Strategi Triangle Pattern untuk Analisis Market

Mari kita lihat triangle pattern dalam trading, sebuah pola kelanjutan tren dan tiga variannya (symmetrical, ascending, dan descending). Kita akan mengetahui cara menggunakannya dalam trading dan semuanya dengan contoh praktis serta grafik.

Apa itu Triangle Pattern dalam Trading?

Triangle pattern biasanya adalah pola pada grafik yang menunjukkan kelanjutan dari tren harga yang sedang berlangsung. Ini berarti setelah periode istirahat singkat, harga kemungkinan akan melanjutkan arahnya seperti sebelumnya. Untuk membentuk segitiga, minimal harus ada empat titik di mana harga berbalik arah sehingga kita bisa menggambar dua garis tren: satu di bagian atas segitiga dan satu lagi di bagian bawahnya.

Dengan kata lain, segitiga terbentuk ketika dua garis tren mendekati satu sama lain dan menciptakan puncak harga. Sudut dari garis tren ini dapat bervariasi tergantung pada jenis segitiga yang terbentuk. Namun, secara umum, segitiga dibentuk oleh minimal dua puncak dan dua dasar harga, idealnya memiliki tiga puncak dan tiga dasar untuk pola yang lebih jelas.

Triangle pattern
Sumber: Scanz

Agar segitiga dapat diandalkan, harus memenuhi hal berikut ini:

  • Harga harus menyentuh minimal dua kali garis tren atas dan garis tren bawah.
  • Harga harus bergerak di dalam segitiga setidaknya hingga dua pertiga (dari awal segitiga hingga puncaknya) dan kemudian mulai keluar dari segitiga.
  • Jika harga keluar dari segitiga melalui puncaknya, keandalannya berkurang.

👉 Untuk informasi lebih lanjut: Trading: Apa itu dan Bagaimana Cara Memulainya?

Jenis Triangle Pattern dalam Analisis Teknikal

Seperti yang telah disebutkan, pola segitiga dalam trading memiliki hingga tiga varian. Mari kita lihat untuk mengetahui cara mengidentifikasinya:

Segitiga Simetris (Symmetrical Triangle Pattern): Apa itu dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Dalam sebuah segitiga simetris, harga bergerak dalam rentang segitiga yang terbentuk oleh garis tren bawah yang naik dan garis tren atas yang turun. Dengan demikian, kita bisa mengatakan bahwa puncak-puncak harga menurun dan dasar-dasar harga meningkat.

Berikut ini adalah contoh yang bagus.

Symmetrical Triangle Pattern

Sementara harga bergerak dalam segitiga, volume kecil dan juga terus berkurang. Jika harga menembus segitiga simetris ke atas dan volumenya meningkat, pola ini dianggap lebih valid.

Untuk menghitung proyeksi atau pergerakan setelah harga keluar dari segitiga, kita mengambil jarak pembukaan segitiga dan memproyeksikannya ke atas atau ke bawah tergantung pada apakah tren sebelumnya naik atau turun. Proyeksi ini bersifat indikatif, terkadang harga bergerak lebih jauh dan terkadang lebih sedikit.

Berikut ini adalah ilustrasi yang sederhana.

Segitiga Naik (Ascending Triangle Pattern): Apa itu dan Bagaimana Cara Kkerjanya?

Segitiga naik, yang juga dikenal sebagai segitiga siku-siku atau bullish triangle pattern, mirip dengan segitiga simetris. Bedanya, garis atasnya datar secara horizontal dan tidak menurun. Garis tren bawahnya juga tetap menunjukkan kecenderungan naik.

Harga bergerak antara dua garis tren: satu di bagian bawah yang menunjukkan tren naik dan satu di bagian atas yang datar secara horizontal. Dengan demikian, puncak harga tetap stabil sementara dasarnya mengalami kenaikan.

Di sini Anda dapat melihat contohnya.

Ascending Triangle Pattern

Apa yang bisa terjadi?

  • Sinyal aktif: jika pasar sedang dalam tren naik dan harga keluar dari segitiga di bagian atasnya, yaitu menembus garis tren atas, sinyal kelanjutan bullish diaktifkan.
  • Pembatalan sinyal: Dan sebaliknya, jika pasar sedang dalam tren naik dan harga keluar dari segitiga bagian bawah, yaitu kehilangan garis tren bawah, sinyal kelanjutan tren naik dibatalkan.

Ketika harga bergerak dalam pola segitiga, biasanya volume perdagangan tidak terlalu tinggi. Namun, ketika harga keluar dari segitiga ke arah atas, volume perdagangan cenderung meningkat.

Untuk memperkirakan potensi kenaikan setelah harga keluar dari segitiga, Anda dapat mengukur jarak dari titik awal segitiga ke titik tembusnya ke atas. Perlu diingat bahwa perkiraan ini hanya sebagai petunjuk dan mungkin tidak akurat.

Di sini bisa dilihat dengan jelas.

Segitiga Turun (Descending Triangle Pattern): Apa itu dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Sebuah segitiga menurun memiliki banyak kesamaan dengan segitiga simetris dan segitiga naik, tetapi kekhasan utamanya adalah bahwa garis tren atas menurun dan garis tren bawah horizontal. Atau dengan kata lain, kebalikan dari segitiga naik.

Harga bergerak dalam kisaran dua garis tren, satu bawah yang horizontal dan satu atas yang menurun sehingga puncak-puncaknya menurun dan dasar-dasarnya mendatar. Berikut ini adalah contohnya.

Descending Triangle Pattern

Dan sekali lagi, apa yang bisa terjadi?

  • Sinyal aktif: jika pasar sedang dalam tren turun dan harga keluar dari segitiga dari bagian bawahnya, yaitu memecahkan garis tren bawah, sinyal kelanjutan tren turun diaktifkan.
  • Pembatalan sinyal: Dan sebaliknya, jika pasar sedang dalam tren turun dan harga keluar dari segitiga dari bagian atas gambar tersebut, yaitu kehilangan garis tren atas, sinyal kelanjutan tren turun dibatalkan.

Di sisi lain, volume biasanya berkurang seiring dengan harga yang bergerak dalam rentang yang lebih sempit dan mendekati puncak. Dan mengenai proyeksi penurunan yang mungkin terjadi di pasar sejak harga keluar dari segitiga, yang perlu dilakukan adalah melihat jarak pembukaan segitiga dan memproyeksikannya ke bawah.

Grafik berikut ini menunjukkannya dengan sangat baik.

👉 Apakah Anda ingin tahu lebih banyak tentang analisis teknikal, seperti misalnya, prinsip dan teori yang mendasarinya? Dalam hal ini, jangan lewatkan panduan analisis teknikal kami.

Apakah Triangle Pattern Merupakan Kelanjutan atau Perubahan Tren?

Triangle pattern dalam trading adalah pola yang digunakan oleh analis teknikal untuk memprediksi kelanjutan atau perubahan tren harga saham atau pasar lainnya.

Namun, ada satu jenis segitiga yang mengindikasikan kemungkinan perubahan tren, yaitu inverted triangle (segitiga terbalik) yang juga sering disebut segitiga terompet.

Ketika kita melihat pola segitiga terbalik ini, itu menjadi peringatan bahwa tren yang sedang berlangsung mungkin akan segera berubah arah. Hal ini terutama terjadi jika harga mencapai titik di mana garis tren dari segitiga tersebut ditembus dengan volume trading yang besar di sisi yang berlawanan dengan tren yang sebelumnya terjadi.

Inverted Triangle Pattern

Dengan kata lain, segitiga terbalik adalah sinyal bahwa investor perlu memperhatikan kemungkinan perubahan arah tren yang signifikan yang dapat mempengaruhi keputusan investasi mereka.

Bagaimana cara Trading dengan Triangle Pattern?

Mari kita lihat dengan pola symmetrical dan ascending. Kami tidak akan membahas pola descending secara mendetail, tetapi prinsipnya sama dengan ascending, hanya terbalik.

Symmetrical Triangle

Menentukan Entry

Jika tren pasar sedang naik (bullish), kita harus menunggu untuk melihat apakah harga, setelah bergerak dalam rentang dua garis pedoman yang membentuk segitiga, menembus bagian atas. Dalam kasus tersebut, itu akan memberikan sinyal beli dan melanjutkan momentum naik.

Dalam hal ini, sangat penting untuk menilai apakah penembusan ini terjadi dengan volume yang signifikan. Jika tidak, itu bisa menjadi sinyal palsu. Pada grafik, Anda dapat dengan jelas melihat penembusan dengan lingkaran dan di situlah sinyal beli akan diberikan.

Stop loss

Melanjutkan contoh tren bullish kita. Jika harga keluar dari segitiga ke arah atas dan mengaktifkan sinyal beli, kita harus ingat bahwa jika harga turun kembali dan berada di bawah garis atas yang sebelumnya telah dilewati, itu akan menjadi tanda kelemahan, tetapi bukan waktu untuk menjual.

Oleh karena itu, stop loss harus ditempatkan di bawah titik terendah dari rentang pergerakan dalam segitiga. Di sini bisa terlihat dengan jelas, seharusnya di bawah garis horizontal.

Take profit

Dan waktunya telah tiba untuk mengumpulkan keuntungan, jika operasi berjalan dengan baik. Dengan demikian, tujuan pertama dari kenaikan akan diperoleh dengan mengambil amplitudo dari segitiga dan memproyeksikannya ke atas dari breakout.

Setelah tujuan pertama dari kenaikan tercapai, Anda dapat melakukan 2 hal:

  1. Menempatkan trailing stop untuk memastikan bahwa apa pun yang terjadi, operasi akan tetap menguntungkan dan dengan demikian memberi peluang untuk terus naik lebih tinggi.
  2. Menutup setengah dari posisi dan mempertahankan setengah lainnya dengan stop loss kemenangan kecil.

Ascending Triangle

Dan dengan cara yang sama, kita akan melihat bagaimana varian triangle ini dioperasikan.

Menentukan Entry

Ketika harga menembus bagian atas segitiga, ini menjadi sinyal untuk membeli karena menunjukkan bahwa tren naik kemungkinan akan berlanjut. Namun, kita harus masuk hanya jika ada peningkatan volume yang signifikan karena volume yang tinggi mengindikasikan dukungan yang kuat dari banyak trader terhadap pergerakan tersebut. Hal ini memperkuat validitas sinyal beli. Di grafik, hal ini terlihat jelas dengan tanda lingkaran.

Bullish triangle pattern

Stop loss

Setelah kita masuk ke dalam pasar, kita harus melindungi diri dari kemungkinan kerugian. Dalam situasi ini, tanda kelemahan akan terlihat jika setelah sinyal beli muncul, harga turun kembali di bawah garis atas yang sebelumnya telah ditembus (itulah mengapa penting untuk melihat volume transaksi). Stop loss harus ditempatkan di bawah titik terendah dari rentang pergerakan dalam segitiga. Dalam kasus ini, posisi stop loss harus berada di bawah garis biru.

Take profit

Seperti yang kita lihat sebelumnya dari pola segitiga, target pertama untuk kenaikan harga dapat ditentukan dengan mengukur lebar segitiga dan memproyeksikannya ke atas sejauh harga keluar dari batas atas segitiga. Ini berarti kita mengambil jarak dari titik puncak segitiga (resistance) ke titik dasar segitiga (support). Kamudian, jarak tersebut diperpanjang ke atas dari titik breakout. Dalam contoh ini, titik breakout ditandai dengan garis hijau yang menunjukkan awal dari pergerakan potensial menuju target kenaikan harga yang pertama.

Apa Perbedaan Triangle dan Flag atau Pennant?

Secara umum, triangle adalah pola yang lebih besar dan lebih lama yang dapat pecah ke arah mana pun. Sedangkan flag dan pennant adalah pola jangka pendek yang umumnya menunjukkan kelanjutan tren sebelumnya.

  • Bentuk: Triangle memiliki garis tren yang konvergen, sedangkan flag berbentuk persegi panjang dan pennant berbentuk segitiga kecil.
  • Durasi: Triangle dapat bertahan lebih lama daripada flag dan pennant.
  • Indikasi: Triangle menunjukkan konsolidasi yang dapat pecah ke arah mana pun, sedangkan flag dan pennant biasanya menunjukkan jeda sebelum melanjutkan tren sebelumnya.

Figur Chartist Lainnya yang Menunjukkan Kelanjutan Tren

Kami baru saja membahas tiga pola kelanjutan tren: symmetrical triangle, ascending triangle, dan descending triangle. Namun, dalam kategori formasi chartist untuk kelanjutan tren, masih ada pola lainnya, seperti:

  • Flag dan pennant: Pola ini terdiri dari tiang dan bentuk persegi panjang (flag) atau segitiga simetris (pennant). Sinyal kelanjutan tren dikonfirmasi ketika harga menembus keluar dari persegi panjang atau segitiga tersebut.
  • Cup and Handle (cangkir dengan pegangan): Pola ini terdiri dari dua dasar yang bulat, di mana dasar kedua lebih kecil dari yang pertama, sehingga secara keseluruhan terlihat seperti cangkir dengan pegangan.

Secara singkat, triangle adalah pola chartist dalam trading yang menunjukkan bahwa tren kemungkinan akan berlanjut, tidak peduli apakah bentuknya simetris, naik, atau turun.

Selain triangle pattern, kami juga memiliki pembahasan pattern lain yang bisa Anda simak melalui artikel di bawah ini.

Head and Shoulders Pattern (HnS)

Pola Triple Top dan Triple Bottom: Pelajari Cara Penerapannya dalam Trading

Strategi Trading Menggunakan Pola Double Top dan Double Bottom

10 Chart Pattern (Pola Grafik) Utama: Strategi untuk Sukses Trading

FAQs – Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah triangle pattern itu bullish atau bearish?

Ascending triangle cenderung bullish karena mengindikasikan kelanjutan dari tren naik. Dalam beberapa kasus, mereka juga dapat menunjukkan pembalikan dari tren turun. Sebaliknya, descending triangle cenderung bearish. Hal ini karena mereka menunjukkan kelanjutan dari tren turun atau pembalikan dari tren naik.

Bagaimana cara trading menggunakan triangle pattern?

Jika Anda melihat pola segitiga pada grafik Anda, saran umumnya adalah menunggu sampai harga menembus keluar dan membentuk tren baru. Ketika hal ini terjadi, Anda bisa mulai berdagang pada titik tembus tersebut dan mengikuti arah pergerakan harga.

Apa yang terjadi setelah triangle pattern?

Pola segitiga dikenal sebagai pola kelanjutan tren karena para trader mengharapkan harga akan melanjutkan tren yang sedang berlangsung setelah keluar dari rentang pola tersebut. Pola segitiga penting untuk diketahui karena umumnya terbentuk sebelum harga melakukan pergerakan besar, baik ke atas maupun ke bawah.

Artikel Terkait