Dividen
Apa Itu Dividend Growth Investing, Strategi Investasi Dividen Hunter

Dividend growth investing adalah strategi investasi saham yang menjadi jembatan antara dua pendekatan investasi yang berorientasi pada pendapatan dan investasi yang berfokus pada kenaikan harga. Melalui strategi dividend growth investing, investor tidak hanya mengincar kenaikan harga saham, tetapi juga arus kas yang stabil dan terus meningkat dari waktu ke waktu.
Dalam artikel ini, kami akan membahas apa itu dividend growth investing alias strategi investasi saham dividen bertumbuh. Kemudian, kami juga akan membahas filosofi di balik strategi ini, keunggulannya, serta bagaimana caranya untuk menerapkannya dalam portofolio investasi Anda. Yuk, simak untuk tahu lebih jelas!
👉 Pelajari juga, Strategi Investasi Michael Burry
Apa itu Dividend Growth Investing?
Dividend growth investing (DGI) adalah pendekatan strategi dividend investing jangka panjang. Strategi ini berfokus pada membeli saham perusahaan yang tidak hanya rutin membagikan dividen kepada pemegang saham, tetapi juga terbukti memiliki rekam jejak dalam meningkatkan dividen tersebut secara konsisten dari waktu ke waktu.
Pada dasarnya, dividen yang bertumbuh merupakan laba yang perusahaan bagikan kepada pemegang saham dan nilainya meningkat secara berkala. Artinya, investor tidak hanya menerima arus kas, namun juga menikmati pertumbuhan pendapatan pasif seiring berjalannya waktu.
Banyak perusahaan menerapkan peningkatan dividen, terutama perusahaan dengan bisnis yang matang dan stabil. Umumnya, perusahaan tersebut mampu menghasilkan laba yang relatif bisa kita prediksi dan konsisten. Ini berkat manajemen keuangan yang konservatif serta komitmen kuat terhadap remunerasi pemegang saham.
Perusahaan berkualitas tinggi dalam kategori ini, umumnya berasal dari sektor utilitas, barang konsumsi, dan kesehatan. Selain itu, sektor teknologi dalam beberapa tahun terakhir juga memiliki kualitas yang baik.
Melalui strategi investasi pada saham dividen yang terus naik, para investor tidak hanya mengejar potensi kenaikan harga saham, tetap juga memperkuat psikologi investasi mereka lewat pembagian dividen. Khususnya, saat pasar berada dalam fase ketidakpastian.
Apa itu Dividen?
Dividen adalah bagian dari keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Ini menjadi bentuk imbal hasil atas investasi yang pemegang saham telah lakukan dan bisa menjadi sumber return selain melalui kenaikan saham.
Pembayaran dividen umumnya terjadi secara bekala, misalnya per kuartal atau tahunan. Dividen bisa dalam bentuk saham maupun tunai. Namun ada juga saham yang membagikan dividen secara bulanan, namun umumnya ini saham-saham luar negeri terutama Amerika Serikat. Sedangkan di Indonesia, pembagian dividen setiap saham umumnya hanya dilakukan dua hingga tiga kali yaitu dividen interim (dibagikan di tengah tahun buku) dan dividen final (dibagikan saat tutup buku).
👉🏻 Baca artikel menarik lainnya mengenai dividen: Pengaruh Dividen Terhadap Harga Saham
Perbedaan Dividend Growth vs Dividend Investing
Anda, pasti pernah mendengar strategi Dividend Investing. Meskipun kedengarannya sama, kedua strategi ini memiliki perbedaan. Mari kita bahas secara singkat perbedaan dividend growth vs dividend investing.
Perbedaan utama dari kedua strategi ini terletak pada fokus pemilihan saham dan tujuan investasi. Dividen investing umumnya lebih berfokus pada dividend yield saat ini. Sehingga, para investor akan mencari saham yang mampu memberikan pendapatan pasif yang besar sejak awal.
Sebaliknya, dividend growth investing lebih menekankan pertumbuhan dividen dari waktu ke waktu. Sehingga, memperkuat stabilitas jangka panjang dengan risiko yield trap yang lebih rendah.
Mengapa Strategi Saham Dividen Bertumbuh Layak Dipertimbangkan?
Alasan memilih strategi investasi saham dengan dividen yang terus bertumbuh adalah karena perusahaan-perusahaan tersebut umumnya memiliki kualitas yang lebih tinggi jika kita bandingkan dengan pasar secara keseluruhan. Hal ini dapat kita lihat dari kualitas laba maupun dari kekuatan fundamental keuangan perusahaan. Kekuatan finansial tersebut tercermin dari kinerja harga saham jangka panjang.
Berikut, beberapa karakteristik utama dari dividen yang terus bertumbuh:
- Menawarkan imbal hasil atas modal lebih tinggi
- Seiring berkembangnya perusahaan dan dividen yang terus meningkat, harga saham juga cenderung mengalami peningkatan dalam jangka panjang.

- Volatilitas yang lebih rendah
- Saham perusahaan yang memiliki riwayat kenaikan dividen biasanya lebih stabil daripada saham yang tidak membayar dividen atau membayarnya secara tidak konsisten. Karakteristik ini membantu investor untuk lebih tenang dalam menghadapi kondisi ekonomi dan pasar yang lebih menantang.

- Fleksibilitas
- Penerimaan dividen memberikan passive income secara rutin. Investor dapat menggunakannya kembali untuk investasi (reinvestasi) atau untuk kebutuhan pribadi tanpa harus menjual aset investasi yang mereka miliki.
- Berbeda dengan kebanyakan strategi lainnya yang cenderung berfokus pada sektor tertentu, strategi dividend growth investing cenderung terdiversifikasi ke berbagai sektor. Sehingga, membuat portofolio investor lebih tahan saat menghadapi periode pasar yang tidak pasti.
👉🏻 NPWP & Cara lapor SPT Dividen Saham
Rasio Keuangan Penting dalam Menerapkan Strategi Dividend Growth Investing (DGI)
Strategi ini menempatkan kualitas perusahaan sebagai prioritas utama, terutama pada komitmen perusahaan untuk meningkatkan dividen dari waktu ke waktu. Namun, tidak semua perusahaan yang konsisten meningkatkan dividen cocok untuk strategi ini. Oleh karena itu, investor perlu menerapkan sejumlah kriteria kualitas untuk memastikan bahwa perusahaan mampu mempertahankan kenaikan dividen tanpa mengorbankan kesehatan keuangannya.
Berikut beberapa kriteria penting dalam memilih perusahaan untuk strategi DGI:
- Riwayat pertumbuhan dividen
- Penting untuk memastikan bahwa perusahaan memiliki rekam jejak pertumbuhan dividen secara konsisten dalam jangka panjang. Hal ini menunjukkan komitmen nyata perusahaan kepada para pemegang saham. Kategori seperti dividend aristocrats dan dividend kings dapat menjadi pilihan awal dalam membangun portofolio.
- Dividend growth rate (tingkat pertumbuhan dividen)
- Rasio ini mengukur tingkat pertumbuhan dividen tahunan majemuk dari waktu ke waktu. Selain itu, indikator ini juga membantu investor dalam menilai apakah perusahaan dapat meningkatkan dividen secara berkelanjutan.
- Dividend yield
- Salah satu rasio paling populer, cara menghitungnya dengan membagi dividen tahunan dengan harga saham. Dividend yield yang baik menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya membagikan dividen, tetapi juga memberikan imbal hasil yang relatif menarik terhadap harga sahamnya.
- Payout ratio
- Rasio ini merupakan kunci dalam strategi investasi dividen. Payout ratio menunjukkan persentase laba yang dibagikan sebagai dividen. Payout ratio yang sehat (di bawah 65%) menandakan perusahaan masih memiliki ruang untuk terus meningkatkan dividen. Selain itu, perusahaan juga masih memiliki ruang untuk berinvestasi kembali demi ekspansi bisnis.
- Debt ratio (rasio utang)
- Rasio ini mencerminkan tingkat leverage perusahaan. Tingkat utang yang terkendali sangat penting agar perusahaan tetap mampu membayar dividen, bahkan saat menghadapi tekanan ekonomi atau siklus bisnis yang menantang.
👉 Financial Leverage: Apa itu dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Cara Berinvestasi dengan Strategi Dividend Growth Investing
Ada beberapa cara untuk membangun portofolio strategi saham dividen bertumbuh yang solid. Mulai dari membeli saham individual hingga melalui ETF atau investment funds.
Berikut beberapa contoh beserta penjelasannya.
Daftar saham dividen yang terus naik
Cara yang paling umum untuk membangun portofolio investasi adalah membeli saham yang berfokus pada dividen bertumbuh. Berikut beberapa contoh saham yang secara konsisten membayar dividen selama lebih dari 30 tahun, sekaligus meningkatkannya secara bertahap:
| Perusahaan | Lama Membagikan Dividen | Dividen Tahunan | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Coca-Cola | +60 tahun | US$ 1,94/saham | |||
| Johnson & Johnson | +60 tahun | US$ 4,96/saham | |||
| Realty Income | +30 tahun | US$, 3,16/saham | |||
| Atmos Energy | +40 tahun | US$ 3,22/saham | |||
| A.O.Smith Corporation | +30 tahun | US$ 1,36/saham | |||
| RPM International | +50 tahun | US$ 2,04/saham | |||
| Franklin Electric | +30 tahun | US$ 1,00/saham |
| Perusahaan | Lama Membagikan Dividen | Dividen Tahunan |
|---|---|---|
| Coca-Cola | +60 tahun | US$ 1,94/saham |
| Johnson & Johnson | +60 tahun | US$ 4,96/saham |
| Realty Income | +30 tahun | US$, 3,16/saham |
| Atmos Energy | +40 tahun | US$ 3,22/saham |
| A.O.Smith Corporation | +30 tahun | US$ 1,36/saham |
| RPM International | +50 tahun | US$ 2,04/saham |
| Franklin Electric | +30 tahun | US$ 1,00/saham |
Daftar Saham Dividend Growth Investing di Indonesia
Daftar saham dividend growth investing di Indonesia adalah saham yang secara konsisten membayar dividen selama lebih dari 20 tahun dan konsisten membagikan kenaikan dividen dalam 10 tahun terakhir:
| Saham | Lama Membagikan Dividen | Kenaikan Dividen Berkelanjutan | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Selamat Sempurna (SMSM) | +20 tahun | 10 tahun berturut-turut | |||
| Metrodata Electronics (MTDL) | +20 tahun | 10 tahun berturut-turut | |||
| Telkom Indonesia (TLKM) | + 20 tahun | 3 tahun berturut-turut | |||
| Bank Central Asia (BBCA) | +20 tahun | 4 tahun berturut-turut | |||
| Astra Otoparts (AUTO) | +20 tahun | 4 tahun berturut-turut | |||
| Bank Negara Indonesia (BBNI) | +20 tahun | 4 tahun berturut-turut | |||
| Bank Rakyat Indonesia (BBRI) | +20 tahun | 4 tahun berturut-turut | |||
| Bank Mandiri (BMRI) | +20 tahun | 4 tahun berturut-turut | |||
| Astra Graphia (ASGR) | +20 tahun | 4 tahun berturut-turut | |||
| Jaya Real Property (JRPT) | +20 tahun | 3 tahun berturut-turut |
| Saham | Lama Membagikan Dividen | Kenaikan Dividen Berkelanjutan |
| Selamat Sempurna (SMSM) | +20 tahun | 10 tahun berturut-turut |
| Metrodata Electronics (MTDL) | +20 tahun | 10 tahun berturut-turut |
| Telkom Indonesia (TLKM) | + 20 tahun | 3 tahun berturut-turut |
| Bank Central Asia (BBCA) | +20 tahun | 4 tahun berturut-turut |
| Astra Otoparts (AUTO) | +20 tahun | 4 tahun berturut-turut |
| Bank Negara Indonesia (BBNI) | +20 tahun | 4 tahun berturut-turut |
| Bank Rakyat Indonesia (BBRI) | +20 tahun | 4 tahun berturut-turut |
| Bank Mandiri (BMRI) | +20 tahun | 4 tahun berturut-turut |
| Astra Graphia (ASGR) | +20 tahun | 4 tahun berturut-turut |
| Jaya Real Property (JRPT) | +20 tahun | 3 tahun berturut-turut |
Prinsip Dasar Menerapkan Strategi DGI
Berinvestasi pada perusahaan-perusahaan yang telah kami sebutkan di atas atau perusahaan sejenis saja tidak cukup. Penting bagi Anda untuk mengikuti beberapa prinsip dasar saat menerapkan strategi DGI. Berikut penjelasannya:
- Re-investasikan dividen
- Gunakan kekuatan compound interest dengan menginvestasikan kembali dividen. Sehingga, nilai investasi dapat tubuh lebih optimal dalam jangka panjang.
- Diversifikasi portofolio
- Hindari fokus berlebihan pada satu perusahaan atau sektor. Sebaiknya, Anda menyebarkan investasi untuk mengurangi risiko serta menjaga stabilitas portofolio.
- Pertahankan perspektif jangka panjang
- Jangan terlalu berfokus pada fluktuasi pasar jangka pendek. Strategi DGI membutuhkan kesabaran agar pertumbuhan dividen dapat terlihat seiring berjalannya waktu.
- Lakukan analisis pada keberlanjutan dividen
- Pastikan perusahaan yang Anda pilih memiliki rekam jejak yang kuat. Selain itu, pastikan juga bahwa perusahaan memiliki kemampuan finansial untuk mempertahankan dan meningkatkan dividen secara berkelanjutan.
Anda juga bisa membaca artikel kami yang membahas tentang Saham dengan Dividen Terbesar IHSG. Pada artikel tersebut, Anda dapat menemukan beberapa perusahaan yang memiliki riwayat membagikan dividen yield yang menarik
Menyusun Portofolio Dividend Growth Investing Melalui ETF dan Investment Funds
Sering berkembangnya industri keuangan, kini tersedia investment funds dan ETF yang secara khusus berfokus pada strategi ini. Sehingga, investor tidak lagi harus menghabiskan banyak waktu untuk melakukan analisis perusahaan satu per satu. Di sisi lain, investor juga tidak perlu menentukan bobot portofolio secara manual.
Berikut beberapa contoh ETF dan investment funds yang berfokus pada strategi DGI:
Dividend Growth ETF
| Nama ETF | ISIN | Kinerja 3 Tahun | |||
|---|---|---|---|---|---|
| WisdomTree US Quality Dividend Growth UCITS ETF USD | IE00BZ56RD98 | 56,16% | |||
| WisdomTree Global Quality Dividend Growth UCITS ETF USD | IE00BZ56RN96 | 48,11% | |||
| WisdomTree Eurozone Quality Dividend Growth UCITS ETF | IE00BZ56SY76 | 36,42% |
| Nama ETF | ISIN | Kinerja 3 Tahun |
|---|---|---|
| WisdomTree US Quality Dividend Growth UCITS ETF USD | IE00BZ56RD98 | 56,16% |
| WisdomTree Global Quality Dividend Growth UCITS ETF USD | IE00BZ56RN96 | 48,11% |
| WisdomTree Eurozone Quality Dividend Growth UCITS ETF | IE00BZ56SY76 | 36,42% |
ETF yang berbasis 100% perusahaan AS cenderung menunjukkan kinerja yang lebih kuat. Sayangnya, regulasi UCITS membuat tidak semua ETF dividen bertumbuh berbasis AS tersedia untuk investor yang berada di negara lain. Meski demikian, berikut beberapa ETF lain yang layak untuk kita perhatikan:
- Vanguard Dividend Appreciation ETF (VIG)
- MSCI World Dividend Growers Quality Select Index (EUR)
- iShares US Dividend Growers Index ETF (CUD)
- iShares Core Dividend Growth ETF (DGRO)
👉🏻 Reksa Dana & ETF BlackRock Terbaik Return Tinggi
Dividend Growth Investment Funds
| Investment Funds | ISIN | Kinerja 3 Tahun | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Nuveen Global Dividend Growth Fund | IE00B5VQ1G43 | 46,07% | |||
| Vanguard Dividend Growth Fund | US9219086041 | 29,80% | |||
| Fidelity Dividend Growth Fund | 316389402 (CUSIP) | 22,77% | |||
| Royal London UK Dividend Growth Fund | GB00BFYTY724 | 40,29% | |||
| Waverton European Dividend Growth Fund | IE00BF5KV519 | 70,16% |
| Investment Funds | ISIN | Kinerja 3 Tahun |
|---|---|---|
| Nuveen Global Dividend Growth Fund | IE00B5VQ1G43 | 46,07% |
| Vanguard Dividend Growth Fund | US9219086041 | 29,80% |
| Fidelity Dividend Growth Fund | 316389402 (CUSIP) | 22,77% |
| Royal London UK Dividend Growth Fund | GB00BFYTY724 | 40,29% |
| Waverton European Dividend Growth Fund | IE00BF5KV519 | 70,16% |
Indeks Dividen Bertumbuh
Sebagai tambahan, S&P Global juga mengembangkan beberapa indeks khusus yang berfokus pada strategi dividen bertumbuh. Berikut daftarnya:
- Nama indeks: S&P US Dividend Growers Index
- Konstituen indeks:
- Broadcom Inc
- Apple Inc.
- Microsoft Corp
- JP Morgan Chase & Co
- Eli Lilly & Co
Meskipun kita tidak dapat berinvestasi secara langsung dalam indeks ini, kinerjanya tergolong sangat baik. Dalam 1 tahun, S&P US Dividend Growers Index mencatatkan kinerja yang naik lebih dari 11%.

Selanjutnya, kami akan menampilkan dua indeks lainnya yang memiliki pendekatan dividen bertumbuh.
- Nama indeks: S&P Global Ex-US Dividend Growers Index
- Konstituen indeks:
- Roche Hldgs AG Ptg Genus
- Novartis AG Reg
- Royal Bank of Canada
- Mitsubishi UFJ Financial Group Inc
- Nestle SA Reg
- Nama indeks: S&P International Developed Dividend Growers Index
- Konstituen indeks:
- Royal Bank of Canada
- Roche Hldgs AG Ptg Genus
- Novartis AG Reg
- AIA Group Ltd
- Schneider Electric SE
Bisa kita lihat dari gambar di bawah ini bahwa kinerja indeks-indeks di atas berhasil melampaui pertumbuhan di atas dua digit persen

Apakah Kebijakan Dividen Bisa Digunakan untuk Menilai Kinerja Perusahaan?
Kenaikan dividen secara konsisten dari waktu ke waktu memang tidak selalu menjamin bahwa perusahaan berkualitas tinggi. Namun, umumnya perusahaan dengan riwayat dividen yang meningkat memiliki profitabilitas lebih besar untuk mengunjukkan karakteristik fundamental yang kuat.
Kenaikan dividen secara berkelanjutan dapat mencerminkan beberapa hal berikut:
- Profitabilitas yang solid
- Perusahaan mampu menghasilkan pendapatan dan laba yang cukup. Sehingga, mereka tetap bisa membagikan keuntungan kepada pemegang saham.
- Prospek yang positif
- Kemampuan meningkatkan dividen bahkan dalam kondisi ekonomi yang menantang, menunjukkan bahwa model bisnis perusahaan tersebut tangguh serta memiliki manajemen yang efisien.
- Komitmen kepada pemegang saham
- Kebijakan dividen yang stabil dan bertumbuh menjadi tanda bahwa perusahaan berfokus menciptakan nilai jangka panjang bagi investor.
Salah satu investor legendaris, Geraldine Weiss (populer dengan sebutan Dividend Lady), percaya bahwa kebijakan dividen berdampak besar pada kesehatan perusahaan. Ia mengembangkan pendekatan sendiri yang kemudian kita kenal sebagai Dividend Value Strategy.
Dividend value investing adalah strategi yang menggabungkan investasi dividen dengan pendekatan value investing. Sehingga, investor akan mencari saham yang membagikan dividen namun diperdagangkan di bawah nilai wajarnya (undervalued). Tujuannya adalah memperoleh passive income dari dividen sekaligus potensi kenaikan harga saat pasar menyadari nilai intrinsik perusahaan.
Pendekatan tersebut terbukti efektif karena beberapa dekade mampu mengungguli indeks S&P 500. Bahkan, pendekatan ini sempat mengalahkan strategi dari Warren Buffett pada periode tertentu, khususnya di sebagian era 1970-an.
Namun, perlu Anda ingat bahwa kebijakan dividen hanyalah salah satu indikator. Anda tetap perlu mempertimbangkan faktor fundamental lain seperti perkembangan utang, pertumbuhan penjualan, laba, serta arus kas. Beberapa hal tersebut dapat kita gunakan untuk menilai kesehatan finansial perusahaan secara menyeluruh.
👉 Value Stock vs Growth Stock: Perbedaan & Cara Investasi
Apakah Dividend Growth Investing Merupakan Strategi Dividen Terbaik? - Kesimpulan
Dividend Growth Investing adalah strategi investasi yang berfokus pada perusahaan dengan rekam jejak kenaikan dividen secara konsisten. Melalui pendekatan ini, investor dapat memperoleh stabilitas dari arus kas dividen saat pasar berada dalam ketidakpastian. DGI juga memungkinkan Anda untuk menikmati potensi pertumbuhan modal ketika pasar saham berada dalam tren naik.
Oleh karena itu, investor sering menganggap DGI sebagai salah satu strategi yang paling mudah untuk diakses, baik melalui saham, ETF, maupun investment funds. Riwayat perusahaan dalam meningkatkan dividen menjadi tanda bahwa perusahaan memiliki kualitas yang tinggi dan keuangan yang stabil. Di sisi lain, perusahaan juga memiliki kemampuan untuk terus meningkatkan dividen meskipun ekonomi sedang mengalami perlambatan.
Namun, sebelum mengambil keputusan investasi, Anda tetap harus mengombinasikan strategi DGI dengan rasio fundamental lainnya beserta pemahaman terhadap bisnis perusahaan. Ini karena DGI bukan satu-satunya pendekatan dalam investasi dividen. Masih ada alternatif lain yang sama efektifnya yaitu Dividend Discounted Model (DDM), yang berfokus pada valuasi dengan mendiskontokan dividen masa depan ke nilai saat ini.
Kesimpulannya, strategi investasi saham dividen bertumbuh menjadi salah satu pendekatan yang paling praktis dan relevan untuk strategi dividen hunter. Strategi ini cocok untuk investasi jangka panjang dan membangun imbal hasil yang sekaligus memperkuat disiplin serta psikologis investor.
👉🏻 Portofolio Investasi: Cara Mengelola, Jenis, dan Contohnya