logo RankiaIndonesia

Apa itu Buyback Saham & dampaknya ke harga?

Buyback saham dan dividen adalah dua cara perusahaan memberikan imbalan kepada pemegang saham. Artikel ini membahas mana yang lebih menguntungkan dan efeknya bagi investor.
buyback saham 1024x585

Buyback saham adalah strategi yang perusahaan gunakan untuk membeli kembali sahamnya di pasar. Tahukah Anda bahwa buyback saham bisa memengaruhi struktur kepemilikan dan pergerakan harga saham perusahaan tersebut?

Masih banyak investor yang bingung bagaimana dampaknya terhadap harga saham dan keputusan investasi mereka.

Mungkin Anda pernah melihat harga saham naik secara tiba-tiba setelah pengumuman buyback. Atau, Anda justru menjadi ragu apakah hal tersebut menjadi sinyal positif atau hanya strategi jangka pendek. Artikel ini akan membantu Anda memahami apa arti buyback saham, cara kerjanya, seta kapan langkah ini benar-benar menguntungkan bagi investor.

  • Buyback saham adalah aksi perusahaan dalam membeli kembali saham yang sudah beredar di pasar
  • Tujuannya bisa untuk menaikkan harga saham dan meningkatkan nilai bagi pemegang saham
  • Seringkali memberikan dampak positif, namun tidak selalu mencerminkan kinerja fundamental yang kuat
  • Investor perlu memahami konteks dan alasan buyback sebelum mengambil keputusan

Buyback vs Dividen: Mana yang lebih menguntungkan?

Pada dasarnya, terdapat dua cara bagi perusahaan untuk membagikan keuntungan yang mereka peroleh kepada para pemegang saham. Berikut merupakan penjelasan kedua cara tersebut:

  • Dividen: Pembagian dividen merupakan cara yang paling umum sepanjang riwayat, baik dalam bentuk uang tunai atau dalam bentuk saham.
  • Buyback saham: Merupakan cara lain yang populer dalam beberapa dekade terakhir. Karena begitu populer, pada tahun 1998-2020, di Amerika Serikat, jumlah pembagian keuntungan secara buyback melebih jumlah pembagian keuntungan dengan dividen.

Saat ini, hal tersebut tidak hanya populer di AS saja, namun sudah merambah secara global. Saat ini beberapa perusahaan di Eropa dan Asia melakukan pembagian keuntungan dengan cara buyback, namun sesekali akan ada pembagian dividen. Kedua cara tersebut berkombinasi.

👉 Bagaimana Cara Menerima Dividen Bulanan?

👉 Recording Date Dividen dan Tanggal Penting Lainnya Untuk Dividen

Apa itu Dividen?

Singkatnya, dividen adalah pembagian keuntungan perusahaan dalam bentuk uang tunai atau saham kepada para pemegang sahamnya. Pembagian keuntungan melalui dividen berdasarkan bagian kepemilikan saham yang investor miliki.

Pembayaran dividen terjadi secara berkala, biasanya secara triwulan, setiap setengah tahun, atau setahun sekali. Jumlah pembagian dividen ini bergantung pada kebijakan perusahaan dan kesepakatan dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham).

👉 Saham IHSG dengan Proyeksi Dividen Tertinggi di Tahun 2026

Apa itu Buyback Saham?

Buyback artinya apa? Istilah tersebut memiliki arti pembelian kembali pada produk yang telah mereka jual di pasar. Misalnya buyback emas artinya proses membeli kembali emas yang telah mereka jual dari para pembelinya.

Menurut Peter Lynch dalam bukunya 'One Up on Wall Street' mengatakan bahwa pembelian kembali saham adalah cara terbaik dan paling sederhana bagi sebuah perusahaan untuk memberikan imbalan kepada pemegang sahamnya.

Buyback saham artinya praktik bisnis di mana sebuah perusahaan membeli sahamnya sendiri yang sebelumnya telah terbit di pasar. Hal Ini berarti bahwa saham tersebut tidak lagi tersedia pada perdagangan pasar saham.

Oleh karena perusahaan tidak dapat memiliki pemegang sahamnya sendiri, akan ada pembatalan saham hasil dari buyback atau tetap tercatat pada neraca perusahaan (kita kenal sebagai saham treasury). Sehingga sejumlah saham tersebut tidak memiliki hak atas dividen dan akan kehilangan hak suaranya.

Sama seperti dividen, pengambilan keputusan untuk buyback terkait dengan jumlah dan jangka waktunya akan terjadi pada saat RUPS.

Setelah ada persetujuan untuk melakukan buyback, terdapat 5 cara untuk melakukannya. Berikut merupakan 5 cara perusahaan dalam melakukan buyback:

  • Penawaran dengan harga tetap
  • Penawaran dengan Dutch Auction
  • Buyback saham pada pasar terbuka
  • Memindahtangankan hak penjualan
  • Buyback saham yang terarah

Meskipun terdapat beberapa cara untuk buyback saham, 95% dari buyback yang telah terjadi, dilakukan pada pasar terbuka. Namun, untuk membeli saham tersebut pada pasar, mereka harus patuh terhadap regulasi yang ada. Regulasi ini menentukan limit dari volume harian maksimal dan membuat aturan untuk tidak menciptakan tren harga saham.

Dampak dari Buyback Saham bagi Pemegang Saham

Dampak dari buyback saham dapat memberikan keuntungan bagi investor dengan meningkatkan nilai saham yang tersisa dan menandakan kepercayaan perusahaan terhadap nilainya di masa depan. Hal ini juga dapat meningkatkan kepercayaan pasar dan berpotensi untuk meningkatkan harga saham, serta menyediakan bagian yang lebih besar terhadap perusahaan bagi pemegang saham yang ada.

Berikut merupakan contoh konkret untuk memahami efek dari buyback pada pemegang saham:

Seseorang memiliki 100 lembar saham pada suatu perusahaan dengan 10.000 lembar saham yang beredar. Perusahan ini memperoleh keuntungan Rp 34 juta dan memutuskan untuk membagikan Rp 17 juta dalam bentuk dividen kepada semua pemegang saham, sehingga:

  • Tanpa buyback saham: Dengan 10.000 saham yang beredar, maka Earning Per Share (EPS).akan menjadi Rp 3.400 (Rp 34 juta dibagi dengan 10.000 saham) dan Dividend Per Share (DPS) akan menjadi Rp 1.700 (Rp 17 juta dibagi dengan 10.000 saham). Jadi, pemegang saham dengan 100 saham akan mendapatkan Rp 170.000 dalam bentuk dividen.
  • Dengan buyback kembeli sebanyak 3.000 saham: Setalah terjadi buyback, saham yang beredar akan menjadi lebih sedikit (7.000 lembar). Sehingga Earning Per Share akan menjadi Rp 4.857,14 dan DPS-nya akan menjadi Rp 2.428,57. Dengan begitu, pemegang saham yang memiliki 100 lembar saham akan mendapatkan Rp 242.000 dalam bentuk dividen.

Dapat kita lihat bahwa dengan buyback, pemegang saham dapat meningkatkan dividennya sebesar 70% dan bagian investasi pada perusahaan akan meningkat dari 1% menjadi 14,28%. Selain itu EPS-nya akan mengalami peningkatan sebesar 35%.

Namun, harus Anda ingat bahwa tidak semua yang berkilau itu emas. Buyback dapat mengurangi likuiditas saham serta dapat menimbulkan kekhawatiran akan kurangnya peluang investasi yang lebih baik untuk modal perusahaan. Meskipun cara ini menjadi cara yang paling efisien dalam pengembalian modal kepada pemegang saham, hal ini juga dapat menimbulkan sinyal negatif apabila perusahaan tidak mengelola dengan baik modal yang mereka miliki.

👉 Pahami Earnings per Share (EPS)

Mengapa Perusahaan Melakukan Buyback Saham?

Manajemen perusahaan mencari cara terbaik untuk menginvestasikan keuntungannya. Dalam banyak kasus, cara terbaik adalah dengan menginvestasikan kembali pada perusahaan maupun pemegang sahamnya sendiri. Berikut merupakan alasan perusahaan melakukan buyback saham:

  • Meningkatkan nilai saham: dengan berkurangnya jumlah saham yang beredar, perusahaan dapat meningkatkan nilai setiap saham yang beredar sehingga menguntungkan pemegang saham.
  • Memperbaiki rasio keuangan perusahaan: seperti EPS atau DPS yang dapat meningkat ketika terjadi buyback.
  • Melakukan buyback saham ketika manajer menganggap nilainya undervalued.
  • Membagikan modal kepada pemegang saham: tingkat fleksibilitas yang tinggi dalam hal jumlah dan waktu. Sehingga direksi memiliki banyak waktu untuk memberikan imbalan kepada pemegang saham tanpa mengorbankan kas perusahaan dalam jangka pendek.
  • Menyerap peningkatan jumlah saham yang beredar karena pelaksanaan opsi saham: dengan praktik ini, direksi mencari stablitas pada jumlah saham yang beredar.
  • Perlindungan dari hostile takover: dengan melakukan buyback saham, perusahaan dapat meningkatkan partisipasinya pada pasar dan mencegah perusahaan lain untuk mendapatkan sebagian besar kendali.

Kelebihan Buyback Saham vs Pembagian Dividen

Kita telah mengetahui bahwa buyback saham dan pembagian dividen merupakan dua cara yang berguna untuk memberikan imbalan kepada pemegang saham. Namun, keuntungan apa yang masing-masing cara tersebut tawarkan apabila kita bandingkan dengan cara lain?

Berikut merupakan keuntungan pada masing-masing cara:

Kelebihan dan kekurangan buyback saham

investor harus memperhatikan beberapa manfaat yang buyback saham berikan. Namun, cara ini juga memiliki kekurangan. Misalnya saat Covid-19, perusahaan lebih sedikit melakukan buyback saham. Kondisi ini membuat buyback tidak optimal menciptakan keuntungan bagi investor.

Tingkat pembelian saham kembai dari perusahaan Amerika Serikat
Sumber: Goldman Sachs

Berikut merupakan kelebihan kekurangan buyback saham:

Kelebihan buyback saham

  • Perusahaan dapat mendistribusikan dividen dalam jumlah yang sama pada jumlah saham yang lebih sedikit, sehingga pemegang saham akan menerima dividen dalam jumlah yang lebih banyak.
  • Dengan jumlah saham yang berkurang, dapat meningkatkan permintaan pada pasar, sehingga harga saham perusahaan juga akan meningkat.
  • Pemegang saham akan mendapatkan partisipasi yang lebih besar tanpa harus mengeluarkan tambahan modal.
  • Buyback saham tidak terkena pajak. Pengenaan pajak akan terjadi saat kita menjual modal dengan keuntungan modal.

Kekurangan buyback saham

  • Biasanya perusahaan melakukan buyback saat pasar bullish dan jarang melakukan buyback saat krisis.
  • Manajemen dapat melakukan buyback untuk kepentingan pribadi. Misalnya menerima bonus jika perusahaan mencapai harga saham tertentu atau memperbaiki rasio keuangannya
  • Manajemen lebih suka menggunakan buyback saham daripada dividen karena memiliki risiko reaksi negatif pasar lebih kecil.

Kelebihan dan kekurangan dividen

Tujuan utama dari strategi berinvestasi pada dividen adalah menerima pendapatan secara reguler tanpa perlu melakukan penjualan saham. Di sisi lain fokus pada saham dividen juga memiliki kekurangan. Berikut penjelasan kelebihan dan kekurangan dividen:

Kelebihan dividen

  • Perusahaan yang membagikan dividen secara konsisten biasanya perusahaan yang kuat dan stabil.
  • Karena dividen bertumbuh seiring dengan waktu, dapat membantu menjaga daya beli investor terhadap inflasi.
  • Saham yang memberikan dividen biasanya kurang volatile apabila kita bandingkan dengan saham yang tidak memberikan dividen.
  • Investor dapat menentukan pengalokasian dividen tersebut, apakah untuk reinvestasi pada perusahaan yang sama, pada perusahaan lain, atau penggunaan pribadi.

Kekurangan dividen

  • Perusahaan yang membagikan dividen biasanya kenaikan harga saham tidak signifikan dalam jangka pendek.
  • Ada pajak dividen 10% untuk investor ritel jika tidak diinvestasikan kembali.

👉 Raja Dividen: Saham dengan Dividen yang Terus Meningkat Selama Lebih Dari 50 Tahun

Bagaimana Cara mengetahui perusahaan melakukan Buyback Saham?

Ada dua cara mengetahui perusahaan melakukan buyback saham. Di Indonesia, Anda perlu memantau berita dari media keuangan mengenai emiten yang akan buyback saham.

Kedua, di antara banyak indeks saham, terdapat satu indeks yang secara khusus mempertimbangkan buyback saham sebagai faktor kunci, yaitu S&P 500 Buyback Index. Indeks ini bertujuan untuk mengukur kinerja 100 saham utama dengan rasio pembelian kembali tertinggi pada indeks S&P 500. Kami memberikan contoh ini karena di Indonesia tidak ada indeks yang secara khusus memperhatikan buyback.

Anda dapat membandingkan indeks tersebut dengan indeks S&P lainnya pada situs web yang tersedia. Indeks ini memiliki return yang lebih rendah apabila kita bandingkan dengan indeks lainnya pada S&P.

Berikut merupakan ilustrasi yang memberikan gambaran return yang S&P 500 Buyback Index berikan:

Perbandingan imbal hasil S&P 500 Buyback Index dan S&P 500 Index
Perbandingan return S&P 500 Buyback Index dan S&P 500 (data per 31 Maret 2026) | Sumber: S&P

Pada gambar tersebut, return yang S&P 500 Buyback Index berikan ditandai garis biru dan garis oranye untuk indeks S&P 500.

Berikut merupakan 10 perusahaan pertama yang tergabung dalam indeks tersebut:

PerusahaanTickerSektor
CF Industries HoldingCFIndustri
Devon Energy CorpDVNEnergi
Marathon Petroleum Corp.MPCEnergi
EOG ResourcesEOGEnergi
Diamondback Energy IncFANGEnergi
ConocoPhillipsCOPEnergi
DaVita IncDVAKesehatan
Bunge Global SABGBarang Kebutuhan Pokok
Dell Technologies Inc-CDELLTeknologi Informasi
Valero Energy CorpVLOEnergi

Berikut merupakan data sektor perusahaan pada indeks tersebut yang melakukan buyback paling banyak:

Distribusi sektor perusahaan di S&P 500 Buyback Index
Distribusi Sektor S&P 500 Buyback Index per 31 Maret 2026

Pada data di atas, Anda dapat melihat bahwa terdapat dua sektor yang paling banyak melakukan buyback saham, yaitu sektor keuangan dan barang kebutuhan pokok. Hal ini karena pada kedua sektor tersebut tidak banyak proyek yang dapat mereka jadikan tujuan reinvestasi, kemudian lebih memilih untuk mempertahankan pemegang saham melalui buyback.

Daftar Saham Indonesia yang akan Buyback Saham 2026

Sejumlah emiten berencana menggelar pembelian kembali saham. Sebagian di antaranya merupakan emiten konstituen indeks LQ45 yang identik dengan karakteristik saham bluechip. Berikut merupakan daftar sahamnya:

Perusahaan Dana buyback sahamTanggal penting
PT Astra International Tbk (ASII)Rp 2 triliunPelaksanaan: 16 Maret - 15 Juni 2026 tanpa RUPS
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO)Rp 5 triliunPengumuman: 11 Maret 2026
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)Rp 1,17 triliunRUPS: 26 April 2026
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)Rp 5 triliunRUPS: 12 Maret 2026
PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA)Rp 448,69 miliarRUPSLB: 16 April 2026
Pelaksanaan: 17 April 2026 - 17 April 2027
PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU)Rp 28,12 miliarRUPSLB: 23 April 2026
PT Bank Nasionalnobu Tbk (NOBU)Rp 50 miliarPelaksanaan: 9 Maret - 8 Juni 2026
PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)Rp 1 triliunPelaksanaan: 7 Maret - 7 Juni 2026
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)Rp 905,48 miliarPelaksanaan: 9 Maret 2026 - 8 Maret 2027

👉 ETF Dividen Terbaik: Investasi Cerdas untuk Keuntungan Maksimal

Pengaruh Buyback terhadap Pengenaan Pajak kepada Investor

Pembelian kembali saham oleh perusahaan dapat memiliki beberapa efek pajak bagi investor, tergantung pada negara dan undang-undang pajak yang berlaku. Berikut ini dijelaskan efek pajak menurut sistem perpajakan Spanyol:

  1. Tidak terkena pajak selama tidak menjualnya: Jika seorang investor tidak menjual sahamnya selama buyback, tidak akan terkena pajak secara langsung. Pembelian kembali dapat meningkatkan nilai saham yang tersisa, karena mengurangi jumlah saham yang beredar. Namun, peningkatan nilai ini tidak terkena pajak sampai investor memutuskan untuk menjual saham tersebut.
  2. Dividen versus keuntungan modal: Di Indonesia, keuntungan modal memiliki perlakuan pajak, sama seperti dividen. Oleh karena itu, jika investor memutuskan untuk menjual saham setelah buyback untuk memanfaatkan potensi keuntungan, maka akan terkena pajak sebagai keuntungan modal. Berdasarkan peraturan KMK Nomor 282/KMK.04/1997, besarnya tarif pajak penghasilan atas penjualan saham adalah 0,1% dari jumlah bruto nilai transaksi penjualan.

👉 Ini PPh atas Instrumen Investasi Anda!

Kesimpulan: Buyback Saham

Buyback saham adalah langkah perusahaan untuk membeli kembali saham yang beredar. Tujuannya, meningkatkan nilai dan memberi sinyal positif ke pasar. Strategi ini bisa mendorong harga saham dan memperbaiki risiko keuangan, sekaligus menunjukkan kepercayaan manajemen terhadap prospek bisnis perusahaan. Namun, dampaknya tidak selalu positif jika tidak disertai fundamental perusahaan yang kuat.

Bagi investor, memahami buyback saham menjadi hal yang penting agar tidak sekadar ikut arus. Anda perlu melihat tujuan pembelian kembali tersebut dan kondisi perusahaan sebelum mengambil keputusan. Dengan begitu, keputusan investasi Anda bisa menjadi lebih rasional. Bagaimana menurut Anda, apakah buyback saham selalu menjadi sinyal beli yang tepat?

Mau coba trading CFD, pelajari fitur broker ini

IUX

Regulasi

Australian Securities and Investments Commission (ASIC), Financial Services Commission (FSC)

Produk yang ditawarkan

Kripto, CFD, CFD pada Indeks, CFD pada Saham, Forex

MIFX

Regulasi

Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi)

Produk yang ditawarkan

Forex

Octa Investama Berjangka

Regulasi

Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi)

Produk yang ditawarkan

Saham, ETF, Dana Investasi

Pertanyaan yang sering diajukan (FAQ)