Kapan Altseason 2025 Mulai? Ini Ciri-Ciri & Strateginya!

Altseason menjadi peristiwa yang investor kripto terutama mereka yang berinvestasi dalam altcoin nanti-nantikan. Ini karena peristiwa tersebut menjadi periode di mana harga altcoin mengalami lonjakan signifikan sehingga memberikan potensi keuntungan yang mungkin lebih besar daripada BTC. 

Kapan altseason terjai? Ini ciri-ciri dan strategi untuk menghadpinya

Dalam artikel ini, kami akan membahas apa itu altseason dan kapan altseason dimulai. Selain itu, kami juga akan menjelaskan ciri-ciri saat peristiwa itu terjadi dan strategi untuk menghadapinya. Yuk, simak untuk tahu lebih jelas!

👉 Apa Itu Trading Mata Uang Kripto? – Panduan Lengkap

Apa itu Altseason?

Altseasoon (Altcoin Season) adalah suatu periode yang terjadi dalam pasar kripto, di mana harga altcoin mengalami lonjakan harga yang jauh lebih tinggi daripada Bitcoin. Oleh karena itu, dalam fase tersebut banyak altcoin yang mencatatkan kenaikan puluhan hingga ratus persen dalam waktu singkat. Sehingga, menjadikannya momen yang trader maupun investor kripto nantikan. 

Peristiwa ini tidak terjadi secara rutin setiap tahunnya sehingga tidak ada jadwal pasti. Sepanjang sejarah pasar kripto, altseason biasanya terjadi 1 hingga 2 kali dalam satu siklus pasar besar (4 tahunan). Kemudian, peristiwa tersebut seringkali mengikuti fase bullish BTC atau setelah BTC mencapai titik jenuh kenaikannya. 

Fase ini dapat berlangsung selama beberapa minggu hingga bulan. Oleh karena itu, banyak investor kripto menantikan tanda-tanda kemunculan altcoin season untuk memaksimalkan keuntungan.

Kita akan membahas ciri-ciri kemunculan peristiwa ini pada bagian selanjutnya.

👉🏻 Investasi Kripto: Halal atau Haram?

Ciri-Ciri Altseason akan Mulai

Mengenali tanda-tanda kemunculan altcoin season sangat penting bagi investor kripto. Sehingga, mereka bisa masuk ke pasar sebelum euforia terjadi. Berikut beberapa indikator utama bahwa keumungkinan altcoin season akan segera mulai:

Penurunan Dominasi Bitcoin

Saat dominasi Bitcoin mulai turun dari level puncaknya, hal tersebut menjadi tanda bahwa modal para investor mulai mengalir ke altcoin. Oleh karena itu, biasanya alctoin season akan muncul ketika dominasi BTC turun di bawah angka psikologis tertentu (misalnya 50%) setelah sebelumnya naik secara signifikan. 

Kapitalisasi Altcoin Mulai Mengungguli Bitcoin

Jika total kapitalisasi pasar altcoin tumbuh lebih cepat daripada kapitalisasi pasar Bitcoin, berarti investor mulai mengalihkan perhatian dan dana mereka ke altcoin. Sehingga, menjadi sinyal kuat bahwa altcloin sedang “naik daun”.

Kapitaliasi Pasar Altcoin Meningkat Pesat

Ketika altcoin season akan dimulai, biasanya kita akan melihat lonjakan signifikan dan cepat pada grafik total kapitalisasi pasar altcoin. Ini karena adanya lonjakan harga dari ratusan altcoin secara bersamaan, baik dari proyek besar maupun token kecil. 

Kenaikan Harga Altcoin Utama (ETH, SOL, dan ADA)

Umumnya, yang menjadi permulaan altcoin season adalah kinerja yang kuat dari altcoin besar seperti Ethereum (ETH), Solana (SOL), dan Cardano (ADA). Dengan adanya kenaikan yang signifikan, investor akan mulai melirik altcoin tingkat menengah dan kecil. Sehingga, menimbulkan efek domino

Dengan mengenali keempat ciri tersebut, Anda bisa mempersiapkan strategi lebih awal sebelum altseason benar-benar “meledak”.

👉 Bitcoin (BTC) vs Ethereum (ETH), mana yang lebih baik?

Kapan Altseason Berikutnya Terjadi? 

Altcoin season umumnya terjadi setelah Bitcoin mengalami bull run besar.  Oleh karena itu, ketika harga BTC sudah naik secara signifikan dan mulai stagnan atau koreksi, dana investor cenderung mengalir ke altcoin. Ini karena mereka menilai bahwa altcoin masih memiliki potensi keuntungan yang besar.

Salah satu alat bantu yang dapat investor gunakan untuk memantau potensi altseason adalah Altcoin Season Index. Jika angka indeks ini berada di atas 75, maka 75% dari 50 altcoin teratas sudah mengungguli kinerja BTC dalam 90 hari terakhir. Hal ini berarti dominasi BTC mulai melemah dan altcoin mulai memimpin pasar. 

Selain itu, Anda juga harus memperhatikan sentimen pasar. Jika semakin banyak investor mulai membicarakan altcoin tertentu (token AI, NFT, atau sektor DeFi), maka potensi altcoin season meledak secara massal akan semakin besar. Ini karena efek FOMO yang kuat. 

Sepanjang sejarah, altseason umumnya terjadi setelah Bitcoin Halving. Oleh karena itu, banyak analis memprediksi bahwa altcoin season bisa saja terjadi di paruh kedua tahun 2025. Ketika pasar kripto berada dalam kondisi bullish dan dominasi BTC mulai melemah. 

Namun, perlu Anda ingat bahwa tidak ada tanggal pasti kapan altseason mulai. Oleh karena itu, dalam melakukan pemantauan Anda dapat menggunakan beberapa indikator berikut sebagai acuan: 

  • Dominasi Bitcoin turun di bawah 45%-50%
  • Altcoin Season Index menembus angka 75
  • Likuiditas meningkat di pasar altcoin (non-BTC)
  • Adopsi dan penggunaan altcoin besar (ETH, SOL, dan ADA) meningkat

Dengan memahami sinyal-sinyal tersebut, Anda lebih siap untuk menangkap peluang ketika altseason benar-benar terjadi. 

Cara Membaca Altcoin Season Index

Selanjutnya, mari kita melihat cara membaca altcoin season index. Sebagai contoh, kami akan menggunakan altseason index dari CoinMarketCap. Berikut penjelasannya:

Altcoin Season Index
Altcoin Season Index | Sumber: CoinMarketCap

Pada gambar di atas, kita dapat melihat bahwa nilai Altcoin Season Index berada di angka 32. Sehingga, hal tersebut menunjukkan bahwa pasar sedang berada dalam fase yang cenderung Bitcoin season. Jika nilainya indeks tersebut turun hingga mencapai angka 25, maka pasar berada dalam keadaan BTC season.

Sebaliknya, jika nilai indeks semakin besar dan menembus angka 75, maka altcoin season benar-benar terjadi. Pada grafik yang ada di gambar tersebut, indeks altseason tertinggi dalam 90 hari terakhir berada di angka 43. Sehingga, hal tersebut menunjukkan bahwa target supaya altcoin season terjadi masih terlampau jauh.

👉 Apakah Mungkin Harga Bitcoin Tembus 120.000 USD? Begini Proyeksinya!

Strategi Memanfaatkan Altseason

Agar dapat memaksimalkan potensi keuntungan selama periode altseason, Anda perlu menerapkan strategi yang terukur dan tidak terbawa oleh euforia pasar. Berikut penjelasan dari beberapa strategi yang dapat Anda lakukan ketika pasar berada dalam kondisi altcoin season:

Diversifikasi Portofolio Altcoin (Layer 1, DeFi, Gaming, dan AI)

Sebaiknya, hindari untuk menempatkan seluruh modal Anda dalam satu aset kripto. Oleh karena itu, lakukan diversifikasi ke berbagai sektor altcoin, misalnya pada proyek Layer 1 (Ethereum & Solana), DeFi (Uniswap atau Aave), gaming (Immutable atau Sandbox), serta token yang berbasis kecerdasan buatan (AI). Strategi ini bertujuan mengurangi risiko sekaligus menangkap peluang pertumbuhan dari sektor yang sedang berkembang.

👉 Apa itu Diversifikasi: Pengertian, Kriteria & Cara

Gunakan Analisis Teknikal (RSI, Moving Average, dan BTC Dominance)

Kami juga menyarankan Anda untuk memahami analisis teknikal dasar sebagai alat bantu dalam mengambil keputusan. Indikator seperti Relative Strength Index (RSI) dapat membantu mengidentifikasi kondisi overbought maupun oversold.

Selanjutnya, Moving Average (MA) berguna untuk melihat tren harga dalam jangka waktu tertentu. Kemudian, ada indikator BTC Dominance yang membantu Anda untuk melihat aliran modal dari Bitcoin ke altcoin.

Menerapkan Manajemen Risiko yang Ketat

Manajemen risiko merupakan aspek krusial dalam berinvestasi. Pastikan Anda menetapkan batas kerugian (stop loss), membatasi jumlah investasi, dan tidak menggunakan seluruh modal dalam satu waktu. Dengan pengelolaan risiko yang baik, Anda dapat menjaga portofolio dari fluktuasi ekstrem khas pasar kripto.

Hindari FOMO Saat Harga Mencapai Puncak

Salah satu kesalahan yang umum terjadi saat altseason adalah terjebak dalam FOMO (fear of missing out), yaitu membeli altcoin ketika harganya sudah terlalu tinggi. Oleh karena itu, sebaiknya Anda tetap tenang, tidak mengambil keputusan emosional, dan menunggu peluang masuk yang lebih rasional berdasarkan analisis. Sehingga, Anda tidak hanya mengikuti tren.

Altcoin Potensial Menjelang Altseason

Berikut merupakan daftar altcoin potensial menjelang altseason yang dapat Anda masukkan ke dalam watchlist. Kami sudah merangkumnya dalam tabel di bawah ini:

AltcoinAlasan Potensial
Hyperliquid (HYPE)Menjadi salah satu altcoin yang banya investor buru sejak awal Juli 2025. Ini karena koin tersebut berhasil menembus level resistance US$ 39,9 dan berada dalam tren bullish. Koin ini berpeluang menembus rekor tertinggi di US$ 45,8 jika momentumnya terus berlanjut.
Helium (HNT), Bitcoin Cash (BCH), dan Sei Network (SEI)Ketiganya menjadi altcoin yang menunjukkan sinyal kuat di akhir Juni 2025. HNT menunjukkan momentum positif, BCH mencoba menembus resistance di US$ 500, dan SEI mendapatkan dukungan dari pengembangan stablecoin Wyoming.
Saros (SAROS) & SPX6900 (SPX)Kedua koin tersebut memiliki tren penguatan yang signifikan. Kemudian, pada bulan Juli 2025 keduanya juga berhasil mencatatkan ATH.
Celo (CELO), Immutable X (IMX), dan Aptos (APT)Altcoin ini menghadapi event besar seperti token unlock dan upgrade jaringan pada minggu kedua Juni 2025. Sehingga, bisa menjadi pemicu untuk tren bullish.
Chainlink (LINK) & Stacks (STX)Keduanya diprediksi bisa mengungguli kinerja Bitcoin pada Juli 2025. Ini karena sinyal breakout teknikal seperti penyempitan Bollinger Bands dan tekanan beli yang meningkat.

Meskipun altcoin season belum resmi mulai, beberapa altcoin yang kami sebutkan di atas menunjukkan potensi kuat baik secara teknikal maupun fundamental. Namun, Anda tetap melakukan analisis mandiri (DYOR) dan gunakan manajemen risiko sebelum mengambil keputusan investasi berdasarkan sinyal-sinyal tersebut.

Dengan mengikuti perkembangan beberapa altocin tersebut, Anda dapat lebih siap dalam menyambut potensi gelombang altseason.

Risiko Investasi di Altcoin

Meskipun menawarkan potensi keuntungan yang besar, Anda juga harus waspada terhadap risiko yang ada pada investasi altcoin. Berikut beberapa risiko utama yang ada dalam investasi altcoin:

  1. Volatilitas tinggi: Harga altcoin bisa naik dan turun secara signifikan dalam waktu singkat. Pergerakan yang ekstrem ini dapat memberikan keuntungan yang besar, namun juga berisiko menyebabkan kerugian yang sama besarnya jika Anda tidak mengelolanya dengan baik.
  2. Likuiditas rendah: Beberapa altcoin memiliki volume perdagangan yang kecil. Sehingga, Anda mungkin akan kesulitan menjual aset di harga yang diinginkan, terutama ketika terjadi kepanikan di pasar. Hal ini membuat Anda kesulitan dalam menjalan exit plan dengan efisien.
  3. Rentan terhadap manipulas (pump and dump): Tidak sedikit altcoin yang harganya digerakkan oleh pihak tertentu (whale atau kelompok tertentu) melalui skema pump and dump. Skema ini bertujuan untuk memanipulasi pasar dengan membuat harganya naik kemudian melakukan penjualan besar-besaran. Sehingga, banyak investor kecil yang mengalami kerugian.
  4. Sangat bergantung pada sentimen pasar: Nilai dari altcoin sering kali terpengaruhi oleh tren atau berita di media sosial. Tanpa fundamental yang kuat, koin ini bisa jatuh dengan drastis hanya karena perubahan sentimen atau isu negatif, meskipun tidak ada perubahan signifikan pada proyeknya.
  5. Belum teregulasi secara resmi: Sebagian besar dari altcoin belum teregulasi oleh regulator keuangan. Sehingga, investor kripto lebih rentan terhadap risiko penipuan, kehilangan aset, atau perubahan kebijakan pemerintah yang dapat berdampak langsung pada keberlangsungan proyek.

Oleh karena itu, sebelum berinvestasi di dalamnya, Anda harus mempertimbangkan beberapa risiko yang menyertai altcoin tersebut. Sehingga, Anda dapat lebih bersiap untuk menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi dalam investasi.

👉 Investasi ETF Bitcoin: Apa itu dan Bagaimana Caranya?

Siapkah Anda Menghadapi Altseason 2025?

Jika memang terjadi, altseason 2025 merupakan peluang strategis bagi investor kripto untuk meraih keuntungan besar dalam waktu yang relatif singkat. Namun, di balik potensi keuntungan tersebut, altcoin season juga memiliki tingkat risiko yang tinggi. Ini karena volatilitas pasar yang ekstrem, tingkat likuiditas yang rendah pada beberapa aset, hingga potensi manipulasi harga.

Oleh karena itu, untuk dapat memanfaatkan momen ini secara optimal, Anda perlu memiliki strategi investasi yang matang, pemahaman yang kuat terhadap dinamika pasar, dan pengendalian emosi yang baik. Tanpa ketiga hal tersebut, Anda akan rentan mengambil keputusan berdasarkan dorongan emosional, misalnya FOMO yang dapat mengakibatkan kerugian.

Altseason bukan sekedar tentang mengejar keuntungan besar, tapi juga tentang manajemen risiko yang baik dari para investor. Oleh karena itu, pastikan Anda sudah membekali diri dengan pengetahuan keuangan yang memadai, manajemen risiko yang disiplin, dan perencanaan portofolio yang terarah. Dengan sudah bersiap diri, Anda dapat menghadapi altseason dengan lebih percaya diri dan bertanggung jawab.

👉 Ini Rekomendasi Koin Kripto Terbaik untuk Berinvestasi

Pertanyaan yang sering diajukan (FAQ)

Kapan waktu terbaik untuk membeli altocoin saat altseason terjadi?

Waktu terbaiknya yaitu ketika Bitcoin baru saja menyelesaikan reli besar dan dominasi pasarnya mulai melemah. Saat itu, dana investor biasanya mulai mengalir ke altcoin. Jangan lupa juga untuk memantau indikator seperti BTC Dominance dan Altcoin Season Index. Melakukan pembelian altcoin saat harga mencapai puncak dapat meningkatkan risiko, sehingga penting untuk mengandalkan analisis teknikal dan sentimen pasar.

Bagaimana cara memilih altcoin yang berpotensi?

Anda dapat memilih altcoin dengan fundamental kuat, adopsi teknologi yang berkembang, dan likuiditas yang cukup. Prioritaskan proyek di sektor strategis seperti Layer 1, DeFi, AI, dan Gaming. Selanjutnya, Anda juga dapat memantau agenda penting seperti upgrade jaringan atau token unlock. Gunakan analisis teknikal untuk konfirmasi tren harga. Terakhir, lakukan diversifikasi pada portofolio Anda sehingga risikonya tersebar dan hindari altcoin yang hanya naik karena hype tanpa kegunaan nyata.

Apa risiko utama dalam berinvestasi altocin dan bagaimana cara mengelolanya?

Risiko utama meliputi volatilitas tinggi, likuiditas rendah, manipulasi pasar (pump and dump), dan sentimen pasar yang mudah berubah. Oleh karena itu, Anda dapat mengelolanya dengan melakukan manajemen risiko, seperti stop loss, pembagian portofolio, serta menghindari keputusan emosional. Jangan FOMO saat harga tinggi dan bekali diri pengetahuan keuangan sehingga dapat mengambil keputusan yang rasional.

Artikel Terkait