Reksa-Dana-Indeks

Reksa dana indeks terbaik adalah salah satu cara berinvestasi untuk menciptakan portofolio yang bersifat pasif bagi Anda.
Pada artikel yang lain, kami telah membahas cara memilih ETF. Sekarang, saatnya kami berfokus pada apa itu reksa dana indeks dan panduan dalam memilih produk reksa dana tersebut untuk portofolio Anda.
Terdapat dua bagian dalam proses menemukan investasi ini yang tepat bagi Anda. Pertama, Anda harus menentukan indeks mana yang akan Anda masukkan ke dalam portofolio. Kedua, melakukan analisis reksa dana yang mereplikasi indeks tersebut atau berinvestasi pada indeks tersebut.
👉 Investasi Reksa Dana: Kupas Tuntas Kelebihan dan Kekurangannya
Reksa dana indeks adalah instrumen investasi yang mengumpulkan dana dari masyarakat lalu manajer investasi akan menginvestasikan dana tersebut pada saham-saham anggota indeks tertentu. Sehingga hasil investasi reksa dana indeks menyerupai atau mengikuti kinerja indeks acuannya.
Dengan kata lain, reksa dana indeks adalah kendaraan investasi yang mereplikasi perilaku indeks acuan. Indeks ini biasanya adalah indeks pasar saham, seperti IDX30, LQ45, Ibex, atau S&P 500 Amerika.
Cara kerja reksa dana indeks sederhana dan berdasarkan pada manajemen pasif. Alih-alih mencari saham terbaik dan waktu terbaik untuk membeli, strategi ini meniru indeks seakurat mungkin. Ini berarti mereka selalu menginvestasikan dananya di seluruh pasar.
Jenis reksa dana ini tidak berusaha menghasilkan keuntungan besar atau mengalahkan pasar, melainkan mencoba mendapatkan pengembalian yang sedekat mungkin dengan indeks. Oleh karena itu, investor produk ini tidak boleh mengharapkan pengembalian yang lebih tinggi dari pasar.
Sebelum melakukan pemilihan reksa dana indeks tertentu, penting untuk mengetahui indeks mana yang akan Anda investasikan. Jika tidak melakukan hal tersebut, akan sangat mustahil untuk membandingkan suatu RD indeks satu dengan yang lain.
Saat ini, terdapat banyak pilihan indeks. Ada beberapa indeks yang dapat Anda pilih untuk berinvestsasi pada wilayah geografis yang sama namun dengan kondisi yang berbeda.
Misalnya, untuk memilih indeks dunia atau berinvestasi secara global, terdapat lebih dari satu indeks yang dapat Anda jadikan pilihan.
Hal yang paling terutama, Anda sebaiknya memilih antara indeks MSCI World dan MSCI World AWCI. Kedua indeks ini meskipun terlihat sama, namun memiliki sedikit perbedaan.

👉 Investasi Indeks Saham: Cara Berinvestasi dan Jenis-Jenisnya
MSCI World merupakan indeks yang mencakup 1.319 perusahaan dari 23 negara maju dan pembobotannya berdasarkan pada kapitalisasinya. Indeks ini menjadi indeks global yang mewakili negara-negara maju.
Berikutnya, MSCI World ACWI merupakan indeks yang mencakup 2.515 perusahaan dari 23 negara maju dan 24 negara berkembang. Indeks ini menawarkan paparan dari negara berkembang, suatu hal yang indeks MSCI World tidak miliki. Namun, jika ingin melakukan pembobotan sendiri pada portofolio Anda, berinvestasi pada indeks MSCI Emerging Markets dapat menjadi pilihan menarik.

Namun, kedua indeks utama di atas tidak menawarkan investasi pada perusahaan dengan kapitalisasi kecil maupun menengah. Anda dapat melakukan hal tersebut dengan berinvestasi pada indeks MSCI World Small Caps. Indeks ini mencakup 3.811 perusahaan dengan kapitalisasi kecil dan menengah yang tersebar pada 23 negara maju.
Di atas sudah kami jelaskan beberapa indeks global yang dapat Anda jadikan pilihan agar dapat berinvestasi secara global. Langkah selanjutnya adalah menentukan RD yang tepat bagi Anda.
Di atas kita sudah mengetahui bahwa ada produk reksa dana indeks yang menggunakan indeks global sebagai acuannya. Selanjutnya kita bisa mengenal indeks saham apa saja yang ada di pasar saham Indonesia.
| Indeks | Penjelasan | ||
| IDX30 | Indeks dengan 30 saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar. Indeks ini menyeleksi saham anggota indeks LQ45 | ||
| LQ45 | Merupakan indeks dengan 45 saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar, menyeleksi anggota indeks IDX 80. | ||
| SRI-KEHATI | Indeks yang diterbitkan oleh yayasan KEHATI, beranggotakan 25 saham dengan kinerja baik dan mendorong usaha berkelanjutan, memiliki kesadaran terhadal lingkungan hidup dan lingkungan sosial (sustainable and responsible investment) | ||
| FTSE Indonesia | Indeks yang dipublikasikan oleh FTSE berisikan saham-saham Indonesia yang memenuhi kriteria pemilihan yang FTSE tetapkan |
| Indeks | Penjelasan |
| IDX30 | Indeks dengan 30 saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar. Indeks ini menyeleksi saham anggota indeks LQ45 |
| LQ45 | Merupakan indeks dengan 45 saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar, menyeleksi anggota indeks IDX 80. |
| SRI-KEHATI | Indeks yang diterbitkan oleh yayasan KEHATI, beranggotakan 25 saham dengan kinerja baik dan mendorong usaha berkelanjutan, memiliki kesadaran terhadal lingkungan hidup dan lingkungan sosial (sustainable and responsible investment) |
| FTSE Indonesia | Indeks yang dipublikasikan oleh FTSE berisikan saham-saham Indonesia yang memenuhi kriteria pemilihan yang FTSE tetapkan |
Reksa dana indeks adalah reksa dana yang bisa berinvestasi pada saham-saham anggota indeks tersebut. Sekarang mari kita simak cara memilih reksa dana indeks 2026 terbaik di Indonesia!
👉 Reksa Dana & ETF BlackRock: Rekomendasi Investasi
Setelah mengetahui indeks apa yang ingin Anda replikasi, kini saatnya untuk memilih reksa dana yang paling sesuai dan terbaik untuk Anda.
Memilih reksa dana indeks adalah pilihan yang jauh lebih mudah dari pada memilih reksa dana saham. Hal tersebut karena Anda tidak perlu melakukan banyak penilaian raiso. Intinya, reksa dana ini hanya mereplikasi indeks sehingga Anda tidak perlu mengevaluasi kinerja manajer investasi.
👉 Reksa Dana Indeks vs ETF: Mana Yang Lebih Baik untuk Investor Pasif?
Berikut merupakan beberapa karakteristik yang harus Anda perhatikan saat melakukan evaluasi reksa dana ini:
Jika preferensi berinvestasi reksa dana indeks adalah replikasi indeks acuannya, tentunya Anda menginginkan kinerjanya semirip mungkin.
Cara untuk melakukan evaluasi pada indeks tersebut adalah dengan melakukan tracking error. Metode ini mengukur penyimpangan reksa dana dari acuannya. Semakin nilainya mendekati nol, akan semakin mirip reksa dana tersebut dengan indeks acuannya.
Penting untuk Anda ingat bahwa tidak ada reksa dana indeks atau ETF yang dapat mereplikasi indeks acuannya dengan tepat. Hal tersebut karena adanya komisi pada keduanya sehingga membuat kinerjanya akan sedikit menyimpang dari indeks acuannya.
Komisi menjadi penyebab tidak ada RD yang mereplikasi dengan tepat indeks acuannya beserta elemen yang harus Anda evaluasi pada reksa dana tersebut. Faktanya, jika Anda melakukan investasi jangka panjang, Anda akan mempertimbangkan komisi dalam berinvestasi dan efeknya terhadap keuntungan Anda.
Untuk menilai mahal atau tidaknya RD beserta komisinya ada dengan melihat TER (Total Expense Ratio). TER mencakup semua komisi yang reksa dana tanggung kecuali komisi dari broker.
Rasio yang ideal berkisar antara 0,05% dan 0,4%. Namun, terdapat reksa dana indeks yang TER-nya melebih dari angka tersebut. Kami menyarankan Anda untuk menghindari reksa dana dengan TER di atas 0,3%.
Anda juga harus melakukan penilaian reksa dana dengan melihat ada atau tidaknya komisi berlangganan. Data tersebut penting bagi Anda ketika berencana melakukan kontribusi berkala pada portofolio, karena akan menambah komisi yang harus Anda bayarkan.
Hal lain yang harus Anda perhatikan saat memilih RD tersebut adalah pengelolaan modal. Penting bagi Anda untuk memilih reksa dana dengan pengelolaan modal yang besar. Idealnya pengelolaan modal tersebut setidaknya lebih dari US$ 100 juta atau Rp 10 miliar.
Reksa dana dengan pengelolaan dana besar akan memiliki likuiditas yang lebih baik. Karena dengan likuiditas yang baik, Anda dapat dengan mudah untuk menarik dana dengan lebih cepat.
Selain total pengelolaan modal, penting bagi Anda untuk meninjau aset spesifik dari jenis yang akan Anda investasikan. Hal tersebut karena bisa saja terjadi pada suatu reksa dana yang memiliki pengelolaan modal yang besar, namun jenis yang dapat Anda akses hanya sedikit.
Beriringan dengan ukuran reksa dana indeks, Anda juga harus memperhatikan manajer reksa dana tersebut. Manajer terkemuka seperti Amundi atau Vanguard lebih terjamin apabila kita bandingkan dengan manajer kecil. Hal ini juga berlaku di Indonesia, cari manajer investasi yang besar dan terpercaya.
Tidak semua reksa dana memiliki cara kerja yang sama. Terdapat berbagai cara untuk mereplikasi indeks acuan. Kami akan memberikan beberapa cara reksa dana tersebut mereplikasi indeks acuannya. Namun, kami menyarankan Anda untuk berinvestasi pada reksa dana indeks yang mereplikasi secara fisik.
Suatu reksa dana yang mereplikasi secara fisik akan membeli semua bagian dalam indeks yang mereka replikasi. Misalnya, reksa dana dengan acuan IDX30 akan berinvestasi pada 30 perusahaan yang ada pada indeksnya dan pembobotannya sesuai dengan indeks tersebut.
Replikasi fisik merupakan replikasi yang sifatnya paling mendekati indeks dalam hal ekuitas, namun sifat replikasi ini tidak berlaku pada pasar yang kurang likuid.
Berbeda dengan RD replikasi fisik, replikasi sintesis menggunakan derivatif untuk mereplikasi acuannya. Hal ini membuat pelacakannya sangat akurat, namun terdapat deviasi karena komisi derivatifnya.
Cara terakhir adalah dengan menggunakan teknik sampling, di mana hanya melakukan pembelian pada sampel yang merepresentasikan saham dalam indeks. Hal ini menyebabkan pelacakan menjadi kurang akurat.
Keuntungan berinvestasi pada reksa dana yang mereplikasi secara fisik adalah uang Anda akan benar-benar mereka investasikan dalam saham dan bukan melalui derivatif, tanpa membutuhkan jaminan tambahan.
👉 Jika Anda ingin berinvestasi pada obligasi pemerintah, baca artikel berikut: Obligasi Pemerintah: Jenis dan Cara Membelinya
Sebuah RD indeks atau ETF lainnya dapat memiliki denominasi Rupiah atau mata uang lainnya. Menurut kami, sebaiknya Anda memilih yang denominasinya dalam Rupiah, karena Anda tidak perlu membayar komisi untuk konversi mata uang.
Selain itu, kami juga menyarankan Anda untuk memilih RD indeks yang tidak hedging (melindungi) mata uang jika berinvestasi pada sekuritas memiliki denominasi dalam mata uang yang lain. Ini karena terdapat biaya yang harus Anda bayarkan juga.
Berikut telah kami sampaikan 5 poin penting dalam melakukan analisis komposisi pada jenis produk investasi ini.
Setelah melakukan pemilihan RD indeks, Anda hanya perlu mencari agen penjual (APERD) yang menawarkan ketentuan terbaik bagi Anda. Dengan memilih APERD yang menawarkan komisi rendah dan menyediakan banyak pilihan, Anda dapat melakukan diversifikasi portofolio secara optimal dan mendapat keuntungan yang optimal.
👉🏻 Risiko valuta asing: jenis & cara mengatasinya
Berikut kami akan memberikan Anda daftar dari beberapa RD indeks terbaik di Indonesia yang memiliki kinerja baik dalam 1 tahun:
👉 Pembagian Dividen: Pertimbangan dalam Memilih Saham
| BRI Indeks Syariah | 19,86% | BRI Manajemen Investasi | Rp 124,54 miliar | -16,28% | |||||
| Reksa Dana Indeks BNP Paribas Sri Kehati Kelas RK1 | 10,99% | BNP Paribas Asset Management | Rp 2,97 triliun | 5,47% | |||||
| Reksa Dana Indeks Panin Sri Kehati Kelas A | 10,23 | Panin Asset Management | Rp 174,27 miliar | 4,63% | |||||
| ABF IBI Fund | 9,99% | Bahana TCW Investment Management | Rp 8,09 triliun | -5,02% | |||||
| BNP Paribas IDX 30 Kelas IK1 | 9,76% | BNP Paribas Asset Management | Rp 481,13 miliar | 6,19% |
| BRI Indeks Syariah | 19,86% | BRI Manajemen Investasi | Rp 124,54 miliar | -16,28% | |||||
| Reksa Dana Indeks BNP Paribas Sri Kehati Kelas RK1 | 10,99% | BNP Paribas Asset Management | Rp 2,97 triliun | 5,47% | |||||
| Reksa Dana Indeks Panin Sri Kehati Kelas A | 10,23 | Panin Asset Management | Rp 174,27 miliar | 4,63% | |||||
| ABF IBI Fund | 9,99% | Bahana TCW Investment Management | Rp 8,09 triliun | -5,02% | |||||
| BNP Paribas IDX 30 Kelas IK1 | 9,76% | BNP Paribas Asset Management | Rp 481,13 miliar | 6,19% |
Selanjutnya, kami akan memberikan penjelasan dari 5 produk reksa dana indeks terbaik Indonesia 2026 di bawah ini:
Reksa Dana Indeks BRI Indeks Syariah adalah reksa dana indeks saham syariah dari BRI Manajemen Investasi. Produk ini mengikuti prinsip syariah dan mereplikasi kinerja saham yang tergabung dalam Jakarta Islamic Index (JII) secara pasif. Produk ini menginvestasikan 99,59% asetnya ke dalam efek ekuitas.
Berikut top holding dari BRI Indeks Syariah reksa dana:

Berikut grafik kinerja Reksa Dana Indeks BRI Indeks Syariah:

👉🏻 Cara Investasi Apple (AAPL) di Indonesia
BNP Paribas Seri Kehati Kelas RK1 adalah produk yang mereplikasi kinerja indeks SRI-KEHATI. Produk ini berfokus pada emiten beretika (ESG) dan blue chip. Cocok untuk investor agresif yang menginginkan pertumbuhan jangka panjang karena produk ini berinvestasi minimal 80% pada ekuitas.
Berikut top holding dari BNP Paribas Sri Kehati Kelas RK1:

Selanjutnya, mari kita melihat kinerjanya dari grafik yang ada di bawah ini:

Selanjutnya, Panin Sri Kehati Kelas A adalah reksa dana indeks dari PT Panin Asset Management yang juga mereplikasi indeks SRI-KEHATI. Mereka memiliki pendekatan pasif dengan melalui investasi berkelanjutan (ESG). Dalam fundfact sheet Januari 2026, produk ini mengalokasikan 99,41% asetnya dalam efek ekuitas.
Berikut top holding dari Panin Sri Kehati Kelas A:

Selanjutnya, mari kita melihat kinerjanya dalam 1 tahun terakhir:

ABF IBI Fund adalah reksa dana indeks dari PT Bahana TCW Investment Management yang mereplikasi kinerja indeks obligasi pemerintah Indonesia secara pasif. Produk ini mereplikasi indeks Markit iBoxx ABF Indonesia Government Total Return Index (IBI Index), yaitu indeks yang terdiri dari obligasi pemerintah Indonesia dalam denominasi Rupiah.
Dengan tracking error sebesar -5,02%, menunjukkan bahwa ABF IBI Fund berhasil mereplikasi indeks dengan sangat baik. Ini karena manajer investasi berhasil menerapkan manajemen portofolio yang disiplin dan minim penyimpangan.
Berikut top holding (data per 30 Desember 2025) dari produk ini:

Berikut grafik YTD dari ABF IBI Fund:

Terakhir ada RDI BNP Paribas IDX 30 Kelas IK1 yang mereplikasi kinerja indeks IDX30. IDX 30 adalah indeks saham yang berisi 30 saham dengan likuiditas yang tinggi dan kapitalisasi pasar yang besar. Per Januari 2026, produk RDI ini menginvestasikan 99,03% asetnya pada saham.
Berikut top holding dari RDI BNP Paribas IDX30 Kelas IK1:

Berikut grafik YTD dari BNP Paribas IDX 30 Kelas IK1:

Berikut merupakan beberapa kelebihan dan kekurangan dari berinvestasi pada produk investasi reksa dana indeks:
| Kelebihan | Kekurangan | ||
| ✅ Modal yang Anda perlukan lebih terjangkau karena hanya dengan Rp 10 ribu Anda sudah dapat berinvestasi | ❌ Sangat bergantung pada fluktuasi pasar karena terpengaruh oleh harga pasar dan indeks | ||
| ✅ Berisikan saham-saham unggulan yang telah terseleksi dengan kriteria tertentu. Misalnya seperti indeks pada LQ45 yang berisikan 45 saham perusahaan dengan likuiditas tinggi, kapitalisasi yang besar, dan fundamental yang baik | ❌ Tidak fleksibel karena kinerjanya mengikuti indeks acuannya | ||
| ✅ Likuiditas tinggi karena Anda dapat melakukan jual beli sewaktu-waktu |
| Kelebihan | Kekurangan |
| ✅ Modal yang Anda perlukan lebih terjangkau karena hanya dengan Rp 10 ribu Anda sudah dapat berinvestasi | ❌ Sangat bergantung pada fluktuasi pasar karena terpengaruh oleh harga pasar dan indeks |
| ✅ Berisikan saham-saham unggulan yang telah terseleksi dengan kriteria tertentu. Misalnya seperti indeks pada LQ45 yang berisikan 45 saham perusahaan dengan likuiditas tinggi, kapitalisasi yang besar, dan fundamental yang baik | ❌ Tidak fleksibel karena kinerjanya mengikuti indeks acuannya |
| ✅ Likuiditas tinggi karena Anda dapat melakukan jual beli sewaktu-waktu |
👉 Strategi investasi jangka panjang agar menguntungkan: Strategi Investasi Jangka Panjang yang Menguntungkan dan Aman