Saham

Free float saham adalah topik yang cukup hangat diperbincangkan pasca pengumuman MSCI. Lembaga tersebut menginginkan data soal free float saham adalah lebih transparan dan akurat, mencerminkan kondisi sebenarnya jumlah saham yang bisa diperdagangkan oleh investor publik.
Saat ini aturan free float saham adalah 7,5%, kemudian akan naik menjadi 15% yang targetnya berlaku pada Februari 2026 ini. Namun hingga akhir Januari 2026 ini BEI mencatat masih ada 38 emiten yang belum memenuhi aturan batas free float saham 7,5%. Sehingga 38 emiten tersebut terkena suspensi.
Free float saham adalah jumlah saham mengambang yang perlu kita pelajari jika berinvestasi saham. Namun, apa itu saham mengambang?
Dalam artikel ini, kami akan membahas apa itu free float saham alias saham mengambang. Kemudian, kami juga akan membahas bagaimana cara menghitungnya dan pengharuh pentingnya bagi suatu perusahaan. Yuk, simak untuk tahu lebih jelas!
👉 Pelajari Cara Investasi Saham Modal Kecil!
OJK dan BEI berencana menaikkan batas free float saham dari 7,5% menjadi 15%. Rencananya kebijakan ini akan segera diterbitkan pada Februari 2026 ini. Selain soal menaikkan batas saham mengambang, OJK dan BEI juga akan memperbaiki soal transparansi data free float.
Aturan ini berlaku untuk seluruh emiten maupun perusahaan yang akan melakukan IPO. Bagi perusahaan yang tidak memenuhi persyaratan tersebut akan diberikan exit policy melalui pengawasan. Hal ini menjadi salah satu respon dari para pembuat kebijakan pasar modal untuk memenuhi persyaratan MSCI untuk saham-saham Indonesia.
Dampaknya, emiten dengan free float rendah harus melakukan penambahan porsi saham publik. Hal tersebut dapat terjadi jika pemegang pengendali melakukan sell-down.
Sell-down adalah aksi korporasi di mana pemegang saham dalam jumlah besar mengurangi kepemilikannya sehingga perusahaan menjadi lebih likuid. Namun ada risiko tekanan jual yang besar apabila pengendali melepas sahamnya karena aturan ini. Tentu tekanan jual ini akan memicu penurunan harga. Sehingga jika aturan ini disahkan, regulator harus melakukannya secara bertahap untuk menghindari gejolak di pasar modal.
👉🏻 Apa itu IHSG dan Kenapa IHSG Terus Turun Hari Ini?
Saham mengambang atau free float saham adalah persentase saham yang beredar dari suatu perusahaan yang tersedia untuk investor beli.
Pemegang saham mayoritas atau investor strategis tidak adalah mengendalikan saham mengambang tersebut. Sehingga, free float saham adalah saham yang tersedia secara bebas, dan para investor publik untuk memutuskan apakah mereka membeli saham tersebut di pasar sekunder.
Menurut Bursa Efek Indonesia free float saham adalah saham yang dimiliki oleh pemegang saham kurang dari 5% dari seluruh saham tercatat, bukan dimiliki oleh pengendali dan afiliasi, bukan dimiliki oleh anggota dewan komisaris atau direksi, serta bukan saham yang telah dibeli kembali oleh perusahaan.
Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui Peraturan Bursa Nomor I-A tentang Pencatatan Daham dan Efek Bersidat Ekuitas Selain Saham yang DIterbitkan oleh Perusahaan Tercatat mengeluarkan syarat minimum free float saham dan jumlah pemegang saham.
Aturannya berdasarkan Ketentuan V.1 dari Peraturan No I-A adalah:
Jumlah saham free float paling sedikit 50.000.000 saham dan paling sedikit 7,5% dari jumlah saham tercatat. Jumlah pemegang saham paling sedikit 300 nasabah pemilik SID.
👉 Penawaran Umum Perdana (IPO): Kupas Tuntas Proses dan Manfaatnya
Free float saham penting bagi suatu perusahaan karena membuat banyak saham perusahaan tersebut benar-benar beredar di publik. Bukan hanya dipegang oleh pemilik lama atau pengendali. Logikanya, semakin banyak saham free float akan semakin mempermudah transaksi para investor di pasar alias likuiditas lebih terjaga.
Oleh karena itu, semakin besar saham mengambang yang beredar, investor yang membeli saham tersebut memiliki peluang yang lebih baik. Ini karena hal tersebut dapat menarik minat pembeli atau penjual jika mereka berniat membeli atau menjual.
Terdapat usulan di pasar saham tertentu untuk menerapkan regulasi atau norma yang memungkinkan penentuan persentase saham mengambang yang ideal bagi perusahaan. Terlepas dari itu, saham yang tersedia sebagai saham mengambang meningkatkan likuiditas di pasar sekunder, kedalaman, dan prediktabilitas.
Dengan memilki saham mengambang yang tinggi, perusahaan akan mendapatkan hal positif. Ini karena proses pembentukan harga menjadi lebih baik serta dapat menghindarkan saham tersebut dari volatilitas.
👉 Kenali Perbedaan Saham Preferen dan Saham Biasa
Selanjutnya kita akan melihat rumus free float saham perusahaan.
Ketika perusahaan terdaftar di bursa memiliki tingkat saham mengambang yang tinggi, maka perusahaan tersebut akan meningkatkan citra perusahaan di pasar saham. Sebab, semakin besar jumlah saham yang beredar maka semakin mudah investor untuk memilikinya tanpa terjadi perubahan harga pada saat kita membeli atau menjualnya.
Kemudian, dengan likuiditas yang lebih besar, volatilitasnya akan lebih terkendali. Sehingga saham perusahaan tidak berfluktuasi secara signifikan. Oleh karena itu, saham mengambang memberikan keuntungan bagi perusahaan, investor, dan pasar modal.
👉 Indikator Buffett untuk Menilai Pasar Saham
Berikut rumus untuk menghitung free float saham adalah:

Diketahui:
Selanjutnya, masukkan nilai pada masing-masing variabel ke dalam rumus:

Jika Anda masih bingung pada beberapa istilah di atas, berikut penjelasannya:
| Variabel | Penjelasan | ||
| Outstanding Shares | Jumlah seluruh saham yang diterbitkan oleh perusahaan di pasar untuk investor (tidak termasuk saham treasury) | ||
| Restricted Shares | Saham terbatas yaitu saham yang perusahaan yang tidak bisa dialihkan. Biasanya saham ini menjadi milik seseorang yang ada di dalam perusahaan. Misalnya, direktur, eksekutif, dan orang-orang yang berada dalam manajemen perusahaan tersebut | ||
| Closely Held Shares | Merupakan saham milik pemegang saham utama yang telah mereka miliki dalam jangka waktu yang lama seperti pendiri atau manajemen. |
| Variabel | Penjelasan |
| Outstanding Shares | Jumlah seluruh saham yang diterbitkan oleh perusahaan di pasar untuk investor (tidak termasuk saham treasury) |
| Restricted Shares | Saham terbatas yaitu saham yang perusahaan yang tidak bisa dialihkan. Biasanya saham ini menjadi milik seseorang yang ada di dalam perusahaan. Misalnya, direktur, eksekutif, dan orang-orang yang berada dalam manajemen perusahaan tersebut |
| Closely Held Shares | Merupakan saham milik pemegang saham utama yang telah mereka miliki dalam jangka waktu yang lama seperti pendiri atau manajemen. |
Kesimpulannya, saham mengambang pada sebuah perusahaan adalah total saham yang beredar, yang diperoleh dari pengurangan saham terbatas terhadap jumlah seluruh saham yang diterbitkan oleh perusahaan. Ini adalah porsi saham mengambang yang bisa diperjualbelikan oleh investor secara bebas di pasar saham reguler.
Persentase rasio free float saham = (jumlah saham free float : jumlah saham seluruhnya) x 100%
Semakin besar presentase free float saham maka semakin likuid saham perusahaan tersebut. Artinya investor akan lebih mudah menjual dan membeli saham tersebut. Nah, saham-saham paling likuid ini biasanya terdaftar dalam indeks LQ45.
👉 Saham dan Kripto Anjlok, Apa Investasi yang Menguntungkan?