Strategi Investasi Buy and Hold: Pendekatan Cerdas untuk Investasi Saham

Buy and hold adalah strategi investasi di mana seorang investor membeli saham atau reksa dana dan menahannya selama periode waktu yang lama. Tujuan dari strategi ini adalah untuk mencapai pengembalian jangka panjang melalui investasi yang berkualitas dan memiliki prospek pertumbuhan yang baik.

Buy and hold (dalam bahasa Indonesia berarti beli dan tahan) adalah sebuah strategi investasi di pasar saham yang terdiri dari membeli saham atau instrumen keuangan lainnya dan menahannya dalam portofolio selama periode waktu yang lama. Tujuannya adalah mendapatkan manfaat dari pertumbuhan jangka panjang dan apresiasi nilai aset. Strategi ini didasarkan pada gagasan bahwa pasar keuangan cenderung naik dalam jangka panjang, meskipun ada fluktuasi dan krisis ekonomi yang mungkin muncul di sepanjang jalan.

Pendekatan buy and hold adalah kebalikan dari strategi investasi jangka pendek seperti day trading yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan cepat dengan memanfaatkan fluktuasi intraday pasar. Alih-alih mencoba memprediksi pergerakan pasar jangka pendek, investor yang mengadopsi strategi buy and hold fokus pada kualitas dan potensi pertumbuhan perusahaan tempat mereka berinvestasi, serta diversifikasi dan keseimbangan portofolio mereka.

Strategi investasi buy and hold
Sumber: WallStreetMojo

Mengapa Strategi Investasi Buy and Hold Lebih Unggul?

Salah satu keuntungan utama dari buy and hold adalah kesederhanaannya. Tidak perlu melakukan pemantauan pasar secara konstan atau memiliki pengetahuan teknikal yang mendalam untuk menerapkan strategi ini. Investor harus meneliti perusahaan dan sektor di mana mereka ingin berinvestasi, menganalisis riwayat keuangan, kekuatan, dan potensi pertumbuhan jangka panjang.

Selain itu, buy and hold bisa menjadi strategi yang lebih menguntungkan daripada trading aktif jangka pendek. Dalam jangka panjang, biaya transaksi dan komisi pialang dapat secara signifikan mengurangi keuntungan dari sebuah portofolio. Sementara itu, buy and hold meminimalkan biaya ini dengan mengurangi frekuensi transaksi. Penting juga untuk diingat bahwa sulit untuk memprediksi pergerakan pasar jangka pendek dengan akurat. Ada banyak investor aktif yang tidak berhasil mengungguli kinerja pasar dalam jangka panjang.

Buy and hold juga dapat memiliki keuntungan pajak. Di banyak negara, keuntungan modal yang diperoleh dari investasi jangka panjang dikenakan pajak yang lebih rendah daripada keuntungan modal yang diperoleh dari investasi jangka pendek. Ini berarti bahwa dengan mempertahankan saham untuk jangka waktu lebih lama, investor dapat mengurangi beban pajak investasi mereka.

Namun, buy and hold tidak bebas dari risiko. Investor juga harus menyadari bahwa meskipun pasar cenderung bertumbuh dalam jangka panjang, mereka juga dapat mengalami penurunan yang signifikan. Oleh karena itu, sangat penting untuk memiliki jangka waktu yang tepat dan bersedia menanggung fluktuasi pasar.

Selain itu, sangat penting untuk mendiversifikasi portofolio investasi untuk mengurangi risiko. Dengan berinvestasi di berbagai sektor, wilayah, dan jenis aset, investor dapat melindungi diri dari penurunan di area pasar tertentu dan meningkatkan kinerja portofolio mereka secara keseluruhan.

Kesimpulannya strategi ini relatif mudah diterapkan dan dapat menawarkan keuntungan jangka panjang serta keuntungan pajak. Namun, sangat penting bagi investor untuk mempertahankan jangka waktu yang tepat, mendiversifikasi investasi mereka dan siap menghadapi fluktuasi pasar.

Karakteristik Utama Strategi Investasi Buy and Hold

Strategi investasi buy and hold adalah pendekatan investasi yang terdiri dari membeli saham atau aset keuangan lainnya dan menyimpannya dalam portofolio jangka panjang. Strategi ini didasarkan pada gagasan bahwa waktu membantu mengatasi fluktuasi pasar dan menghasilkan keuntungan. Berikut ini kami akan menjelaskan beberapa karakteristik paling menonjol dari strategi ini:

  • Kesabaran dan disiplin: Salah satu aspek fundamental dari buy and hold adalah kesabaran untuk mempertahankan investasi sepanjang waktu, bahkan ketika pasar mengalami naik turun. Disiplin adalah kunci untuk tidak terbawa emosi dan menahan godaan untuk menjual dalam momen ketidakpastian.
  • Fokus pada kualitas: Investor yang menerapkan strategi buy and hold biasanya mencari perusahaan yang solid dan memiliki fundamental yang baik. Mereka fokus pada kualitas perusahaan, posisinya di pasar dan kemampuannya untuk menghasilkan keuntungan dan pertumbuhan jangka panjang.
  • Diversifikasi: Meskipun buy and hold melibatkan mempertahankan investasi selama periode yang lama, diversifikasi portofolio juga penting. Diversifikasi membantu mengurangi risiko dan mendapatkan hasil yang lebih stabil dari waktu ke waktu.
  • Rotasi aset yang lebih rendah: Strategi buy and hold melibatkan frekuensi jual beli aset yang lebih rendah. Hal ini dapat mengurangi biaya transaksi dan implikasi pajak yang terkait dengan keuntungan modal jangka pendek.
  • Visi jangka panjang: Investor yang mengikuti strategi buy and hold memiliki visi jangka panjang dan tidak khawatir dengan fluktuasi pasar jangka pendek. Mereka fokus pada potensi pertumbuhan dan keuntungan perusahaan tempat mereka berinvestasi selama bertahun-tahun.

Kelebihan dan Kekurangan Strategi Investasi Buy and Hold

Setelah membahas karakteristik utamanya, Anda juga bisa menganalisis kelebihan dan kekurangannya.

Kelebihan:

  • Biaya lebih rendah: Dengan melakukan transaksi yang lebih sedikit tentu akan mengurangi biaya transaksi dan komisi. Hal ini memastikan sebagian besar keuntungan tetap berada di tangan investor.
  • Manfaat pajak: Keuntungan modal dari investasi jangka panjang biasanya dikenakan pajak yang lebih rendah dibandingkan investasi jangka pendek. Dengan mempertahankan investasi dalam jangka waktu yang lebih lama, investor dapat mengurangi beban pajaknya.
  • Stres lebih rendah: Dengan fokus pada jangka waktu yang lebih panjang, investor dapat menghindari kekhawatiran terhadap fluktuasi pasar harian yang dapat menyebabkan stres.
  • Manfaat bunga majemuk: Investor bisa mendapatkan manfaat dari bunga majemuk, di mana hasil investasi dikembalikan ke dalam portofolio yang akan menghasilkan lebih banyak keuntungan pada masa mendatang.

Kekurangan:

  • Fleksibilitas rendah: Investor menyimpan investasi dalam jangka waktu yang panjang sehingga bisa mengurangi fleksibilitas jika investor butuh uang tunai atau ingin mengubah strategi investasinya.
  • Risiko kerugian: Tidak ada jaminan bahwa setiap investasi akan menghasilkan keuntungan jangka panjang. Ada risiko bahwa beberapa perusahaan mungkin tidak pulih atau bahkan bangkrut.
  • Pemanfaatan peluang lebih rendah: Dengan frekuensi transaksi yang lebih rendah, investor buy and hold mungkin melewatkan peluang investasi jangka pendek yang dapat memberikan keuntungan tambahan.
  • Memerlukan penelitian dan pemilihan yang cermat: Untuk sukses dengan strategi buy and hold, diperlukan penelitian yang teliti dan pemilihan perusahaan yang tepat. Ini memerlukan waktu dan pengetahuan mendalam tentang pasar dan perusahaan yang diinvestasikan.

Kesimpulannya, strategi buy and hold memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus dianalisis oleh setiap investor berdasarkan tujuan dan toleransi risikonya. Meskipun strategi ini dapat menawarkan manfaat dalam hal biaya dan manfaat pajak, strategi ini juga melibatkan risiko dan mungkin memerlukan upaya lebih dalam pemilihan investasi.

KelebihanKekurangan
Pengurangan biayaKeterbatasan fleksibilitas lebih rendah
Keuntungan pajakRisiko kerugian
Pengurangan stres Kehilangan peluang
Manfaat bunga majemukMemerlukan penelitian mendalam

Contoh Penerapan Strategi Buy and Hold

Sampai saat ini, kita telah mengeksplorasi strategi buy and hold, karakteristiknya, kelebihan dan kekurangannya. Untuk menggambarkan bagaimana strategi ini dapat diterapkan dalam praktik, mari kita periksa beberapa contoh yang memungkinkan Anda memahami pendekatan investasi ini dengan lebih baik.

Contoh 1: Investasi dalam saham perusahaan yang solid dan mapan. Seorang investor yang mengikuti strategi buy and hold dapat berinvestasi dalam saham perusahaan terkemuka di sektornya dengan fundamental yang kuat dan prospek pertumbuhan jangka panjang. Misalnya saja, saham perusahaan teknologi, seperti Apple atau Microsoft yang telah menunjukkan pertumbuhan yang konsisten dan keuntungan berkelanjutan dari waktu ke waktu. Investor akan mempertahankan saham ini selama bertahun-tahun tanpa khawatir tentang fluktuasi pasar jangka pendek.

Contoh 2: Investasi dalam dana indeks. Contoh lain dari penerapan strategi buy and hold adalah berinvestasi dalam dana indeks yang mereplikasi kinerja indeks pasar saham, seperti S&P 500 atau IBEX 35. Dana ini memungkinkan investor untuk mendapatkan eksposisi yang terdiversifikasi ke pasar sehingga mengurangi risiko yang terkait dengan pemilihan saham individu. Dengan mempertahankan investasi ini dalam jangka panjang, investor mendapatkan manfaat dari pertumbuhan ekonomi dan kinerja historis pasar.

Contoh 3: Investasi dalam obligasi jangka panjang. Contoh ketiga bisa berupa investasi dalam obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan dengan peringkat kredit yang kuat dan jatuh tempo jangka panjang. Opsi ini dapat memberikan keuntungan yang stabil melalui pembayaran bunga berkala dan pada saat yang sama investor mendapatkan manfaat dari keamanan investasi yang kurang volatil dibanding dengan saham.

Singkatnya, strategi buy and hold dapat diterapkan pada berbagai jenis aset, seperti saham, dana indeks, dan obligasi. Namun, selama investor bersedia mengambil risiko dan mempertimbangkan keuntungan dan kerugian yang terkait dengan pendekatan ini.

Bagaimana Cara untuk Mulai Berinvestasi Saham?

Untuk berinvestasi di pasar saham, ada beberapa langkah yang perlu Anda ikuti:

  • Pastikan Anda memiliki tabungan yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk dana darurat. Jangan menginvestasikan uang yang Anda butuhkan dalam waktu dekat di pasar saham karena fluktuasi harga saham bisa menyebabkan nilai investasi Anda turun saat Anda memerlukannya.
  • Anda harus berusia di atas 18 tahun. Meskipun ada beberapa broker yang memperbolehkan investasi di bawah usia ini, saat ini hampir tidak ada yang mengizinkannya. Salah satu opsi adalah orang tua membuat akun atas nama anak di bawah usia dan menginvestasikan uang untuk mereka.
  • Membuat akun atau rekening dana nasabah (RDN) di sekuritas. Anda tidak bisa langsung membeli saham di pasar saham, melainkan harus melalui perusahaan perantara yang disebut sekuritas/broker. Sekuritas ini akan memfasilitasi transaksi jual beli saham dengan membayar komisi.
  • Transfer uang dari rekening bank Anda ke sekuritas. Biasanya dilakukan melalui transfer bank, kartu kredit/debit, OVO, Gopay, Dana, atau metode pembayaran lainnya.
  • Pilih saham dan bursa di mana Anda ingin membeli saham atau ETF. Satu saham bisa diperdagangkan di beberapa bursa, namun likuiditasnya tidak sama dan komisi yang dibayarkan juga bisa berbeda.
  • Lakukan perintah pembelian saat bursa saham dibuka. Penting untuk memahami jenis perintah yang tersedia di bursa dan apa yang terlibat dalam masing-masing, seperti market order. limit order, stop order.

Setelah Anda memahami penjelasan kami di atas, selanjutnya Anda perlu menentukan pilihan sekuritasnya. Berikut ini kami berikan ulasan mengenai beberapa sekuritas lokal dan broker global.

Interactive Brokers: Panduan Lengkap Tentang Keamanan, Pasar, dan Komisi

Review Stockbit: Kelebihan serta Cara Menggunakannya

Review IPOT: Kelebihan hingga Cara Menggunakannya!

Review Gotrade Indonesia: Biaya, Kelebihan & Kekurangan

Artikel Lainnya

Selain strategi buy and hold, aktivitas investasi atau trading juga memiliki strategi lain, seperti chart pattern, swing trading, dan lainnya. Anda bisa menyimaknya melalui artikel di bawah ini.

10 Chart Pattern (Pola Grafik) Utama: Strategi untuk Sukses Trading

Mengenal Swing Trading: Strategi Dapat Cuan!

Strategi Trading Terbaik: Cara Menjadi Trader Profesional Dari Awal

Strategi Investasi Jangka Panjang yang Menguntungkan dan Aman

FAQs – Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa yang dimaksud strategi buy and hold?

Strategi beli dan simpan adalah cara berinvestasi jangka panjang di mana investor memegang portofolio mereka dalam jangka waktu yang lama tanpa terlalu terpengaruh oleh perubahan harga jangka pendek.

Apa arti hold dalam trading?

Arti hold dalam trading adalah ketika seorang investor mempertahankan posisi investasinya untuk jangka waktu tertentu. Jika ini dilakukan dalam jangka waktu yang cukup lama, misalnya bertahun-tahun, maka investor bisa mendapatkan dividen yang dibagikan oleh perusahaan yang sahamnya dimiliki.

Apa yang dimaksud dengan strategi buy and hold dalam investasi saham?

Pendekatan buy and hold berfokus pada perkembangan jangka panjang serta keuntungan yang diharapkan dari investasi. Investor yang menggunakan strategi ini biasanya memandang saham sebagai kepemilikan dalam suatu perusahaan dan ingin mendapatkan manfaat dari pertumbuhan nilai perusahaan tersebut.

Artikel Terkait