Money Flow Index (MFI): Bagaimana Cara Menggunakannya?

Money Flow Index (MFI) atau dikenal dalam bahasa Indonesia sebagai Indeks Arus Uang adalah indikator teknikal yang bertujuan untuk mengevaluasi tekanan beli dan jual pada aset keuangan. Indikator Money Flow Index memberikan investor pandangan yang lebih mendalam tentang kekuatan dan arah pasar.

Money Flow Index
Sumber: Trading Rush

Rentang Nilai dan Perhitungan Money Flow Index

Money Flow Index (MFI) ditandai oleh karakteristik fundamental berikut ini:

  • Rentang nilai: MFI biasanya berfluktuasi antara 0 dan 100, mirip dengan RSI. Nilai di atas 80 sering menunjukkan kondisi overbought, sedangkan nilai di bawah 20 menunjukkan kondisi oversold.
  • Perhitungan MFI: Perhitungannya didasarkan pada harga aset (rata-rata harga tertinggi, harga terendah, dan harga penutupan) dan volume perdagangan. Rumusnya dapat diungkapkan dalam 4 tahapan:

Menghitung harga tipikal. Anda perlu mengambil rata-rata dari harga tertinggi, terendah, dan harga penutupan hari tersebut. Berikut ini rumus untuk menghitung harga tipikal.

Sumber: Finansialku

Menghitung Money Flow. Arus uang adalah hasil perkalian antara harga rata-rata dengan volume transaksi pada hari tersebut. Dengan demikian, total nilai arus uang untuk periode N-hari dapat dihitung. Arus uang ini mencerminkan volume uang pada hari-hari ketika harga naik (menunjukkan antusiasme pembeli) serta pada hari-hari ketika harga turun (menunjukkan antusiasme penjual). Jika proporsi arus uang terlalu besar ke satu arah, hal ini dapat mengindikasikan adanya potensi pembalikan arah atau tren pasar.

Sumber: Finansialku

Menghitung rasio uang. Rasio uang adalah perbandingan antara aliran uang masuk dan keluar. Aliran uang masuk terjadi ketika harga tipikal naik dari hari sebelumnya, sedangkan aliran uang keluar terjadi ketika harga tipikal turun (atau sama dengan hari sebelumnya, dianggap tidak ada perubahan nilainya).

Sumber: Finansialku

Menghitung Money Flow Index (MFI). Setelah langkah tersebut, Anda bisa menghitung MFI. Ada dua metode untuk menghitung indeks aliran uang ini dengan rentang nilai antara 0 hingga 100.

Metode 1

Rumus Money FLow Index cara 1
Sumber: Finansialku

Metode 2

Rumus Money FLow Index cara 2
Sumber: Finansialku

Pentingnya Money Flow Index (MFI)

Indeks Aliran Uang (MFI) merupakan alat yang sangat penting bagi para trader karena beberapa alasan utama:

  • Mengukur tekanan beli dan jual: MFI membantu kita mengetahui seberapa kuat tekanan pembelian dan penjualan pada suatu aset. Hal ini berguna untuk memahami siapa yang mendominasi pasar pada suatu waktu.
  • Identifikasi kondisi overbought dan oversold: Dengan MFI, kita dapat melihat apakah suatu aset telah terlalu banyak dibeli atau dijual, yang bisa menjadi petunjuk bahwa pasar akan berbalik arah.
  • Konfirmasi tren: MFI dapat membantu kita memastikan apakah sinyal tren yang kita lihat itu benar atau tidak. Hal ini dibutuhkan bagi trader yang ingin mengambil keputusan berdasarkan tren pasar.

Dengan menggunakan MFI, trader dapat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang dinamika pasar dan membuat keputusan yang lebih tepat.

Interpretasi Hasil Money Flow Index (MFI)

  • Nilai MFI > 80: Ini artinya harga sudah terlalu tinggi (overbought) yang mengindikasikan bahwa kemungkinan besar harga akan turun atau mengalami koreksi ke bawah.
  • Nilai MFI < 20: Ini menandakan bahwa harga sudah terlalu rendah (oversold), yang mengisyaratkan bahwa kemungkinan besar harga akan naik atau mengalami koreksi ke atas.
  • Divergensi antara MFI dan harga: Jika terjadi perbedaan antara MFI dan harga, misalnya MFI naik sementara harga turun, ini bisa menjadi tanda akan terjadi perubahan tren harga.

Dengan memperhatikan nilai MFI, investor dapat memahami apakah sebuah aset sedang overbought (terlalu banyak dibeli) atau oversold (terlalu banyak dijual), serta potensi perubahan arah tren harga yang akan terjadi. Jadi, MFI bisa menjadi petunjuk yang berguna bagi investor untuk membuat keputusan trading yang lebih baik.

Cara Efektif Menggunakan MFI

  • Gunakan bersama dengan indikator lain: MFI akan bekerja lebih efektif jika digunakan bersama dengan indikator teknikal lainnya. Kombinasi ini membantu mengonfirmasi sinyal trading dan mengurangi risiko munculnya sinyal palsu yang bisa merugikan.
  • Tetapkan aturan masuk dan keluar yang jelas: Tentukan aturan spesifik kapan harus membeli atau menjual berdasarkan level MFI. Setelah menetapkan aturan ini, disiplin dalam mengikutinya sangat penting untuk konsistensi hasil trading Anda.
  • Perhatikan divergensi: Amati jika terjadi divergensi antara MFI dan harga aset. Divergensi ini bisa menjadi tanda adanya perubahan signifikan dalam arah tren pasar sehingga memberikan peluang untuk keputusan trading yang lebih baik.
  • Gunakan berbagai kerangka waktu: Pertimbangkan untuk memeriksa MFI pada berbagai kerangka waktu (misalnya, harian, mingguan, bulanan). Ini memberikan pandangan yang lebih komprehensif mengenai tekanan beli dan jual di pasar, membantu Anda membuat keputusan trading yang lebih informatif.

Contoh Aplikasi MFI pada Saham

Grafik di bawah ini menunjukkan efektivitas Money Flow Index dalam mendeteksi divergensi bullish dan bearish pada saham Microsoft (MSFT). Pada awal grafik di sebelah kiri, harga saham Microsoft sedang dalam tren penurunan. Namun, indikator Money Flow Index tidak ikut turun, malah cenderung naik. Ini adalah contoh yang baik dari divergensi bullish. Pada paruh kedua grafik, harga saham Microsoft mencapai level tertinggi baru, tetapi Money Flow Index membuat puncak yang lebih rendah, menunjukkan divergensi bearish.

APlikasi Money Flow Index di saham Microsoft
Sumber: Commodity

Contoh Aplikasi MFI pada Bitcoin

Jika kita melompat ke November 2021, Bitcoin telah mengalami beberapa contoh divergensi bearish. Setelah puncak harga pada 11 Oktober, harga Bitcoin terus naik lebih tinggi, sementara MFI terus turun. Ini menunjukkan bahwa investor besar tidak menambah posisi mereka dan mungkin diam-diam mulai keluar dari pasar.

Sumber: Bybit

Divergensi ini menjadi lebih jelas saat Bitcoin mencapai harga tertinggi baru, sementara MFI jauh di bawah titik tertinggi yang sesuai. Divergensi bearish ini mengindikasikan potensi pembalikan ke arah bearish. Oleh karena itu, trader mencari level-level support dan menentukan level yang, ketika ditembus, menunjukkan pergeseran tren dari naik menjadi turun. Sebuah stop-loss akan ditetapkan sedikit di atas titik swing high terbaru.

Sumber: Bybit

Di atas, kita dapat melihat level support horizontal yang ketika ditembus menyebabkan penurunan harga Bitcoin sebesar 40%. Tren turun ini terdeteksi menggunakan divergensi pada MFI.

Jika kita bicara tentang analisis teknikal, banyak sekali indikator selain MFI. Karena itu, kami sudah menyiapkannya untuk Anda.

FAQs – Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu MFI dalam Saham?

Money Flow Index (MFI) adalah indikator teknikal yang digunakan dalam trading untuk memberikan sinyal apakah sebuah saham sedang dalam kondisi jenuh beli atau jenuh jual dengan menggunakan data harga dan volume. Ketika MFI > 80, saham dianggap jenuh beli, sementara MFI < 20 menunjukkan kondisi jenuh jual. Selain itu, beberapa trader juga menggunakan level 90 untuk jenuh beli dan 10 untuk jenuh jual sebagai batasan tambahan.

Apakah MFI merupakan indikator leading atau lagging?

MFI bisa menjadi indikator penting terhadap sebuah aset karena MFI dapat menunjukkan antusiasme atau ketidakpedulian dari pelaku pasar. Seperti alat analisis berbasis volume lainnya, MFI dianggap sebagai indikator leading sehingga dapat digunakan untuk memprediksi pergerakan pasar.

Siapa yang membuat Money Flow Index?

Money Flow Index (MFI) adalah sebuah osilator yang menggunakan harga dan volume untuk mengukur tekanan beli dan jual. Diciptakan oleh Gene Quong dan Avrum Soudack, MFI juga dikenal sebagai RSI berbobot volume.

Artikel Terkait