Perdagangan Komoditas

WTI vs Brent merupakan dua jenis minyak mentah yang paling sering menjadi acuan harga minyak dunia. Keduanya memiliki perbedaan terkait lokasi produksi, kualitas minyak, jalur distribusi, hingga pengaruhnya terhadap pergerakan pasar energi global. Oleh karena itu, memahami perbedaan antara Brent dan WTI menjadi hal penting bagi trader dan investor yang ingin memahami pergerakan harga minyak secara lebih mendalam.
Dalam artikel ini, kami akan membahas apa itu minyak Brent vs WTI. Kemudian, kami juga akan membahas perbedaan dan masing-masing karakteristik dari keduanya. Yuk, simak untuk tahu lebih jelas!
👉 Cara Investasi di Komoditas: Panduan Lengkap Investasi
Pada bagian ini, kita akan melihat penjelasan dari minyak Brent vs WTI. Kedua jenis minyak mentah ini memiliki pengaruh yang besar di pasar minyak dunia. Berikut penjelasannya:
Brent berasal dari ladang minyak Brent di Laut Utara yang ditemukan Shell pada tahun 1972. Mereka menginvestasikan sekitar £1,3 untuk mengembangkan ladang minyak tersebut dan mulai melakukan kegiatan produksi pada Desember 1976. Ladang Brent terhubung dengan beberapa ladang minyak di sekitarnya dan beroperasi melalui empat platform utama, yaitu Brent Alpha, Brent Bravo, Brent Charle, dan Brent Delta.
Minyak dari ladang Brent kemudian mengalir ke terminal Sullom Voe yang ada di Kepulauan Shetland, Skotlandia. Brent terkenal sebagai minyak mentah berkualitas tinggi dan menjadi salah satu acua utama harga minyak dunia. Pasar mulai memperdagangkan kontrak berjangka Brent pada Juni 1988 di London, serta dalam volume terbatas di Singapura dan New York.
WTI (West Texas Intermediate) merupakan campuran berbagai jenis minyak mentah lokal Amerika Serikat yang memiliki karakterstik ringan dan rendah sulfur. Produsen mengekstraksi WTI di AS kemudian mengirimkannya ke kilang minyak yang ada di wilayah Midwest dan Gulf Coast.
Sebagai acuan harga minyak mentah di AS, WTI memegang peran penting di pasar energi global. Karakteristiknya yang ringan dan mudah diolah menjadikannya benchmark dalam perdagangan minyak mentah berjangka.
Selanjutnya, kita akan membahas perbedaan antara brent dan WTI. Berikut penjelasannya:
WTI adalah minyak mentah yang berasal dari Texas dan Oklahoma, AS. Minyak mentah WTI memiliki kualitas yang lebih tinggi dari Brent karena sifatnya yang lebih ringan (light crude) dan lebih rendah kandungan sulfur (sweet crude). Karakteristik ini memudahkan proses pengolahan WTI menjadi bahan bakar.
Namun, harga WTI tidak selalu lebih tinggi dari Brent. Beberapa faktor seperti distribusi, kapasitas penyimpanan, dan kondisi pasokan di pasar domestik AS membuat harga WTI lebih rendah dari Brent.
👉 10 Negara dengan Sovereign Wealth Fund (SWF) Terbesar di Dunia
Brent adalah campuran dari 15 jenis minyak mentah yang berasal dari wilayah Laut Utara, di antara Norwegia dan Inggris. Minyak mentah Brent termasuk minyak mentah berkualitas tinggi (dalam istilah industrinya, sweet and light). Ini karena Bren crude oil memiliki kandungan sulfur yang rendah dan tingkat densitas yang kecil.
Dengan kualitas tersebut, Brent sangat cocok untuk menghasilkan produk turunan minyak yang paling banyak dibutuhkan pasar, seperti bensin, minyak tanah (kerosene), dan diesel. Hal ini juga menjadi salah satu alasan harga Brent cenderung lebih tinggi dari jenis minyak mentah lainnya.
Perbedaan antara brent dan WTI karena asal dan jalur distribusi tersebut menjadikan peran Brent dan WTI tidak sama di pasar internasional. WTI berperan sebagai acuan harga minyak mentah di AS, sedangkan Brent menjadi acuan utama di pasar Eropa dan banyak negara lainnya di dunia. Brent lebih merepresentasikan harga minyak global karena cakupan perdagangannya lebih luas.
Dalam perdagangan, Brent maupun WTI tetap menggunakan satuan barel minyak. Meskipun pengiriman secara fisik minyak mentah tersebut tidak lagi menggunakan barel. Satu barel setara dengan 42 galon As atau sekitar 159 liter dan harga kedua jenis minyak tersebut dinyatakan dalam USD.
Setelah kita melihat apa itu WTI dan Brent serta perbedaan secara umum dari keduanya, selanjutnya kita akan melihat perbedaan karakteristik khusus yang ada pada kedua jenis minyak tanah ini. Kami sudah merangkumnya dalam tabel berikut:
| Asal minyak mentah | Campuran beberapa jenis minyak dari Lau Utara (Brent, Forties, Oseberg, dan Ekofisk) | Minyak mentah dari AS (Texas, Louisiana, North Dakota) | |||
| Wilayah produksi | Lau Utara (Wilayah Inggris) | Daratan Amerika Serikat | |||
| Peran OPEC | Sangat dipengaruhi oleh kebijakan dan keputusan OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) | Tidak berada di bawah naungan langsung OPEC | |||
| Faktor utama penggerak harga | Geopolitik Timur Tengah, keputusan OPEC, dan permintaan global | Produksi dan permintaan minyak di Amerika Serikat | |||
| Biaya ekspor | Lebih efisien untuk pasar minyak mentah Eropa dan dunia | Lebih mahal untuk ekspor ke Eropa karena harus menyeberangi laut Atlantik | |||
| Karakteristik kualitas | Light and sweet sehingga cocok untuk dijadikan bensin, diesel, dan kerosin | Light and sweet namun lebih ringan dari Brent | |||
| Akses transportasi | Menawarkan akses yang mudah untuk pasar global | Akses pelabuhan dan penyaluran yang lebih terbatas | |||
| Titik penyerahan fisik | Terminal di kawasan Laut Utara | Cushing dan Oklahoma | |||
| Bursa perdagangan | International Petroleum Exchange (IPE), London | New York Mercantile Exchange (NYMEX) | |||
| Mata uang perdagangan | Dolar AS (USD) | Dolar AS (USD) | |||
| Acuan harga (benchmark) | Eropa, Afrika, Timur Tengah, dan pasar global | Pasar minyak Amerika Serikat | |||
| Jenis minyak yang direpresentasikan | Light crude oil global | Light crude oil AS |
| Aspek | Brent | WTI |
|---|---|---|
| Asal minyak mentah | Campuran beberapa jenis minyak dari Lau Utara (Brent, Forties, Oseberg, dan Ekofisk) | Minyak mentah dari AS (Texas, Louisiana, North Dakota) |
| Wilayah produksi | Lau Utara (Wilayah Inggris) | Daratan Amerika Serikat |
| Peran OPEC | Sangat dipengaruhi oleh kebijakan dan keputusan OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) | Tidak berada di bawah naungan langsung OPEC |
| Faktor utama penggerak harga | Geopolitik Timur Tengah, keputusan OPEC, dan permintaan global | Produksi dan permintaan minyak di Amerika Serikat |
| Biaya ekspor | Lebih efisien untuk pasar minyak mentah Eropa dan dunia | Lebih mahal untuk ekspor ke Eropa karena harus menyeberangi laut Atlantik |
| Karakteristik kualitas | Light and sweet sehingga cocok untuk dijadikan bensin, diesel, dan kerosin | Light and sweet namun lebih ringan dari Brent |
| Akses transportasi | Menawarkan akses yang mudah untuk pasar global | Akses pelabuhan dan penyaluran yang lebih terbatas |
| Titik penyerahan fisik | Terminal di kawasan Laut Utara | Cushing dan Oklahoma |
| Bursa perdagangan | International Petroleum Exchange (IPE), London | New York Mercantile Exchange (NYMEX) |
| Mata uang perdagangan | Dolar AS (USD) | Dolar AS (USD) |
| Acuan harga (benchmark) | Eropa, Afrika, Timur Tengah, dan pasar global | Pasar minyak Amerika Serikat |
| Jenis minyak yang direpresentasikan | Light crude oil global | Light crude oil AS |
👉🏻 Berinvestasi Minyak di Indonesia : Cara dan Strategi Memperoleh Keuntungan
Mungkin Anda bertanya-tanya, bagaimana berinvestasi WTI dan Brent crude oil?
Ada beberapa cara yang dapat Anda pilih untuk berinvestasi pada kedua jenis minyak ini. Berikut beberapa pilihan instrumen investasi yang dapat Anda pilih untuk berinvestasi di dalamnya:
👉 Prospek Saham Pertambangan di Indonesia, Masih Menarik?
Berinvestasi dalam minyak memiliki tingkat risiko yang setara dengan berinvestasi pada sektor dan saham tertentu lainnya. Ini karena harga minyak cenderung volatil dan sangat dipengaruhi oleh faktor geopolitik, kondisi pasokan, dan permintaan global. Oleh karena itu, berinvestasi minyak belum tentu cocok untuk semua investor.
Faktanya, harga minyak pernah jatuh di bawah nol ketika terjadi pandemi, sebelum kemudian pulih pada tahun 2021 dengan kenaikan lebih dari 60%.
Aset yang berbasis pada harga minyak cenderung menguat ketika terjadi ketidakseimbangan yang signifikan antara permintaan dan pasokan. Kondisi ini dapat meningkatkan profitabilitas perusahaan minyak dan menarik minat banyak investor. Sehingga, investasi minyak menguntungkan asalkan dalam konteks strategi yang tepat.
Dalam mendiversifikasi portofolio, memiliki eksposur pada minyak dapat membantu Anda untuk menyeimbangkan risiko dan peluang. Namun, menaruh seluruh dana Anda pada sektor minyak justru dapat meningkatkan risiko secara signifikan.
Dalam lima tahun terakhir, harga mengalami volatilitas yang tinggi namun dengan tekanan penurunan yang relatif lebih kuat daripada Brent. WTI sempat melonjak tajam pada 2020-2021 hingga menembus area di atas US$ 110 per barel. Kemudian, minyak mentah ini mengalami koreksi yang signifikan sepanjang 2023.

Pada periode 2025 hingga awal 2026, harga WTI cenderung mengalami penurunan darn berada di bawah US$ 60 per barel. Tren ini mencerminkan sensitivitas WTI terhadap kondisi produksi dan permintaan domestik AS serta keterbatasan distribusi dan ekspor. Secara keseluruhan, WTI berada dalam fase bearish dengan kinerja yang lebih tertekan.
Di sisi lain, Brent juga menunjukkan volatilitas yang tinggi dengan siklus naik-turun yang jelas. Setelah reli kuat pada 2021-2022 (harga Brent lebih dari US$ 100 per barel), Brent memasuk fase koreksi. Kemudian, sejak 2023 hingga awal 2026, pergerakan harga Brent cenderung melemah di kisaran yang lebih rendah (sekitar US$ 61-62 per barel).

Meskipun menunjukkan kenaikan moderat dalam 5 tahun terakhir, Brent belum kembali ke puncak dan lebih banyak bergerak sideways. Sehingga, mencerminkan ketidakpastian permintaan global serta pengaruh kebijakan OPEK dan faktor geopolitik.
Perbedaan yang terjadi pada harga Brent dan WTI menjadi sangat terlihat dalam kondisi tertentu. Salah satu contoh paling ekstrem yang pernah terjadi adalah pada April 2020. Saat itu, harga WTI sempat jatuh ke level negatif, sementara Brent berada di zona positif. Ini karena pada pandemi Covid-19 minyak acuan Eropa diperdagangkan jauh lebih mahal daripada minyak acuan AS.
Tanggal 20 April 2020 menjadi momen bersejarah bagi pasar minyak. Untuk pertama kalinya, harga kontrak WTI turun hingga sekitar -US$ 38,5 per barel, sedangkan Brent masih diperdagangkan dengan kisaran harga US$ 25,87 per barel.
Kontrak WTI yang jatuh tempo pada Mei 2020 mengharuskan pengiriman fisik minyak pada Juni, sementara kapasitas penyimpanan di AS sudah hampir penuh. Kondisi ini memaksa pemegang kontrak untuk menjual dengan harga yang sangat rendah, bahkan negatif. Sebaliknya, Brent memiliki akses distribusi yang lebih luas dan fleksibel melalui jalur laut sehingga tidak mengalami tekanan penyimpanan.
Perlu Anda pahami bahwa investor yang bertransaksi di pasar minya sebenarnya memperdagangkan kontrak berjangka (futures). Sehingga, mereka tidak memperdagangkan minyak fisik secara langsung.
Salah satu fenomena penting yang muncul di pasar minyak pada periode tersebut adalah Contango. Kondisi ini terjadi ketika harga minyak untuk pengiriman di masa depan berada di atas harga spot saat ini. Contango menunjukkan bahwa pasar berada dalam kondisi tidak seimbang karena kapasitas penyimpanan minyak sudah mendekati atau mencapai batas maksimal.
Dalam situasi normal, harga WTI dan Brent memang dapat bergerak secara berbeda. Namun, faktor eksternal seperti ketegangan geopolitik, kondisi ekonomi global, serta peristiwa luar biasa seperti pandemi Covid-19 memperlebar perbedaan tersebut.
Selama pandemi, permintaan bahan bakar turun drastis sehingga aktivitas penyimpanan minyak melonjak dan kapasitas penyimpanan global terlampaui. Kondisi ini menekan harga kedua jenis minyak, meskipun berdampak jauh lebih besar terhadap WTI dibandingkan Brent.
Selain itu, laju produksi minyak di AS yang sangat cepat melalui fracking menghasilkan berkali-kali lipat jika kita bandingkan dengan tahun 2008. Sehingga, jutaan barel minyak mentah menumpuk ketiak produksinya terus meningkat sementara permintaannya melemah. Lebih parahnya, kapal-kapal tanker yang tersedia akhirnya menjadi tempat penyimpanan minyak lepas pantai.
👉🏻 Saham Minyak Indonesia Terbaik 2026: Rekomendasi & Analisis