Investasi Jangka Panjang, Ini Produk yang Aman dan Menguntungkan

Melakukan investasi jangka panjang adalah strategi finansial yang tepat untuk membangun kekayaan secara bertahap dan mengalahkan inflasi. Di tengah harga barang yang terus naik, menabung saja tidak cukup. Oleh karena itu Anda membutuhkan solusi yang aman dan dapat memberikan keuntungan dalam jangka waktu lebih dari lima tahun.

Dalam artikel ini, kami akan membahas apa itu investasi jangka panjang. Kemudian, kami juga akan memberikan daftar produk yang aman dan menguntungkan untuk Anda. Yuk, simak untuk tahu lebih jelas!
Apa itu Investasi Jangka Panjang?
Investasi jangka panjang adalah strategi penanaman modal dengan jangka waktu lebih dari lima tahun. Umumnya, investor akan menempatkan modalnya secara berkala dengan tujuan memanfaatkan efek compound interest (bunga majemuk). Sehingga, nilai investasi terus bertumbuh seiring berjalannya waktu.
Karakteristik utama dari berinvestasi jangka panjang yaitu kemampuannya untuk meminimalkan dampak volatilitas pasar dalam jangka pendek. Artinya, meskipun harga suatu aset mengalami fluktuasi, potensi keuntungan dalam jangka panjangnya lebih besar dan stabil.
Namun, perlu Anda pahami bahwa investasi jangka panjang tetap memiliki risiko. Penurunan nilai aset baik karena faktor ekonomi global, kinerja perusahaan, maupun perubahan kebijakan dapat menjadi risiko dalam berinvestasi jangka panjang. Oleh karena itu, Anda harus memilih instrumen yang tepat dan mau bersabar untuk berhasil dalam strategi ini.
Apa Perbedaan Menabung dan Investasi?
Meskipun sekilas terlihat sama, menabung dan investasi merupakan dua hal yang berbeda. Mari kita mulai pembahasannya!
Menabung adalah kegiatan menyimpang uang untuk keamanan dan mempersiapkan dana darurat. Dalam menabung, fokus kita bukanlah pada imbal hasil, namun pada kemudahan untuk mengakses uang saat membutuhkannya. Contoh paling umum dari menabung yaitu menyimpan uang di bank.
Di sisi lain, investasi adalah kegiatan menempatkan uang pada suatu instrumen dengan harapkan mendapatkan return (imbal hasil) dalam jangka waktu tertentu. Sehingga, tujuan utama berinvestasi bukanlah menyimpan uang, melainkan mengembangkan nilai itu sendiri melalui pertumbuhan aset.
Kami sudah merangkum perbedaan antara keduanya pada tabel di bawah ini:
Aspek | Menabung | Investasi |
---|---|---|
Tujuan | Keamanan finansial dan mempersiapkan dana darurat | Pertumbuhan kekayaan dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang |
Likuiditas | Sangat tinggi karena pencairannya dapat Anda lakukan kapan saja | Bervariasi, tergantung pada jenis instrumen investasi |
Keuntungan | Bersifat tetap dan kecil (bunga tabungan) | Potensi imbal hasil lebih tinggi, bahkan dapat mengalahkan inflasi |
Singkatnya, menabung cocok untuk kebutuhan jangka pendek maupun darurat. Di sisi lain, investasi lebih ideal untuk tujuan keuangan jangka panjang seperti pensiun, dana pendidikan anak, atau membeli rumah. Keduanya merupakan hal yang penting, Anda tinggal menyesuaikannya dengan kebutuhan dan profil risiko.
Produk yang Aman & Menguntungkan untuk Investasi Jangka Panjang
Investasi jangka panjang memang menawarkan potensi imbal hasil yang tinggi. Namun, penting untuk Anda ingat bahwa setiap investasi pasti memiliki risiko. Oleh karena itu, sebelum memilih produk investasi jangka panjang yang aman dan menguntungkan, sebaiknya Anda mengetahui seberapa besar toleransi risiko yang dapat diterima.
Berikut kami berikan penjelasan singkat terkait beberapa produk yang dapat Anda pilih untuk sebagai contoh investasi jangka panjang:
Deposito
Deposito adalah simpanan uang di bank untuk jangka waktu tertentu (misalnya 1, 3, 6, atau 12 bulan). Jenis produk investasi ini memiliki bunga yang lebih tinggi daripada tabungan biasa. Namun, Anda tidak dapat menarik dana yang sudah Anda simpan dalam deposito sebelum jatuh tempo.
Berikut kelebihan dan kekurangan dari deposito:
Kelebihan | Kekurangan |
---|---|
✅ Risiko yang lebih rendah karena dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Jaminan tersebut mencapai Rp 2 miliar per bank untuk setiap nasabah. | ❌ Jika dana lebih dari Rp 2 miliar, maka kelebihannya tidak dijamin oleh LPS |
✅Bunga bersifat tetap dan lebih tinggi daripada bunga tabungan biasa | ❌Ada pajak sebesar 20% yang dapat mengurangi imbal hasil secara signifikan. |
✅ Cocok untuk tujuan jangka menengah dan panjang | ❌ Tidak cocok ketika inflasi sedang tinggi. Ini karena besarnya bunga bisa saja lebih rendah daripada tingkat inflasi |
✅Anda dapat membuka rekening deposito secara online melalui layanan bank digital. | ❌Kurang fleksibel jika kita bandingkan dengan tabungan biasa |
Oleh karena itu, depositi cocok bagi Anda yang memiliki profil risiko rendah atau konservatif. Ini karena produk tersebut mengutamakan keamanan dan stabilitas dana. Namun, dengan risiko yang rendah, deposito juga menawarkan imbal hasil yang lebih rendah daripada produk lainnya.
5 Deposito Terbaik untuk Investasi Jangka Panjang
Selanjutnya, mari kita melihat 5 deposito terbaik untuk investasi jangak panjang di Indonesia berdasarkan bunga deposito perbankan tertinggi. Berikut daftarnya:
Nama Bank | Bunga Deposito Maksimum (%) | Tenor (bulan) |
---|---|---|
Amar Bank | 9,00% | hingga 36 tahun |
Krom Bank | 8,75% | 6 bulan |
Bank Neo Commerce (Deposito WOW) | 8,00% | 12 bulan |
Allo Bank | 7,50% | 12 hingga 24 bulan |
Superbank | 7,50% | 1 hingga 12 bulan |
Anda dapat menyesuaikan jangka waktu tenor dan bunga sesuai dengan kebutuhan serta toleransi risiko. Namun, semakin tinggi bunganya, dana yang Anda masukkan ke dalam deposito tidak dijamin 100% oleh LPS.
Reksa Dana
Reksa dana adalah “keranjang” yang menghimpun dana dari investor untuk diinvestasikan oleh manajer investasi pada berbagai instrumen. Misalnya saham, obligasi, maupun pasar uang.
Reksa dana memberikan keunggulan dalam diversifikasi portofolio dan pengelolaan oleh profesional. Oleh karena itu, produk ini cocok bagi investor yang tidak memiliki waktu untuk memantau portofolionya secara terus-menerus.
Ada beberapa jenis reksa dana yang ada di Indonesia, yaitu:
- Pasar uang: Berinvestasi pada deposito dan instrumen yang memiliki jatuh tempo kurang dari 1 tahun.
- Pendapatan tetap: Sebagian besar dana dari reksa dana ini diinvestasikan ke dalam obligasi.
- Saham: Reksa dana yang memiliki kebijakan investasi minimal 80% pada saham.
- Campuran: Berisikan kombinasi antara saham, obligasi, dan pasar uang.
- Indeks: Reksa dana yang meniru kinerja indeks saham seperti IDX 30 atau LQ45.
Selanjutnya, mari kita melihat kelebihan dan kekurangan dari investasi reksa dana dalam tabel berikut:
Kelebihan | Kekurangan |
---|---|
✅ Memungkinkan Anda untuk mendiversifikasi portofolio sehingga meminimalkan risiko. | ❌ Fluktuasi Net Asset Value yang dapat membuat nilai reksa dana tersebut turun. |
✅ Anda tidak perlu melakukan pengelolaan investasi sendiri karena dikelola oleh manajer investasi. | ❌ Ada biaya pengelolaan dan pembelian yang dapat mempengaruhi keuntungan Anda. |
✅ Menawarkan likuiditas yang cukup tinggi karena pencairannya bisa terjadi kapan saja. | ❌Risiko pasar pada reksa dana saham ketika pasar sedang lesu. |
✅Cocok untuk semua jenis profil risiko | ❌ Tidak mendapatkan jaminan dari pemerintah maupun LPS |
👉 10 Rekomendasi Aplikasi Reksa Dana Terbaik
Profil Risiko Investasi Reksa Dana
Bagi Anda yang memiliki profil risiko konservatif, dapat memilih reksa dana pasar uang yang mayoritas berinvestasi dalam deposito. Namun, jika Anda adalah seorang investor dengan profil moderat, reksa dana pendapatan tetap dapat menjadi pertimbangan.
Kemudian, Anda dapat berinvestasi pada reksa dana pendapatan tetap atau indeks jika memiliki profil risiko moderat hingga agresif. Terakhir, ada reksa dana saham yang sangat cocok bagi Anda yang merupakan investor dengan profil agresif.
10 Reksa Dana Terbaik untuk Investasi Jangka Panjang
Selanjutnya, mari kita melihat 10 reksa dana terbaik yang dapat Anda pertimbangkan untuk investasi jangka panjang. Daftar yang kami berikan berasal dari peringkat dua teratas reksa dana terbaik dari masing-masing jenis. Kami sudah merangkumnya pada tabel di bawah ini:
Nama Reksa Dana | Jenis Reksa Dana | Kinerja 3 Tahun | Kinerja 5 Tahun |
---|---|---|---|
Sucorinvest Anak Pintar | Campuran | 29,95% | 112,04% |
Sucorinvest Citra Dana Berimbang | Campuran | 11,73% | 108,64% |
Cipta Andalan Sekuritas | Saham | 2,85% | 66,36% |
Trim Kapital Plus | Saham | 9,45% | 56,36% |
Star Stable Income Fund Kelas Utama | Pendapatan Tetap | 22,19% | 52,57% |
Mega Dana Pendapatan Tetap | Pendapatan Tetap | 24,96% | 50,15% |
Capital Money Market Fund | Pasar Uang | 17,05% | 29,45% |
Mega Dana Kas | Pasar Uang | 16,36% | 28,09% |
Reksa Dana Indeks Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund Kelas A | Indeks | -2,05% | 22,81% |
Reksa Dana Indeks BNP Paribas Sri Kehati | Indeks | -0,53% | 22,46% |
👉 Reksa Dana Terbaik Indonesia 2025, Ini Rekomendasinya!
Obligasi
Obligasi adalah surat utang terbitan dari perusahaan maupun pemerintah untuk menghimpun dana dari para investor. Sehingga, saat membeli obligasi, berarti Anda meminjamkan uang kepada penerbit dan sebagai gantinya akan menerima kupon (bunga) secara berkala hingga jatuh tempo.
Ada dua jenis obligasi, yaitu obligasi korporasi dan obligasi pemerintah. Obligasi pemerintah merupakan surat utang yang diterbitkan oleh negara melalui Kementerian Keuangan. Untuk berinvestasi jenis obligasi ini, Anda dapat membeli SBN Ritel seperti ORI, SR, ST, atau SBR.
Selanjutnya, ada obligasi yang diterbitkan perusahaan untuk mendanai ekspansi, refinancing, dan lain-lain. Obligasi jenis ini memiliki imbal hasil yang lebih tinggi daripada obligasi pemerintah, tetap memiliki risiko yang lebih besar.
Nilai obligasi sangat bergantung pada kebijakan suku bunga dari bank sentral (BI Rate di Indonesia). Oleh karena itu, jika suku bunga naik, harga obligasi cenderung turun karena investor lebih memilih instrumen dengan imbal hasil yang lebih tinggi. Sebaliknya, ketika suku bunga turun, maka hara obligasi akan naik.
Kelebihan & Kekurangan Obligasi dalam Investasi Jangka Panjang
Berikut kelebihan dan kekurangan dari investasi obligasi:
Jenis Obligasi | Kelebihan | Kekurangan |
---|---|---|
Obligasi Pemerintah | ✅ Instrumen investasi yang aman karena terjamin negara | ❌ Imbal hasil yang lebih rendah daripada obligasi perusahaan maupun investasi saham |
✅ Membagikan kupon secara rutin dan sifatnya tetap | ||
✅Anda dapat membelinya secara online | ||
Obligasi Perusahaan | ✅ Imbal hasil yang lebih tinggi daripada obligasi pemerintah | ❌ Adanya risiko gagal bayar dari penerbit |
✅Pilihan tenor dan penerbit yang sangat bervariasi | ❌Sangat bergantung pada kinerja perusahaan |
Produk investasi ini cocok bagi Anda yang menginginkan pendapatan tetap dan stabil. Selain itu, obligasi juga cocok bagi Anda yang tidak ingin terpapar oleh fluktuasi tinggi seperti saham.
Bagi investor yang lebih konservatif, obligasi pemerintah dapat menjadi pilihan. Namun, jika Anda merupakan investor dengan profil risiko moderat dapat memilih obligasi perusahaan yang memiliki kualitas tinggi.
Investasi Jangka Panjang dalam Emas
Berinvestasi emas merupakan cara paling populer dalam menjaga nilai kekayaan. Emas merupakan produk investasi yang aman karena nilainya cenderung stabil dan tahan terhadap inflasi. Sehingga, produk ini cocok untuk Anda masukkan dalam strategi investasi jangka panjang.
Ada dua jenis investasi emas, yaitu membeli emas fisik (logam mulia 99,9%) dan membeli emas digital. Berikut poin penting dari kedua jenis investasi emas tersebut:
- Investasi Emas Fisik:
- Memiliki bentuk batangan dan dapat Anda beli melalui Antam atau UBS.
- Cocok untuk Anda simpan sebagai aset nyata maupun warisan.
- Emas Digital:
- Dapat Anda simpan secara elektronik melalui aplikasi seperti Tokopedia Emas, Pluang, Pegadaian Digital, dan lain-lain.
- Anda dapat berinvestasi emas digital ini mulai dari Rp 10.000.
- Praktis, karena tidak perlu penyimpanan khusus.
👉 Cuan dari Emas, Ini 5 Aplikasi Investasi Emas Digital Terpercaya
Selanjutnya, mari kita melihat kelebihan dan kekurangan dalam investasi emas dalam tabel di bawah ini:
Kelebihan | Kekurangan |
---|---|
✅ Aman dan stabil dalam jangka panjang | ❌ Tidak memberikan pendapatan pasif seperti dividen saham |
✅ Mudah untuk Anda jual kapan saja | ❌Pergerakan harga bisa saja mengalami stagnan dalam jangka pendek |
✅Dapat Anda jadikan aset lindung nilai terhadap inflasi | ❌ Ada biaya tambahan pada saat mencetak maupun pengiriman (emas fisik) |
✅ Ada emas digital yang dapat Anda beli sehingga lebih praktis | ❌Nilainya sangat bergantung pada sentimen global dan nilai tukar USD |
Emas vs Bitcoin: Mana yang Cocok untuk Investasi Jangka Panjang?👉
Kinerja Harga Emas dalam 3-5 Tahun Terakhir
Dalam 3 hingga 5 tahun terakhir, harga emas menunjukkan tren naik. Ini karena ketidakpastian global seperti pandemi COVID-19, konflik geopolitik, dan tingkat inflasi yang tinggi membuat banyak orang beralih ke aset yang lebih aman.

Dari gambar di atas, kita dapat melihat bahwa dalam 5 tahun terakhir, harga emas memiliki kinerja yang signifikan. Ini terbukti dari nilai kenaikan yang mencapai 87,86%.
Harga emas dunia per troy ounce saat dipatok pada kisaran US$ 3.300. Nilainya hampir dua kali lipat dari nilai lima tahun yang lalu.
Namun, seperti yang telah kami katakan sebelumnya, bahwa nilai emas juga bisa mengalami stagnan. Ini karena pada tahun 2021 hingga akhir 2023, nilai emas berada kisaran US$ 1.600- US$ 2.000. Kemudian, pada tahun 2024 harga emas perlahan mulai naik dengan signifikan dan beberapa kali mencapai titik all-time high.
Oleh karena itu, saat berinvestasi emas Anda harus berfokus pada jangka panjang untuk menikmati imbal hasil yang besar.
👉 Apa itu Emas Berjangka CME Group & Cara Trading Emas?
Properti
Produk investasi jangka panjang selanjutnya adalah properti. Berinvestasi dalam properti dapat Anda lakukan melalui kepemilikan tanah maupun tempat hunian.
Jika membeli tanah, Anda dapat menjualnya kembali atau mengembangkan tanah tersebut sehingga value-nya lebih tinggi. Keuntungan yang dapat Anda peroleh dari jual beli tanah adalah selisih harga beli dan jual.
Di sisi lain, jika properti yang Anda miliki berupa tempat hunian seperti rumah atau apartemen, Anda bisa mendapatkan pendapatan pasif melalui biaya penyewaan properti tersebut.
Kemudian, model investasi properti lainnya yang dapat Anda lakukan adalah berinvestasi dalam DIRE. Produk ini memungkinkan Anda untuk berinvestasi dalam properti tanpa harus memilikinya secara langsung.
Kenaikan Harga Properti dalam 5 Tahun Terakhir
Dalam 5 tahun terakhir, harga properti selalu mengalami kenaikan meskipun kenaikan bervariasi. Kenaikan tertinggi harga properti di Indonesia terjadi pada Kuartal IV tahun 2022. Ini karena adanya sentimen positif terhadap perekonomian yang kembali membaik setelah pencabutan PPKM saat COVID-19.

Namun, pada Kuartal I tahun 2025, harga properti mengalami kenaikan yang kecil sebesar 1,07%. Persentase ini jauh lebih rendah daripada kenaikan tahun lalu pada kuartal yang sama. Ini karena adanya penurunan daya beli dan tingginya tingkat PHK sehingga di awal tahun ini properti kurang diminati.
Meskipun begitu, properti tetap menjadi produk yang layak untuk investasi jangka panjang.
Untuk lebih memahami investasi dalam properti, mari kita melihat kelebihan dan kekurangan yang ada pada tabel berikut:
Kelebihan | Kekurangan |
---|---|
✅ Nilai aset yang cenderung naik dalam jangka panjang. | ❌ Pembiayaan yang tinggi sehingga membutuhkan modal yang besar. |
✅Dapat menjadi aset untuk berlindung dari inflasi. Ini karena harga properti umumnya naik lebih cepat. | ❌Likuiditas rendah karena membutuhkan waktu untuk menjual properti. |
✅ Berpotensi memberikan pendapatan pasif melalui biaya penyewaan properti. | ❌ Membutuhkan biaya tambahan seperti biaya pemeliharaan dan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan. |
✅Aset fisik nyata sehingga dapat Anda kembangkan atau wariskan. |
👉 Mengenal DIRE atau REIT: alternatif investasi di sektor properti
Investasi Jangka Panjang dalam Saham
Saham adalah instrumen investasi yang merepresentasikan kepemilikan atas suatu perusahaan publik. Oleh karena itu, dengan membeli saham, Anda menjadi pemilik sebagian perusahaan tersebut. Oleh karena itu Anda mendapatkan hak atas dividen dan hak suara dalam RUPS.
Selain melalui dividen, Anda juga dapat memperoleh keuntungan melalui kenaikan harga saham tersebut. Berikut karakteristik utama yang ada pada saham:
- Return tinggi: Anda dapat memperoleh imbal hasil yang tinggi jika kinerja perusahaan bagus.
- Volatilitas tinggi: Nilai saham bisa sangat berfluktuasi dalam jangka pendek.
- Memiliki likuiditas yang tinggi: Mudah untuk Anda perjualbelikan di bursa saham.
- Dividen: Beberapa saham perusahaan rutin membagikan laba kepada para pemegang sahamnya.
Selanjutnya, mari kita melihat kelebihan dan kekurangan dari investasi saham yang ada pada tabel berikut:
Kelebihan | Kekurangan |
---|---|
✅ Memiliki potensi imbal yang yang tinggi dalam jangka panjang (melalui capital gain dan dividen). | ❌ Kinerjanya sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar. |
✅ Likuiditas tinggi sehingga dapat Anda perjualbelikan kapan saja. | ❌Membutuhkan waktu dan keahlian dalam analisis serta memantau kinerja saham |
✅ Menawarkan diversifikasi sektor dalam portofolio. | ❌ Biaya transaksi yang dapat mengurangi keuntungan. |
✅Mendapatkan hak suara dalam RUPS dan potensi dividen. |
Singkatnya, berinvestasi saham memberikan Anda potensi imbal hasil yang tinggi dan memperoleh pendapatan pasif. Namun, dalam melakukan pemilihan saham, Anda harus melakukan analisis terlebih dahulu dan melihat riwayat kinerja perusahaan. Sehingga, Anda dapat berinvestasi saham dengan aman dan menguntungkan.
👉 Broker Saham Terbaik Indonesia, Ini Daftarnya!
👉🏻 Cara Investasi Saham Modal Kecil: Strategi hingga Rekomendasi
10 Saham Terbaik untuk Investasi Jangka Panjang
Di bawah ini, kami akan memberikan daftar 10 saham terbaik untuk investasi jangka panjang. Saham-saham ini berasal dari berbagai sektor yang ada pada IDX 30 dengan kinerja positif dalam 5 tahun terakhir
Berikut daftarnya:
Perusahaan | Ticker | Kategori | Imbal Hasil 5 Tahun |
---|---|---|---|
Aneka Tambang | ANTM | Energi | 400% |
Amman Mineral Internasional | AMMN | Tambang | 377,21% |
Indosat | ISAT | Telekomunikasi | 226,56% |
Medco Energi Internasional | MEDC | Energi | 218,32% |
Sumber Alfaria Trijaya | AMRT | Barang Konsumen Primer | 194,94% |
AKR Corporindo | AKRA | Basic | 142% |
Indo Tambangraya Megah | ITMG | Tambang | 187% |
Bank Mandiri | BMRI | Perbankan | 89,60% |
Mitra Adiperkasa | MAPI | Konsumer | 72% |
Alamtri Resources Indonesia | ADRO | Energi | 68,75% |
Namun data tersebut bisa berubah sewaktu-waktu karena sifat pasar yang dinamis. Selain itu sebelum membeli Anda wajib untuk melakukan analisa pribadi termasuk:
- analisa fundamental
- Analisa rasio keuangan
- Valuasi saham: Nilai buku (Book Value): Pengertian, Rumus & Bedanya dengan PBV, EV/EBITDA, Apa Itu? dan Apa itu Price Earning Ratio & Cara Hitung PER!
👉 Untuk melihat datar saham terbaik untuk investasi jangka panjang lainnya, Anda dapat membaca artikel Rekomendasi Saham Terbaik di Indonesia 2025
Anda juga bisa membaca artikel kami lainnya:
👉🏻 Prospek Saham WIFI di Tahun 2025, Buy atau Hold?
Ya, investasi jangka panjang justru cocok untuk pemula karena lebih fokus pada pertumbuhan jangka panjang dan tidak terpengaruh oleh fluktuasi pasar harian. Dengan memilih instrumen yang sesuai profil risiko dan terus belajar, pemula bisa membangun portofolio yang aman dan menguntungkan. Penting juga untuk disiplin menabung dan berinvestasi secara rutin agar hasilnya maksimal dalam jangka waktu yang ditargetkan.
Untuk pemula, deposito cocok jika mengutamakan keamanan dan stabilitas karena risikonya rendah dan dijamin LPS. Namun jika ingin hasil lebih tinggi dalam jangka panjang, reksa dana campuran atau pendapatan tetap bisa menjadi pilihan karena dikelola manajer investasi dan punya potensi return lebih besar dari bunga deposito.
Ya, emas digital aman jika dibeli dari platform resmi dan diawasi OJK, seperti Pegadaian Digital, Tokopedia Emas, atau Pluang. Untuk investasi jangka panjang, emas membantu lindung nilai terhadap inflasi. Pastikan emas tersebut berbasis fisik 99,9% dan bisa dicetak kapan saja, agar nilai investasinya tetap terjaga.
Investasi jangka panjang mencakup berbagai instrumen seperti saham, reksa dana, obligasi, emas, deposito, dan properti. Instrumen ini cocok untuk disimpan lebih dari lima tahun dengan tujuan mengembangkan nilai aset secara bertahap. Setiap jenis memiliki karakteristik risiko dan imbal hasil berbeda, sehingga perlu disesuaikan dengan profil risiko investor. Tujuan umum dari investasi jangka panjang adalah mengalahkan inflasi dan mencapai target finansial seperti pensiun atau dana pendidikan.
Artikel Terkait