logo RankiaIndonesia

Apa itu Saham: Definisi, Jenis, dan Contohnya

Mengenal apa itu saham beserta kewajiban dan hak dari shareholder

Istilah saham mungkin sudah sering terdengar di telinga Anda, namun sebenarnya apa itu saham? Dalam ilmu ekonomi, khususnya di pasar saham, saham adalah salah satu jenis aset keuangan yang mewakili bagian kepemilikan dalam suatu perusahaan.

Saham itu apa? Saham adalah unit-unit kecil yang membagi modal suatu perusahaan. Sehingga, Anda secara otomatis menjadi pemegang saham (shareholder) sekaligus pemiliki sebagian perusahaan tertentu ketika membeli saham di pasar. Besar kecilnya hak yang Anda miliki bergantung pada jumlah saham yang Anda miliki dari total saham yang beredar.

Jika Anda masih bingung, dalam artikel ini kami akan membahas secara lebih detail terkait apa itu saham dan apa itu investasi saham. Kemudian, kami juga akan membahas jenis-jenis beserta contohnya. Yuk, simak untuk tahu lebih jelas!

👉 Apa itu Day Trading & Cara Trading Saham Harian

Apa itu Saham?

Ketika sebuah perusahaan membutuhkan pendanaan dan memutuskan go public memalui IPO, mereka membagi kepemilikannya menjadi bagian-bagian kecil. Dengan kata lain, modal perusahaan dipecah menjadi unit-unit kecil dan kita menyebutnya dengan istilah saham.

Oleh karena itu, ketika membeli saham, Anda menanamkan modal sebagai imbalan atas sebagian kecil kepemilikan perusahaan. Sehingga, Anda secara resmi menjadi salah satu pemilik perusahaan tersebut. Besar kecilnya kepemilikan bergantung pada persentase saham yang Anda miliki dari total saham yang beredar.

hak dan kewajiban pemegang saham

Saham itu apa? Bayangkan sebuah perusahaan seperti sepotong kue. Saham adalah dapat kita analogikan sebagai sepotong kue dari keseluruhan kue tersebut. Orang yang memiliki saham adalah dapat kita sebut sebagai pemegang saham (shareholder).

Apa itu investasi saham?

Investasi saham adalah tindakan seseorang untuk membeli suatu saham perusahaan terbuka. Dengan membeli saham adalah Anda tidak hanya menjadi pemilik sebagian perusahaan, namun juga mendapatkan beberapa hak, antara lain:

  • Hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
  • Hak untuk mendapatkan menerima dividen saham
  • Serta hak atas keterbukaan dan laporan pertanggungjawaban perusahaan

Namun, di sisi lain pemegang saham juga memiliki kewajiban dan risiko. Misalnya, menanggung kerugian perusahaan sesuai dengan porsi modal yang mereka tanamkan.

Singkatnya, saham adalah instrumen yang memungkinkan Anda untuk memiliki sebagian kepemilikan perusahaan, lengkap dengan hak dan risiko yang melekat pada instrument tersebut. Selain itu, perlu Anda ketahui bahwa penentuan harga saham di pasar bergantung pada mekanisme penawaran dan permintaan. Sehingga, nilai saham bergerak secara bebas di bursa saham.

👉🏻 15+ Saham Terbaik di Indonesia 2026, Wajib Dilirik!

Jenis-Jenis Saham

Setelah memahami apa itu saham, selanjutnya kita akan melihat jenis-jenis saham yang ada di pasar. Jenis saham ini terbagi berdasarkan ketentuan, hak, dan kewajiban yang melekat pada pemegang saham.

Berikut dua jenis saham yang populer di kalangan investor:

1. Saham Biasa (Common Stock)

Apa itu saham biasa? Nah, saham biasa adalah jenis yang paling umum dimiliki investor. Shareholder biasa memiliki beberapa hak utama, yaitu:

  • Hak suara dalam RUPS
  • Pembagian dividen saham
  • Hak-hak lain yang secara umum pemegang saham miliki

Perbedaan utama saham biasa dengan saham preferen adalah tidak adanya hak istimewa atau prioritas khusus. Sehingga, pemegang saham satu dengan lainnya memiliki posisi yang sama. Ini adalah jenis saham yang biasa kita transaksikan sebagai trader atau investasi menggunakan aplikasi investasi saham terbaik.

2. Saham Preferen (Preferred Stock)

Saham preferen adalah jenis saham yang memberikan hak, keistimewaan, atau perlakukan khusus kepada pemegangnya. Berikut beberapa hak utama bagi pemegang saham preferen:

Inilah yang membedakan saham preferen dari saham biasa. Ini karena pemilik saham preferen memiliki keuntungan tambahan yang tidak tersedia bagi pemegang saham biasa.

Perlu Anda ketahui bahwa masih ada berbagai subjenis saham yang lebih spesifik. Subjenis ini berguna untuk mengatur secara lebih terperinci terkait hak dan kewajiban pemegang saham. Berikut beberapa contohnya:

  • Saham preferen konvertibel: Dapat ditukar menjadi sejumlah saham biasa dengan rasio dan periode tertentu.
  • Saham preferen kumulatif: Dividen yang belum dibagikan akan diakumulasi dan dibayarkan pada periode pembagian dividen selanjutnya.

👉 Perbedaan Saham Preferen dan Saham Biasa

Berapa Banyak Saham yang Diterbitkan?

Penentuan jumlah saham yang perusahaan terbitkan terjadi sejak pendirian perusahaan. Selain itu ada pertimbangan lain seperti modal yang para pendiri setorkan serta ketentuan mengenai pembagian modal tersebut ke dalam bentuk saham.

Namun, jumlah saham tidak bersifat permanen. Sehingga, perusahaan dapat mengurangi maupun menambahkan jumlah saham yang beredar sesuai dengan kebijakan dan keputusan manajemen. Perubahan ini terjadi melalui aksi korporasi seperti:

  • Penambahan modal dengan menerbitkan saham baru
  • Pengurangan modal dengan menarik kembali sebagian saham yang beredar (buyback)

Oleh karena itu, jumlah saham suatu perusahaan dapat bertambah atau berkurang. Hal ini terjadi seiring dengan perubahan struktur permodalan dan strategi bisnis yang perusahaan jalankan.

Cara Membeli Saham di Indonesia

Untuk membeli saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Anda perlu melakukan beberapa langkah berikut:

1. Membuka Rekening Efek

Pertama Anda harus membuka rekening efek melalui Perusahaan Sekuritas yang telah terdaftar OJK serta menjadi anggota BEI. Dalam proses ini, Anda akan dibuatkan Single Investor Identification (SID) dan Rekening Dana Nasabah (RDN) atas nama Anda sendiri.

2. Menyetorkan Dana ke RDN

Setelah rekening aktif, Anda perlu menyetorkan dana ke RDN sesuai dengan rencana pembelian. Dana ini nantinya akan Anda gunakan untuk transaksi jual beli saham di pasar.

3. Melakukan Transaksi Melalui Aplikasi Trading

Selanjutnya, Anda dapat masuk ke aplikasi atau platform online trading yang sekuritas sediakan. Anda dapat melakukan pemilihan kode saham, menentukan jumlah saham (dalam satuan lot, di mana 1 lot = 100 lembar), dan menentukan harga beli sesuai keinginan.

👉 Baaca juga Rekomendasi 10 Sekuritas Fee Termurah bagi Investor Pemula kalau kamu masih bingung mau pakai aplikasi apa untuk investasi saham.

4. Mengeksekusi Order Pembelian

Setelah mengisi semua data, selanjutnya Anda dapat mengirimkan order beli (buy). Jika harga dan jumlah saham sesuai dengan penawaran di pasar, transaksi akan tereksekusi. Kemudian, saham akan masuk ke portofolio Anda.

5. Penyelesaian Transaksi

Di BEI, sistem akan menyelesaikan transaksi saham dengan sistem T+2. Artinya, saham dan dana akan secara resmi berpindah kepemilikan dalam dua hari bursa setelah melakukan transaksi.

👉 Anda juga dapat membeli saham luar negeri, melalui broker beli saham AS terbaik

Apa Hak dan Kewajiban Shareholder?

Dalam pasar modal Indonesia, hak dan kewajiban pemegang saham diatur dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas, Peraturan OJK, dan Anggaran Dasar Perusahaan. Hak dan kewajiban tersebut dapat berbeda-beda, tergantung jenis saham yang Anda miliki. Berikut hak dan kewajiban secara umum dari shareholder yang sudah kami rangkum dalam bentuk tabel:

Berhak mendapatkan dividenMenanggung risiko kerugian
Memperoleh informasi material perusahaanBertanggung jawab atas kewajiban perusahaan, namun terbatas pada nilai saham yang shareholder miliki
Menghadiri RUPSMematuhi keputusan RUPS
Memberikan suara dalam RUPS sesuai dengan jumlah kepemilikan sahamMematuhi Anggaran Dasar perusahaan
Mengajukan pertanyaan dan usulan dalam RUPSTunduk pada aturan pasar modal
Hak atas sisa aset perusahaan jika terjadi likuidasi
Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD)

Apa itu saham dan contohnya

Untuk mengakhiri, mari kita lihat beberapa contoh saham perusahaan yang populer dan memiliki nilai kapitalisasi pasar yang besar di pasar global.

Saham perusahaan seperti Apple, Amazon, Google (Alphabet), dan Facebook (Meta Platforms) diperdagangkan setiap hari di bursa dan menjadi salah satu saham yang paling banyak investor minati.

Sehingga, saat Anda membeli saham Apple (AAPL), sebenarnya Anda sedang membeli sebagian kepemilikan perusahaan tersebut. Prinsip yang sama juga berlaku ketika Anda membeli saham-saham yang ada di BEI, seperti BBCA atau saham-saham perusahaan nikel Indonesia.

Namun, perlu Anda perhatikan bahwa saham besar dengan jumlah pemegang yang sangat banyak, hak tertentu seperti menghadiri RUPS dapat memiliki syarat kepemilikan minimum saham.

👉 Kenali Saham Teknologi FAANG dan Cara Berinvestasi di dalamnya!

Istilah-istilah dalam investasi saham

Ada beberapa istilah dalam investasi saham di Indonesia yang perlu kamu ketahui setelah memahami apa itu investasi saham. Berikut istilah-istilah dalam investasi saham:

  1. Apa itu IPO saham: adalah singkatan dari Initial Public Offering alias penawaran perdana saham suatu perusahaan apabila perusahaan tertutup ingin menjadi perusahaan terbuka. Dana hasil IPO akan masuk ke perusahaan dan akan digunakan sebagai modal. Setelah masa IPO dan penjatahan, saham akan listing atau resmi terdaftar di bursa dan bisa diperdagangkan.
  2. Memahami Apa itu FCA dalam saham: adalah singkatan dari Full Call Auction, mekanisme perdagangan saham yang mengumpulkan semua order beli dan jual saham dengan syarat tertentu selama periode tertentu. Sehingga perdagangan tidak dilakukan terus menerus selama jam perdagangan.
  3. Apa itu ARA dalam saham: adalah auto reject atas adalah batas kenaikan harga tertinggi dari saham dalam satu hari. Untuk harga saham Rp 50-Rp 200 maka batas ARA kenaikan 35%, Rp 200-Rp 5.000 batas ARA jika naik 25% dan di atas Rp 5.000 batas ARA jika naik 20%.
  4. Memahami Apa itu dividen saham: adalah bagian dari keuntungan perusahaan yang mereka bagikan kepada pemegang saham.
  5. Apa itu free float saham: adalah saham perusahaan yang beredar di pasar sekunder.
  6. Apa itu UMA dalam saham: adalah unusual market activity alias aktivitas perdagangan suatu saham dalam waktu tertentu yang bursa anggap tidak wajar.

👉🏻 Reksa Dana Saham Terbaik bisa jadi artikel yang menarik jika Anda ingin investasi dengan cara yang lebih sederhana.

Pertanyaan yang sering diajukan (FAQ)

Iklan
Artikel terkait