mencapai titik all-time high baru. Kemudian, ketika koreksi datang sektor ini membentuk support baru yang umumnya lebih tinggi dari siklus sebelumnya.